Selasa, 17 Februari 2015

Untuk Ibu Yang Pernah Menangis Karenaku

Mengandung Sembilan bulan, melahirkan dan kesakitan mempertaruhkan nyawa
Membesarkanku di sela kesibukan mencari uang
Ternyata hal itu tak terlalu membuat ibuku kepayahan
Sampai datang waktu di usia kesepuluhku, bocah yang masih lugu celaka karena terlalu inginnya membantu ibu
Semua harta habis karenanya, semua waktunya dihabiskan di ranjang pesakitan rumah sakit
Semua orang menyalahkan ibu,
Semua mengatakannya ceroboh meninggalkanku sendiri di rumah kala itu
Semua mencecarnya
Tapi hanya dia yang kuat selalu merawatku,
Memapahku, mengurus segala keperluan gadis sekarat yang nyaris kehilangan semangat hidup
Dia satu – satunya yang tak pernah sekalipun pingsan masuk ke ruang perawatanku
Dia yang terlihat tegar, tak pernah mengeluh
Tapi menangis paling keras dalam sujud saat aku tertidur
Memohon kesembuhan anaknya yang terlalu lama terbaring di ranjang tanpa daya
Dia yang menangis karenaku,
Maafkan aku Ibu karena pernah membuatmu menangis terlampau keras
Aku berjanji akan membuatmu tersenyum lebih sering


Anakmu

Tidak ada komentar: