Tampilkan postingan dengan label Hometown. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hometown. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 April 2017

Going Back Hometown

   As a person who rarely come home, once I go back is one thing I should spend in good way. Being in different temperature place than my current city now, Balikpapan this body begins to adapt again. I use to sleep using no blanket, while at home I'll be using it the whole day.
Taking the mid day flight to Jogjakarta on second week of April, I continue the journey after by using a bus to Magelang city and take another ride home. What a loong long journey to go on. I was sitting uncalmly in the bus when my cousin offer me to go with her on motor ride and I just agreed. And here it is the wet motor riding from Magelang to our home, Grabag due to hard rain. We enjoy it so much, getting soaked by the rain and ride the motor peacefully.
Spending three days at home, having too many things to do I almost not having much time at home. Attending wedding, going out here and there and taking pictures around the village were the happy things I could do back then. Going to the rice field with my cousin, Gilang we had a nice time going around the village and eat many food we couldnt get in the city.
Our hometown, Grabag is a district in the eastern area of Magelang Regency which surrounding the city. Mostly, the people work as farmer but now they aren't just farming but working in many areas. Here are the pictures I took during the long weekend am coming home.
Balikpapan from the height
hai granny
halo abaang~~
when green greets the morning dew
typical view in hometown
the loggs
mountain view, isn't it beautiful?
cheers
human interaction in the kitchen
from cafe ala ala in my Grabag district
Hussain going to school
when the sun about to go up
making expression
the "budhe"
mom and dad
See you again,
Cheers,
Travelanggi

Kamis, 05 Januari 2017

Menilik Air Terjun Sekar Langit, Air Terjunnya para Bidadari

   Pernah mendengar legenda Jaka Tarub mencuri selendang bidadari? Jika pernah mungkin anda tak akan mengira air terjun yang dimaksud adalah air terjun yang terletak di sebuah desa dekat rumah saya *ga penting*. Terletak di Kabupaten Magelang, lebih tepatnya di kaki gunung Telomoyo dan sebuah daerah bernama Telogorejo di Kecamatan Grabag air terjun yang airnya segar alami dari mata air pegunungan ini menyedot banyak pengunjung tiap tahunnya. Banyak yang tertarik untuk datang karena penasaran dengan tempat yang melegenda karena cerita selendang bidadari ini. Pun sebagian datang karena memang menyukai wisata alam dan ingin sekedar cebur -ceburan mandi di air terjun.
5
air terjun yang ramai pengunjung
Terletak di kaki gunung tak membuat akses ke air terjun ini susah, ada angkot tersedia ke lokasi wisata ini meskipun terbatas. Lebih disarankan menuju Air Terjun Sekar Langit dengan kendaraan pribadi. Sepanjang perjalanan menuju Sekar Langit mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan hijaunya sawah dan alam asri yang masih membentang di pedesaan. Cukup menghibur untuk kaum urban yang sesak melihat ramainya kota.
1
jalan setapak menuju air terjun yang rindang pepohonan
Hanya dengan tiket masuk seharga 3ribu rupiah, pemandangan alam air terjun sudah bisa kita nikmati. Plus bisa main air dan mandi mandi sepuasnya di aliran air terjun dan sepanjang aliran airnya. Kapan lagi ke tempat wisata alami hanya dengan HTM yang sedemikian murah? ;)

3

Sabtu, 14 Mei 2016

Memandang Ambarawa dari ketinggian Eling Bening

   Liburan identik dengan jalanan macet, tempat wisata yang penuh dan suasana terlewat ramai di berbagai tempat. Sebagai seorang perantau yang sedang pulang kampung, tidur rasanya lebih menarik daripada harus bersesak sesak pergi ke tempat - tempat yang membludak tersebut. Tapi janjia bertemu teman lama menyeretku mengunjungi salah satu dari tempat ramai yang tumpah ruah pengunjung ketika liburan tiba.
         IMG_20160507_121124
   
 Bermodalkan GPS yang membuat kami nyasar, aku dan Balqis akhirnya lebih mengandalkan bertanya ke penduduk sekitar. Eling Bening, sebuah tempat makan yang menjual view Ambarawa dari ketinggian ini memang baru buka dua bulan lali, tapi daya tariknya mampu membuat pengunjung rela bersesak ria untuk mendapatkan foto hits kekinian.

IMG_20160507_121037
IMG_20160507_121034
   
 Dari segi lokasi, tempat wisata ini tak terlalu susah diakses, tetapi ketiadaan plang penunjuk jalan mempersulit pengunjung yang ingin datang. Dari segi harga dan kualitas makanan, tempat ini tak terlalu recommended menurutku. Rasa makanan yang ditawarkan tak sesuai dengan harganya yang bisa terbilang mahal, bahkan untuk masuk ke tempat ini pengunjung dikenakan karcis layaknya menuju tempat wisata yang cukup lumayan. Semoga pembangunannya segera selesai dan kualitasnya semakin diperbaiki, terutama menu makanannya.

IMG_20160507_111954  salah satu menu yang tersedia

   Untuk view yang ditawarkan, Eling Bening memang juara. Pemandangan persawahan dan pepohonan hijau kawasan Ambarawa terlihat jelas dari ketinggian lokasi wisata ini. Pantas saja pengunjung membludak ingin berfoto. Meskipun harus berpanas panas pengunjung lokasi wisata ini bisa berfoto di berbagai spot yang disediakan. Tak terkecuali aku dan Balqis, kami ikut serta dalam barisan para pemburu foto hits. Biar kekinian :"

P_20160507_115722_BF
P_20160507_120028

Hello from the height of Ambarawa :D
Cheers,
Anggi Restiana

Jumat, 25 Desember 2015

Ana’s Wedding and Mini Reunion

taking groufie with the newly wed
 Pulang kampung bukan di libur weekend panjang Natal dan tinggal sendiri di kala orang – orang pulang adalah pilihan yang harus kujalani. Bisa sih pulang lagi pas libur Natal, tapi itu terlalu berlebihan rasanya dua minggu berturutan pulang kampung padahal kantong mulai mengering. Jumat pagi pulanglah aku lewat penerbangan ke Semarang setelah lari – larian karena last call dikumandangkan, tas putus dan just in time pesawat bersiap untuk terbang. Sampai Semarang dalam keadaan telinga semakin luka, hari masih panjang dan kecapekan luar biasa sampai akhirnya membuatku harus menunda pulang karena hujan deras tak kunjung usai. Sabtu pagi pulang ke rumah sebentar, tidur – tiduran dan harus segera siap siap kondangan.
   Going back to hometown not in the Christmas long weekend and stay alone while everyone’s going home is the choice I’ve made. I can go home again actually, but it seems too much wasting for money while my wallet’s running out of money. Friday morning I came home via Semarang after running in the gate since last call was being announced, broken bag, and just in time the aircraft was being ready to take off. My ear hurt even more after landing, feeling exhausted and I had to pushed back the going home plan and stay the night. It was raining hard outside. Saturday morning jumped out the bed and went home, get ready to attend the wedding.






   Ana, anggota kos Paus Jelita yang akan melepas masa lajang pertama kali. Piala bergilir kosan dan IKMM sudah disiapkan, dengan rencana mendadak akhirnya kami tujuh lajang lainnya menyewa satu mobil agar bisa datang bersama. Maklumlah, adek punyanya motor bang, ga lucu kalo nanti udah cantek cantek luntur kehujanan. Aku, Handay, Reni, Maya, Ichi, Putya, Arlin berangkat bersama, bahagia ya di hari pernikahan salah satu penghuni kosan kami lengkap berdelapan, dengan status salah satu jadi istri orang sekarang. Jalanan sempat macet dan kami datang ketika acara sudah separuh jalan. Another reunion yang membuatku terharu adalah bersatunya geng badung kpp 533, bahagia banget ketemu manten, Bunga, Etu, Swasti, mbak Napis, mbak Atri, Soniya, sama mbak Enggar. I am so grateful that I come home and see them. Walaupun cuma sebentar Alhamdulillah tali silaturahminya bisa disambung sambung. Selamat menjalani status baru Ana, semoga yang lain segera menyusul.
   Ana, Paus Jelita’s member will be the first to get married. Our Paus wedding trophy and IKMM had been prepared, with sudden plan us seven attend the wedding together riding a car. It’s not funny If we all dressed up and get wet under the rain hahaha. Me, Handay, Reni, Maya, Ichi, Putya, Arlin come together, we’re so happy that eight of us reunited while one of us is the bride. Almost get stuck in the traffic and finally we can arrive just in the half time. Another reunion that made my day was the reunion of geng badung 533, I’m sooo happy to see the bride Ana, Bunga, Etu, Swasti, mbak Napis, mbak Atri, Soniya and mbak Enggar. I am so grateful that I come home and see them. Eventhough its for a while, Alhamdulillah we’re still being connected. Have a happy new status Ana, hope others can go the same way soon. 



 
   Seusai acara, rencana jalan jalan kami batal karena cuaca mendung tak karuan dan pak supir yang keburu pulang. Akhirnya aku, Reni di rumah Handay menunggu hujan reda, kami ngeteh ngeteh sambil ngobrol. Dan kami seakan lebih sibuk dengan hp masing – masing, sorry for unconsciously unaware of our surroundings.
   After the wedding, our hangout plan should be cancelled due to the bad weather and our driver unability to take us there. Finally me and Reni stay at Handay’s place while waiting for the rain to stop, drinking our tea and having kind of chitchat. It seems like we’re being busy playing our own smartphone that turns us to be dumbass, sorry for unconsciuously unaware of the surroundings.


Tersisa sisa hari Sabtu ini sekian jam saja dirumah, dan hari Minggu yang terpotong setengahnya. Sebelum kembali ke perantauan, pagi – pagi ibu pamit berangkat kerja. Anyyeong mom, sampai ketemu lagi taun depan. Hari ini kejar waktu untuk ketemu sahabat lama, bahagianya ketemu Balqis dan Eni walaupun status kami sekarang beda. Yang satu emak beranak satu, satunya mbak mbak bank kece, dan satu lagi belajar istiqomah jadi cewe, toh kami tetap bisa berteman baik apa adanya sampai sekarang. So far geng kami mreteli pun tak masalah, sepuluh tahun sudah tapi rasanya masih sama, ngobrol dan membahas topic apapun tak ada canggung sama sekali. Time flies ya, obrolan kami pun sekarang berkembang seiring bertambah tua.
Half day of Saturday left, and Sunday will give me several hours to stay before coming back on board. My mom should go to work today, annyeong mom, see you next year. Today’s agenda I go to see my mates, old school besties, Balqis and Eni. I’m so happy to meet them although we have totally different status. One is a mom, another one is a pretty bank worker, and me as the one who’s trying to be feminime could stay friends no matter what. So far our gang isn’t complete anymore but its okay, ten years passed by and it still the same, we can always talk about everything and never feel awkward. Time flies seriously, our topic changes since we’re growing older.


Tersisa sejam waktu sebelum ke Semarang, pamit ke sana sini, packing dan ngebut ngejar bis. Sempat selfie sebentar sama bapake, galau galau sedih karena lagi lagi pulang hanya dua hari. I’m coming back on board, to Borneo. Semoga pulang tahun depan barokah ya, walaupun ancaman pengurangan tunjangan di depan mata.
One hour left before going to Semarang, packing, saying goodbye and rushing my way to chase for the bus. Taking selfie with dad sadden me even more that I only come home for two days. I’m coming back on board Borneo. Hope next year it gets better, although our salary will be pressed.

Sampai ketemu lagi Jawa, gotta miss you much.

See you again Java land,


Kisskiss,
Pendudukmu yang sekarang tinggal di pulau seberang
Your people who live across the land



Selasa, 17 November 2015

Short Kondangan Trip to Hometown

   November, tepat setahun setelah awal magang dan ijin cuti sudah bisa kami nikmati bulkan ini, seharusnya. Tapi kenyataan berkata lain, di saat waktu kami pertama boleh cuti, disitu pulalah larangan cuti di akhir tahun ini datang. Ya, penerimaan negara yang belum tercapai sesuai target alasannya. Jadi, pulang sampai jam 7 malam pun akhirnya tak menjadi pertimbangan kami untuk tetap boleh cuti, tiket sudah terlanjur dibeli, duh bingung lah ini. Kebingungan tidak berhenti sampai di sini, bertambah ketika ada dua acara lain yang terancam bertabrakan, ICV (acara kantor) dan trip ke Pulau Bala Balagan yang sudah diwacanakan.

   Bermodal uang SPD diklat yang cair, berangkatlah aku pulang ke rumah. Bayar utangnya nanti nanti dulu ya, pokoknya pulang dulu, udah sekian bulan belum ketemu orangtua, jauh pula. Naik pesawat yang sebenarnya karena terpaksa harus maskapai dan rute ini, dan delaay seperti biasa, rencana di Jogja bubrah, waktuku hanya cukup untuk ketemu Dek Herb makan, beli baju dan pulang ke rumah dijemput adek, baik banget ya dijemput sampai Jogja motoran pula :">

Sampai rumah teparlah sampai Sabtu paginya, ternyata tekanan darah naik drastis waktu kucek ke dokter, padahal malamnya kondangan ke Jogja, setelah napping dua jam minum obat siap ga siap aku berangkat ke jogja. 
   Jalan Magelang Jogja menyenangkan buat yang ga bisa bawa kendaraan pelan, sayangnya ini motor sudah menua, dia ga bisa cepat kaya waktu pertama. Setelah menempuh sesaknya jalanan Jogja masa kini, dan kesasar dua kali dengan bodohnya, tersisa waktu kurang dari satu jam untuk jemput Herba yang akan menemaniku kondangan dan beli batik di Bringharjo, tahankyou so much deek. Sering banget tak repotin kalo ke Jogja. Didandani karena memang aku belum pinter dandan, ditemenin kondangan dan kami dua cewek berpakaian kondangan motoran kiwir- kiwir tersapu angin Jogja.


   Walaupun lumayan telat datang, bahagia ga ketulungan waktu menyalami pengantin di pelaminan, ya ampun Reyza udah jadi istri orang officially, one more friend move on to the next step. I'm sooo happy to see her on her day.Happy wedding dear Reyza and mas Rajev, hope you get a blessed marriage life!
Cipika cipiki, foto, selfie dan makan, setelah ketemu teman angkatan yang kebanyakan kaget karena tau aku datang, balik ke rumah Herba dan aku langsung pulang ke rumah demi ngejar ketemu ibuk karena hari Minggu kami ga bisa ketemu, si ibu kudu cari uang, jadi cuma setengah hari lebih dikit aku di rumah.

   Minggu pun berlalu dengan cepat, cuma sempat ke pijat langganan, beberes barang, ketemu sodara cuma beberapa pamitan, dan pergi ke Semarang ngebis dianter bapak. Duh aku sedih rek pulang cuma sebentar dan ga sempat bawa barang berarti kecuali barng pribadi yang sengaja ngangkut banyak dari rumah.



   Minggu sendu, mendung, penerbangan delay, cuma sempat ketemu sepupu bentar, akhirnya pergi lagi meninggalkan pulau Jawa. See you soon next month, another kondangan :)))

Kondangan fighter,
Anggi


P.S : Jangan tanya kapan bikin acara buat dikondangin.