Tampilkan postingan dengan label itinerary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label itinerary. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Agustus 2017

Travelanggi NZ Winter Trip Part 3 ( Hobbiton and First time Bungee Jump!)

Day 3  Minggu, 13 Agustus 2017
   Rencana ke Hobbiton Movie Set hari ini hampir gagal terlaksana, pertama karena kami kurang pagi dan mendadak karena ga pesan tiket jauh jauh hari. Salahmu dewe, rasakno. Beruntungnya babang bule reception desk hari ini sangat membantu, dari pesan tiket Hobbiton sampai nyariin tiket bus dan ngasih saran ke aku yang ngeyel mau tetep berangkat meskipun gambling bisa ga dapat tiket balik ke Auckland kalo kemepetan. Setelah dipertimbangkan baik buruknya, akhirnya aku, Wahid dan Mas Try bisa ke Hobbiton dan sewa mobil untuk menuju Matamata yang berjarak tiga jam dari Auckland. Bermodal GPS dan internet portable yang sinyalnya bikin istigfar, dan sempat memutar jalan karena dialihkan untuk polisi syuting acara entahlah sampailah kami di Hobbiton 10 menit sebelum bus jemputan datang. Alhamdulillah banget :""

thanks Harry, our kind reception desk in Haka


Tips 1: Jika berencana mengunjungi Hobbiton movie set sebaiknya booking online, selain menghindari resiko kehabisan tiket atau drama lainnya, pegang tiket lebih dulu sudah pasti ga bikin grasa grusu. Selain itu pastikan kendaraan berangkat dan pulang jelas ya, jangan kaya kami hampir maksa berangkat tapi gajelas pulangnya kaya maksain hubungan beda iman  gatau mau gimanaya. Atau sewa mobil agar lebih flexible waktu.

our way to Matamata New Zealand, bermodalkan GPS dan intuisi


Tour selama 1 jam 40 menit ini membawa kami para pengunjung ke set film The Hobbit yang indah, dengan pemandangan bebukitan hijau dan rumah rumah yang masih utuh seperti set filmnya. Sayangnya kami tidak diijinkan masuk ke rumah rumah kecil itu, cuma boleh mampir sewaktu di Green Dragon Area sekalian kami minum ginger tea yang lebih mirip minuman soda daripada wedang jahe seperti yang kami bayangkan. Oh I miss wedang wedangan di kampung halaman.


udah sah ke NZ kalo udah ke Hobbiton katanya


jemuran Hobbit :"


mini size house like the scene in The Hobbit


two "anak supermodel wannabe


bareng pasangan Indonesia supeer ramah, om Roy dan tante :D


wedhus, I mean domba domba yang ginuk ginuk bebas berkeliaran di rumput hijau


the dudes ~


   Di Hobbiton tour ini kami bertemu sepasang suami istri asal Indonesia yang ramah banget, om Roy dan tante. Kami ngobrol banyak selama di sana. Seneng ya kalo ketemu orang Indonesia tapi seru gini diajak ngobrol, couple goals banget om sama tante nih anak anaknya udah dewasa eh orangtuanya traveling berdua
mau kaya gitu ah nanti kalo udah ada yang jelas diajak menua berdua:" Selesai keliling area set Hobbiton dan nunggu bus jemputan ini ternyata kami hanya tinggal bertiga. Diajak berhenti sebentar lah kami di area di mana domba domba dilepas bebas, keluar dari mobil aku berlari kegirangan minta foto sama domba. Koyo bocah yo ben sik penting hepi. And there she is, Mrs. Kirsten our though driver! Thanks for letting us see the sheeps.


contoh ekspresi bahagia ketemu wedhus padahal dari jauh xD


Sapiiiii Nyuzileeen ~~


with Mrs. Kirsten :)


   Pulanglah kami bertiga ke kota setelah berkeliling, lelah dan lapar. Karena tukar posisi aku di bangku samping driver dan tersesat jalan pulang karena sempat salah baca map, maafkan aku yang sesat ini guys. I am a bad navigator honey I can't even lead your heart to me in the right way~ Kami sempat berhenti untuk foto bareng sapi dan kegirangan
aku doang sih yang kesenengan yang dua lain maklum ajahahaha Bahagia bukan karena ke Hobbiton tapi sederhana karena ketemu
abangsapi.
Tips 2 : Mumpung ke Matamata dan sewa mobil berkelilinglah area sekitarnya karena banyak sapi dan kambing bertebaran di rereumputan hijau. Kalau mau liat sih, kalo engga ya gausah hahaha


Udah lengkap F4 yeay! yang paspornya nyaris ilang Ridho, paling kiri


Malam kami sampai Auckland setelah tiga jam dan siap muterin kota bareng Ridho yang baru saja landing hari ini. Now four of us going around the city. Foto foto dan jalan malam sambil ketawa tiwi sampai ngantuk dan baru sadar tas Ridho ketinggalan di pelabuhan setelah perjalanan balik kosan wkwkkw Mukanya Ridho hahha panik dan kaget, untungnya masih rejeki tasnya masih utuh. Ga kebayang kalau hilang trip kami berubah total, jadinya
ke Wellington kaya Ayu Tingtingngurusin paspor ilang inimah. Syukur alhamdulillah masih rejeki. Well, istirahat beberapa jam sebelum besok ke South Island.

Tips 3 : Pelajaran berharga ini, selalu ingat di manapun barang penting berada. Jangan sampai keasikan foto atau selfie tas ditinggal. Ya kalau rejeki, kalo ilang jadinya malah ke Wellington bukan ke South Island. :""

Day 4  Senin, 14 Agustus 2017
   Harus bangun sangat pagi padahal baru berapa jam tidur adalah siksaan tersendiri, terlebih aku bareng Mas Try harus buru buru ke bandara karena naik Jetstar yang jauh lebih pagi. Terbangun kaget karena tiba tiba ada abang bule kekar
danganteng  berdiri di depan mata membangunkanku karena alarm berisik, diomelin teman sehostel karena dikira berisik dan disuruh be more quiet katanya padahal yang berisik daritadi Wahid tapi aku yang dimarahin,
wanita satu ini sungguh tak adil kenapa harus aku sih yang selalu disensiin wanita wanita.Nyaris ketinggalan pesawat untungnya naik taksi dan akhirnya terkejar lumayan bikin mood agak drop,
bikin dompet nangis jugasampai di Queenstown semua kebetean itu sirna ketika ngeliat pemandangan gunung gunung es berjejer. Subhanallah, luar biasa aku ndeso tenan gumunan.

Queenswton, my fav city from above :3


Tips 4 : Resiko menginap di hostel, banyak banyaklah bersabar apalagi kamarnya dorm dan temenmu ganteng. Resiko disensiin makin banyak. Apalagi yang di kamar banyak ceweknya, banyakin sabar aja kalo dikit dikit protes. Namanya juga dormitory ya.

   Menunggu Wahid dan Ridho yang datang sejam kemudian, aku memilih duduk di bangku tunggu sementara Mas Try muter muter di bandara. Setelah berempat lengkap kami ambil mobil di Go Rent cabang Queenstown Airport. Yeay, si merah Mazda ini akan jadi teman kami selama road trip. South island here we come! Bingung menentukan arah dan akhirnya kami menuju Kwarau Bridge untuk bungee jumping. Setengah jam dari kota kami sampai di lokasi bungee jump yang katanya pertama di dunia ini, ga sabar mau melengkapi satu lagi bucket list :"""

so happy, halo domba domba Queenstown :)))


ready to go around South Island!


Kawarau Bridge, the first bungee jumping location ever :)

bocah hahaha
 

Setelah hampir saja ragu karena 17 jam sejak makan terakhir, akhirnya kuputuskan untuk lompat sendiri karena bertiga lainnya ga ada yang mau
ciyaaan deh lu. Yass, berdeguplah jantung ini semakin parah ditambah mata berkunang kunang setelah badan ini kuhempaskan ke sungai. Mau teriak tapi suara ilang
itu semacam menolak move on tapi mantan udah nikahakhirnya pasrah badan ketarik ulur
asal bukan status hubungan aja sih yang ditarik ulur aku ndapapa bang. Badan sempoyongan naik tangga ke gedung AJ Hacket ini. Tapi kebahagiaanku tidak terkira meskipun gemetaran nyari pegangan
dan yang dijadiin pegangan sibuk foto foto.
Tulisan tentang Bungee Jumping bakal kutulis sendiri nanti xD

dadah dadah sebelum dihempaskan ke air

jumping from 43 meters high, bucketlist checked :))
I jump, you see me ~[/caption][caption id="attachment_1882" align="aligncenter" width="520"]

my favourite free fall pose


boyband (?)


Dan setelah puas foto foto di jembatan kami pun melanjutkan perjalanan ke kota untuk beli makanan micin KFC. Sayang sekali KFC Nuzilen hambar
kaya senyum abang, ga kaya KFC lokal yang kebanyakan micin tapi membahagiakan. Kami makan di pinggir Lake Wakatipu sambil kademen. Perut kenyang waktunya belanja amunisi untuk lima hari ke depan, aku belanja bareng Wahid sementara Mas Try dan Ridho muter keliling kota karena di sini parkir nda boleh sembarangan
kaya di negara kita.

pretty city, Queenstown :)


tim belanja hore ~


Lake Wakatipu gorgeous sekali, kaya kamu ~


   Perjalanan kami berlanjut sampai daerah yang bernama Te Anau dan kami belum pesan penginapan, well setelah sekian jam drama pencarian penginapan bujuk bujukan dan nawar nawar diputuskanlah kami menginap di Kingsgate Hotel. Lumayan sih sewa 2 kamar yang harga masing masingya 1,1 juta (lumayan seorang 500 ribuan) daripada ga jelas nginap di mana. Untungnya di setiap kamar ada tekonya, menu makan malam kami pun mentok di
kamumie instan deh hahaha.

kamar hotel Kingsgate di Te Anau yang lumayan murah


Jadilah belanjaan kami mangkrak di plastik untuk besok masak di penginapan berikutnya. Karena kelelahan dan kekenyangan kuah Indomie, kami pun semaput di tempat masing masing demi menghemat tenaga untuk trip besoknya.
Bersambung ...
Tapi bukan sinetron tersanjung ~

Selasa, 29 Agustus 2017

Travelanggi NZ Winter Trip Part 2 ( KL - Goldcoast - AKL)


Day 1   Jumat, 11 Agustus 2017
   Berangkat dari Rawamangun seperti biasa, nginap di kosan Arum yang udah seperti kosan kedua dan menyusahkan seperti biasanya adalah rutinitas setiap trip yang kulakukan. Duh, ga kebayang kalau Arum nikah duluan aku mau mulai trip ini darimana. Karena drama semalam kumpul bareng anak IKMM dan siap siap yang kelamaan, jadilah Wahid menungguku agak lama karena masih sibuk cipika cipiki sama Arum. But well we made it ontime though setelah perjalanan ke bandara yang agak bikin was was karena jalanan ramai.


hiii guys, kangen berat!



tuan rumah kesayangan inimah :"

Penerbangan pertama kami ke Kuala Lumpur berjarak 40 menit setelah kami sampai bandara, untung ga sampe ketinggalan ya Allah alhamdulillah banget. Dunia begitu sempit ketika boading ketemu temen geng waktu magang pemprov, si Aseng. Anak Stan ketemunya lu lagi lu lagi hahaha.


 ini bukan buku nikah ya guys, ini paspor tuluung

ketemu bocah tengil sohib pemprov ini dunia sempit

Well, drama belum berakhir karena ternyata periodku datang just in time trip nya mau dimulai, mulai lah badan ini berontak dan membuatku lemah tak berdaya. Dan aku jadi cewek mens yang merepotkan afterwards, sorry.
Tips 1 : Bagi perempuan yang hobi ngetrip, ada baiknya ngitung siklus sebelum pergi. Bagi yang siklusnya ga teratur sepertiku, ada baiknya bawa stok persediaan pembalut seperlunya. Toh di negara tujuan ternyata ada yang jual juga.
Transit cukup lama di Kuala Lumpur, mampir ke KL Sentral muter muter daripada bengong di bandara sekalian nemenin Wahid cari jaket dan perlengkapan winter dan berujung ga jadi beli karena ga nemu yang cocok. Mumpung masih nemu nasi dan makanan Asia jadilah kami malah makan makan sambil tawaf muterin Nu Mall ini menghabiskan waktu * guayamuu* sekalian untuk nukar uang, beli
popok  a.ka pembalut karena ga mau pake tampoon dan obat pain killer karena sakit
hatinyeri haid yang makin menyiksa. Karena semakin malam dan udah capek muter muter di keramaian, kami menuju bandara daripada semakin ga jelas mau ngapain. Muka makin pucat dan lemas, jalan macet untung sampai bandara masih sisa banyak waktu, niat hati mau ngurus biar bisa duduk sebelahan tapi yasudahlah ga jadi.
Pura pura hamil pun sepertinya ga mempan, naik low cost airline pasti nambah bayar lagi

welcome you home it says

   Wahid yang
gantengbaik hati ngajak tukeran tas backpackku yang segede gaban ini digendongnya sedangkan aku nggeret kopernya yang jauh sangat meringankan. Ya Tuhan aku terharu temen ngetripnya baek banget, dasar receh :""
Tapi sayang sekali di perjalanan awal ini tumblr Doraemon yang baru dibeli di Rawamangun jatuh dan
tak bisa bangkit lagihilang entah di mana. Penerbangan tengah malam kami menuju Goldcoast pun dimulai setelah agak diinterogasi sebelum masuk.
Tips 2 : Kalau punya barang lucu jangan diletakkan di kantong samping backpack, ga tau kan kapan tumblr lucu yang cuma dimiliki dalam hitungan jam seperti dia yang pergi punyaku hilang begitu saja.

Day 2  Sabtu, 12 Agustus 2017
   Tidur bangun tidur bangun dan ga nyaman karena terlewat pas mbak mbak pramugari Air Asia menawarkan makanan yang dijual membuatku bangun bangun lemas tapi ga mood makan juga sih. Monthly period is really something. Sampai di Goldcoast dan melihat matahari terbit dengan cantiknya aseek, kami hanya mampir menginjak kaki di Goldcoast dan masuk lagi ke pesawat. Cuma kaya disuruh tawaf aja sih ini.

Well, sebelahan sama babang babang bule Argentina yang seru diajak ngobrol sekalian minta saran saran lokasi yang seru dikunjungin di South Island ga kerasa sampai juga kami di Auckland. Yaampun bahagia sekali udah sampai Nuzilen, aku, Wahid, Mas Try masih kegirangan ndeso. Aku sih yang ndeso lebih tepatnya. Dari bandara kami menuju hostel dengan Sky bus seharga $18 menuju CBD Area. Kami menginap dua malam di Haka Lodge Auckland.

Tips 1 : Untuk lebih berhemat naik bus dari bandara ke kota atau sebaliknya, belilah tiket PP seharga $32. Lumayan kan hemat 40 ribu rupiah buat beli pulsa di Indonesia wkwkwk
Melintasi jalur penerbangan selama belasan jam dan sampai di kota ketika hari sudah hampir gelap ga banyak hal yang bisa kami lakukan bertiga. Cuma mandi beberes, keluar cari makan
sekalian cari jodoh buledan jalan jalan di sekitaran kota.
Auckland seems so quiet sampai kami pulang ke kosan tengah malam.
kosane mbahmu NggiRang orang baru mulai keluar dari sarangnya untuk dugem dan
have fun lewat tengah malam
untung ga tergoda ikut udah lelah ga karuan.


si gampang laper keliling Auckland :D

Tips 3 : Jika kalian tinggal di area ramai dan full of tempat dugem ada baiknya cek ombak duluan sebelum ke tempat tujuan, ada beberapa club yang punya syarat dan ketentuan sendiri kriteria pengunjung yang boleh masuk. Yang pake kerudung ya jangan ke tempat striptease ya, mending ke mall xD


pose lompat amburadul hahaha

Malem ini istirahat di hostel setelah sampai lewat tengah malam. Sebelumnya kami malah ngopi di Mc Donalds numpang menghangatkan badan sekalian nyari info untuk Hobbiton tour, dan jalan jalan keliling kota
kaya Sinchan, nggak ada lelah foto foto lompat di dekat Sky Tower. Capek tapi seneng kaya bocah hahaha
Cheese!

Sabtu, 26 Agustus 2017

Travelanggi New Zealand Winter Trip ( Part 1 - Preparation)


Halo teman teman yang masih setia membaca blog ini dan tau dalam kurun beberapa waktu lalu aku selesai trip ke belahan bumi bagian selatan sepertinya cerita - cerita trip yang seru ini sudah ditunggu tunggu yaa. (sok artis lu)
Trip New Zealand yang memang penuh drama ini akhirnya terlaksana dengan empat anggota regu Anggi, Wahid, Ridho dan Mas Try. Sebelum trip berjalan pastinya ada persiapan yang dilakukan dong ya, begitu pula geng trip ini.

FLIGHT TICKET
Berawal dari tiket promo Air Asia yang ternyata terlewat olehku, aku tetap membeli tiket ke New Zealand secara terpisah untuk tiket pulang perginya *yang ga akan lagi kuulangi karena menyusahkan diri sendiri*




Tips 1 : Pilihlah maskapai full service yang promo, atau LCC tapi belilah bagasi online. Kita ga pernah tau random cek bisa menimpa kapan saja.
Tiga dari kami sudah mengantongi tiket dari bulan November, aku, Ridho dan Mas Try, sementara Wahid bergabung dua bulan sebelum trip ini berlangsung. Pas banget lah akhirnya trip berempat ini terencana, untung ga berdua aja ya ed sharecostnya lumayan menguras kantong wkwkwk
Untuk tiket antar kota sesuai itinerary kami beli secara terpisah juga, daripada daripada kan ya. Flight dari Auckland ke Queenstown kami terpisah dua rombongan, Jetstar dan Air New Zealand. Sedangkan flight dari Christchurch ke Auckland kami akur berempat barengan sekalian pisahan mengakhiri perjalanan bareng ini hiks :""

AKOMODASI
Penginapan yang kami ambil kebanyakan dari booking.com yang sudah dipesan sebelumnya sekalian untuk melengkapi persyaratan apply visa. Hanya satu penginapan yang kami pesan langsung sewaktu di Te Anau, Kingsgate Hotel yang kami pesan on the spot karena sudah putus asa cari penginepan di tengah sepinya kota di pinggir danau ini.



bayar langsung di tempat untuk pelunasan hostel/motel lebih baik daripada pake CC

Penginapan yang kami pesan via booking.com yaitu Haka Hostel Auckland, Nomad Queenstown Backpacker, Wanaka Top 10 Holiday Park dan Twizel Holiday Park dan semua pembayaran kami lunasi cash di tempat. Menghindari ada apa apasih kalau pake Credit Card.
Tips 2 : Jangan mengandalkan pesan penginapan mendadak, lebih baik buat bookingan melalui akun booking.com dan kawan kawannya. Untuk trip kali ini kami purely mengandalkan booking.com karena free cancelation.

TRANSPORTASI
Mengingat perjalanan ini kebanyakan di jalan alias road trip, kami menyewa mobil ketika di South Island yang dimulai dari Queenstown dan diakhiri di kota Christchurch. Sewa mobil kami dari 14-19 Agustus senilai $ 385 NZD alias hampir empat juta, innalillah memang mahal sih tapi ya mau gimana. Pengeluaran yang tak kalah mahal adalah beli bensinnya, se liter nyaris dua puluh rebu dan setiap isi bensin paling nggak habis setengah juta rupiah *kekep dompet nangis*. Mobil yang kami sewa adalah tipe city car yang sedikit kami siksa ketika jalan menuju glacier agak berliku melewati sungai kecil. Terimakasih Go Rent for the amazing car!
Sedangkan untuk pindah dari North ke South kami naik pesawat *yaiyaalah*



halo si merah, miss our last trip with you :"

Tips 3 : Untuk sewa mobil sebaiknya booking terlebih dahulu sebelum sampai sana, pesan langsung di lokasi sangat tidak disarankan. Booking online juga memungkinkan kita memilih rute pick up dan pengembalian mobil setelah trip usai.
Persiapan yang tak kalah penting adalah bertanya, yass bertanya sama beberapa pihak yang berpengalaman menuju negara Kiwi ini sebelumnya. Ada Mas Bardiq, Mbak Ayomi dan beberapa pihak yang tidak bisa disebut satu satu karena bakal kepanjangan tulisannya sangat membantu memberikan informasi yang berguna dan menolong perjalanan ini.
Tips 4 : Carilah info sebanyak mungkin sebelum pergi, dan perbanyak info dari banyak kenalan atau sepik sepik nanya di blog orang demi info yang lebih baik.

UANG
Sebelum ke negara tujuan ada baiknya kita menukar uang yang berlaku di sana. Tukar uang bisa dilakukan di bank ataupun money changer yang banyak tersebar di Indonesia raya ini, untuk trip kali ini aku mencari money changer yang katanya terkenal di Jakarta tapi stok uang Dollar New Zealand memang susah didapat. Jadilah uang kutukar ke Dollar US sebagian, sisanya ambil di ATM negara tujuan.

money changer paling hits se Kuningan tapi uang NZ nya habis :"

Tips 5 : Sebaiknya tukarlah uang seperlunya sebelum pergi untuk menghindari cash terlalu banyak. Gunakan juga credit card jika ingin melakukan transaksi, manfaatkan juga ATM di negara tujuan. Kurs dollar NZ yang berada di kisaran 10.000 dengan charge 3$ sekali tarik tunai sebenarnya tak terlalu masalah, toh selisihnya juga ga terlalu jauh.

Bagian preparation cukup sekian, tunggu postingan lanjutan Travelanggi in New Zealand selanjutnya ya gengs!
Ciao Adios!
Anggi

Selasa, 04 April 2017

Travelanggi Spiritual Journey

Banyak masalah dan hal - hal yang melelahkan terjadi akhir akhir ini, pergi dalam sebuah perjalanan spiritual adalah salah satu cara penyelesaian yang lebih baik. Menggunakan jasa agen travel aku memutuskan untuk umrah untuk pertama kali. Ini adalah pengalaman pertama dan waktu yang kupunya terbatas jadilah aku pergi tanpa backpackeran seperti biasa. Paket perjalanan selama sembilan hari ini termasuk tujuh hari di Saudi dan dua hari untuk perjalanan.

Being in a difficult situation and already tired of what happened lately in my life going on a spiritual journey is one of the way to get better. Joining a travel agent, I decided to go performing my umrah journey for the first time. It's gonna be my first experience and I'm running out of time so I don't go backpacking there. I join the 9 days trip which requires me to spend seven days there and two days for the moving. Here are the itineraries being done during my journey there.
Hello Saudi Arabia
Day 1  ( Wednesday, March 15th 2017)
Hari pertama hanya tentang pindah lokasi penerbangan dari Balikpapan ke Jakarta. Aku dan Arum datang paling awal, yaiyalah kecepetan lima jam hahaha. Menunggu rombongan untuk kumpul akhirnya makan lagi dan lagi di Foof Cetera terus pindah ke Blue Sky Lounge. Aktivitas hari ini melulu hanya soal penerbangan satu ke lainnya.
First day is all about my flight from Balikpapan to Jakarta. Me and Arum arrived way earlier than others. Waiting for the group to gather while eating and eating over again in Food Cetera then move to Blue Sky Lounge. Today's activities are mostly about taking flights and moving one to another flights.
one fine day in Mecca
Day 2  (Thursday, March 16th 2017)
Tiba di Abu Dhabi untuk transit sebelum ke Jeddah, aku mulai jengkel karena beberapa orang di rombongan.Kami mulai persiapan umrah di Jeddah dan ambil miqat (niat umrah) di dalam bus selama perjalanan kami ke Mekkah. Ga henti hentinya "gumun" dengan kontur alam Saudi yang jauh berbeda dengan negara sendiri.
Arrived in Abu Dhabi and having our two hours transit before catching the flight to Jeddah, I started to get annoyed to some people in the group. Starting our umrah preparation in Jeddah and we're taking our miqat ( umrah intention) inside the bus on our way to Mecca. Can't help myself wondering when I see the land contour of Saudi Arabia, so different from my home country.


 
Kami menuju Mekkah dalam perjalanan selama satu jam untuk umrah pertama. Pembagian kamar dan bongkar koper di hotel kemudian ke masjid, hati ini mulai berkecamuk rasanya, bahagia, penuh malu, kagum menyaksikan bangunan itu untuk pertama kali. Akhirnya aku, makhluk yang penuh dosa ini menatap Ka'bah untuk pertama kalinya. Mengitari Ka'bah sembari menggumamkan doa - doa, beberapa mamak mamak Turkey berpegangan dan memelukku dari samping sembari melakukan tawaf ( gerakan mengitari Ka'bah dalam rangkaian umrah). Aku berdiri di samping mereka menjaga barisan agar orang orang tidak asal menabrak. Umroh pertama kali kami selesai dan akhirnya aku bisa menangis untuk pertama kalinya. Tapi foto di bawah ini bukan foto ketika kami pertama umrah.
We go on one hour journey to Mecca to perform our first umrah. Dropping off the baggage in the hotel and go to mosque right after, my heart started to have mix feeling, happy, shameful, amazed seeing the building for the first time. I finally see Kaaba for the first time, the sinful me. Going around and saying some prayer while several Turkish moms holding me tight while going around. I just standing beside them to keep people going in the direction they should.
We finish our first umrah and I can cry for a bit finally. But this image below was when we first going around Kaaba.


Day 3  ( Friday, March 17th 2017)
Agenda hari ini bebas, kami bisa pergi kemana saja atau pergi ke masjid untuk ibadah. Agenda pertama setelah bangun tidur adalah mendekat ke Ka'bah. Untuk umat Muslim Ka'bah adalah kiblat ( arah menghadap ketika ibadah) setiap menunaikan shalat kami mencari arah kiblat yang benar. Tetapi ketika berada di Masjidil Haram, masjid dimana Ka'bah berada kami hanya perlu menghadapnya dari berbagai arah. Kesempatan pertama menyentuh Ka'bah aku menangis tak henti ingat betapa banyaknya dosa yang sudah kulakukan dan banyak hal yang terjadi akhir - akhir ini. Saudi Arabia adalah negara kelima yang kukunjungi dan akan jadi yang paling penting karena ini tujuan religi.
Our agenda today is free, we can go out wherever or going out to the mosque for praying. Our first agenda after waking up was trying to approach Kaaba. For moslem Kaaba is qibla (the center of every prayer) when we perform salah we always try to find the direction to Kaaba. But when we are in Masjidil Haram, the mosque where Kaaba is we just need to face it directly from every direction. The first chance to touch it and I cry nonstop while standing there remembering how sinful I am and many things had happened recently. Saudi Arabia is the fifth country I visit already and it’s going to be the most important trip since its a spiritual trip.
Kaaba in a cloudy and dusty time
Aku mendapat kesempatan untuk shalat langsung menghadap Ka'bah hingga azkar (penjaga) menyuruh kami perempuan untuk pindah ke sisi dalam masjid. Kami mengambil resiko untuk posisi sholat dan akhirnya dapat tempat di dekat tempat zamzam untuk shalat Jumat. Ada mamak Turkey yang baik hati di sebelahku yang tak hentinya membagi cokelatnya padaku setiap beliau membuka kemasan makanan lagi. Dua jam yang berlangsung penuh derita bagiku waktu itu karena menahan pipis dan membuatku menangis kesakitan, nahan pipis sakitnya begini amat. Untung ada Arum yang menemaniku mencari toilet jauh di bagian luar masjid dan akhirnya aku ga ngompol di celana. Sisa agenda hari ini adalah ke masjid, jajan jajan dan jalan jalan di sekitaran area hotel.
I got the chance to pray in front of Kaaba until the azkar (guardian) told us women to move inside. We were gambling for the position and get the zamzam stall side to pray Jumah prayer. There's a kind Turkish mom who keep giving me chocholate everytime she's eating. It was two hours that suffer me who hold not to go to toilet and am crying really hard already. Thanks to Arum who accompany me to the toilet that faraway outside the mosque I don’t pee in my own pants then. The rest of today’s activities are going to mosque, buying some food and walking near hotel.

Day 4  ( Saturday, March 18th 2017)
Rutinitas ibadah seperti biasa, kami pergi ke masjid awal dan sebagainya. Tetapi hari ini kami ada acara tour keluar kota plus miqat untuk umrah kedua. Seharusnya kami ke peternakan unta dan museum Ka'bah jika mereka tidak tiba tiba tutup. Ah sedihnya udah jauh jauh tutup. Kami berkeliling kota Mekkah, mengunjungi Arafah di mana orang melakukan rangkaian ibadah Haji, menaiki Jabal Rahmah (dimana Nabi Adam dan Hawa bertemu pertama kalinya. Tempat ini terkenal untuk orang orang yang memohon dipertemukan dengan jodohnya, termasuk aku.) dan Jabal Tsur yang merupakan satu tempat bersejarah berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW.
The routine for prayer just like usual, going early to pray in the mosque and so on. But today we have a tour outside the city plus miqat for the second umrah. We should’ve gone to the camel farm and Kaaba museum If they weren’t closed so suddenly. Ah, it’s sad. We go around near Mecca city, seeing Arafah where people use to perform Hajj, going up to Jabal Rahmah (where Adam and Eve met for the first time and this place is wellknown for people who's wanting to find her /his spouse to be) and Jabal Tsur, one of the historical place related to our prophet Muhammad SAW.
people going up to Jabal Rahmah, where Adam and Eve met for the first time
Hal yang menakutkan untukku adalah ketika masuk ke lift bersama pria asing sebelum kami pergi tour hari ini. Daripada daripada kan mending keluar secepatnya, menghindari hal yang tidak diinginkan. Kembali ke hotel setelah tour dan cuaca berangin kencang dan berdebu tebal di sekitar masjid.
Something that made me scared was when I entered elevator with strange men in the hotel before we're going to today's tour. I prefer to go out immadiately rather than having through unwanted things.
Coming back to the hotel and it's becoming windy and dusty around the mosque.
a dusty afternoon

Day 5 ( Sunday, March 19th 2017)
Hampir hari terakhir di Mekkah, aku dan teman teman sekamarku ingin mendekat ke Ka'bah sekali lagi. Kamipun pergi lebih awal daripada hari sebelumnya, 2.30 pagi kami mulai bergegas. Aku masih bareng Arum, Mbak Esi dan Bu'e ketika mulai bergerak mendekat. Tetapi setelah beberapa menit berkeliling aku terjebak di kerumunan dekat Hajar Aswad di salah satu sudut Ka'bah. Aku terjepit di tengah kerumunan sementara teman sekamarku aku tak tahu lagi cara untuk mendekat ke mereka karena tak terlihat lagi di depan mataku. Aku tak bisa keluar dari kerumunan ataupun mendekat ke Hajar Aswad "batu hitam" yang berada di timur. Aku masih santai dan biasa saja awalnya tapi mulai menangis kencang dan menjerit setelah orang orang tetap menimpaku, menyikut, menyodok, sekujur badan rasanya sakit karena orang berdesakan. Ukuran badanku tergolong kecil dibandingkan mereka, rasanya ga karuan. Aku ingin keluar tapi malah terjepit sekitar sejam di kerumunan itu.

It’s almost the last day to stay in Mecca, me and my roommates want to get closer to Kaaba for one more time. We go earlier than days before, it’s 2.30 a.m when we started moving. I was still with Arum, Mbak Esi and Bu’e, my rommates when we start. But after several minutes going around it I am trapped near Hajar Aswad location which is in one of the corner of Kaaba position. I am stuck in the middle of the crowd while my rommates I don’t know how to get closer to them again since they disappear out of my sight already.  I can’t go out or getting closer to Al-Ḥajaru al-Aswad, "the Black Stone", that is located on the Kaaba's eastern corner. I was calm at first but then crying hard and shouted since people keep hurting my body, neck, head and even the bump the body on my tiny body. I wanna get out but just being stuck for about one hour there.


Alhamdulillahnya ada seorang mas mas yang nolongin keluar dari kerumunan, di tengah keputus asaan dan kepasrahan cuma bisa menangis. Aku akhirnya bisa keluar dari kerumunan bersama salah satu temannya dan nangis kenceng saking bersyukurnya. Kami berdua mencari tempat air zamzam sambil menunggu rombongannya. Dunia rasanya sempit banget ketika tahu mbak mbak yang bisa keluar dari kerumunan bersamaku ternyata alumni SMA yang sama :") Si mbak cerita ternyata mereka adalah sekumpulan tentara Indonesia yang bertugas di Lebanon. Kami tak berbicara banyak setelahnya karena aku harus beribadah sembari mencari teman sekamar yang entah dimana. Bahkan aku ga ketemu masnya lagi buat ngucapin terimakasih. Pindah ke sisi lain masjid aku bertemu beberapa orang lainnya yang juga kepisah dari rombongan. I'm not alone :"> Bahkan ada seorang ibu ibu yang kuantar ke lokasi hotelnya karena takut kesasar, dan ibunya ngedoain semoga cepet ketemu jodoh. Diaminin banget bu ehehe. Sempat kepikiran gimana kalau pingsan atau mati terinjak di sana, ngerinya. Dan ketika umrah ketiga aku mulai sakit meskipun tetap bergabung setelahnya. My health is collapsing.
There’s an Indonesian guy who saved me from the crowd thank God. I could get out with his friend and cried out of grateful feeling for being able to get out. Both of us walking to zamzam stall while waiting for others. World seems so small when I found out that this person went to the same high school as me :”) She told me that they’re Indonesian soldies who’s on their duty in Lebanon. We don’t talk much more after because I need to do some prayer and looking for my roommates. And I don’t even meet that guy again to thank him. Moving to the other side of the mosque I met some more lost people during Subuh time, sent one of them to the hotel and go back to my hotel after. I keep on thinking how If I passed out or lost my life there. I perform umrah for the third time after some considerations eventhough I fall sick after what happened before. My health is collapsing.

Day 6 ( Monday, March 20th 2017)
Tawaf Wada (tawaf perpisahan sebagai rangkaian terakhir umrah) hari ini setelah ada kesempatan terakhir bagi yang masih ingin mendekat ke Ka'bah dan berdoa. Mulai sedih rasanya, ga mau banget ninggalin kota suci ini, ga mau pindah dan masih ingin di sini. Say goodbye ke kota Makkah dan pindah segera ke Madinah.
Setengah perjalanan kami berhenti di rest area. Sedang duduk bergerombol tiba tiba ada seorang bapak Turki nyamperin ngasih nametag. Dikira orang Malaysia hehehe keliatan mirip banget sih ya. Mencoba menemukan nametag ibu Malaysia ini tapi aku tak terlalu yakin. Kami tiba di Madinah malam hari, seremnya dapet kamar di pojok dan gelap. Ibadah pertama kami dimulai malam ini di sini. Madinah punya hawa yang berbeda dengan Mekkah, lebih tenang dan kondusif
.
Performing the Tawaf Wada (going around Kaaba as the last sequence for our umrah) today after we’re given last chance to approach Kaaba and pray. Sad feeling emerging on my lungs. I am sad of leaving this holy place, don’t wanna move and still wanna stay. Saying goodbye to Mecca and we’re moving to Medina after.
Half of the way we stopped in a rest area. I was sitting in group when suddenly a Turkish man gave me the lost nametag to me. He thought I was a Malaysian since we look the same. I try to find the owner in Medina but I wasn’t sure If I can found her.
We arrived in Medina at night, too bad we got a room in the corner and a little bit spooky. Well our first prayer started tonight here. Medina has different vibe from Mecca, it’s calmer and more condusive.
Nabawi mosque
Al Quran museum
Day 7 ( Tuesday, March 21st 2017)
Menikmati Madinah dengan suasana menyenangkannya, masuk keluar hotel dengan lebih nyaman. Agenda kami hari ini adalah ke Jabal Magnet dan lanjut ke Museum Al Quran karena tempat lain tutup. Malam ini kami ke Raudah berbarengan, jamaah laki laki dan perempuan dipisah di Nabawi. Raudah adalah salah satu tempat mustajab yang Allah kabulkan doa hambanya ketika dipanjatkan disana. Berjalan ke sekitar Madinah adalah hal yang paling menyenangkan.
Enjoying Medina as its finest, going in and out then coming back to hotel in more comfy way. We have a tour to Jabal Magnet today and continue the trip to Al Quran Museum since other places being closed. Tonight we’re going to Raudah together, we're being separated for men and women.  Raudah is one of the efficacious places where people’s wishes being granted as Allah promise. Walking around  Medina is one of the nicest thing.
Nabawi in afternoon

Day 8 ( Wednesday, March 22nd 2017)
Menghabiskan waktu di Madinah hanya dalam dua hari adalah hal yang menyedihkan. Aku masih tak ingin pergi, masih kurang sekali rasanya hanya dalam waktu sesingkat ini. Berjalan di sekitar Nabawi, jajan jajan dan jalan keliling pasti lebih menyenangkan kalau kami tinggal lebih lama. Pagi ini aku sengaja melihat payung Nabawi terbuka, ah bahagiaa. Tujuan tour kami hari ini adalah Jabal Nur, Jabal Uhud dan Kebun Kurma setelah mengunjungi Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah.
Spending time in Medina for only two days is sad. I still want to stay more and enjoy the calm mood there. Walking around, eat several food and enjoy the area near Nabawi mosque will be nicer If we have more time. This morning I could enjoy the view of Nabawi mosque’s umbrella to open. We have a tour today to visit Jabal Nur, Jabal Uhud and Dates Field after visiting Quba Mosque, the first mosque that our prophet built.
Quba mosque
Satu persatu peserta tour mulai sakit, kondisi tubuh yang tidak siap dengan perbedaan iklim Saudi dan Indonesia adalah salah satu penyebabnya. Sunset terakhir yang kusaksikan di Madinah hari ini adalah salah satu alasan aku dan Arum memisahkan diri dari rombongan dan memilih untuk jalan sendiri berkeliling.
One by one the tour participants start to fall sick, our bodies aren’t ready for the different climate between Saudi and Indonesia. It’s the last sunset I’m going to see in Medina so I better walk around more and enjoy the city than joining the tour. I prefer to go around with Arum and just wandering around.


Day 9 ( Thursday, March 22nd 2017)
Harus pergi pagi pagi buta dan inilah akhir dari umrah pertamaku. Kami meninggalkan Madinah menuju Jeddah untuk city tour. Kalau boleh milih aku masih mending sedikit lebih lama di Madinah. Tujuan kami hari ini ke Masjid Terapung, makam makam, dan Laut Merah dimana Nabi Musa dulu membelah lautan. Menikmati kota Jeddah dalam beberapa jam sebelum penerbangan ke Abu Dhabi, well ini menyedihkan. Masih ga mau pulang banget ini mah. Waktu transit yang termasuk lama membuatku tak bisa hanya duduk dan tidur tiduran, kesempatan untuk makan dan mandi di bandara sementara yang lain tepar. Dan dalam 5 jam transit ini, aku dan Arum keliling keliling daripada cuma ndekem.
We have to leave early and the umrah trip reached the end already. We leave Medina and move to Jeddah for a city tour. I’d rather stay longer in Medina than Jeddah If I can choose. Our destinations for today are Floating Mosque, the tomb, and Red Sea where prophet Musa cut across the ocean. Enjoying the city of Jeddah for couple hours and ready to catch a flight to Abu Dhabi. Ah it’s sad, I don’t wanna go back this soon. The transit seem longer so it’s better eat and take shower in the airport while everyone’s still sleeping. And during our 5 hours waiting, I walked around the airport with Arum. Better than going nowhere and just sleep.
Red Sea
Day 10 (Friday, March 23rd 2017)
Akhirnya mendarat di Jakarta dan semua sudah berakhir. Semoga segera orangtua dan nenek bisa menyusul. Ketemu beberapa teman kuliah di bandara hahaha sempit aamat dunia
Now I landed safely in Jakarta, it’s really the end of this spiritual journey. Hope soon my parents and grandma could go there :”) I met several friends of mine in the airport hahaha small world really
Overall perjalanan spiritual berarti satu langkah besar yang kuharap bisa mengubahku ke arah kebaikan dan membuat hidup lebih baik, menjadikanku orang yang lebih baik dan bersyukur. Semoga Allah mengabulkan semua doa yang telah dipanjatkan di dua kota suci dan aku bisa kembali lagi kesana. Baek baek ya dompet yang udah dedel duel, semoga semua membaik segera. Amiin!
Overall spiritual journey means one big step I wish could change my life better after, turn me into better person and living a better life and become more grateful. May Allah grant all the wishes that were being said in two holy cities and I could come again :")) Be well dear crying wallet, hope everything get better in time.
Ameeen!

Cheers,
Travelanggi