Rabu, 10 Juni 2015

Helo again Semarang



Sabtu...

 Hawanya yang panas dan menyengat memang khas dari kota ini, ya Semarang memang kota yang sangat identik dengan panasnya yang nyelekit. Meskipun sudah akrab dengan kota ini dari kecil karena sering mengunjungi saudara di sana, panasnya adalah hal yang sangat tak kusuka. I prefer Jakarta for this thing. Meskipun Semarang panas, tetep lah di kota ini terlalu banyak cerita untuk diingat sampai sekarang. Terakhir ke kota ini sekitar beberapa bulan yang lalu, dengan status sebagai pengangguran aku datang ke wisudaan sahabat jaman jahiliyah semasa SMA. Dan sekarang aku datang dengan status sebagai anak magang, setahun kemudian *lama banget ya mau jadi Pns gini amat*.
Sabtu……
   Janjian dengan Manda, Dika dan Sidiq maen bareng dan ternyata ada halangan yang bikin Manda bisa gabung mulai sore, jadilah kami bertiga jalan duluan. Aku lebih memilih naik bis dari Grabag ke Semarang daripada harus motoran dan cari selamat dari serempetan bis dan truk di sepanjang jalanan ke Semarang. Matahari yang terasa bagai oase di dekat rumah terasa menyengat setibanya aku di Semarang. Nyegat trans Semarang ke Simpang Lima dan sampai sejam kemudian setelah berdesakan dengan penumpang yang berebut turun duluan. Sepersekian menit duduk di halte menunggu jemputan, inspirasi nulis yang sempat datang pun hilang terbawa debu jalanan Semarang yang beterbangan siang itu. Nyaris tak sadar Dika di belakangku ketika aku masih saja melamuni inspirasi tulisan yang terlupa. Lupakan tulisan, waktunya berburu Lekker Paimo yang sudah lama gagal terbeli ketika aku ke Semarang. Manda belum selesai dengan acaranya, kami bertiga (aku, Dika, Sidiq) bergabung ke antrian pembeli lekker yang dengan setianya ngantri (sebenarnya cuma aku yang ngantri, mereka berdua neduh didepan gerbang -__-). Bu Paimo ini lumayan galak soal antrian pembeli lho, yaelah bu baru sekali kesini mohon maap belum paham tradisi pemesanannya gimana ini. Sebenarnya yang namanya lekker semua sama, tapi lekker Paimo ini terbilang special karena toppingnya yang beraneka rasa dengan campuran yang jarang dipakai oleh para penjaja lekker lainnya. Sekitar setengah jam berdiri ngantri dengan setia di depan alat cetak lekker, akhirnya lekker pesanan kami selesai juga.


   Pindah ke kafe dekat kampus pascasarjana Undip, makan nasi goreng yang rasanya pas-pasan dan tak sebanding dengan harganya sempat membuatku agak kecewa, ditambah nasi gorengnya tumpah saking bertenaganya aku menyendoknya. Hahahha Pindahlah kami ke masjid karena waktu Duhur sudah separo jalan, sambil nunggu Manda padahal dia selesai acara sore. Duduk bingung mau ke mana sekitar setengah jam, Sidiq main hp, Dika tidur –tiduran, udah ah aku pulang aja kalo garing begini. Ya Tuhan, segini panaskah Semarang mau maen kemana sampe gak ada ide T.T  Beruntung akhirnya kami ke Masjid Agung Jawa Tengah setelah ngobrol ngalor ngidul masih bingung, pokoknya jangan ke mall aja aku emoh.  Alhamdulillah ya akhirnya dapet pencerahan juga mau jalan ke mana, sekalian mampir sholat Ashar dan nunggu Manda sambil foto – foto walaupun isinya selfie semua hahaha. 






    Langit mendung, untung ga hujan, di masjid kami terhibur dengan ulah bocah kecil kerudungan yang lucunya ga ketulungan. Si adek ini begitu kagum dengan pesawat lewat di atas langit, mangap dari arah utara sampai selatan, kepalanya mendongak dan tetap istiqomah mangap sampai pesawat berlalu. Duh dek lucunyaaa xD. Semenit kemudian Manda datang, terimakasih Tuhan akhirnya partner ngocehnya datang. Dengan muka lelah dan ngidam kue cubit, Manda menggiring kami keluar masjid menuju pusat jajanan di kawasan Pemuda.

adeknya masih mangap pas difoto


Kue cubit green tea dan red velvetnya enak ternyata, next time kalo ke Semarang wajib beli ini lah ya. 

 

   Setelah puas ngemil kami ke Simpang Lima sekalian magriban dan leha leha sebentar. Mampir ke masjid agung, keliling nglewatin kawasan Banjir Kanal Barat yang dulu jaman PKL setiap hari kulewati dan pemandangannya memang lebih bagus malam hari karena banyak lampu kelip warna – warni. Duh aku baru tau kalo malem bagus, ndeso banget lah. Keliling juga kami ke Kota Lama, sempet foto sih, tapi beberapa foto agak terganggu macetnya lalu lintas. Baru sadar ternyata malam Minggu HAHAHA\

 

Karena nginep di tempat budhe, aku tak mungkin pulang larut malam dan jadilah kami menutup jalan – jalan dengan makan bareng ke Tembalang sekalian aku dianter pulang. Lalu lintas padat, kendaraan semrawut di sana sini, aku dan Dika salah ambil jalan dan terpaksa memutari bundaran Tugu Muda dua kali karena salah jalur, sementara Manda dan Sidiq sudah jauh pergi. Untung aku hafal jalan ke Undip jadi tak terlalu masalah. Resto tempat kami makan nyaman banget, langganan keluarganya Manda, menunya juga enak, ramennya :9


 Perut kenyang, hati senang, waktunya pulaang ~ Lanjut besok lagi..

Minggu…..

   Sedih banget Mandanya hari ini gak bisa ikutan karena bantuin mamanya arisan, dan jadinya bertiga lagi. Untung masih pagi, hari ini lebih mending dari kemarin siang hahaha. Harusnya kami jam 6 ke Sam Po Kong, tapi gagal pagi dan telat tiga jam dari rencana. Sebelum ke Sam Po Kong, kami bertiga mampir ke Pantai Marina dan speechless. Inisih ga mirip pantai, sampah di mana – mana, cewa lah pake acara nyasar dulu dan pemandangan pantainya gak foto-able pula. T.T Tapi ada hal yang bisa disyukuri dari niat ke Marina dan nyasar ini, kami nemu highway yang bagus buat foto – foto. Yeaaay!

  
 
lemprakan neng ndalan

   Ke Sam Po Kong hari Minggu adalah ide yang tak begitu bagus, tapi juga tak bisa dibilang buruk. Coba kami datang pagi, masih sepi pasti. Telat tiga jam adalah hal fatal, kami datang saat tiga rombongan sekolah datang berkunjung. Ramenya udah macam pasar, ditambah isinya anak TK, tapi lucu sih hahaha. Kami muter muter keliling klenteng setelah lima belas menit bermalas – malasan di bangku taman, duduk di bawah pohon rindang begini emang bikin ngantuk dan mager sih ya. Akhirnya gerak juga buat foto – foto, alay sih tapi gak papa ya daripada nggak foto. Duduk – duduk di pelataran deket patung, selfie sama kapten Cheng Ho, ikutan anak TK maen perosotan di deket tangga, kurang alay gak sih hahaha





  
    Niat mau langsung pulang ke Grabag setelah maen sepertinya batal karena keburu buru waktu dijemput dan salah ngambil charger hp, balik lagi lah aku ke rumah budhe. Dan Dika salah jalan lagi pas nganter pulang, mungkin dia lelah wkwkwk Malah muter – muter jalan ga karuan, karena kepisah Sidiq pulang ke kosan dan Dika nganter aku sendirian. Thanks guys, see you dua minggu ke depan ~~
Kebablasan karena tidur siang dulu, pulang kesorean, mampir beli lumpia yang sempat kelupaan, ngejar bis dan sampe rumah malam. Besok udah Senin, yasalam ~
See you again in another time, weekend ~

Anggi

Tidak ada komentar: