Tampilkan postingan dengan label Rafting and Beachwalking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rafting and Beachwalking. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Maret 2017

Derawan Cloudy Trip (February 25-27th 2017)

   Memasuki tahun kedua tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur tak sah rasanya jika tak mengunjungi objek wisata terkenal di Kalimantan Timur, Derawan! Malu rasanya jadi warga Kaltim hampir dua tahun tapi tak  sekalipun berkunjung ke kepulauan cantik ini. Garis pantai biru dan keindahannya yang sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia membuat turis terus menerus berkunjung ke sana. Tak hanya dari dalam negeri bahkan luar negeri pun ramai pengunjung berbondong bondong datang. Cottage - cottage semakin banyak berdiri menawarkan keunggulan masing - masing untuk tempat menginap.
Entering the second year I stay in Balikpapan, East Borneo it's gonna make me feel uncompleted If not going to East Borneo's popular island, Derawan! What a shame staying inj East Borneo for almost two years already but not even once going there. Blue coastline and its beauty has been wellknown in all over this country even foreign tourist keep coming to visit. Many cottages were built to grab the tourists to spend the night there.


Akhir bulan Februari ini, aku bersama geng Explorer ( yang tidak sengaja dibuat atas dasar sama sama butuh teman jalan) memutuskan untuk ke Derawan bersama setelah tahun kemarin ke Palu Donggala liburan tahun baru. Well, mungkin datang ke Derawan ketika bulan bulan peralihan cuaca bukan ide yang terlalu bagus, setidaknya perjalanan yang kami rencanakan ini terlaksana dengan cukup lancar meskipun diselingi beberapa hal yang terjadi. Ya namanya juga perjalanan, kita bisa merencanakan tapi ga bisa memaksakan semua hal berjalan sesuai rencana awal.
End of this February, me and Explorer geng (which was made based on our travelmates need) decided to go to Derawan after last year spending time in Palu Donggala for new ywar eve. Well, maybe coming to Derawan in transition weather is not so good idea, at least our trip was good enough although not all plan could be done.

   Setelah mempertimbangkan selisih harga dan manajemen resiko perjalanan, kami mengambil paket tour yang ditawarkan sebuah agen travel di Balikpapan, hampir sama sih dengan ngeteng sendiri. So it's all about preference, monggo semua tergantung selera mau ngeteng mau pake travel hampir sama sih. Untuk kami waktu itu ambil paket 3 hari dua malam, Sabtu sampai Senin 25-27 Februari. Biar agak beda sama orang lain biasanya Jumat sampai Minggu hehe.
After comparing the price and managing the risk, we took a tour package by Balikpapan based travel agent, almost the same with using no travel ag. So, it's all about preference, it's up to you. For us, we take the 3 days 2 nights package, Saturday until Monday February 25-27th. Unlike other person who take Friday to Sunday package LOL.

 

Day 1 (Sabtu, 25 Februari 2017)

   Perjalanan dimulai setelah riweuh kumpul di bandara dan berangkat terpisah. Aku dan Mbak Restie nongkrong dulu di lounge BRI sarapan sekalian bungkusin roti buat sarapan yang lain :"" Bahagia sekali mau liburan ke pulau yang jauh dan main air sepanjang waktu. Perjalanana dengan pesawat hanya 40 menit dilanjutkan dengan perjalanan darat yang memabukkan selama tiga jam, rombongan dibagi ke dua mobil karena jumlah peserta delapan orang. Sampai di dermaga kami berpindah ke speedboat untuk menyeberang langsung ke pulau Derawan. Alhamdulillah samapai dengan selamat setelah berteriak kesetanan karena abang drivernya ngebut dan aku ketakutan setengah mati.
Our trip started after chaos for gathering in airport and go separately. Me and Mbak Rest having breakfast in BRI lounge and pack bread for others :"" So happy we gotta go to far away islands and play in the water most of times.  The 40 minutes flight continue with three hours driving that makes us dizzy, our group divided into two cars since we are all eight people. Arriving in dock we moved to speeadboad that bring us directly to Derawan island. Thanks God we arrived safely after shouting and going crazy since the driver speeding up and I was scared like crazy.
jump jump jump
feeding the fishes
ready to snorkel
   Cottage kami cukup nyaman dan bersih, setelah makan siang dan gegoleran di kamar kamipun mulai kegiatan snorkeling pertama kami berenang sambil memberi makan ikan. Oke kegiatan selanjutnya setelah mandi dan beberes adalah jalan ke dermaga untuk melihat sunset. Yeay happy! Kondisi Derawan tak terlalu ramai, malah terhitung sepi daripada ketika musim puncaknya liburan. Ya iyalah ini cuaca bukan pada puncaknya musim panas dan masih peralihan. Sebaiknya datanglah ke Derawan ketika April atau Mei ketika cuaca sedang bagus bagusnya.
Our cottage is nice and clean enough, after lunch and getting relaxed in our room, it's time for our first snorkeling and feeding the fish. Oke next agenda after cleaning up is that we are seeing sunset. Yeay happy! Derawan wasn't crowded last time we went there. Due to the transition weather and it's not summer time holiday. Better come to Derawan on April or May when the weather in the nicest condition.
hello sunset

Day 2 ( Minggu, 26 Februari 2017)

    Hari ini agenda padat merayap. Setelah semalaman tidur di atas cottage yang bergoyang goyang (karena berada di atas air, bukan karena kamar sebelah pasangan baru yang sedang bulan madu lho), kegiatan kami seharian akan full hopping island dan dimulai dari setelah subuh. Meskipun agak kesiangan dan berpindah dari satu keramba ke keramba lain untuk melihat lokasi hiu paus, akhirnya dapat juga kesempatan kami melihat si  hiu paus. Sempat khawatir karena mendung gelap menggantung dan juga sempat menghilangnya si hiu paus setelah dua orang pertama turun ke air, Mas Angga dan Icang. Setelah beberapa menit berenang tanpa kepastian akhirnya si hiu paus yang lucu muncul di bawah permukaaan kakiku, agak takut tapi bahagia dan mules yang kurasakan sepanjang naik speedboat hilang setelah melihatnya.
Today's agenda will be full. After spending the night in the moving cottage (because it's above the water, not because the room beside is a newlywed couple), our fullday activities will be hopping islands and started after subuh. Although we were a bit late and move one to another fish farms to see the whale shark, finally we got to see it. A bit worried due to the cloudy day and the disapearrance of whale shark after two first persons jumping to the water, Mas Angga and Icang. Several minutes swimming uncertainly finally here it comes the whale shark under my feet, a bit scared but happy I feel and my stomachache disappear after seeing it.

   
   Kembali ke cottage dan melihat segerombolan hiu, eh lumba lumba berenang. Sayang kamera nggak canggih nyettingnya, jadi foto dan video blur keterlaluan :( Belajar fotografi lebih lagi ya Nggi, capture all moments perfectly pliss. Setelah sarapan dan melihat rombongan cottage sebelah yang bersiap scuba diving, kami menuju sangalaki untuk melihat tukik dan berbasah basah kesenangan di pantai. Agenda yang tak kalah menyenangkan adalah berenang bersama ubur - ubur lucu yang lunak dan tidak beracun di Danau Kakaban. Sebisa mungkin hati - hati ya guys ketika berenang di danau, jangan sampai kakimu menyepak ubur - ubur lucu yang mudah mati ketika terlepas dari badannya ini. Pelan pelan bergeraknya, jangan pakai fin atau kaki katak ya buat yang terbiasa memakainya.
Going back to cottage and see groups of sharks, I mean dolphins swimming. Sadly I am too much for being amateur and the pics not so clear :( Please learn photography well Nggi, and capture all moments perfectly please. After swimming and see the other groups in neighbour cottage preparing for scubadiving, we're going to Sangalaki to see turtles and playing in the beaches. Other nice activity was swimming with the cute yet soft and toxicless jellyfishes in Kakaban Lake. Be careful when swimming there, watch your steps and don't make rude move so you don't kill it incidentally. Don't use fin for the one who usually use that.
jellyfish!
haeee
   Sayangnya keceriaan kami setelah berenang di Kakaban dan makan siang bersama harus berubah menjadi scene menegangkan setelah guide kami terkena ikan beracun. Syukurnya tak sampai pingsan meskipun sampai kaki bengkak dan terlihat kesakitan. Kami melanjutkan perjalanan ke Maratua yang seharusnya dilanjutkan ke Goa Haji Mangku yang bisa dikunjungi hanya ketika air pasang. Mungkin belum rejeki ya, ketika sampai di Maratua hujan deras ngeri mengguyur, cuaca cukup buruk sambil menunggu hujan agak reda kami berteduh di cottage pesaing Maratua Paradise Resort sambil menunggu guide kami dibawa ke ahli pengobatan di pulau. Karena keadaan guide kami yang semakin memburuk diputuskanlah untuk kembali ke cottage daripada semakin buruk. Suasana tambah ga enak ketika ternyata dry bag guide kami ketinggalan di Maratua dan nyetir speed ngebut ga karuan. Duh mau nangis rasanya. Well, rencana hopping island hari ini berakhir lebih awal dari seharusnya. Karena bosan kami berenang di pelataran cottage yang banyak bintang lautnya. Lumayan kan daripada ga ke mana mana.
   Sadly our happiness after swimming in Kakaban and having lunch tured out to be tense scene after our guide getting hurt by poisonous fish. Luckily he didn't faint but getting his left foot swollen and painful. We continue our agenda to Maratua and Goa Haji Mangku which we plan to go but sadly we didn't make it to go there. Maybe we were in such a bad luck, raining hard in Maratua, scarry weather and while waiting for our guide to get treated we were staying in Maratua Paradise Resort competitor. The condition going worse after it was decided we're going back to Derawan since our guide get worse condition and the dry bag was left in Maratua. Our other guide drove the speedboat like crazy oh maan. Well our hopping island today should end earlier and we dont know what to do next. We were swimming near the cottage, well better than not going anywhere.
stormy yet scarry rain
Puas bermain air kami berjalan keliling Derawan, sekedar haha hihi, jajan jajan makanan khas Derawan yaitu sambal kima dan makan ikan. Agenda malam hari ya cuma makan denger musik dan tidur cepat :"""
Enough for playing we go walking around Derawan , snacking and eat Derawan local food, sambal kima and fish. Our night agenda just eating, listening to music and sleep early :"""

Day 3 ( Senin, 27 Februari 2017)

   Hari terakhir di Derawan, snorkeling lagi dan lagi karena kemarin ada tempat yang terpaksa tidak dikunjungi. Setelah sarapan nasi goreng Derawan, cieee main air berlanjut hingga hari menjelang siang. Tujuan kami pagi ke Taman Laut Si Billy Derawan dilanjutkan menuju Gusung Pasir dan hujan deras. Lagi dan lagi yanasib.
Persiapan kami perjalanan menyeberang ke Tanjung Batu agak molor karena beberapa hal, dan bapak pemilik cottage yang mengantarkan kami langsung ke dermaga dengan kecepatan penuh. Mulut cuma bisa komat kamit berdzikir sambil sesekali berteriak histeris saking kagetnya. Ya Allah, sumpah ini perjalanan super :" Dilanjutkan perjalanan darat kami selama tiga jam diiringi hujan deras, subhanallah berkah banget ya hujan dereas. Untung udah perjalanan pulang.
Muka cemong berantakan dan kami masih menunggu pesawat datang. Syukur alhamdulillah sampai di Balikpapan dengan selamat dan hari cukup cerah. Malamnya kami kumpul lagi untuk rekonsiliasi file foto foto selama perjalanan dan ngemil ayam goreng KFC.
  Last day in Derawan, snorkeling again and again after yesterday's chaos. After eating nasi goreng Derawan, getting into water until halfday. Our destination was Taman Laut Si Billy and Gusung Pasir and it's raining hard. Again and agaiin ohmaaan.
Well our plan to Tanjung Batu being delayed due to several factors, and the cottage owner drove us to Tj Batu in full speed. What I could do is shouting and praying. Oh man, it's crazy. Super journey, even after we got into the car and go to three hours cardriving it's raining hard. Lucky it's our way home. Our tired and messy faces and still have to wait for the flight. Lucky we arrived in Balikpapan safely and the weather was nice. We made a gathering at night for photo files reconciliation during the trip and eating KFC chicken.
hello geng Derawan
terumbu karang nan cantik di Derawan
Sampai ketemu lagi Derawan, sampai jumpa lagi geng Derawan! I'll see you again :)))
See you again Derawan, see you again geng Derawan! I'll see you later :)))



Cheers,
Travelanggi

Jumat, 25 November 2016

Travelanggi in Perth ( Australia Trip Part 1)

    Berawal dari solo trip birthday runaway sebelumnya, keinginan untuk melakukan solo trip lainnya semakin menguat. Berbekal tiket one way KL - Perth yang akhirnya kubeli setelah gagal mendapat promo Air Asia lainnya, Australia trip ini benar benar masuk ke rencana.
Started with solo trip birthday runaway before, the will to do solo trip just getting bigger. With one way ticket KL- Perth I bought after not getting another Air Asia promo, this Australia trip is getting in to the plan.
I finally challenge myself to continue the solo trip mood rather than going together :">
dscf0593
sunny day
   Setelah melalui beberapa fase dan compromising, merasakan rempongnya ngumpulin dokumen untuk apply visa, dan susah payahnya ngumpulkan uang di rekening (plus dapat pinjaman untuk menggendutkan saldo), alhamdulillah dua minggu penuh kesan akhirnya terjadi. Rangkaian trip ke tiga kota mainstream di Australia ini kuawali dari bagian barat, Perth City! Rencana awal adalah trekking bareng teman kuliah ke Kalbarri National Park yang harus gagal karena timing yang tidak pas. Well salah perkiraan dan sukses mengobrak abrik keseluruhan rencana sukses membuatku kecewa patah hati. Luckily I choose to join one day trip yang sukses membangkitkan mood lagi.
   After many phases and compromising, the difficulties in collecting the documents for visa apply and how hard it was to collect the money (getting the loan for stabilizing my bank account), alhamdulillah two weeks full of stories happened. The trip to three mainstream cities in Australia started from Western part, Perth City! The initial plan is trekking to Kalbarri National Park but the timing wasn't possible. Wrong prediction ruined the whole plan and broke my heart sucessfully. Luckily I choose to join one day trip which boost my mood after.
dscf0602
heal the broken heart with this!
Sementara patah hati karena Kalbarri, trip 5 days in Perth kususun ulang lagi. While brokenhearted of Kalbarri, 5 days trip in Perth is being rearranged. Here what I did there back then.
Day 1
14729402_10207677535836416_6547587748017510543_n
dearest sunrise
First sunrise to see in Australia, I'm so happy! Tiba di kota pertama dengan suhu yang ternyata masih 9 derajat Celcius ini sukses membuat hidungku mbeler. First thing to do setelah sampai adalah beli Simcard lokal, yep kebutuhan primer buat si tukang nyasar sepertiku demi koneksi internet dan komunikasi lebih lancar. Menuju hostel yang berada di kawasan Perth CBD dengan bus berjarak tempuh satu jam ini sukses membuatku bahagia
*ndeso banget ngga papa ya maklum baru pertama ngerasain musim semi* . Hostel untuk dua malam ini adalah Backpack City and Surf, yang paling murah nemu di situs booking hahaha cewek murah dasar. Gapapa tinggal di tempat murah yang penting orangnya ga murahan. Dan ternyata tinggal di tempat yang sama kaya temen, sempit banget yaampun dunia ketemunya lu lagi lu lagi.
First sunrise to see in Australia, I'm so happy! Arrived in the first city with 9 degrees Celcius temperature sucessfully made my nose running. First thing to do after arrival is buying the local Simcard, yep primary needs for easily get lost people like me and for better internet connection and communication. Going to my hostel in CBD area within an hour bus riding made me totally happy *please forgive me for being too happy, this is my first spring hehe*. Backpack City and Surf is the place to stay for two nights, the cheapest I found on booking.com hahaha cheap minded girl. As long as I'm not being cheap it's fine to stay in cheap place. And I met my friend there, oh man what a small world, again and again.
dscf1064Agenda hari ini adalah keliling kota naik bus gratisan a.ka Perth CAT Bus, berjalan keliling kawasan Northbridge adalah hiburan tersendiri. Karena jalan kaki di negeri sendiri tak senyaman ini, bahkan mendengar bunyi traffic light udah bikin hepi
*norak yoben. Seharian berkeliling kota dengan cuaca Perth yang sungguh bikin kulit keriput kering kedinginan cukup menghibur untukku. Tengah hari perut keroncongan ini membawaku ke restoran Indonesia Indah yang menjual aneka makanan Indonesia, ya jelas lah. Sepiring nasi ayam dan terong alhamdulillah memberi tenaga untuk berkeliling seharian. Well, dengan bus gratisan banyak objek bisa dikunjungi hari ini, Western Australia Museum, Perth Mint, Bell Tower, Gedung Parlemen, Tourism Center, St Marry's Church, any place for hop on and hop off today diselingi dengan banyak jalan kaki yang tak pernah membuatku bosan. Cuma dinginnya aja yang bikin ndak tahan, sisanya lanjuut jalan!
dscf0573
Perth mint
Todays agenda is to go around the city using Perth CAT Bus, walking aroung Northbridhe area is another happy factor. Going everywhere on foot in my own country is not this comfortable, even hearing the traffic light sign already make me happy. The whole day walking with Perth weather like this is really amusing to me. During the lunchtime my hungry tummy bring me to Indonesia Indah, an Indonesian restaurant. A plate of rice, chichken and eggplant boost my energy after walking along. Well, using the CAT bus I get many places to visit today, Western Australia Museum, Perth Mint, Bell Tower, Gedung Parlemen, Tourism Center, St Marry's Church, any place for hop on and hop off today plus walking around never gets me bored. It's just the weather made me a bit uneasy, no more problem!
Malamnya didatengin kakaknya temen dan dibawain ayam segelundung plus nasi, hepi!
At night my friend sister came and bring me the whole chichken and rice, happy!
Day 2
dscf0636
playing with the kangaroos
Hari kedua adalah one day trip yang kuikuti dengan paket trip menuju Nambung National Park dan Caversham Wildlife Park. This is my most favourite part so far, karena Kalbarri nya gagal. HAHAHA! Why I choose this? Alasan pertama karena akses kendaraan ke beda wilayah susah, kecuali bisa nyetir dan sewa mobil sendiri, jelas ngga mungkin. Alasan kedua adalah keinginan buat foto sama kangaroo dan koala secara langsung bisa diakomodir dengan rapi tanpe perlu kerepotan mengejar mereka ke alam liar sesungguhnya.
Second day was one day trip I joined with tour package to Nambung National Park and Caversham Wildlife Park. This is my most favourite part so far, since Kalbarri got cancelled. HAHAHA! Why I choose this? First reason is the area isn't accesible, you gotta bring the car and rent it, impossible for me. Second is that I wanna take pictures with kangaroo and koala without having to see them in the real wild area.
dscf0713
The Pinnacles
Pagi pagi keluar hostel setelah mandi air dingin yang bikin megap megap
*gendeng sih ga pake hot shower*, sarapan samosa yang sedikit terganggu karena nyaris keselek ketemu temen sendiri di trip. Ya Tuhan lu lagi lu lagi
,kzl sih tapi yaudah. Hari ini harus have fun! Ketemu dua cewek Jepang yang mirip Chef Aiko, salah mengejar bis yang kami kira mobil jemputan, petualangan ke Nambung dimulai.
Early morning I left the hostel after cold showering *crazy girl didnt take the hot one instead*, having brekkie with samosa and get interrupted since I met my friend in the trip. Oh my God, you again *I got mad but ya it's fine*. I gotta have fun today. Met these two cute Japanese girls who looked like Chef Aiko, chase the wrong bus, the Nambung adventure began!
dscf0747
dscf0611
Agenda pertama ke Caversham Wildlife Park, yep I finally could touched and play with kangaroos there! See Koala and wombat too, ndeso banget gak papa ya.
First agenda to Caversham Wildlife Park, yep I finally could touched and play with kangaroos there! See Koala and wombat too, too happy forgive me.
Selanjutnya meninggalkan Caversham kami menuju ke The Pinnacles yang berjarak tempuh 3 jam dari pusat kota Perth. So here it is the stones!
Next we are heading to The Pinnacles which is 3 hours ride from Perth. So here it is the stones!
Barbeque party di pinggir pantai, lunch time! Jadi chef sehari sekaligus konser sendiri, sorry ya gengs can't stop myself not to sing.
Barbeque party near the beach, lunch time! Being one day chef plus having a little concert myself, sorry pals can't stop myself not to sing. We enjoy the meal and get burnt by the sun in the beach!
screenshot_2016-11-18-11-40-03-980
wush, sandboarding for the first time
Last destination of the day, Lancelin Sand Dunes! Yeay trying sandboarding for the first time, tapi sayang board nya ngeselin macet mulu di tengah jalan.The sandboard stuck in the middle of sandboarding and it was awful. Well, the happiest day so far I think! Going back to the city happily while singing and playing games :D
Day 3
Pindah ke suburb yang semakin sepi adalah ide yang tak begitu baik sepertinya, malam ini tempat stay ku berpindah ke Mount Lawley yang berjarak tempuh setengah jam dari pusat kota. Meskipun akses mudah ternyata tinggal di tempat sepi ga cocok untukku yang berisik dan suka ngobrol. So after put my bag, going to Fremantle is todays plan.
One day in Fremantle banget ini mah, dari siang sampai sore berkeliling Fremantle mulai dari Shipwreck gallery, Fremantle market yang ternyata tutup, Fremantle prison yang terkenal dan menuju dermaga sambil berjemur
*padahal kulit mulai ngelupas seperti ular*
Moving to quiet suburb supposed to be not so good idea, I moved to Mount Lawley which is 30 minutes away from the city. The access is fine but not a suitable place for noisy person like me. So after put my bag, going to Fremantle is todays plan.One day in Fremantle spending the day to explore Fremantle from Shipwreck gallery, Fremantle market that closed, the famous Fremantle prison then go to the deck while sunbathing *my skin is about to peel off like snake*
dscf0782
used to be the most preserved prison
Sore menjelang malam pulang ke kos harian ini dan malah ketiduran, batal ke Kings Park malam ini padahal udah disamperin. Mohon maap kak.
Unconsciously sleep this afternoon, not going to Kings Park. I'm sorry kak.
Day 4
dscf0842
one day out with Priscila
Sebenarnya share house nya lumayan, teman serumahnya ramah ramah dan tampan, sayang karena terlalu sepi mending pindah :" Dan malam terakhir stay di Perth aku berpindah hostel lagi di kawasan CBD, tepatnya di Haus Accomodation. Janjian one day out bareng Priscilla, teman dari Malaysia kami menuju Blue Boathing House, University of Western Australia dan Kings Park. Productive sekali kami trekking menuju Kings Park melalui jalur trek yang jauh, dan ada sepasang suami istri yang ngasih kita Coke dingin. Duh baiknya, seneng banget dikasih Coke aja hepi
apalagi dikasih jodoh *damn ngomong apasih*.Actually the sharehouse was fine, friendly and handsome housemates, but it was too quiet so I moved. And the last night in Perth I moved to CBD, in Haus Accomodation. One day out with Priscilla, my Malaysia friend we went to Blue Boathing House, University of Western Australia and Kings Park. We were really productive trekking to Kings Park through the long track, then there's an Australian couple gave us Coke. Only a Coke but we're happy,
gave me a boyfriend I'll be happier *damn what did I just say*
dscf1037Meet up with Prunella and family after getting lost around Murray Street, so happy to meet many good people here. Ah, seandainya jadi dihost kan kan bakal lebih seru. Malam ini adalah hari dimana acara Dipavali, festival besar untuk India digelar di dekat Bell Tower. Alhamdulillah gratis, jalan kaki dan bisa nonton festival plus parade kembang api. Ah bahagia :"
Meet up with Prunella and family after getting lost around Murray Street, so happy to meet many good people here. Ah, If only I got the chance to be hosted it would be nicer. Tonight there;s Dipavali festival for Indian people near Bell Tower. Alhamdulillah it's free to join, walking around and watching the festival plus fireworks parade. Ah happy :"
Day 5
Raining hard this morning, nah lho mau pergi segan tinggal pun tak mau. Jadi sambil menunggu hujan reda, setelah beres sarapan dan check out, hanya beberapa tempat yang kudatangi sambil menghabiskan waktu di sekitar kota. Art Gallery of Western Australia, Murray Street dan makan fastfood, Perth Mosque, that's all of the agenda of today. Naik bus lagi menuju ke bandara, ngobrol dengan orang orang baru sambil menunggu jadwal flight di bandara, thats more than enough.
Raining hard this morning, not staying but couldnt go. So while waiting the rain to stop, after brekkie and check out, only few places I visit today. Art Gallery of Western Australia, Murray Street and eat fastfood, Perth Mosque, that's all of the agenda of today. Take the bus to airport, talking to strangers while waiting for the flight, thats more than enough.
dscf1100
Perth Mosque :)
Leaving this warm city is hard, but another journey waiting in the next city. Sampai jumpa lagi kota minyaknya Western Australia, I will come back again to skydive and visit the untouched places before. Adios!
Travelanggi

dscf0859

Jumat, 08 Januari 2016

Palu - Donggala Trip Part 2 ( Snorkeling at Tanjung Karang, Matantimali Paralayang & City Explore)


Sabtu, 2 Januari 2016

04.30 – 07.00
   Bangun pagi tak menjamin semua orang langsung bangun sadar sepenuhnya apalagi setelah sholat subuh. Ditambah karena angin yang sudah menghilang lewat tengah malam keinginan untuk tidur lagi semakin besar. Tapi itu tak berlaku untukku. Selagi yang lain tidur aku memilih untuk menunggu matahari terbit yang akhirnya mengecewakan dan aku hanya buang buang waktu sedikit sambil nyicil mencatat perjalanan.
Janjian snorkeling jam 7 pagi sepertinya mustahil untuk dilakukan tepat waktu and my feeling was right. Bapake yang menyewakan kapalnya belum datang karena sarapan dulu. Sementara aku ngeyel tak usah sarapan, Arum dan Icang pergi beli sarapan untuk kami semua.
07.00 – 08.00
Selagi menunggu sarapan datang, kami berempat nyicil ganti baju untuk berbasah basahan. Terimakasih Arum dan Icang, untung lah kami sarapan. Bisa kelaparan luar biasa inimah nantinya.
08.00 – 10.00
Kapal yang kami sewa datang, dipandu bapak nelayan setempat dan putranya yang sedang libur sekolah kami dibawa ke dua spot terbaik untuk snorkeling. Spot pertama kami di dekat cottage Prince John milik warga asing yang menikah dengan warkamsi (warga kampung sini). Laut yang tenang dan warnanya yang mulai membiru membuat kami bersemangat untuk segera nyebur dan bercengkrama dengan ikan – ikan laut yang lucu.






Well, walaupun sudah berlatih menggunakan alat snorkeling ternyata tak menjamin air laut tak menyelinap masuk membuatku tersedak. I’m such an amateur seriously. First time snorkeling, bahagianya luar biasa melihat ikan ikan laut mengerubuti pakan yang kami bawa. Ukuran lifejacket yang kebesaran membuat posisiku di air tak terlalu nyaman, tak hanya tersedak taapi posisi badanku berputar putar tak karuan. Walaupun hanya kecipak kecipik sempat membuatku kewalahan, ditambah masih trauma di air dalam membuatku berusaha menggapai gapai yang lain mencari pegangan.

   B Pro action cam yang kami bawa kehabisan baterai karena terlalu lama terpakai tanpa sengaja, sempat jadi  rebutan dan foto kami di air agak kacaunya keterlaluan. Hanya beberapa jepret foto bersama dan blur sebagiannya. Untung Icang sempat mengabadikan gambar ikan – ikan dan beberapa jepretan foto yang lumayan. Maafkan aku yang kebanyakan memegang kamera tapi mubadzir menggunakannya karena sibuk keselek air. Kami pindah ke spot yang lebih ke tengah laut, warna biru tosca terhampar luar dan gelombangnya lebih banyak daripada spot Prince John. Sebagian kami turun hanya sebentar, berenang tak terlalu jauh karena gelombang mengombang ambing kami agak ke tengah, kan capek ya mau renang kesana sana. Sementara Ismul dan Dika berenang kejauhan dan jauh dari kapal. Tinggalin aja lah yuk ~
10.00 – 11.00
Puas nggak puas sih main air pas snorkeling, kami masih malas beranjak dari air. Dan akhirnya banana boat adalah pemuas hasrat main air kami yang selanjutnya. Berteriak sekencang kencangnya karena ketakutan yang luar biasa memberi kesan lain setiap naik banana boat. Setelah berputar berputar beberapa kali kami dibanting dan tersedak air lagi. Sudah jatuh, keselek air, ketimpa pantat tetangga pula, namanya juga banana boat ~ Lumayan hari semakin siang dan kulit kami sudah menghitam legam.

11.00 – 12.40
Bergantian giliran untuk mandi setelah puas bermain air, kami beres – beres cottage yang sudah seperti kandang dan bersiap untuk meninggalkan Tanjung Karang. Sampai ketemu lagi Donggala, siap mengejar itinerary mengunjungi objek berikutnya. Perut keroncongan ga karuan, waktunya berburu kaledo, makanan khas Donggala yang katanya khas dan banyak diburu.


12.40 – 15.30
Perjalanan berburu makan tak terlalu banyak obrolan yang keluar dari mulut kami, mungkin karena sudah kelewat lapar dan lelah, mau bercanda saja malas. Jadilah perjalanan berburu makan siang kami sedikit lebih hening dari biasanya. Ada banyak sumber yang menyebutkan Kaledo Loli adalah yang terlegendaris dan laris. Awalnya sempat ragu karena kedai sepi, ternyata karena si empunya tempat makan masih masak dan kedai belum buka.
Kedai tak kunjung buka kami memilih sholat di masjid terdekat, dan sekembalinya kami ke kedai lima mobil sudah berjajar rapi di dekat mobil kami. Howlyyyy dan antrian sudah sepanjang ini,hmm sabar ga sabar sih. Pengen kaledo sumsum yang makannya pake sedotan ternyata kami salah pesanan, yasudahlahyaa daripada ga makan perut inda tahan kalau disuruh nunggu lagi.
Panas panas mengepul karena baru matang kaledo kami siap disantap, selamat makan ~ (tulisan tentang kaledo bakal dibahas di tulisan berikutnya hehehe) Be aware of the colestrol in your blood, dudes ~

15.30 – 17.00
Kenyang berkaledo ria, sekarang waktunya kami kembali ke kota biar bisa nginap di gueat house yang kami inapi waktu malam pertama datang. Yeaay, ternyata Palu Donggala tak sejauh yang kami kira. Namanya udah hapal jalan sama awal masih meraba raba peta pasti beda lah ya.
By the way karena itinerary tidak fix seperti rencana awal kami berputar arah mencari oleh – oleh khas Palu. Kami berhenti di Toko Diana, yang penting asli Palu ya gaes.



Dan makanan khas setiap orang berkunjung ke Palu ternyata memang bawang goring, kata orang Palu bawang goreng mereka bisa langsung dicemil. Tapi namanya tetep bawang ya gimana gitu, bahkan temen yang mau dibeliin oleh – oleh pake acara ngece dulu karena mau takbeliin bawang. Yowis ga sido wis rek ~ Aku ngoleh olehin orang kantor sama anak kosan aja
17.00 – 19.00
Beli oleh – oleh udah, waktunya sejenak istirahat (buat yang istirahat) dan lanjut main main air buat yang masih belum puas nyebur di laut. Dika tidur di kamar sementara mbak Resti mainan hp, empat yang lain jelas langsung nyebur kolam. Beda ya rasanya habis keselek air laut main main sekarang nyebur di kolam rasanya sempit gimana gitu (songong). Padahal renangnya Cuma ngambang ngambang ga jelas karena memang ga bisa.

19.00 – 21.00
Main air sampai magrib, mandi lagi dan perut sudah meronta – ronta minta diisi. Malam ini kami makan ayam bakar ( lagi), ya maklum bisanya nemu tempat makan ya paling penyetan atau kaledo lagi kaledo lagi. Hahaha Lumayanlah ayam bakar Palu ini banyak sambalnya, duh bahagianyaa ~
21.00 ~
Ga ada yang sanggup main kartu UNO lagi, ga ada yang begadang lagi, paling yang telpon telpon aja sudah. Selain itu kami langsung tidur saking lelahnya, tinggal besok waktu eksplor kota. Pliss jangan cepat kembali ke realita dunia kerja


Minggu, 3 Januari 2016
05.00 - 08.00
Bangun pagi, antri mandi dan beres beres kamar sudah jadi agenda. Yang masih malas bangun ya goler goler lagi, yang langsung duduk sarapan juga ada. Sudah ganteng dan cantik siap jalan lagi (walaupun moodku sempat morat marit di awal)
08.00 – 09.00
Pengennya sih diam membisu di perjalanan, tapi apa daya temen jalan kelewat koplak dan mengundang tawa. Lupa deh badmoodnya. By the way tujuan kami hari ini adalah Matantimali, sempat mau diganti ke Lore Lindu tapi semalam hujan lho kalau mau jadi sih aku manut aja. Excited jalan hanya tinggal di angan, sebenarnya pengen pulang aja dari semalam. Gini amat sih ya sanguin, jangan terlalu kebawa mood pliss.
09.00 – 10.45
Setelah yang lain berunding dan aku tidak berusaha melibatkan diri, terima ga terima kami ke Matantimali. Niat awal sih semua paralayang, entah walaupun harga tidak semurah yang ditulis di blog orang dan sudah naik sekian ribu rupiah dari harga lama aku tetap berminat untuk terjun. Gambling aja sih, kalau bisa on the spot bayar untuk paralayang ya oke kalaupun Cuma bisa liat pemandangan foto foto ya tetep terima aja. Trek jalan naik ke lokasi paralayang cukup licin, bahkan mobil bapak bapak di depanku sampai copot bannya. Gimana ga deg degan -___-




Dan kami tetap naik ke atas, alhamdulillah ya Allah sampai juga di lokasi paralayang. Sebenernya ga pengen pengen amat sih, moodnya udah terbang bersama gerimis yang mengguyur gunung Gawalise ini.
10.45 – 11.30
Kebelet pipis dan kamar mandi tutup, kuncinya dibawa penjaganya yang lagi ke Palu. Ya menurut ngana kudu gimana mau paralayang musti nahan pipis kan ga lucu. Yaudah ke kamar mandi darurat pake air mineral wkwkwkkw mohon maap. Di antara kami berenam sebenarnya yang pingin banget paralayang Mbak Resti, moodku yang sempat jelek tadi buyar ketika melihat parasut siap terbang. Aku juga mau! Apapun yang terjadi aku harus naik, dan akhirnya aku yang turun duluan. Kalo aku yang nunggu di bawah lokasi landing kan ga masalah, toh sepatu nanti bisa dititip ke rombongan yang membawa parasut ke lokasi take off. Berbekal kamera go pro hero 4 yang disediakan bersama perjalanan aku turun duluan, untuk ukuran orang yang phobia ketinggian aku nekat. Apapun deh demi paralayang, keluar uang lebih tak masalah barangkali tak ada kesempatan lagi aku coba paralayang di sini.



Entah apa yang ada di pikiran yang lain, tadinya yang ga mau paralayang cuma Dika karena kelelahan nyetir sekian hari perjalanan kami, ga ngerti yang lain nanti gimana. Aku nunggu di lokasi landing saja lah setelah landing di bawah, tanpa membawa barang bawaan apapun. Diiringi aba – aba untuk lari persiapan take off aku berteriak sekencang kencangnya, ya maklum namanya first timer dan phobia ketinggian ya begini. Bahagia rasanya melihat kota dari ketinggian, apalagi action cam nya bagus. Subhanallah Palu dari ketinggian bagus banget. Tandem paralayang ku, bang David yang ternyata atlit nasional dan berpengalaman di banyak wilayah di Indonesia sempat memutar – mutarkan parasut yang kunaiki dengan berbagai maneuver. Lumayan bikin jantungan sih, tapi seruu.

Pendaratan hampir sempurna, sedikit nyusruk tanah sih karena aku lupa berdiri di kaki sendiri. Efek keasikan duduk di udara. Hahaha
11.30 – 14.30
Tak membawa barang apapun, aku hanya plonga plongo sendirian di bawah. Sekian jam ngobrol dengan abang – abang penerbang parasut ini, tanya – tanya objek wisata sekitar, penasaran dengan teknik dan cara belajar menerbangkan paralayang lumayan ga bingung nganggur duduk di gedung tua.
Yang namanya menunggu rasanya membosankan ya, apalagi lapar. Atas saran penjaga pos di tempat landing sebaiknya aku menunggu di markas mereka which is pemandian air hangat. Dan aku lebih memilih menunggu di masjid sampai tak sengaja tertidur. Capek banget rasanya, lapar, hujan pula, pas banget lah ya udah sendiri ga pegang alat komunikasi pula. Hidup gue -__-
14.30 – 16.00
Bahagia adalah ketika kamu sendirian kelaparan dan berjalan di bawah hujan nemu ada uang di saku, lumayan buat beli minuman dan cemilan pengganjal perut sementara. Bingung dan hola holo jalan sendirian dari jauh terlihat mobil merah yang sepertinya kukenal, ternyata itu Arum, Icang dan Dika. Alhamdulillah ya Allah ketemu mereka, ternyata Arum batal terjun dan Mbak Resti bareng Ismul jadi terjun. Kami berempat pindah lokasi menunggu mereka di pemandian air panas sambil minum pop ice yang harganya lima ribu perak. Sedih ya di kampungku paling dua ribu aja harganya L
Mbak Resti dan Ismul sudah take off, dua parasut terlihat melayang di udara sementara cuaca semakin gelap. Semoga lancar ya sisbro, biar cepat makan kita. Atas info dari penjaga pos landing kami pindah lokasi lagi sekalian menjemput mereka.
Maafin kami bertiga ya Dik, Cang, Rum, mungkin bertiga yang paralayangan ngeselin dan bikin kalian nunggu lama. Pindahlah kami dari lokasi paralayang menuju kota demi sesuap nasi.
16.00 – 17.30
Perjalanan yang ditempuh untuk makan sore lumayan tak terlalu lama, setelah beribet ribet ria dengan lalu lintas jalanan kota yang mulai ramai semrawut kami sampai juga di resto penolong. Kenapa resto penolong? Karena tempat –tempat makan lain yang kami tuju tak satupun buka.
Alhamdulillah harga makanan tak terlalu mencekik dan makanannya lumayan enak :D


17.30 – 18.00
Lelah setelah jalan bergunung gunung kami tempuh seharian, plus paralayang yang membuat adrenaline lumayan terpacu dan teriakan menguras tenaga saking excitednya berada di udara, kami pulang ke cottage bebersih dan sebentar rehat.
18.00 – 19.30
Mager mager malas keluar tapi keinginan untuk makan kaledo sumsum mengalahkan kemalasan kami akhirnya. Tenaga sudah berkurang banyak, mau ngeyel ngeyel ngajak makan keluar kok ya males. Akhirnya Arum yang sukses mengajak geng keluar untuk makan kaledo terakhir kalinya.
Yeaaay Kaledooo sumsum :”

19.30 ~
Perjalanan hari ini segera diselesaikan karena mobil akan dikembalikan, untung sempat mampir ke Rumah Adat Banua Oge meskipun sebentar dan memfoto Jembatan Palu IV yang  kami ganti nama jadi Jembatan Mcd walaupun hanya sebentar, masjid Babu Arkham yang terletak persis di pantai dan posisinya ke arah laut. Besok sudah Senin, rasanya cepat sekali waktu berlalu. Masih pengen liburan ke tempat lain lagii ~






Beres beres cottage dan segera istirahat, happy last minutes of this weekend!

Senin, 4 Januari 2016
04.00 – 05.00
Bangun pagi dan segera bersiap untuk kembali ke realita, liburan usai, taksi jemputan kami datang semenit kemudian. Mau pamitan tapi si ibu sudah berangkat ke tempat tugas, sampai ketemu lagi di lain waktu bu ~
05.00 – 06.06
Antrian penerbangan pagi lumayan ramai, kami datang tepat di waktu antrian sedang pada puncaknya. Well, tiket di tangan dan penerbangan tak terlalu molor dari jadwalnya. Sampai ketemu lagi di lain waktu, Sulawesi.
06.06 – 07.15
Selama perjalanan ke Balikpapan kami lebih banyak tidur saking kelelahannya. Paling sebentar sebentar nengok ke luar jendela berharap sunrise, tapi apa daya jam segini ngarep sunrise sedangkan langit diluar sedikit mendung dan sempat gerimis beberapa saat. Terimakasih 3 hari 3 malamnya Palu, see you when I see you. Sampai di Balikpapan Senin pertama dan hari kerja pertama di tahun 2016, tetap semangat kejar setoran demi liburan berikutnya yang tak kalah menyenangkan. Walaupun tunjangan kerja tetep dipotong, digawe hepi wae ya


See you in the next happy trip guys ~~