Senin, 05 November 2012

Tentang kisah kita ditengah deru tsunami :")



(1)
Kelabu dan suasana mencekam langit Serambi Mekah
Mengoyak kembali perasaanku yang sudah tercabik – cabik karena peristiwa itu
Tsunami Aceh 26 Desember 2004 meluluhlantakkan tanah kelahiran kekasihku tercinta,Fadil
Menghanyutkan sejuta kenangan dalam sekejap yang telah kami lalui selama 3 tahun terakhir
Kisah yang tak direstui keluarga ini kami jalin tanpa rencana sebelumnya..
“ Kenapa harus terjadi semua ini ya Allah?” aku berteriak seakan tak pecaya bencana itu datang menghancurkan semuanya.Bencana yang terjadi tepat saat kekasihku,Fadil pulang ke kampung halamannya,Aceh.
Nanar tatapan mata ini melihat mayat – mayat bergelimpangan di Serambi Mekkah ini..
Puing – puing bangunan yang sudah tak lagi kokoh berdiri,
Bau – bau anyir mayat korban tsunami berserakan di sembarang arah
Dengan segenap sisa kekuatan ini,aku Dewi seorang gadis yang pernah menjadi anggota pecinta alam di kampusku ini turut serta menjadi relawan yang membantu pencarian korban tsunami Aceh
Di samping alasan mencari keberadaan kekasih hati yang beberapa bulan tak kutemui dan terhanyut oleh tsunami,aku memberanikan diri menjadi relawan.
Keinginan keras seorang gadis Jawa dengan kehidupan keluarga yang penuh adat ini dapat terwujud karena kenekatan dan tekad kuat
Tanpa memberitahu orangtua sebelumnya,aku memberanikan diri berangkat ke Aceh dengan modal keyakinan dan tekad.
Ditemani sahabat setiaku dan Fadil,Desta sampailah kami di bumi penghasil ganja ini.
Tak ingin hanya meratap dan menahan sakitnya hati kehilangan kabar dari orang yang sangat kusayangi,aku berpijak di tanah rencong ini.
Fadil,tunggu aku kasih..
Apapun yang terjadi,harapan untuk menemukanmu dalam keadaan yang kuharapkan tetap masih ada.
Aku tak patah arang untuk menemukanmu dalam keadaan masih bernyawa dan sempurna
Kugali puing- puing bangunan ambruk itu bersama relawan – relawan lain
Tak peduli peluh bercucuran,bau anyir dimana – mana tangan ini terus bergerak
Tatapan heran lelaki -  lelaki relawan yang lain melihat perempuan sepertiku berkecimpung dalam kegiatan ini
Tak peduli yang mereka pikirkan
Di benak ini hanya bayangan senyum Fadil yang berjanji akan mengunjungiku di Jogja yang berkelebat setiap detik
Semakin kuat tekad ini untuk menemukannya dengan kerja kerasku sendiri
Perempuan sinting mungkin mereka pikir aku ini
Biarlah,tekad ini tetap membulatkanku untuk menemukanmu

(2)
Tahun 2001 awal kisah kami dimulai
Fadil seorang pemuda Aceh nan rupawan itu mampu mencuri hatiku semenjak pandangan pertama
Sebagai mahasiswa baru di suatu kampus,tak sengaja kami dipertemukan karena satu kejadian memalukan
Nyaris terpelanting jatuh saat terlambat apel pagi membuatku terlihat bodoh
Dengan ketenangannya dia menggapai tanganku agar tak terjatuh
“ Kamu tidak apa – apa kan? “
“ Eh,anu iya.Makasih..” jawabku tergugup
Berdesir hati ini saat tak sengaja tatapan kami bertemu..
Dunia serasa berhenti saat senyumnya yang menawan meluluhkanku
Oh Tuhan,tolong aku..
Dan takdir berlanjut
Seperti gayung bersambut,kami dipertemukan dalam kelas yang sama
Senang rasanya hati ini,Engkau dengarkan doa hamba
Wajahnya yang rupawan dengan bakat segudang membuat hati banyak perempuan berdesir
Hmm..Saingan menjamur rupanya
Tak pedulikan itu semua,namanya perasaan tetap saja tak bisa dihapus begitu saja
“ Hei,kamu yang waktu itu nyaris terjatuh ya?Ternyata kita sekelas ya. “ sapanya begitu mengetahui keberadaanku.
“ Eh,iya makasih ya yang waktu itu.Betapa memalukannya aku. “ jawabku malu – malu.
Hari –  hari berlalu kami merajut kisah yang indah di tingkat satu ini..
Di sore yang temaram itu akhirnya dia mengutarakan cinta kepadaku
Seorang pemuda yang diidolakan banyak perempuan itu memilihku
Si gadis desa dari Jawa yang selalu apa adanya
“ Wi,tak taukah kamu selama ini aku menyukaimu.Bolehkah aku menjadi lelaki dalam hidupmu? “pintanya kepadaku
“ Iya,Dil.Aku mau. “ dengan tersipu kuanggukkan kepala seraya mengiyakannya
Hati ini berbunga tiada kira
Bahagia karena saat itu datang juga
Tak henti mengucap syukur karena rasa ini tak tersiakan
Terima kasih ya Allah,semoga dia memang jodohku

(3)
Tahun ajaran kedua hubungan ini mulai diguncang prahara
Didasari ketidakmampuan kami menjaga rahasia banyak pihak yang tahu
Termasuk Aldo,seorang lelaki yang akan dijodohkan denganku oleh orang tuaku
Hubungan kami diketahui banyak pihak
Tak tau entah darimana kabar ini kencang berhembus,aku mengabaikan Aldo demi Fadil
Bukan karena aku perempuan maruk
Tapi aku tak pernah samasekali menyetujui perjodohan
Tidak untuk sekarang ataupun nanti
Kami masih terlalu ranum untuk dipusingkan dengan tetek bengek perjodohan
Ini masih tahun kedua dan aku sudah diperkenalkan pada keluarga Aldo
Demi nama baik keluarga aku datang ke acara ini
Tapi tak ada tujuan lain,hanya orang tua semata
Dan Fadil bereaksi keras saat mengetahuinya
“ Aku tak masakah kau datang,sayang,Hanya kau harus memberitahuku setidaknya.Aku takut kita akan terpisahkan begitu saja karena ini. “ kalimatnya tegas,menyiratkan kekhawatiran tentang hubungan kami.
“ Maafkan aku,Dil,Tak seharusnya aku diam saja dan menurut tanpa memberitahumu.Aku salah.Maafkan aku. “ dengan mimik muka menyesal dan hampir menangis aku menjawab.
Dengan penuh pengertian dia mendekapku
Airmata ini mengalir bak air terjun mengingat rencana orang tuaku
Masih setahun lagi aku lulus kuliah dan perjodohan sudah direncanakan
Aku tak mau,tak ingin lelaki selain kekasihku
Aku hanya menginginkan Fadil,ayah,ibu..
Bukan Aldo,lelaki pilihan kalian
Maafkan aku bukan ingin ku durhaka
Tapi ini masalah hati
Aku tak ingin terpaksa menerima orang pilihan kalian
airmata ku mengalir deras dalam pelukan Fadil

(4)
Cepatnya waktu bergulir begitu
 waktu kelulusan segera menyambut
Adat Jawa yang kental ini memaksaku menikah karena perjodohan
Tapi kebersamaanku dengan Fadil tak terelakkan
Kami akan tetap bersama apapun yang terjadi
Tak masalah jauhnya jarak Aceh dan Jogja terbentang
Asal kami tetap bersama
Menghadapi orangtua yang kolot dengan adat
Aku menentang
Aku bereaksi keras dengan perjodohan
Aldo yang sudah jatuh hati padaku tak menerima aku menolak perjodohan
Saat sudah akan tiba waktunya
“ Kenapa kamu masih saja berkeras hati,Wi.Kita akan segera dinikahkan,tapi kau tetap tak meninggalkan Fadil.”
“ Maaf aku tak bisa meninggalkannya Aldo.Aku sudah memilih Fadil dan itu tak akan berubah.Maaf dengan cara yang menyakiti kalian ini kulakukan.”
Aku tetap berkeras hati
Aldo frustrasi,diusahakannya berbagai cara untuk memisahkan kami
Dilabraknya Fadil,tak mempan
Orang suruhan pun ia kirimkan untuk mengeroyok Fadil
Aku makin tak respek dengan caranya
Pilihan hatiku tak bisa dipaksa
Aku akan tetap memilih Fadil
Karena aku yakin dan percaya
Dia yang terbaik untukku
Dia pria beradab,berakhlak baik

(5)
Awal September 2004 waktu kami akan wisuda
Dengan didampingi orangtua yang jauh – jauh datang aku hadir
Haru dan bangga melihat Fadil berdiri sebagai peringkat pertama
Dengan toga di kepala dan piagam penghargaan dia tersenyum
Tuhan,jangan pisahkan aku dengannya
Selesai wisuda kami berkumpul bersama sahabat – sahabat setia
Fani,Dea,Desta aku dan Fadil
Kami berlima berkeliling kota menggila
Dengan tetek bengek perjodohan dirancang orang tuaku kembali ke Jogja
ingin bebas kunikmati waktu – waktu terakhir kami di kampus ini
Tuhan,cepat sekali waktu berlalu
Tiga tahun sangat cepat terlewatkan
Dengan hati yang carut marut ini aku menerawang kosong
Fadil menyadari perpisahan kami sebentar lagi
Tapi dia hanya terdiam,sesekali menatapku dan tersenyum
Tuhan,maafkan hamba mengeluh lagi
Tak ingin terpisahkan darinya
Tolong hamba agar perjodohan ini tak jadi dilaksanakan
Mau sekeras apapun aku menentang,kuasa orangtua yang akan terlaksana
Berkali – kali sudah kutentang
Membujuk rayu agar perjodohan yang kolot ini dibatalkan tapi tak digubris
Aldo,pria yang lima tahun lebih tua dariku ini memang cukup matang dan mapan untuk dijodohkan denganku
Dia adalah pengusaha muda yang sukses
Tapi hati ini tak tergetar,karena aku hanya mencintai Fadil
Kami bertekad akan bertahan apapun yang terjadi
Dengan janji akan mengunjungiku di Jogja Desember nanti,Fadil kembali ke Aceh
Dan aku pulang ke Jogja dengan hati tenang

(6)
Perjodohan akan tetap dilakukan
Orangtuaku beralasan relasi bisnis dengan keluarga Aldo akan lebih baik
Dengan alasan persahabatan mereka menyodorkan anak gadisnya ini kepada anak lelaki keluarga sahabatnya
Terluka hati ini bujukan dan rengekan tak diindahkan
Mereka bersikeras akan menikahkanku dengan Aldo Februari nanti
Aku menangis,frustrasi dan sedih karena keputusan ini
Menanti kedatangan Fadil pada 26 Desember ini semakin membuatku sedih
Harus bagaimana aku?
Apa yang harus kulakukan?
Harus kuturuti keinginan orangtuaku untuk menikah dengan Aldo?
Ataukah aku meminta Fadil melarikanku ke Aceh saja?
semakin kalut hati ini
sedih mengingat kerasnya prinsip orangtuaku
Ini bukan jaman Siti Nurbaya,tapi perjodohan tetap saja ada
Dan itu menimpaku
Mengapa harus aku?
Tuhan,bantu hambamu yang kebingungan dan sedih ini
Hamba hanya ingin menikah dengan laki – laki yang hamba cintai
seminggu lagi  kedatangan Fadil
Aku masih saja berharap keputusan bisa diubah setelah kedatangan Fadil
Semoga dia datang untuk meminangku
Semoga dia bisa meluluhkan hati orangtuaku
Semoga..
Semoga..
Aku berdoa dan berharap selagi bisa
Selagi pernikahan terencana belum terlaksana
Harapan masih ada

(7)
Pagi yang indah 26 Desember 2004
Senyum mengembang di wajahku
dengan hati bahagia menanti kedatangan kekasihku,Fadil
Wangi aroma tubuh ini sudah siap menanti kedatangannya
Seusai Subuh panggilan telepon itu menggugah semangatku hari ini
Fadil akan datang bersama orangtuanya nanti
Semoga itu bisa mengubah keputusan orangtuaku
Bahagia tak terkira mendengar dia akan segera datang
Sedari pagi aku sudah bersiap,berdandan cantik dengan riasan lengkap
Terheran orangtuaku menyaksikan tingkah anak gadisnya ini
Kusunggingkan sebuah senyum bahagia
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 saat mentari bersinar dengan hangatnya
Keberangkatan pesawat dari Aceh pukul 9 katanya
Aku menantinya dengan hati riang gembira
Sedari tadi tak sabar menunggunya
Kekasih yang sudah tiga bulan tak kutemui
“ Akhirnya kamu akan datang hari ini,Dil.Senangnya hati ini. “ ucapku
“ Tunggu aku ya,orangtuaku juga kuajak bersamaku karena aku ingin buktikan keseriusanku,Wi. “ kata – kata Fadil membuatku tenteram
Bosan hanya duduk – duduk di teras seusai telpon,kunyalakan televisi
Drama favoritku sedang diputar di channel televisi komersial ini
Tak terasa dua jam kuhabiskan dengan menonton drama
Dari drama ke berita harian kuganti channel
Sejenak tak menyadari ada berita besar terjadi ,televisi pun kumatikan
Tak sengaja aku tertidur pulas di sofa ruang tengah
Tak kusadari ada sebuah peristiwa besar tengah terjadi
“ Nduk,bangun Nduk.Sudah siang ini. “ Ibu membangunkanku
Kulirik jam dinding,pukul dua belas siang
Hmm..sudah berapa jam berlalu,kapan Fadil sampai
Aku bertanya tanya
Sambil harap cemas aku menonton berita
Dan..
Bagai tersambar petir di siang bolong berita di televisi membuatku tercengang
Remote televisi terbanting
Astagfirullah
Apa ini ya Tuhan?
Gempa berkekuatan 9.3 Skala Richter mengguncang Bumi Serambi Mekah dengan dahsyatnya
Kedalaman gempa mencapai 10 km dengan pusatnya 160 km
Gempa yang menghantam Aceh,semenanjung Malaysia,India,Sri Lanka pun tak luput menghantam wilayah jauh pantai timur Afrika
Tsunami menyusul sepersekian menit setelah gempa hebat itu
Astagfirullah,seakan tak percaya apa yang terjadi
Diberitakan bencana itu terjadi pukul 07.59
Tepat satu jam sebelum keberangkatan Fadil
Bagaimana ini ya Allah?
Hamba masih tak percaya berita yang terdengar ramai di televisi
Pandangan mata ini kosong menatap layar televisi
Airmata berjatuhan kian deras
Tubuh ini berguncang dan tak sadarkan diri apa yang terjadi selanjutnya

Berat kepala ini terasa
Muka keruh dan pucat lelah berurai airmata
Tubuh ini lemas tergolek di tempat tidur
Masih tak kuasa hamba menahan rasa ini ya Allah
Mengapa ini harus terjadi sebelum keberangkatannya?
Kekasih yang sudah sekian bulan tak hamba temui
Astagfirullah
Sesak nafas ini terasa,semoga berita itu hanya khayalanku saja
Tapi inilah yang nyata,bencana itu benar terjadi adanya
Orangtua pun mengiba melihat kondisi anak gadisnya ini
Tak bernafsu sedikitpun untuk sekedar mengisi perut atau mengurus dirinya
Sudah tiga hari sejak berita tsunami dan gempa menerjang Aceh
Aku mengurung diri di kamar
Tak kupedulikan apapun kecuali kabar tentang Fadil
“ Nduk,makanlah.Kamu tidak boleh menyiksa diri.Semoga Fadil baik – baik saja. “
“ Baru sekarang Ibu berdoa baik tentang Fadil.Tak seperti hari kemarin selalu saja menyodorkanku kepada Aldo.Senangkah kalian mendengar kabar itu?Bukankah lebih cepat kalian bisa menikahkanku dengan Aldo tanpa ada lagi penghalang.Iya kan? “ airmataku mengalir deras menyiratkan kesedihan dan luka hati yang dalam.
“ Bukan begitu,Nduk.Kami tak ingin melihat kondisimu memburuk begini.Kamu harus makan,harus sehat lagi,Nduk.Kami tak ingin kamu menderita,Cuma ingin hal terbaik untuk hidupmu.”
Seminggu semenjak bencana tsunami berlalu
Gempa dahsyat dan tsunami yang mengoyak tanah kelahiran Fadil itu meninggalkan luka dan pilu
Begitupun hatiku,sembilu
Dilaporkan dalam berita separuh dari wilayah Aceh mengalami kelumpuhan,infrastruktur rusak,gedung hancur,hanyut
Bahkan di kota Banda Aceh,hanya Masjid Baiturrahman yang kokoh berdiri membuktikan kuasa Ilahi
Sekitar 126.000 jiwa dinyatakan meninggal,baik karena tenggelam,terseret tsunami dan tertimpa bangunan
Sebagian lagi dinyatakan hilang dan belum ditemukan
Gempa dan tsunami yang menghantam sepanjang pesisir Samudra Hindia ini pun dinyatakan sebagai gempa terburuk dan terdahsyat sepanjang kurun waktu 40 tahun terakhir
Kota yang paling parah terkena dampak adalah Meulaboh dan Banda Aceh

Kesedihan masih terasa mendalam di relung hati ini
Desta,sahabat kami datang mengunjungiku untuk memberi semangat
Hanya tatapan kosong dan kondisi menyedihkan yang bisa kutunjukkan
Sahabat yang mengenaskan ini butuh kekasihnya
Bukan yang lain
Setiap hari Desta berkunjung,sekedar membagi cerita dan perkembangan berita pencarian korban
Sampai suatu ketika aku memutuskan bangkit dari ranjang yang sudah empat hari ini kugelayuti dengan kesedihan
Relawan direkrut secara sukarela
Tanpa pikir panjang aku ikut serta
Tanpa memberitahu orangtua aku mengajak Desta bergabung
Dengan setelan pakaian pecinta alam kampusku dulu,bergegaslah aku pergi bersiap
Dengan modal nekat dan bekal yang kupunya terbanglah aku ke Tanah Rencong,bersama sahabatku Desta tentunya
Bantuannya sangat berarti untukku
Demi menemukanmu,Fadil..
Gumamku dalam batin yang bersedih ini
Aku terus berdoa,berupaya agar menemukannya
Dalam keadaan masih bernyawa tentunya

(8)
Bermodal uang secukupnya dan bekal yang disiapkan sebelumnya
Aku beserta Desta menumpang pesawat relawan yang akan berangkat ke Aceh
Tak mudah memang menuju kesana
Akses jalan yang hancur,saluran komunikasi putus total
Bahkan listrik pun tiada menyala
Sungguh ironis,hampir separuh dari selurub bangunan rata dan terhanyut
Banyak relawan datang dari penjuru nusantara,bahkan dunia
Banyak tentara,pecinta alam dan relawan datang dengan dasar kemanusiaan
Mungkin hanya aku satu – satunya perempuan nekat yang melibatkan diri atas dasar cinta
Fadil,aku harus menemukanmu apapun yang terjadi

Bau anyir mayat yang kian membusuk menusuk hidung
Basecamp relawan yang dibentuk sekedarnya membuat suasana semakin terasa kerasnya
Inilah realita yang harus kuhadapi,konsekuensi pilihanku ke tanah kelahiran Fadil
Bantu hamba ya Allah,semoga senantiasa Engkau melindungiku hingga menemukannya dalam kondisi yang seperti hamba harapkan
Fadil..semoga aku segera menemukanmu
Tak patah arang aku berusaha menggali puing – puing bersama dengan para relawan lain yang notabene laki – laki
Tak malu,tak ambil pusing meski aku satu – satunya relawan perempuan
Aku tetap bertahan,demi engkau
“ Dewi,kau satu – satunya relawan perempuan.Kenapa kau mau jadi relawan?Kuat kali kau mau melakoni tugas mulia ini.Salut awak sama kau. “ Ucok salah satu relawan dari Medan memuji keberanianku .
“ Tidak apa – apa Ucok.Aku ingin melakukan tugas mulia ini untuk beberapa alasan.Semoga diberikan jalan ya. “ jawabku dengan senyum getir .
Di lain pihak,Desta sahabat setiaku selalu berada di samping membantuku
Dia juga memberi semangat padaku saat jiwa ini lelah mencari
Saat semangat ini terkoyak oleh keadaan dan keputusasaan menemukan kekasih hati
“ Kamu harus semangat,Wi.Ingat tujuan kita kesini mau mencari Fadil.Kamu yang kuat ya.”
“ Sudah berapa hari tak kunjung kutemui dirinya.Masih tak percaya dia korban bencana sedahsyat ini.Hati ini begitu tersayat,Des.Semoga Fadil dalam keadaan baik – baik saja,dan kita bisa menemukannya. “ suaraku sudah tak berdaya terdengar.

Tiga Minggu pun berlalu begitu cepat
Tapi keadaan tak kunjung mendukungku menemukannya
Sampai saat rekonstruksi Aceh dimulai dan tugas para relawan dinyatakan usai,tak kutemukan juga dia
Setiap jasad yang kutemui selalu berdesir hati ini,berdoa semoga bukan dia
Bukan Fadil yang selama ini kucari
Bahkan sudah selesai tugas para relawan tapi tak kutemukan jua jenazahnya
Meraung – raung tangisan ini bergaung selama tiga hari
Tangisan pilu menyayat hati seorang wanita yang kehilangan kekasih tercintanya
Para relawan yang sudah sebulan berkawan dalam suka duka ini mengiba menatapku
Fadil,aku gagal menemukanmu dalam apapun kondisimu
Mengalir deras airmata ini
Mata sembab,muka sayu dan hati yang lara menghiasi hariku di posko bencana
Waktu kami bertugas usai sudah
Sedih dan kecewa
Tak kuasa hati ini menahan lara dan duka teramat dalam
Tak kutemukan Fadil dalam keadaan selamat
Kemanakah dia terseret bencana ya Allah
Sudah selemah ini hamba sekarang
Meyadaari semua ini sudah suratan takdir
Hamba berpasrah kepada Engkau
Berikan hamba rasa ikhlas ya Allah
Untuk menyadari semua yang telah terjadi ini adalah kehendak Mu
Untuk mengikhlaskan kepergian kekasih hamba tercinta
Walaupun hamba masih berharap dia masih hidup
Selamat jalan Fadil,jika engkau sudah tiada aku berdoa agar kau mendapat tempat terbaik di sisi Nya
Jika engkau masih bernyawa entah berada dimana,aku berharap kita akan dipertemukan oleh takdir
Harap ini masih tertanam
Tetapi aku harus ikhlas
Tak henti – hentinya sujud dan doa kupanjatkan agar hati ini ikhlas menerima

Saatnya aku kembali ke kampung halaman,menuruti kehendak orangtua yang sekian bulan kutinggalkan di kampung halaman
Salam kuucapkan,tak kunjung ada jawaban
Tetangga sebalah datang dengan tergopoh – gopoh
Bapak ibu masuk rumah sakit katanya
Ibu dirawat karena sakit jantung
Astagfirullahaladzim,apalagi ini ya Allah
Semakin lemas tubuh ini mendengar berita buruk lagi datang
Bergegas menuju rumah sakit
Menghampiri orangtua,memohon ampun atas kekurangajaran anak gadisnya ini
Selagi masih sempat,ingin kuperbaiki kesalahan ini
Pergi sebulan ke Tanah Rencong demi mencari kekasih hati
Meninggalkan kedua orangtua dalam kecemasan
Menjadi anak durhaka sejenak karena dibutakan cinta
Tolong selamatkan ibu hamba ya Allah
Akan kuturuti ingin mereka
Aku tak ingin jadi durhaka
Selagi masih ada waktu,kukecup tangan wanita paruh baya itu
Bersimpuh,berlinang airmata penyesalan diri ini
Ampuni aku ibu
Aku melakukan ini demi kekasih hati yang selama ini kau tentang hubungan kami
Dengan hati yang masih luka dihadapkan pada berita buruk selanjutnya
Tolong hamba ya Allah
Tak ingin lagi hal lain hamba pinta ya Allah
Sembuhkan ibu hamba
Itu hal yang terpenting sekarang
Tak ingin kehilangan orang yang kukasihi untuk kedua kalinya
Tolong selamatkan Ibuku
Biarkan aku menjadi anak berbakti untuk Ibu dan Ayah
Walaupun itu bukan keinginanku

“ Ibu bangunlah,jangan sakit lagi.Aku pulang,anakmu.” Bisikku di telinga Ibu.
Tak didengarnya ucapanku
Beliau sedang tertidur rupanya
Syukurlah,pikiran ini sudah tak tenang

“ Kamu datang,Nak.Maafkan kami yang terlalu memaksakanmu.Jangan buat kami merana dengan kepergian yang tiba – tiba. “ kalimat halusnya mengalir di sela heningnya malam
“ Ibu,sudah sadar.Maafkan aku.Durhakanya anak gadis ini meninggalkan orangtuanya tanpa kabar. “ airmata ini mengalir membanjiri pelupuk mata
Senyum sendunya semakin menikam hati
Sakit dan nyeri,wanita terkasih yang sudah kulukai hatinya
“ Jaga ayahmu baik – baik ya.Dia butuh perhatianmu,Nak.”
“ Apa maksud Ibu?Jangan berkata yang bukan – bukan.Ibu akan sembuh ya” kalimatku penuh harap
Sebuah senyum tersungging
Tangannya dengan halus mengelus kepalaku
Melemah,terjatuh dan terkulai
Kedua matanya terpejam
Innalillahiwainailaihirajiun..
IBUUUU..
Tangisku pecah membahana
Ayah tersentak kaget dan terkulai lemah menyaksikan kematian Ibu
Ya Allah,kedua kali ini
Hamba harus kehilangan lagi orang terkasih
Hancur hati ini
Sedih dan lara hati ini bertambah

(9)
Semenjak kepergiannya,Ayah semakin murung
Ibu,semoga engkau berada di tempat terbaik di sisi Nya
Doaku menyertaimu
Teriring doa anak yang sempat mendurhakaimu
Dan laki – laki yang bersedih karena kautinggalkan
Berikan kami ketabahan memulai hidup baru
Aku tau engkau selalu ada Ibu,meski dalam dunia yang ini berbeda
Di hati ini engkau selalu ada

Dua tahun berlalu
Pindahnya kami ke Bandung membawa perubahan baik
Semakin rajin bekerja aku
Dan semakin religius ayahku
Di Kota Kembang ini hidup baru dimulai
Penuh keikhlasan dan keyakinan
Luka hati yang sempat menganga kini mulai tertutup rapat
Oleh keikhlasan hati

Sore mendung di Braga
Sesosok lelaki yang sepertinya kukenal berkelebat begitu saja
Bayangannya membekas di ingatan
Sejenak sulit kuingat siapa gerangan dirinya
Wajahnya yang rupawan mirip dengan seseorang yang kukenal
FADIL?!
Tersentak seakan tak percaya
Tak mungkin Fadil masih hidup
Sosok itu berbalut perban di hidungnya
Seperti bekas balutan luka operasi
Tak seperti Fadil
Dan ini Bandung,bukan Aceh
Ah mungkin hanya ilusi pikirku
Tak usah berpikiran halusinasi

Tiga hari berikutnya
Kulihat lagi sosok itu
Tak lagi ada perban di hidungnya
Terlihat bugar dan baik – baik saja
Sepertinya itu memang Fadil
Ataukah hanya ilusiku yang bermain
Melihat sosok yang mirip dengannya
Kuberanikan diri menyapa
Dengan ragu – ragu kutepuk pundaknya
Fadil,sapaku
Matanya membelalak
Mulutnya terkunci rapat,jatuh terkulai lemas menatapku
“ Dewi,akhirnya aku menemukanmu.” Ujarnya
“ Ini benar – benar kamu kah?” aimata mengalir di pelupuk mata kian deras
Didekapnya aku dengan perasaan haru bercampur kebahagiaan
Seakan tak percaya,aku bertemu dengannya
Kekasih yang hanyut terbawa tsunami Aceh
Hilang,tak kutemukan dalam kegiatanku menjadi relawan
Ternyata dia bertahan hidup
Dengan kuasa Mu dia selamat
Dari ganasnya bencana yang menerpa
Dia berlindung di Masjid Baiturrahman
Rumah Mu ya Allah,benar – benar suatu mukjizat
Dia satu – satunya anggota keluarga yang terselamatkan
Keluarganya hanyut terseret tsunami

Beberapa hari seusai bencana
Seorang dokter menolongnya
Merawat,memberinya bantuan yang amat mulia
Tiket pesawat ke Singapura dan rujukan perawatan rumah sakit ternama diterimanya
Subhanalllah,mulia sekali dokter itu
Karena bantuannya Fadil selamat tak kurang suatu apa
Meski kondisi fisiknya sempat terkoyak
Dan hidungnya patah terbentur bangunan yang bergelimpangan
Dia berhasil terselamatkan
Ke Singapura,mendapat perawatan medis terbaik
Bertemu kerabat jauhnya di sana
Dimulailah kehidupan barunya,sepertiku
Dan sudah seminggu ini tinggallah ia di Bandung
Demi ketenangan hati ucapnya
Dan bertemulah kami dalam kondisi masing – masing
Takdir berkata
Atas kuasa Mu kami dipertemukan kembali
Atas kuasa Mu aku bisa kembali bersamanya

Dua bulan berikutnya
Lamaran dilakukan,restu kami dapat dengan mudahnya
Ayah menangis haru
Dengan dua adat berbeda kami persatukan
Aceh dan Jawa
Resepsi kami adakan penuh sukacita
Seakan mengabarkan kepada dunia
Inilah dua insan yang kembali dipersatukan setelah perjalanan yang tak mudah
Inilah dua insan yang diperjodohkan dan telah mengalami berbagai cobaan
Bencana terbesar yang sempat memisahkan kami
Tsunami Aceh 26 Desember 2004
Dan kini kami bersatu dalam sebuah ikatan suci pernikahan
Terimakasih ya Allah
TakdirMu benar – benar di luar jangkauan akal manusia
Terimakasih atas bersatunya kembali cinta kami
Fadil dan Dewi..


Catatan Kaki :
1.      Peristiwa Tsunami Aceh terjadi setelah gempa menerjang wilayah sepanjang pesisir Samudra Hindia.Beberapa negara terkena tsunami seperti Thailand,India Sri Lanka,dan Indonesia mengalami yang terparah. Gempa berkekuatan 9.3 Skala Richter mengguncang Bumi Serambi Mekah dengan dahsyatnya.Kedalaman gempa mencapai 10 km dengan pusatnya 160 km.sumber : 
2.      Untuk detail keterangan lengkap bencana dan jumlah korban ,ada di alamat : http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004


Nama                           :  Anggi Restiana Dewi
Alamat                        :  RT 02 RW 01 Sawahan,Grabag,Magelang
KTP                             :  1119040502920005
Alamat email               :  anggie_reztian@ymail.com
Facebook                     : Anggi Restian Dewi
Twitter                        : @anggie_reztian
Biodata Ringkas         : Saya adalah seorang mahasiswi jurusan Administrasi Perpajakan semester 4 di Kampus  STAN.Seorang mahasiswi yang ceria dan penuh semangat.Saya terlahir dari sebuah keluarga sederhana di Magelang,5 Februari 1992.Hobi saya selain menyanyi adalah membuat tulisan ataupun note – note bertema kegalauan dengan bahasa keseharian.Dengan mengikuti lomba menulis essai ini saya berharap dapat memperoleh pengalaman dan menambah wawasan saya dalam menulis essai.

1 komentar:

Filfil mengatakan...

Saya membaca posting mba Anggi, terharu sekali... Semoga mba dan suami di berkati Allah SWT.