Jumat, 24 Oktober 2014

Karaoke Room

Side by side sitting, no certain talking
Just the melody tells how we feel
Happiness, brokenhearted, crazy thought and messed feeling fill this karaoke room
A love song meant to be sang together, then I break the mood in the middle part
I can't stand to sing that..
I may spill my feelings for you afterwards, oh noo I don't wanna do that
I have to keep my promise not to come first, not to sway my heart again
I will just wait, and stay in my place
I am in the mode when I choose mountain over guys,
I locked myself in, it doesn't matter..
This far I'm already alone,
I keep emphazise this promise to myself, but I can't be that idealist
Your voice keeps coming through my head, the song you sing beside me melted me like idiot
Oh God why...
Don't choose that kind of song, I might fall for you again this time..
Dear the guy from my cieezone for 3 years long, I don't know what I'm gonna say more..


Rabu, 22 Oktober 2014

Catatan Perjalanan Argopuro Berdebu, 15 -18 Oktober 2014

                     

 Gunung Argopuro mungkin tak setenar Semeru, tetapi perjalanan yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pendakiannya jauh lebih memakan waktu. Maklum saja, gunung yang konon mistis dan melegenda dengan puncak Dewi Rengganisnya ini mempunyai sekitar 14 puncak di jajaran Pegunungan Yang dengan jalur pendakian terpanjang di antara semua gunung di Pulau Jawa.
Setelah sebelumnya direncanakan pendakian bersama yang diikuti oleh kami STAPALA STANers 2010 dengan total peserta 12 orang (Bangsal, Enen, Riweuh, Sundul,  Tubis, Keret, Kodok, Rangrang, Buncil, Bekek, Pangki, Kongo)  akhirnya pendakian dilakukan dengan jumlah peserta menyusut menjadi 9 orang karena ketidakikutsertaan Bekek, Kongo dan Pangki yang berhalangan. Terimakasih sebelumnya untuk bapak ibu yang akhirnya mengijinkan anaknya kelayapan, Riweuh yang mengajak ikut dan Bekek yang memberi softloan hihihi.
                Sesuai rundown yang direncanakan ketua perjalanan kami Tubis, meeting point pendakian ini berlokasi di Besuki tanggal 14 malam. Riweuh, aku dan Sundul bertugas membeli logistic keperluan pendakian ini di Jogja, sementara tim yang sebelumnya ke Raung (Tubis, Kodok, Keret, Buncil, Rangrang) langsung menuju lokasi setelah mereka rehat dari pendakian sebelah.

Selasa, 14 Oktober 2014
07.00 – 07.17     
Kecapekan semalaman dan begadang di angkringan Tugu membuatku kesiangan berangkat ke stasiun, beruntungnya ada Reyza, teman yang kutumpangi menginap semalam yang ngebut mengantarku sampai stasiun. Kurang 3 menit kereta berjalan, syukurlah aku menemukan Riweuh dan bisa naik kereta dengan selamat. Injury time, alhamdulillah kereta terkejar ~
12.30                    
Aku, Riweuh, Enen dan Sundul berada di kereta yang sama dengan kondisi Sundul terpisah di gerbong sebelah. Mondar mandir, nongkrong, ngobrol, tidur, makan walaupun merusuh makanan yang dibawa Enen dan Riweuh  dan sampailah kereta di bagian timur Jawa, Mojokerto.
17.00                    
Perjalanan naik kereta selalu memberikan cerita yang tak pernah habis, pun perjalanan kami. Di kereta yang kami naiki, ada bule solo travelling marah – marah karena seorang bapak meletakkan barang bawaannya di sembarang tempat. Pengen ikut campur banget aku mentranslate obrolan si bule ke bapak ini, tapi ah sudahlah ternyata mereka sudah berdamai dengan caranya sendiri. Tak terasa kami sampai di stasiun tujuan, Probolinggo.
17.15 – 19.00     
Bareng bule – bule yang menuju Bromo kami naik angkot sampai di Besuki. Tepatnya di Polsek Besuki di mana kami akan bertemu dengan geng Raung. Ternyata mereka lebih dulu sampai dan menunggu kami sepersekian jam. Uuuu maaf, keretanya sempat terlambat sejam.
19.00 – 19.30     
Lalala yeyeye kami ikut istirahat sebentar di mushola Polsek, dan rebut berdebat membeli makan malam karena Tubis yang kebingungan si penjual makanan ga punya bungkusan. Sementara Keret dan Kodok heboh jajan cilok dan martabak harga 4ribuan.
19.30 – 21.00     
Dengan angkot carteran seharga 150ribu kami meninggalkan polsek Besuki menuju basecamp pendakian via Baderan. Duduk di pinggir angkot tak berpintu sempat membuatku hampir terjatuh, untung kaki nyangkut di kolong bangku. Syukurlah sampai di basecamp dengan selamat.
21.00 – 00.00     
Perjalanan yang semula direncanakan 4 hari 3 malam sempat diragukan oleh petugas perhutani yang menjaga basecamp, menurut beliau pendakian di Argopuro kalau bisa jangan pasang target. Jalan aja ikuti jalur, semampunya, pokoknya malam hari tak boleh ada rencana jalan. Malam di Argopuro harus camp, karena hari gelap bisa membingungkan dan menyesatkan mengingat kondisi jalur di Argopuro yang memang dibuat tidak terlalu jelas dengan plang lokasi. Diskusi rencana perjalanan pun kami lakukan, sambil makan dan nyemil martabak yang heboh diborong tim Raung kami memutuskan camp 3 kali di Mata air I, Cikasur dan simpang puncak  setelah mengorbankan untuk tidak camp di Danau Taman Hidup. Obrolan selesai, waktunya tiduur ~

Rabu, 15 Oktober 2014
05.00 – 08.30     
Matahari cepat sekali naik di Jawa Timur, bergegas Subuhan, antri mandi supaya badan lebih segar saat perjalanan. Tak lupa kami melakukan pemanasan dipimpin Mamang Keret hahaha.
08.30                    
Foto bersama di depan basecamp, siap jalaaan. Argopuro here we come~
09.40                    
keliatannya sih ijo, tapi debunya masya Allah
Musim kering, apalagi ini adalah kali pertama pendakian dibuka lagi setelah kebakaran hutan yang melanda kawasan pegunungan Yang dimana Argopuro berada. Jalanan berdebu, matahari sedang panas – panansnya naik, muka memerah, batuk – batuk dan hidung yang mulai penuh oleh debu tak menyurutkan langkah kami melanjutkan pendakian. Mana hutan rimbun yang hijau asri, kering yang kami temui tak seperti pendakian yang diceritakan senior kala itu. Hampir setiap kami menemui tempat agak teduh, berhenti untuk minum dan sekedar ngobrol. Panas sekali subhanallah, apalagi di gunung sebelah ada asap membubung tinggi, ah ada kebakaran hutan lagi. Semoga apinya segera mati dan pendakian kami lancar tanpa halangan. Bismillah, setelah sempat desperate kamipun berjalan menuju tujuan pertama kami, pos Mata air I.
15.00                    
Sempat berpapasan dengan penduduk sekitar yang mengendarai motor, debu semakin tebal beterbangan. Oh, God why.. Harus sesiang ini jalur semakin berdebu. Oiya, Pak Suryadi bilang sebenarnya kami bisa naik ojek ke Cikasur kalau mau tapi dengan harga 200ribu. Mahalnyaa.. Ya memang mahal, worth untuk jarak yang ditempuh, untuk orang normalnya sampai Cikasur ditempuh 3 hari 2 malam, sementara menurut teman kami yang sesama STAPALA mungkin bisa ditempuh dalam 2 hari 1 malam. Beda dengan versi manper Tubis yang sangat optimis sampai Cikasur dalam 9 jam Hahaha
Kami sampai di Mata air 1 setelah 6,5 jam perjalanan :D

         
15.30 – 16.00
Alhamdulillah sebelum gelap kami sampai di camp, jiwa – jiwa kelaparan ini pun segera duduk berbaris makan nasi bungkus yang kami beli di start point Baderan tadi. Biarpun bungkus nasi sudah menyatu dengan isinya dan minyak gorengan menyebar kemana – mana, bersyukur bisa makan sebelum gelap datang.
16.00 – 18.00     
Sholat, dan segera mendirikan tenda camp dilanjutkan dengan masak. Menu masakan nasi sop, asiiik berkuah ~
dua tenda dengan jemuran di tengahnya

18.00 – 20.00     
Makan malam bersama, uuu masing – masing wadah untuk bertiga orang. Aku, Riweuh Enen makan dengan damainya, sementara geng cowok rebut sendiri hahaha sengketa.
Sambil bergantian untuk sholat, kami ngopi – ngopi bareng ngelilingi trangia dan kompor . Heboh karena gerombolan tikus hutan berkeliaran di sekitar kami, untung bukan tikus ganas yowis benke wae ~
20.00                    
Untungnya camp lebih awal adalah tidur awal, hihihi nice sleep everyone ~

Kamis, 16 Oktober 2014
05.00                    
Indahnya dunia kalau kami bangun lebih pagi, sayang sekali sunrise warna cerah pun tak terlihat bagus dari spot ini. Ketutupan pepohonan, duh reek. Bangun dan menatap sunrise yang ketutupan itu rasanya sedih. Ga kaya langit semalam yang cerah bertabur bintang ~
06.00 – 08.30     
Berbagi tugas, memasak, ambil air, ada yang beberes tenda juga sebelum hari semakin siang dan panas. Makan bersama sebelum lanjut ke tujuan berikutnya. Setelah packing semua selesai, berdoa semoga perjalanan lancar. Cikasur here we go ~
08.30 – 10.17     
Kalah pagi dengan penduduk sekitar yang naik motor mencari tanaman obat di hutan, jalanan sudah dibuat debuan. Oh maaan, mau nutup muka pake masker tapi panas, ga ditutup kebakar matahari. Dilema, jalanan hari ini tak kalah berdebu dan panas daari kemarin. Setelah nyelonong duluan karena sempat merasa mulas, aku sampai duluan di pos Mata air II. Sayang sekali, perut sepertinya hanya tipu – tipu merasa sakit.
10.17 – 11.30     
Hompimpa menentukan siapa yang ambil air, kami istirahat dan makan roti. Sementara itu di sela – sela obrolan, rencana mendadak Kodok, Keret dan Buncil ke Semeru semakin menguat. Mereka masih sibuk menggoyahkan Rangrang dan Tubis untuk bergabung. Gunung tersulit sudah, gunung terpanjang masih on going, gunung tertinggi sekalian di Jawa, demi prestige kata mereka. Haahaha kita lihat saja.
11.30 – 12.45     
Desperate tak kunjung sampai Cikasur, jalan yang dilalui ternyata melewati Savana kecil. Di tengah savana ada sebuah pohon besar rindang. Bergegas kami letakkan carrier dan lari – lari di savana ala – ala gaya Syahrini berbaring di rumput juga. I feel free ~
Spot di sini baguus banget, selfie, bikin video, foto bersama 35 tahun STAPALA pun iya. Yeaay~
selfie pake tripod hahaha
I feel freeee ~
Selamat 35 tahun STAPALA ~



14.00 – 15.10     
Perjalanan masih panjang, setelah puas berguling guling di savanna ini kami melongo mendapati Savana besar kebakaran. Lokasi yang terbakar cukup strategis dan luas, ya Tuhan segini keringkah musim sampe hutan terbakar hebat.



16.30                    
Kata orang, spot di Cikasur bagus untuk sunrise dan sunset. Setelah melewati savanna yang lain, lewat jalanan dengan sungai jernih yang menghijau ditutupi sebagian enceng gondok, sampai juga kami di Cikasur. Kyaaa ~




17.00 – 18.00     
Sebagian masih sibuk foto – foto, ada yang segera ke sungai mandi, ada yang ambil air, ada yang gantian sholat. Untung di sini ada semacam pondokan kecil walaupun nyaris roboh. Lumayan buat tameng angin di malam hari. Tenda dibangun di samping dan di pondokan. Spot masak pun sudah ditentukan. Oiya suara merak mulai jelas terdengar, sayangnya aku tak menemukan satupun merak kelayapan ~

                        

18.00 – 20.00     
Seperti biasa agenda malam hari adalah masak dan makan bersama, selain sholat tentunya. Menu malam ini adalah Fuyunghay ala mamang Keret dan tumis tempe (lebih tepatnya tumis butiran kedelai karena tempe remuk duluan) hihihi.

masaaaak!

Kocak emang anak – anak posko ini kalau bercanda, sok – sokan jadi juri Tubis, Kodok dan Buncil di skip giliran minum teh. Rasakan hahaha. Akhirnya pura – pura lomba masak dan juri – jurian ini selesai juga, angin malam bertiup semakin kencang, alay2 sebelah menyalakan api unggun dengan menebang pohon di sebelah. Oiya, mereka adalah segerombolan orang yang datang dengan motor. Dari Baderan pukul 13.00 dan hanya menempuh 4 jam sampai di Cikasur. Sementara kami harus 2 hari 1 malam baru sampai sini. Sakitnya itu disini..

sky full of stars in Cikasur

21.00
Seperti biasa, pola tidur bayi, tidur awal, save energy untuk hari esok. Goodnight ~

Jumat, 17 Oktober 2014
04.30 – 05.00     
Sunrise di Cikasur indah? Ga keliatan jelas, ketutup bukit sebelah, ah kzl.  Sunrise nya tipu tipu.. Yang sholat sholat, yang kena php sunrise yaudahlahya..



06.00 – 07.30     
Rutinitas pagi hari, masak lagii, kali ini giliran sayur jipang dan tempe lagi hihihi. Sarapan happy ~
07.30 – 09.06     
Biar gaul bawa tulisan happy birthday buat temen, happy wedding juga ada, yang bikin foto mesra ngajakin pacarnya naik gunung juga ada. Hihihihi Puas foto – foto dilanjutkan cleaning area, kami bersiap melanjutkan tujuan ke simpang puncak.

are you ready kapten? aye~

09.06
Bismillah, simpang puncak optimis digapai sebelum senja menjelang. Bismillah ~
09.06 – 11.36
Jalan keluar masuk hutan lagi, kering kerontang, semak belukar kami lewati, termasuk area edelweiss yang menghampar luas. Subhanallah bagusnya ~
Sekitar 90 nmenit perjalanan kami tempuh, sampai juga di Cisentor. Halooo
11.36 – 12.12
Merencanakan strategi perjalanan berikutnya, semua dilakukan demi tiket kereta tanggal 19 yang harus dikejar tepat waktu. Ada yang selfie, ada yang sibuk ngambil air, ada yang bikin video pura – pura kaget sampai Cisentor wkwkwk Pokoknya ini fun trekking aja lah, no sad feeling
13.25    
Ketinggian yang semakin bertambah kami lewati, satu lapis baju pun tak cukup menghangatkan, alhasil dua lapis baju kupakai demi menghangatkan badan, plus sarung tangan agar kuku tanganku yang patah tak semakin sakit terkena semak belukar. Sampai juga di Rawa Embik, aku berteriak sekencang – kencangnya. Aaaaaaaaaaaak. Dan burung – burung yang tadi sempat hinggap terbang semua, duh maap terlalu senang sampai sini.
13.25 – 14.50     
Sembari istirahat, kami manfaatkan waktu untuk ambil air yang terakhir sebelum ke simpang puncak dan sholat. Terlalu lama berhenti, dingin semakin menusuk tulang. Perjalanan kami lanjutkan lagi ~
16.04                    
Dengan muka bercadar ala – ala, dan kacamata hitam, aku berjalan menantang matahari hihihi. Setidaknya efek gosongnya tak akan terlalu parah ya ~
Bahagia itu saat badan sudah terlalu lelah, dan ternyata spot tujuan kami sudah di depan mata. Selamat datang simpang puncak, perempatan deng lebih tepatnya. Ke arah sana Rengganis, ke situ Puncak Argopuro, ke sana dikit arah pulang. Ciyeee senangnya sampai sebelum gelap. Buru – buru meletakkan carrier dan berleha - leha
16.30 – 17.00     
Sebelum terlewat, berburu sunset ke Puncak Argopuro 3.088 mdpl. Selamat datang, jadi ini toh Puncak Argopuro yang harus kita lewati berhari – hari perjalanan itu. Tak terlalu special, tapi mencapainya butuh waktu sekian lama hahahha

puncak Argopuro

17.00 – 17.13     
Foto dengan spanduk Selamat 35 tahun STAPALA, walaupun perjalanan ini nantinya tidak dihitung untuk 35 tahun STAPALA (hiks). Dilanjutkan video pura – pura kaget sampai di puncak dan foto masing – masing, sebagian dari kami turun untuk mendirikan camp duluan, sementara sebagian mau ke Puncak Arca.
17.30 – 18.00
Sebelum gelap tenda sudah berdiri, siap masak.               
18.00 – 20.00     
Menu malam ini adalah soto, mau masak aja pake acara berantem dulu. Mau makan pake acara dipaksa ngambil dulu karena masak di tenda yang berisi aku, Enen, Riweuh dan Tubis. Sementara di luar setelah menggoreng telur, Keret langsung masuk tenda saking dinginnya. Partner makan cewek tetep bertiga, sementara Tubis heboh karena bareng Sundul, ga bareng Kodok lagi rebutannya. Hahaha kocak lah mereka, kami para cewek cuma ketawa melihat kelakuan mereka yang seperti bocah.
21.00
Karena rencana besok pagi – pagi banget mau ngejar sunrise, mari kita tiduur ~

Sabtu, 18 Oktober 2014
04.30                    
Angin semalam bertiup dengan kejamnya, memaksa kami meringkuk di balik sleeping bag lebih lama. Hasilnya? Ga ada yang mau summit, ga ada yang keluar dari tenda, kecuali Tubis. Maafkan kami, malah ndekem di tenda semua. Dinginnya ampun ga nahan..
05.00 – 06.30
Akhirnya hanya Tubis, aku, Riweuh, Enen dan Sundul yang mau keluar tenda dulu. Setelah sholat, kami nyicil mau masak menu berat terakhir, nasi sarden. Sekalian bikin minum hangat, kokoa, kopi dan teh. Hihihii lumayan badan makin hangat.
06.30 – 07.30     
Karena summit attack yang secara sengaja kesiangan, kami packing dulu sebelum muncak ke Rengganis. Bismillah, cuaca sudah menghangat.
07.50                    
Berangkat summit ke Rengganis, siap tongsis, kamera, air dan kacamata alay ihihihi
08.00 – 08.30     
Sampailah kami di Puncak Dewi Rengganis yang melegenda itu, ciyeee kesiangan banget padahal kalau pagi buta tadi kami sampai sunrise nya pasti bagus. Ah, tak apalah yang penting foto – foto dan bisa selfie di puncak syukur Alhamdulillah.

                  
                  

08.30 – 09.00     
Bergegas turun dan ambil carrier masing – masing, bismillah tujuan selanjutnya, Cemoro Lima, Danau Teman Hidup #eh , baru trekking turun ke peradaban.
09.00 – 10.30     
Berjalan melewati hutan yang terbakar, sisa – sisan bara api masih terlihat, bau asap kebakaran masih tercium tajam, melewati kayu – kayu tumbang dan jalanan yang terjal adalah jalur turun kami via Bremi. Setelah satu setengah jam berjalaan sepertinya Cemoro Lima telah kami lewatkan tanpa sadar. Berhenti di tepi jurang, sekedar makan biscuit Roma Sari Gandum bekal yang tersisa, obrolan kocak tetap saja ada. Skandal puncak atika wkwkwkw.



10.30 – 12.50     
Tinggal sebentar lagi, sebentar lagi sampai danau, tipu – tipu diri sendiri akhirnya kami sampai di Danau Taman Hidup, yang selalu salah kusebut Danau Teman Hidup. Wkkwkwk Senangnya di pinggir danau sejuk hawanya, udaranya segar, dan sepi tak seperti Ranu Kumbolo yang sekarang ramai macam pengungsian. Sayang sekali kami tak menemukan rusa dan hewan – hewan yang kabarnya sering minum di danau ini. Hanya terdengar teriakan monyet berkelahi yang kami pikir menyerang Keret karena dia tak juga tampak seusai mengambil carrier -___-
12.50 – 15.05     
Demi tiket 19 Oktober kami rela tidak camp di sini, berhenti cukup lama untuk sekedar foto – foto, masak mie instan dan makan bersama. Ternyata masih lapar juga, ada sisa tepung maizena dimanfaatkan untuk membuat cilok (yang gagal dan akhirnya digoreng). Yaampun, ini survival mode on. Untungnya perjalanan sesame STAPALA kami tidak jijikan dan pilih – pilih makanan. Karena pernah mengalami diklat dari organisasi yang sama dan sudah seperti saudara, perasaan rishi makan – makanan yang tak menarik itu nyaris tak pernah ada. Untuk kondisi ini kami jadi kreatif, dengan bahan seadanya tepung pun bisa dimakan, ditambah masih ada kerupuk ikan. Hihihi

selfie pake tripod di Danau Taman Hidup, biar ngehits

“Sejauh ini, perjalanan paling menyenangkan dan nyaman adalah bersama STAPALA, karena kami datang dari frekuensi yang sama “
15.05 – 18.22     
Danau Taman Hidup kami tinggalkan setelah berfoto bersama dan berdoa. Siap meninggalkan hutan belantara menuju peradaban.
Jalur pendakian Argopuro ini terhitung nyaman, tak terlalu terjal, sejauh kaki baik – baik saja itu tak masalah. Karena asik turun berlari, kakiku  keseleo  dan dua lutut ini bengkak, antara geli merasa bodoh karena berkali – kali terjungkal, sedih rasanya tak bisa turun berlari seperti biasanya. Aku lambat, jalan terpincang – pincang, duhdeek. Turun dengan langkah agak lambat, dan muka mewek karena tadi mendapati ulat bulu melintang di jalur, aku pasrah. Sampai di bawah malam sendiri tak apa, untung nya Sundul Riweuh bareng denganku sampai bawah. Ya mau tak mau kaki ini dipaksa berjalan. Jangan manja, sebentar lagi peradaban Nggi!
Alhamdulillah ba’da magrib kami sampai di peradaban Bremi, Situbondo. Bahagianya melihat kerlap kerlip lampu dan lalu lalang manusia lagi.
19.00 – 22.00     
Kamipun bergegas ke tempat Pak Arifin di pos Bremi, makan malam di warung dekat masjid. Lupakan makanan survival, ini peradaban, saatnya makan ayam :3
Gantian antri mandi sebelum sampai stasiun hihiihi bahagianya pendakian yang penuh skandal dan banyolan ini selesai dengan bahagia :D
23.30                    
Dengan angkot carteran seharga 300 ribu, kami ber 9 yang kelelahan ini terlelap selama perjalanan ke Probolinggo. Sampai Stasiun Probolinggo, waktunya say goodbye  ke Rangrang Tubis yang akan ke Surabaya. Sementara Keret, Kodok, Buncil akhirnya memutuskan melengkapi pendakian SAR (Semeru Argopuro Raung). Kami sengaja tidak mengucapkan selamat ulang tahun ke Tubis yang hanya setengah jam lagi. Hihihi, maapin aja ya wkwkwk

Sementara kami ber 6 tidur ngemper di stasiun menunggu pagi menjelang.

Minggu, 19 Oktober 2014
04.00                    
Jadi ini toh rasanya ngemper di stasiun, bangun setelah mules dan langsung sholat sekalian ke masjid.
06.30- 08.30       
Probolinggo pagi ini, senangya melihat keramaian, warga ramai jalan jalan keliling sunmor, ada yang jogging, ada yang senam, ada yang sekedar jajan di sekitar sunmor. Sementara itu, kami sarapan, Enen makan lontong kari, sementara kami lainnya sarapan mie ayam -_-
09.30                    
Kodok Keret Buncil off to Semeru, selamat jalan tim SAR semoga sukses perjalaanannya hihihi
11.05                    
Bangsal Riweuh Enen Sundul, geng Sri Tanjung pulaaang. Terimakasih Argopuro untuk perjalanannya yang panjang, terimakasih saudara2 ku untuk trip yang sangat menyenangkan. Semoga segera dapat SK dan penempatan, kita jalan lagi yuk :3


Peserta :
1. Anggi Restiana Dewi a.ka Bangsal 975/SPA/2012
2. Atika Ratnasari a.ka Riweuh 953/SPA/2012
3. Najihah Nh a.ka Enen 932/SPA/2011
4. Adi Setia Jaya a.ka Sundul 939/SPA/2011
5. Tumbur Leonardo a.ka Tubis 944/SPA/2011
6. Septian Eko Cahyo Nugroho a.ka Kodok 979/SPA/2012
7. Ghaisandi Oktrianda a.ka Rangrang 1024/SPA/2013
8. Muhammad Taufik a.ka Keret 1023/SPA/2013
9. Syakir Perdana Putra Munthe a.ka Buncil 1027/SPA/2013

Berangkat :
Probolinggo - Besuki angkot : @ Rp 5.000
Besuki - Baderan , carter angkot : Rp 150.000
Perijinan : Rp 100.000

Pulang :
Bremi - Probolinggo, carter angkot : Rp 300.000
Iuran peserta @120.000 --> logistik, perijinan dan transport Probolinggo

NB : Informasi Pendakian
1. Polsek Krucil 0355 891002
2. Suryadi (Resort BAderan) 081336017979
3. Bidang KSDA Wil 3 Jalan Jawa 36 No Telp 0331 335079


It's Sad

When you try to pick up a conversation with someone you haven't talked to in a while and used to be close to,
but you notice that they don't make any effort to talk to you and just push you further away to the point where you realize that things have changed and it's be probably better to let go.
People come and go, sadly
Even the ones you thought you'd never lose

Yes, it is..
Hurts like hell, hurts my pride to start a conversation I can't never bring back the comfort feel
The conversation has run dry
It can't never stay the same
The feeling has gone, the person too
Too far to be reached, too awkward to start over again
To say goodbye it's the best way
Losing you is better in any way
The person who's meant to cross but never stay in my life path ~

Surat Untuk Seorang Lelaki

Surat ini mungkin datang sedikit lebih cepat, saat usahamu  mendekat semakin menggeliat
Ini hanyalah secarik kertas yang wanitamu tulis dalam tempo terdekat
Maka bacalah surat ini dengan sejernihnya pikiranmu sayang..

Ketika wanita yang kau terima bukanlah yang sempurna
Ketika dia yang dulu tak pernah kauinginkan mengisi harimu dan kau kini terlampau nyaman pun sulit untuk berpaling ke arah yang lain
Sementara dia tak sesempurna inginmu
Entah apa yang akan kau lakukan mungkin dia akan terima saja
Toh selama ini dia selalu gagal karena laki-laki tertakdir mencinta dari pintu mata
Dan dia sadar Tuhan tak akan membiarkannya jatuh ke tangan sembarang lelaki
Maka ketika dia jatuh padamu, itu adalah sebuah penghargaan yang tinggi, sayang..
Fisiknya tak sempurna, hidupnya tak seindah inginnya tapi dia bisa memberikan segala yang dia punya untukmu..
Pikirkanlah lagi apa yang membuatmu enggan beranjak dari sisinya..
Jika itu demi ragawi maka tinggalkan saja dia..
Jika kau memang tinggal bersamanya dengan segala kondisi , mungkin memang kaulah lelaki padanannya yang diberikan Tuhan..
Berbahagialah, wanitamu akan selalu mengikuti langkahmu..
Karena yang diinginkannya hanyalah seseorang yang diberikan Tuhan untuk temannya berbagi hidup dan menua bersama..

Dari wanitamu..

ditulis di suatu malam 22 Oktober 2014,
surat yang datang beberapa waktu lebih cepat

Minggu, 12 Oktober 2014

My kind of Runaway

   If you ask me what I will do everytime I get very big problem, one of the answer will be going to the mountain. I like having such runaway in quiet and cold place, throwing away my bad feeling and get refreshed mind after coming back from such trip. Hihihi.. The trip will be interesting when we go with those fun person.
This time, I'm going to Argopuro in Probolinggo, East Java, after experiencing such a heartbreak eaa I will throw those feeling in such height. Let's have a brand new life, no more heartbreak. Actually I'm tired, this feeeling like remah remah rempeyek thing that I feel lately, may it disappear as I come back from the trip..
This stage I'm in, when I'm already tired of all dramaqueen thing, tired crying over guys or being left for the shake of his new relationship. I choose mountain over guys ~
May God let me meet the new and moooore in everything guy ~  

Jumat, 10 Oktober 2014

A Letter to Ali

   Don't know what I am thinking suddenly write about  this guy's birthday. Happy 22nd birthday mo Haaha my crazy classmate, Ali Ahmad Baiquni who was born in October 10th , 1992. I will write what I wanna write about him, I mean every single thing I know about this guy.
   He was my classmate, in 3rd year, who once being my friend's boyfriend. Our class life was seriously crazy, how could my friends linked me with someone else's boyfriend which was him. They made gossip about us, even my lecturer once thought that we were in such relationship. How crazy that thing happened, and when everyone found out that he had a girlfriend they started to make fun of me having an unreqruited love. Oh dude please, he's not my type. I kept saying that but my friends just soo happy making fun of the story they want. I let it became gossip, It was just for fun so no hard feeling I put on them. We were close, just being friends. No more, no less than that. That was on my own mind. I had feeling for another guy so it wasn't a big matter to care about the gossip.




bullshit trip
Time passed by, we were nominated for being couple in class gathering in Puncak. Hahaha Kiddos, why making fun of me again? -__-
Last 2012, when I went to climb Semeru mount and passed "Tanjakan Cinta" which is famous for its myth. " The person who's in your mind when passing it is the person that might come to you as pair." And you know what kind of mind coming to me? Him? How can someone else's boyfriend come to my mind when it was the legendary " Tanjakan Cinta". Ah such a bullshit..
   College life nearly reached it end, we were about having judisium then. Saturday, September 14th 2013 it was the first time he came after going through a break up. Going out and spending my precious time carelessly I didnt know that it would bring me to another things after that. 
We were getting closer without my awareness. Being in the same group of internship, coming together to our workplace, talking about everything, waking him up in the morning, going out together became my habits then. I didnt even know why I was coming that far. " What's your intention? Are you looking for a shelter after breaking up? Are you making me your runaway or something?" I never asked him those questions, then we became undescribeable. In some way, people might see us as couple, but it wasn't. We're not lovers but more than friends, kind of that thing.
In judisium day, unbelieveably I got bullied for his ex getting 5th place and me in the bottom rank. Hahaha my crazy classmates started making fun of me again.

alay-ing after work

JGTC, those tired faces


tai moment long time ago
And everytime I was walking with him, there always people I knew saw us. Hahaha badluck Anggi..
Another day of my suck day was, the sayonara party taxation. I didnt go to work to practice singing before my performance. Coming alone and found him coming along with his ex, I nearly got heart attack. Even after he explained the condition, I cried after singing at the stage. Ah, you stupid Ang. :(
   Two years ago, I still remembered when I poured "Big Cola" on his shirt. Hahaha,,
two years ago
 And last year, the same exact date I ran away from luchtime with one of the guys in group, to buy him a small cake for the shake of his birthday. It was hard to find a bakery near our workplace. At least, I made something for him, big photoframe full of photos and gave it to him month later. I didnt know why I did such things. I lose my logic I think. Some of my friends already gave me warning but I ignored them. I was just a creep. 
last year

   Graduation day, I didnt take a single photo with him. I choose STAPALA over him. When I was about to take him gathering my classmates
 to take photo, I ran away after seeing STAPALAers gathered at the stage. We took tons of pics and push ups together :D
Like that my graduation day ended without any single picture of us..
   Our group seemed to have good mood for going to " Kebun Raya Bogor", going out for playing cards, coming to night market or just spending the time at warkop and talking all night long. We even attended JGTC, Jazz Goes To Campus in UI in such a hectic and rainy time. I felt guilty and happy the same time, for being able to come.
   Nothing sweet last forever, so did our close relation. Me, the bad tempered one got angry easily. Our routine never be the same anymore, I was getting sick of him. I kept my distance, getting closer again, fought over small things then made up  again. Such childish.
It was December when our internship time over. During the last days, we went home late and having tons of crazy work. Happy and sad that it was nearly end.He told me that I choose another person over him. It was me the one who should complain. Why were you holding onto me without any clear reason? Why were you upset when I prefer going somewhere with another friends?

"Don't you know when you haven't arrived I come having a cup of coffe near the office just to know when you will come?
Don't you know when you never call me again I begin to worry you?
Don't you know when you start to act strange I know you are in doubt?
Don't you know that it hurts my pride when you choose someone else to accompany you doing this and that, and I get my revenge to do the same?
Don't you know it sucks being such a shelter for someone who just break up?
Don't you know that I hate talking about serious thing because you will leave after that?
Don't you know it sucks when people think I steal you from someone else's side?"

I just couldnt say those words to you, I kept my distance after knowing once you're going back to her. I took my time then leave, cut all my tie with you, and hate you to the bone.
I pretended you're never exist, ignored you every chance I had..
Ah, how cruel my temper was..
You can chase every girl you like, I just don't care ~

Ignoring and finally being ignored back, I just couldnt accept the fact. Don't know when and why, then we both made up. I had to take care of my life, feeling uneasy for hating people in such time being. 
Well, it's already months since I didnt talk to you,, I wonder If I can hold myself for being rude. I can't be as friendly as before I think..  

                                       

The only thing I can say now is Happy birthday to you, my once in a lifetime "almost is never enough" kind.
This isn't a love letter, nor a confession. 
It's just my short description of a guy who's having his 22nd birthday today.
Be a better person, be a man. You're no longer a kid
Have  happy life ahead, dude!

From a corner of my room,
not a lover but more than friend kind
A letter to Ali from me,

Anggi Restiana Dewi


Rabu, 08 Oktober 2014

Sama saja ~

   Sering dibully karena jomblo? Ah biasa, no hard feeling, cuma kalau mood lagi jelek ya jangan salahin kalo aku ngamuk. Hahaha maap ye. Jomblo di Indonesia ini agak istimewa, status satu ini lah yang rawan kena bully. Padahal di negara lain, jomblo sepertinya lebih bermartabat. Hmm
   Dibully atau diece sama orang yang udah punya pacar sih ga masalah buatku, wajar sih mereka punya, aku engga. Lha kalau dibully sama sesama jomblo? Thts totally unfair, sesama jomblo kok ngece. Pembelaan mereka sih, setidaknya pernah pacaran atau tunangan yang putus. Ooops, menurutku yang dibanggain ini salah. Iya sih mereka pernah ada di zona yang aku belum pernah masuki, pacaran wkwkkw Cuma nyaris dan itu ga masuk hitungan. Menurutku, membanggakan kegagalan itu memalukan, apalagi yang sudah kandas dan berlalu. Hmm.. Ya walaupun statusku sebagai jomblo yang selalu gagal membawa hubungan dekat berkembang lebih baik, setidaknya aku tak pernah terjebak dalam hubungan salah yang mesti diakhiri. 
Sebenarnya sama saja, cuma sesama jomblo yang saling ejek, satu jenis yang tak pernah pacaran karena selalu gagal sebelum memulai, satu jenis lainnya yang hubungannya kandas tapi membanggakan kekandasan dan kegagalan dari masa lalu.. Hahaha Lucu..
In the future, may all of these " jomblo" find the perfect pair. Just dont brag about your failed relationships guys, thats not cool ~

Gunung tapi bukan "Gunung", Nglanggeran 3 Oktober 2014

   Mendaki gunung, supposed to be fun and cold weather. Hahaha tapi pendakian kali ini bukan seperti gunung biasanya, Gunung Api Purba Nglanggeran, tak kusangka sekering dan segersang ini. Tak sesuai yang kuharapkan, naik gunung dengan susah payah dengan hembusan angin sejuk, big no!
Faktanya kami naik gunung ini setelah menempuh  3 jam touring motoran, dan tadaa. Lahan sekitar embung gersang dan trek pendakian gunung api purba ini pun demikian.
Ahahaha, siang terik, panas, kami naik, apalagi musim kemarau. Salah sendiri -___- Tapi lumayan lah, agenda touring setiap Rabu kali ini terlaksana biarpun cuma sembilan orang. Hahaha
Meskipun kena bully sepanjang jalan, aku yang #terbiasa gagal dan Arya, Hanif, duo baru putus tetap bisa ketawa ngakak bareng yang lain wkwkwk
Aslilah ketawa terus kalo jalan bareng anak IKMM, bully bully gapapa just for fun, no hard feeling ya :D 
Tapi foto embung dari kamera hasilnya lebih bagus daripada aslinya anyway wkwkwk

kaya boyband hahaha



embungnya bagus kalo di foto, aslinya jangan tanya ahahaa



See you in another touring, oops tapi kayanya ga deng. I am getting on my nerves already.
Sepertinya minggu depan bakal menyapa jawa bagian timur, naik Argopuro hihihi
Bless my journey pliss :3

Selasa, 07 Oktober 2014

Provider dan Laki Laki

   Sebagai pengguna kartu dari provider yang sudah 9 tahun lamanya kugunakan, baru kali ini kecewa berat kurasakan. Bayangkan, saking setianya menggunakan kartu ini, saat SIM card rusak pun aku lebih memilih ke graphari untuk sedikit repot mengurus pergantian kartu daripada ganti baru.
Sembilan tahun bukan waktu yang sebentar loh, apalagi nomor kadung nyebar ke mana - mana, ganti nomor baru akan terkesan childish rasanya.
Sama halnya dengan menyukai laki - laki, walaupun sudah sekian tahun menyimpan perasaan akan enggan untuk mulai menyukai lelaki baru karena hal yang namanya terbiasa. Ya, apalagi terbiasa dalam kurun waktu cukup lama.
   Kecewa hebat ini kualami setelah menggunakan smartphone dan mengenal paket internet bulanan. Dari harga sekian, naik lagi dan tiba - tiba kemarin harga melonjak naik semena - mena tanpa pemberitahuan, emosi rasanya tapi aku bisa apa sih. Aku cuma remah - remah rempeyek hanya satu dari sekian juta pengguna jasanya. Hfff
Kalau diibaratkan laki - laki, jenis ini yang sudah membuat kita terbiasa bersandar dan nyaman dan tak memberi kabar tiba - tiba menghilang dari hidup kita tanpa alasan. Semacam mungkin dia lelah tanpa bilang - bilang pergi begitu saja HAHAHA
   Sambil menunggu waktu magang dan berharap dapat uang bulanan untuk hape baru yang bisa dipakai smsan dan telpon, sepertinya memang harus dipisah kebutuhan internet dan konvensional.
Ya, inilah sebentuk kekecewaan orang yang sudah dengan sangat setia selama 9 tahun :"
Untuk pengumpamaan yang satu ini, sambil berusaha memperbaiki diri untuk menemukan lelaki yang tepat menerima apa yang ada dulu, semua akan tiba waktunya. HAHAHA
Mohon maaf lahir batin, tulisan ini kacau sekacau kacaunya, intinya saya kecewa dan lelah


Anggi

Minggu, 05 Oktober 2014

Idul Adha dan Sate

   Idul Adha atau biasa disebut Idul Qurban ini memang identik dengan sapi, kambing dan sate. Ya, sate makanan yang paling umum disantap setiap Idul Adha, dari daging - daging hewan kurban itulah sate diolah. Empat tahun berlalu, yang setiap tahunnya kuhabiskan di Bintaro bersama IKMM yang sesama perantau acara nyate bareng rutin digelar.
Tahun pertama, di Sarmili, kosan Wildan, nyate bareng di tahun pertama jadi mahasiswa. Bersyukur sekali aku punya banyak saudara senasib sepenanggungan hahaha. Ya, organda adalah keluarga yang kukenal pertama di kampus ini.
Tahun kedua, di Kalimongso, kosan Novia, lokasi nyate yang cozy dan cukup luas, di tahun semua orang punya geng dan kesibukan baru, alhamdulillah nyate bareng tetap terlaksana.
Tahun ketiga, di Sarmili, kosan Wildan lagi, tingkat kritis taun terakhir kuliah. Time flies so fuckin fast..
Tahun keempat, tetap di Bintaro tanpa nyate bareng. Susahnya generasi penerus kami untuk disatukan, sangat menyedihkan.. 
Sholat Ied jauh dari rumah, paling banter ketemu teman kelas, kos, atau artis komplek PJMI yang ternyata lumayan banyak. They look way better in real life.. Hahahha
   Dan tahun ini, setelah keempat tahun sebelumnya dihabiskan di Bintaro aku berkesempatan nyate Idul Adha di rumah. Uuu Masak - masak sendiri, dimakan bareng - bareng, hampir semua proses kulakukan sendiri. Hanya saat memotong daging dan pembakaran aku mendapat bantuan, bisa dibilang separo lebih aku tangani sendiri.
Ah, aku kangen rame - ramean bakar - bakar sambil ketawa - tawa, ada yang nyanyi, ada yang maen kartu, ada yang sibuk bakar sambil ngicip secuil demi secuil..
Tahun depan, entah di belahan bumi Indonesia mana aku ditempatkan semoga masih disisakan teman hidup dan bakar - bakaran hahaha 



usaha keras tak akan menghianati, right? :)

:"""
Anggi Restiana Dewi

After 4 year, Happy Idul Qurban :")

   That moment when your religion's Big Day celebration is coming but you can't go home, I've experienced it for the past 4 years. For the time being, I stay at home and join Idul Adha celebration in my hometown. Sad and grateful at the same time, 4 years passed by damn fast. Those moments when I spent with all my fellows in Bintaro as students, ah miss that moment. Grateful in the other hand for being to be here, at home.
   Unlike when I was kid who came to watch, this time I participate the event and cut the meat along with my neighbours. Wooow, I'm no longer teenager or kid, I am completely adult :")
Happy Idul Adha, everybody, next year which city will be my location? Still wondering hihihi..
See you soon ~

Sabtu, 04 Oktober 2014

As a lesson

There's this kind of person who come to your life not meant to stay, but to give you lessons.
Yes, a lesson not to stay with a person like him
He teaches you how to be desperately wanting someone to stay but the thing he does is the opposite
He teaches you to be aware of sudden leave..
He shows you how to find a straight man , who won't shiver himself for being with you
He shows you not to have such expectation, lifting you up above and throw you to the ground
He gave you lesson not to stay with a person who just broke up, not to be someone's runaway love or shelter to cure the pain then leave you alone..
His coming which unoredictably and undeniable taught you to pick all the time guy, not the one season guy like him
He's gone and you're left alone
Be grateful that God put him in your life to give you lessons
He picks another man somewhere for you, way better guy than him who just hang on you then leaves
Just be better you, all the good things will follow a woman who takes care of her life
Love will find its way eveantually..