Sabtu, 19 Maret 2016

Gerhana Matahari Total di Langit Balikpapan

   Gerhana Matahari Total, fenomena langka yang dapat disaksikan 350 tahun sekali ini menjadi momen spesial untuk warga dunia, terlebih warga Indonesia yang sebagian wilayahnya dilewati garis utama gerhana. Gerhana matahari total terjadi ketika bulan berada tepat di antara matahari dan bumi, sehingga seluruh permukaan bumi akan mengalami gelap sesaat. Beruntung bagi sebagian daerah di Indonesia yang menjadi lokasi untuk menyaksikan gerhana total ini. Dari zona WIB ada Palembang, Bangka Belitung, sementara zona WITA ada Balikpapan, Palu, dan ada pula Ternate. Alhamdulillahnya tinggal di salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana.
   Penempatan jauh di Balikpapan tak masalah, memang rejeki ya bisa menangkap momen 350 tahun sekali tanpa harus meluangkan waktu pergi ke sana sini mencari spot terbaik. Rabu pagi setelah semalaman susah tidur, aku dan dua temanku bergabung di kerumuman orang yang bersiap menuju venue untuk melihat gerhana. Di Balikpapan fenomena gerhana matahari total ini dijadikan penarik datangnya wisatawan dan dipusatkan di dua tempat, di Pantai Manggar dengan tambahan hiburan lomba perahu Naganya dan di Pantai Banua Patra dekat Lapangan Merdeka dengan suguhan kuliner dan wisata budayanya. Aku lebih memilih Lapangan Merdeka untuk menangkap momen langka ini, bermodalkan kaca fiberglass yang konon katanya buatan German seharga 20ribu perak ini alhamdulillah momen momen gerhana yang terjadi bisa ditangkap mata. Subhanallah bagus :D
  











   Dari kaca fiber glass, kacamata hitam alay, teropong buatan rombongan dari Boscha Lembang, sampai menggunakan label aqua kami coba. Hasilnya bervariasi, luar biasa ya, momen langka ini so far so good to see. Menurut perkiraan, tahun depan akan terlihat gerhana di belahan bumi  lainnya, tepatnya bulan Agustus 2017 di Amerika. Siapa tahu bisa ke sana tahun depan, bismillah ya.

Total eclipse is awesome to see, but it's more awesome when you become a human who's grateful for the life you're living.

Cheers,
Restiananggi

Hello Batam


   Salah satu tujuan solo travelingku bulan kemarin adalah ke Batam, walaupun sudah betah dan masih pengen berlama lama di Singapore akhirnya aku tetap ke Batam karena janji sudah dari lama kubuat. Sayangnya tuan rumah yang tadinya akan mengajakku keliling kota harus kerja, hari liburnya direnggut kantornya bekerja T.T Jadilah aku janjian dengan yang lain.
   Setelah drama kehilangan kunci hotel dan kehilangan uang deposit, aku berangkat ke Batam melalui penyeberangan di Harbour Front setelah naik MRT sampai ketiduran. Rasanya kaya naik KRL dari Manggarai sampai Serpong, tidur nyenyak tanpa gangguan. Singkat cerita setelah menghabiskan 45 menit kuhabiskan untuk menyeberang (tidur lebih tepatnya) SIM card ku langsung kehilangan koneksi, fakir kuota akhirnya aku ke mall numpang wifi untuk janjian ketemu Mbak Eng yang akan membawaku bertualang ke sekitaran pulau kecil di Batam. Seharusnya kami bisa nyebrang ke pulau yang lebih wah, karena sempat terganggu teman sedorm di hostel yang ngoroknya berisik ndak karuan, persiapanku terlambat dan harus merelakan mengeksplore pulau pulau cantik itu lain waktu yang entah kapan.
   Boncengan motor sekalian hujan hujan, akhirnya kami melewati Jembatan Barelang yang legendaris itu, makin jauh dari Jembatan I pemandangan makin jauh, sayangnya kesadaran untuk ga mengotori lingkungan masih kurang. Bekas orang jajan, jualan dan makan berserakan, duh miris.
Oiya jembatan ini sebenarnya menyenangkan untuk liat liat pemandangan, baguus banget dibandingkan Balikpapan yang pemandangan pantainya berwarna kopi susu :” By the way kami yang awalnya ndak niat ke Camp Pengungsian Vietnam akhirnya sampai juga di objek wisata ini. Alhamdulillah masih sore, jadi tak terlalu mencekam suasana di sana. Lokasi objek wisata sejarah ini ramai dikunjungi wisatawan dari Batam dan luar Batam. Jangan ke sini ketika hari mulai gelap ya, suasana bangunan bangunan peninggalan sejarah dan kompleks makam cukup bikin merinding ditambah sekitar kawasan ini masih rindang pepohonan hijau. Bahkan kita bisa leluasa memberi makan monyet monyet yang berkeliaran di sepanjang objek. Untungnya sih jinak.
We’re going to separate ways then. Aku di drop di mall untuk kemudian ketemu dengan sahabat lama yang super duper ngangenin dan Mbak Enggar melanjutkan perjalanannya untuk ke tempat lain. Thankyou for the hospitality, see you in the next chance we got ~
Mampir di kosan Febri, yang sama sama barusaja ulang tahun dan dikasih kado lucu, it’s really nice to see you sis. Sayangnya Febri harus masuk kerja dan aku pulang tanpa ada yang nganter, pesawat didelay tiga jam. Yasalaaam, semoga aka nada kesempatan lebih baik lagi untuk ke Batam ~


Rabu, 09 Maret 2016

Singapore Birthday Runaway Trip , short story

   Long time no posting, hai saya kembali lagi kali ini untuk share pengalaman solo trip 11-14 Februari lalu ke Singapore yang dilanjut Batam. Sebenarnya rencana awal saya adalah ke Turki, tapi karena kasus bom yang sempat terjadi di Istanbul rencana trip itu saya urungkan dan akhirnya solo trip ini saya mulai di Singapore.


Persiapan
Tiket
Paspor saya nganggur dua tahun setelah dibuat, karena kebanyakan rencana dan belum jalan juga akhirnya tahun ini saya pergi sendiri bertepatan dengan momen ulang tahun, itung – itung birthday solo trip, belajar banyak hal dengan pergi sendiri. Karena memilih berangkat melalui Jakarta secara random saya mampir dari Balikpapan ke Jakarta dan naik Air Asia seharga 320ribu ke Singapore walaupun bukan tiket promo. Untuk kembali ke Indonesianya saya memilih menyeberang dengan ferry menuju Batam dengan tiket seharga $25. Setelah sebelumnya membeli tiket secara random tanpa melihat kalender berangkatlah saya ke Singapore seorang diri, itung – itung ngelatih mental karena rencana pergi ke Turki saya batalkan. Tiket seharga 320ribu AirAsia membawa saya ke Singapura, sebelumnya saya berangkat dari Balikpapan ke Jakarta untuk mampir ke tempat teman.

Penginapan dan Akomodasi
Hostel saya pesan dari Traveloka untuk satu malam, dua malam berikutnya saya marathon berganti tempat, harga permalam $19. Dari tiga hostel yang saya tempati (5footway inn Chinatown, 5footway inn Aliwal Street dan ABC Hostel di Jalan Kubor) yang paling recommended dan nyaman adalah 5footway inn di Aliwal Street.
Untuk transportasi saya memakai Ez Link yang bisa ditop up dengan mesin otomatis, karena dapat pinjaman dari teman saya cukup keluar uang untuk top up $10, sesekali naik taksi karena mendesak, dan perbanyak jalan kaki ke mana mana.



Itinerary
Day 1 (Kamis, 11 Februari 2016)
Jakarta – Singapore
  1. Changi Airport
 Karena tiket yang saya pesan random dan jadwal penerbangannya siang menuju sore, sampailah saya terlalu sore di Singapore. Sebagai solo traveler bingung di awal itu pasti, memutar – mutari area Changi yang luas sekitar lebih dari sejam akhirnya saya mendapatkan kartu Singtel seharga $15 yang bisa langsung diaktifkan untuk komunikasi selama di sana. Selain itu saya melakukan top up kartu Ez link untuk keperluan transportasi selama di Singapore.
  1. Chinatown dan Riverside
MRT : Chinatown Station
Sampai hostel cukup malam dan dapat travelmate baru kenalan orang Indonesia juga, lumayan ada teman jalan malam ini. Kami jalan kaki keliling Chinatown dan sepanjang river, suasana malam di kota beda jauh jika dibandingkan Jakarta ya, aman banget untuk jalan. Istirahat di hostel untuk hari berikutnya


Day 2 (Jumat, 12 Februari 2016)
  1. Garden By The Bay, Esplanade, Merlion
MRT : Bayfront Station
Rencana pergi ke Garden By the Bay di pagi hari nampaknya tak terlalu baik tapi juga tak terlalu buruk. Memang tak ada pertunjukan garden rhapsody yang indah tapi udara di pagi hari masih cukup sejuk dan sepi pengunjung, puas berkeliling objek ini. Saya berkeliling sekitaran kawasan ini, berjalan kaki sampai Merlion dan Esplanade bareng travelmate baru saya, Bryan. Demi mengejar waktu check out sebelum jam 12 dan pindah hostel kami sempat naik taksi waktu berangkat ke Garden By The Bay. Lumayan untuk pindah lokasi selanjutnya kami jalan kaki cukup jauh ke Merlion Park yang mulai ramai pengunjung.

  1. Keliling sekitaran Aliwal dan Arab Street, Mustafa Center
MRT : Nicole Highway Station
Check out sebelum jam 12, pindah ke hostel lain di Aliwal Street naik MRT cukup lumayan, kami sampai di hostel baru untuk titip barang. Kami berkeliling untuk makan siang dan mengunjungi jalan – jalan dekat hostel yang sudah ramai pengunjung.  Hujan deras mengguyur cukup lama sehingga waktu sekitar dua jam tidak bisa kumanfaatkan untuk keluar. Menjelang waktu magrib hujan reda, atas rekomendasi teman dan juga karena ada janjian dengan teman baru akhirnya saya kembali ke Garden By The Bay.


Untuk makan siang, Bryan makan pork sementara saya makan makanan India halal dengan menu nasi briyani seharga $5 yang porsinya membuat saya kapok saking banyaknya.

  1. Garden By The Bay
Bayfront Station
Dapat teman baru orang Jepang yang hobi jalan kaki dan suka ngobrol nyambunglah obrolan kami dan berlanjut jalan bareng, sambil menunggu Garden Rhapsody mulai, aku Bryan dan Shin (si Jepang) berkeliling taman. Ternyata benar apa kata orang – orang, Garden Rhapsody bagus disaksikan malam hari, tak sia – sia kembali ke sini. Meskipun sebelumnya hujan deras sempat mengguyur dan masih ada rintik – rintik hujan turun, it was nice afterall. Harmoni pertunjukan lampu – lampu warna warni diiringi music yang mengalun membuat kunjungan kedua ku ke sini lebih berkesan daripada tadi pagi.


  1. Bugis Street
Bugis Station
Bryan memisahkan diri karena sudah tak sanggup jalan jauh, saya dan Shin melanjutkan perjalanan ke sekitaran Bugis Street, bukan untuk belanja tapi benar – benar jalan kaki dan melihat banyak tempat baru. Kami sempat menonton sebuah atraksi yang diadakan di depan bar di dekat Bugis. Banyak muda mudi yang berjalan di sekitar kawasan itu. Suasana sekitar Bugis, Arab Street dan sekitarnya di malam hari lebih bagus dan hidup ternyata. Karena tak terlalu suka keramaian orang berbelanja di Bugis, kami malah menemukan pemandangan tempat lain yang lebih bagus disaksikan ketika malam hari.
Day 3 (Sabtu, 13 Februari 2016)
  1. Malay Heritage , Sultan Mosque dan sekitarnya
Nichole Highway Station
Karena selalu berganti hostel dalam perjalanan ini, saya memutuskan untuk berkeliling objek di sekitaran hostel. Sendirian berjalan – jalan di sela kerumunan turis yang mengunjungi Malay Heritage kemudian berpindah ke Masjid Sultan untuk melihat lihat dan numpang sholat sekalian. Memang pemandangan di jalan – jalan sekitar sini berbeda jika dilhat pada waktu siang dan malam.

  1. Sentosa Island
Harbour Front Station
Setelah check out dari hostel dan pindah ke hostel berikutnya yaitu ABC hostel di Jalan Kubor, saya melanjutkan perjalanan hari ini ke Sentosa Island, cuma pengen melihat lihat dan foto di depan globe USS sih sebenarnya. Naik MRT dari Bugis Station dan turun di Harbour Front, saya lanjut sampai Sentosa dengan berjalan kaki. Lumayan selama di Singapore jalan kemana mana tak terasa jauh, malah menyenangkan karena sebenarnya saya suka jalan kaki dan kekurangan tempat pejalan kaki yang aman di negeri sendiri.





734847_10205944479271085_3803811828678713607_n
Makan siang saya memilih menu nasi lemak dengan sambal petai seharga $4, lumayan enak dan mengenyangkan. Walaupun di Singapore makan pete ndak apa apa lah.

  1. Singapore Botanical Garden
Botanical Garden Station
Setelah kelelahan mengejar waktu ke Sentosa, saya dan Bryan ke Botanical Garden dan berpisah jalan. Berkeliling botanical garden ini, duduk duduk, tiduran di rumput layaknya pengunjung lain sangat pas untuk piknik keluarga. Sayang sih, solo trip, mungkin next time.

  1. Masjid Baalwie
Mencari tempat sholat di objek wisata cukup susah, saya naik bus sebentar kemudian jalan memutar menuju Lewis Street di mana masjid yang saya kunjungi berada. Tempat wudhu nya bagus, banyak bukti sejarah masjid Baalwie terpampang di setiap sudutnya. Lumayan belajar sejarah Islam di sini. Sayangnya pengunjung masjid cukup sepi.
  1. Ngopi di Atlas Coffee
Sekalian mampir ke apartemennya untuk numpang magriban, saya dan si Jepang ngopi di Atlas Coffee. Review tempat ini cukup bagus, aroma kopi dan rasanya yang enak membuat tempat ini tak pernah sepi. Rata – rata kopi di sini dihargai $4 setiap cup nya. Lumayan untuk sekedar menikmati sore melihat pemandangan di depan kedai yang hijau asri.
  1. Hajj Lane, Bugis Street
Dari apartemen si Jepang, berjalan keliling dan akhirnya saya memutuskan untuk membeli beberapa barang berkeliling Bugis Street dimana orang ramai berbelanja. Kebetulan saya tak terlalu banyak belanja karena memang niatnya backpackeran, hanya beberapa kaos kembaran dengan adek dan beberapa cemilan oleh – oleh. Yang penting muat di tas, ya namanya juga backpackeran bukan mau kulakan.

Day 4 (Minggu, 14 Februari 2016)
Checkout
Kembali ke hostel dan tak bisa tidur sepanjang malam karena dapat roommate di dorm ini yang semuanya ngorok tanpa henti membuat rencana saya hari berikutnya nyaris berantakan. Lumayan hari ini uang deposit saya hangus karena menghilangkan kunci kamar. Saya anggap itu jadi bagian dari cerita perjalanan ini.
Perjalanan saya lanjutkan ke Batam dengan menyebrang menggunakan kapal ferry, semoga akan ada lain kali untuk ke sini karena saya belum ke Orchard Road dan Little India yang terpaksa saya skip.

12743783_10205944478671070_1824716725974824509_n
   
 Overall, solo trip menyenangkan untuk dilakukan. Siapa bilang cewek ga bisa bepergian kemana mana sendiri, yang penting niat yang kuat dan adanya eksekusi. Kalau ga diawali dengan beli tiket secara random mungkin saya ga pergi – pergi, kalau selalu memberi opsi orang lain untuk mengubah rencana perjalanan maju atau mundur mana mungkin saya jadi berangkat.
Akan ada kalanya di mana kita ingin pergi dan tak ingin orang lain mengatur perjalanan kita, banyak hal yang didapatkan dari bepergian sendiri, mengenal banyak orang baru, pengalaman seru kesasar dan harus bertanya pada orang tak dikenal, kebablasan naik MRT dan banyak hal seru yang tak diduga terjadi.
   Terimakasih Singapore, birthday solo trip yang menyenangkan akan membawaku ke trip trip selanjutnya yang tak kalah berkesan dan menyenangkan. Mungkin solo trip ke Turki, Korea atau Eropa tahun depan, aminn.