Minggu, 27 September 2015

Memoirs of DTSD


pelepasan ballon after penutupan


   Bertemu untuk berpisah kembali, itulah kami, dipisahkan oleh SK dengan jarak terukur dari Sabang sampai Merauke, disebar ke sekian kantor pajak se Indonesia raya dan sekarang dipertemukan oleh ST yang mengharuskan kami datang ke ibukota, campur aduk rasanya. Dua diklat kami jalani secara marathon, setelah DTU yang penuh debu, kini DTSD (Diklat Teknis Substantive Dasar) yang mengharuskan kami kuliah lagi selama tiga minggu. Datang dengan hati riang gembira, menjalani diklat dengan jadwal yang luar biasa mawut – mawutnya untuk kami, dan pergi dengan perasaan sedih tak siap berpisah adalah hal yang harus terjadi. Diklat yang tak diasramakan ini ada plus minusnya untuk kami, plusnya kami tak terlalu dikekang dan diawasi, minusnya adalah jadwal yang terkesan terlalu dipaksakan  dan kebutuhan kami yang sedikit terabaikan di sini.
   Minggu – minggu awal, sebelum hal yang namanya ujian datang, kami masih ceria riang gembira dan bahagia datang kuliah, walaupun di kelas ngantuk sering tak tertahankan, memiliki kelas lagi, kuliah lagi adalah hal yang sangat kami syukuri, ditambah melihat ekspresi ngantuk yang sangat menghibur. Dari sekian ratus peserta diklat, berpapasan dan saling sapa lumrah terjadi, tak seperti waktu masih kuliah dulu, sebagian besaar anak STAN yang apatis ini mungkin malas sekedar menyapa. Tapi yang terjadi di diklat ini adalah tiba – tiba kami punya lebih banyak teman, teman baru, pergi kemanapun banyak teman yang bisa diajak pergi, tak seperti saat kami memasuki dunia kerja, sepi rasanya . Jadwal diklat memang padat, tapi kami tak pernah kehabisan ide untuk bisa keluar main, sekedar makan bersama, kumpul dengan kelas, atau karaokeanbahkan di kelas di sela jeda pelajaran sebagai pelepas stress karena ujian, menyusup ke kelas sebelah, keluar jalan entah dengan anak kelas manapun rasanya tanpa kendala. Semuanya terasa cepat karena kami sangat menikmati waktu sempit yang kami punya untuk sekedar reunian ala kadarnya.
   Minggu kedua, ceramah dan ceramah sering diadakan dengan jadwal yang cukup membuat kecewa. Terkadang kami kuliah sampai sore dan dilanjutkan ceramah, kadang kuliah sampai siang ada ceramah malam, ya namanya peserta kami mah nurut apa kata jadwal walaupun kecewa. Ujian di minggu kedua seharusnya bisa dikerjakan dengan lancar tanpa kendala, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Karena radang dan badan yang merinding disko karena demam, sampai waktu ujian selesai aku masih bertahan di kelas karena susah berfikir. Lapor ke penyelenggara dan ternyata tak ada dokter yang standby sepanjang diklat ini, kecewa berat lah, untuk diklat dengan durasi seperti ini dan jadwal yang terkesan diforsir, keberadaan dokter itu perlu lho ya. Tapi yasudahlah, peserta mah ga bisa ngelawan, ya mohon maaf kalo di lembar evaluasi pengisiannya kami lakukan sesuai keadaan mau gimana lagi namanya kecewa.
   Saking padatnya jadwal bahkan kami nyuri – nyuri waktu untuk bisa reuni dengan anak kosan dulu karena Sabtu yang berharga dipotong waktunya untuk kuliah dan ceramah, kangen kangenan cuma dua jam karena mepet waktu ceramah, makan bareng dan karaoke sebentar, ah sedih kali weekend kami ini. Minggu kedua ini sepertinya minggu padat di mana banyak kumpulan anak diklat ini pergi jalan, entah di mall, sekitaran Blok M dan Purnawarman ini seolah jadi daerah kekuasaan kami hahaha. Kawasan sekitaran kampus kami diklat berubah seolah Kalimongso PJMI waktu kuliah dulu, mall terdekat berubah menjadi Bintaro Plaza, isinya orang ini lagi, ini lagi.
  
temen kabur ke Bintaro
Kelas Kaa girls
kelas Kaaraoke wkwkwkw

Oiya selama DTSD ini Kopassus tetap ada menjadi pembawa apel kami, sepatu wajib disemir setiap hari, setiap hari ada gantian ketua kelas dan petugas piket dari kelas, dan masih ada senam ayo semangat jaman DTU untuk hukuman kalau kami buat kesalahan. Bayangin aja pake pantofel lompat lompat senam, duh bang sakit kaki adek.  Selama DTSD seneng banget bisa jadi ketua kelas lagi biarpun cuma dua putaran, dan sekali jadi petugas piket . Jadi ketua kelas, lancar semua aman terkendali, beda dengan waktu jadi petugas piket, tenggorokan sakit dan suara serak tapi misi berjalan lancar. Biarpun dibully teman angkatan tak masalah, kesempatan tak datang lain kali, dengan terbata – bata dan sempat melakukan kesalahan di depan sekian  ratus orang, siswa yang dimaksud pun kupanggil ke depan. Toh setelah DTSD kemungkinan bertemu kami sangat kecil. Yaudahlahyaa, mohon maap lahir batin adek banyak salah bang ~
Minggu terakhir kami di Purnawarman, bahkan abang gojek, grabcar,grabbike dan kawan kawan sudah hapal anak diklat yang sering jadi pengguna jasanya. Dua minggu dan kami sudah terbiasa dengan kehidupan di sini, harga barang di Balikpapan lebih mahal pula, jadi makin betah, bahkan saking doyannya makan kwetiau hampir tiap malam langganan kwetiau dekat kosan. Gws deh ya :”
Ingat kalimat yang diucapkan ibunya Nisa waktu SMP. “Ketika rasa nyaman sudah singgah, setelah itulah kamu akan berpisah.” Dan ini benar adanya terjadi pada kami, betah dan sekian hari lagi akan berpisah, setelah tiga ujian, tiga kali kelas dan satu acara perpisahan, diklat ini akan berakhir. Dengan waktu terbatas dan beberapa dari kami sebagai panitia, dibentuklah acara Inaguration Party yang sempat mengalami beberapa kendala dan bisa berlangsung seru penuh canda tawa. Video – video kocak ala diklat, flashmob, tarian, perform dari perwakilan daerah dan joget seru bareng – bareng dengan music DJ angkatan kami sangat menghibur setelah kuliah seharian dan ceramah sampai sore. Seems like everyone agree to have fun ~
   Inaguration party setelah dua ujian, persiapan mepet dan aku yang sempat stress karena ujian PPh yang nyaris berantakan karena hape yang sempat rusak dan bikin nangis kaya orang ayan, hari inauguration kami benar – benar have fun. Bertema nusantara dari Sabang –Merauke, which is tempat kami penempatan, berkostum batik acara ini berlangsung meriah. 

Setelah ceramah, diberi kesempatan waktu makan dan ganti kostum, acara mulai tepat seusai magrib, dibuka dengan tarian nusantara (yang aku sempat salah gerakan), pemutaran video kocak karya Bagus dan Goizza, putra putri nusantara perwakilan, joget bareng DJ, nyanyi bareng dan foto bersama seangkatan yang mustahil semua wajah nongol dalam satu frame. We all have fun! Inaguration sebelum ujian terakhir done!
   Ujian terakhir, Rabu 23 September 2015 berjalan lancar, semoga semua lulus amiiiin! Apel pagi terakhir pun semuanya berjalan lancar, teriakan anak kelas K makin kencang hahaha.  Hari H Baper datang, muka muka sedih karena akan berpisah mulai nampak, selesai ujian kami masih harus kuliah pelajaran yang tak diujikan, semoga diklat – diklat setelah ini jadwalnya lebih efektif ya. Fokus kami pun sudah tak lagi ke pelajaran, tapi momen – momen ele elekan di kelas, ketawa tawa bercanda dan gedabrukan. Kelas berakhir hari ini, testimonian sekelas, duh rek sedih sekali rasanya, berakhir banget ini, penutupan berlangsung di lapangan tempat apel dilanjutkan dengan penerbangan balon. Aaaaak, benar – benar pelepasan. Semua peserta diklat sibuk foto sana foto sini, foto bareng orang – orang yang mereka tak ingin lepas untuk pergi #hayah. Setelah menguatkan mental dan diseret Izak, akhirnya aku foto bareng seseorang yang tidak usah disebut namanya tapi semua orang tahu, setelah lima tahun baru sekarang ada foto barengnya. Walaupun fotonya jelek karena grogi disorakin orang – orang, yowis tak apalah yang penting foto, karena setelah DTSD semuanya akan benar – benar berakhir. Momen foto – foto di lapangan pun berlanjut sampai magrib.

   Gabung ke geng kelas sebelah karena pengen makan enak terakhir kali sebelum pulang ke Balikpapan, keapesan datang, terjebak kemacetan Kemang yang menyebalkan selama lebih dari dua jam, dan hp yang benar – benar rusak tepat di momen sebelum kembali ke perantauan, kurang sedih apa coba. Ditambah kaget karena reschedule jadwal penerbangan yang seharusnya jam 5 sore dimajukan jadi jam 10.50 dan hp belum sempat dibawa ke tukang servis. Kepergianku meninggalkan Jakarta untuk kembali ke Balikpapan adalah hal yang paling menyedihkan untuk dilakukan.
   Hari H keberangkataan, mana bisa aku menghubungi orang – orang, hapeku rusak, flight pagi dan tak sempat sholat Idul Adha di dekat kosan terakhir kali, baek – baek lah ya hidup di Kalimantan setelah ini. Mungkin seminggu bakal hidup tanpa hp dan kembali ke masa seperti DTU, setidaknya bapernya agak bisa ditahan lah ya tanpa socmed. Dan kurang dari 3 jam aku sudah menyeberang pulau dengan kondisi badan dan perasaan yang morat – marit tak karuan. Selamat datang di Balikpapan, adaptasi lagi, kerja lagi, semangaaat Anggi ~
DTSD sudah berakhir, semoga pengumuman dengan hasil baik segera datang, sampai jumpa lagi di diklat selanjutnya guys ~~
Gonna miss you sooooooooo much!

*PS : foto – foto DTSD di hp terancam hilang semua karena hp rusak, yang fotonya ilang mohon maap lahir batin ya, semoga ikhlas, lain waktu kita foto lagi </3



With love,
Mantan siswa
Anggi R. Dewi

Tidak ada komentar: