Tampilkan postingan dengan label About Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Me. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2016

Menolak Tua, cerita wanita yang hampir seperempat abad

   Bertambah tua itu pasti bagi setiap orang, tapi tidak dengan kedewasaan yang dimilikinya. Bertambah usia tapi tetap berjiwa muda pun tak mutlak dimiliki setiap orang. Si gadis yang hampir seperempat abad ini salah satunya, bergesernya umur dari belasan hingga ke titik dua puluhan terkadang melenakannya dan lupa telah berada di usia dewasa. Usia yang merangkak menuju angka dua puluh lima setahun lagi agaknya membuatnya semakin menyadari berbagai hal yang tampak berbeda dari yang biasa terjadi di kesehariannya. Satu persatu temannya mulai mengakhiri kelajangan, move to another stage of life katanya. Tak hanya satu dua undangan sampai di tangan dan tak jarang pula kesendiriannya sering menampar ketika dihadapkan pada kenyataan satu persatu penyokong kegembiraannya sudah tak lagi mudah ditemukan. Teman – teman dan sahabatnya sudah menyebar ke wilayah Indonesia raya merdeka.
   Dari ketidaknyamanan masa SMA yang hambar, berpindah ke masa kuliah yang warnanya terlalu banyak untuk dilukis, mencicipi kehidupan jadi corporate slave yang harus pontang panting berjuang mengejar KRL demi selusin gincu merah jambu, hingga terperangkap di pekerjaan yang membuatnya banyak duduk, si gadis yang menolak tua mulai tersadar bahwa banyak hal yang terjadi tak akan pernah sama lagi seiring berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan,” Even the sweetest chocholate expires” dan itu sedang terjadi. Dia pikir mempertahankan passion selama menjadi pekerja kubikel cukup bisa membuatnya berbahagia, ternyata itu saja tak cukup. Kendala jarak dan keterbatasan ruang gerak di tempat kerja, serta pilihan laki – laki yang memiliki probabilitas menjadi pasangan terhitung kecil mau tak mau mengurungnya dalam gaya hidup yang cukup membosankan. Alhasil terseret menjadi anak mall pun menimpanya, yang tak terlalu suka hiruk pikuk mall yang isinya hambur – hambur uang saja.  Mending main ke hutan atau basah basahan di sungai (tapi banyak buaya di Kalimantan). Sebagian besar kegiatan dihabiskannya di kantor, mempertahankan passion tak semudah wacana ternyata. Bahkan sudah dua tahun lamanya carrier yang dibelinya teronggok sempurna di sudut kamar kos bercat hijau muda. Passion untuk traveling memang tetap dipenuhinya, tapi ternyata tak semua hal berjalan mulus. Mencari travelmate yang bisa flexible diajak kemana mana ternyata baru sebatas wacana, karena memang keterbatasan yang ada. Kondangan trip dan rombongan trip sudah menjadi rutinitas, tapi tetap saja kesepian tak berhenti menghampirinya setelah setahun menyeberang pulau Jawa. Maunya sih cepet nikah sama yang suka traveling juga biar seru kemana mana bareng, tapi teuing ah orangnya belom ada mau gimana hahahaha.
20150808_130039
this is one of the place where crocodiles life
   Bertambah tua tapi tetap bersikap layaknya remaja, susah le. Being in 20’s but acting like teenager, adults will see you childish and kids see you as a weird adult. How difficult. Bahkan untuk urusan status, ia enggan dicampuri walaupun sudah terlalu lama sendiri. Bukan tak mau berbagi hidup dengan seorang lelaki, tapi selagi sendiri lebih baik mengejar berbagai keinginan yang belum tercapai. Selama masih usia belasan, pacaran mungkin tidak terlalu menarik karena dekat dengan banyak orang mudah saja dilakukan. Kind of friends with benefit mungkin. Mudah saja pergi ke mana mana dengan siapa saja, tanpa perlu berpikir hal – hal lain. Begitu memasuki kehidupan kantoran sebagai pekerja kubikel, mau nemu satu saja susah. Kalau bukan pacar orang ya kecele sudah jadi suami orang. Mencari pasangan yang sekaligus partner jalan di dunia kerja ini apalagi, susahnya minta ampun sadisnya. Dan si gadis yang menolak tua lebih memilih bepergian sendiri, kenapa? Karena tugas wanita hanyalah kode – kode (yang sudah ga musim) dan menunggu laki – laki yang mendatangi, bukan malah beremansipasi dan mengambil peran mencari kepastian. Dan daripada dia sibuk bersedih menanti pendamping yang belum juga datang lebih baik dia melakukan perjalanan sendiri dan belajar lebih banyak hal berguna (dan ngebahagiain keluarga). Plan your solo trip further girl, and let the good man come to you in a great way.
People who have been single for too long is the hardest to love. So let her be and let her travel and fulfill the wishes she made for her life. People sometimes too busy to correct others life, but she don’t mind. Just sitting and waiting would bring her nowhere to improve. Let her be whatever she want and make her waiting worth to be doing in her great way.
Cheers,

Jumat, 14 Agustus 2015

Being Happy in a Boring Office Life

 Bekerja dan berpenghasilan adalah hal ideal yang diidamkan dan semestinya dilakukan bagi orang dewasa. Banyak jenis pekerjaan baik yang sesuai dengan jenis kepribadian pekerjanya atau tidak. Pekerjaan yang memungkinkan kita melakukan moving ke banyak tempat menarik dan menyenangkan adalah hal yang sangat kuinginkan tapi tak dapat kulakukan. Karena pekerjaan yang kulakukan sekarang adalah pekerjaan statis dan berkutat di antara dua gedung kompleks ini dan seputar kubikel sempit tempat dudukku. Pekerjaan yang berulang dengan siklus yang sama dan suasana yang begini begini saja adalah pekerjaan yang sangat tidak cocok dengan kepribadianku yang tak bisa diam di satu tempat dalam waktu lama.
   Pekerjaan dan pernikahan, sama sama membutuhkan komitmen. Dalam pernikahan komitmen tinggi dan loyalitas tinggi adalah hal yang wajar dan memang manusiawi untuk dilakukan sepasang manusia. Dalam hal pekerjaan, berkomitmen tinggi dan selalu menjunjung tinggi pekerjaan memang perlu, tapi tak selalu baik untuk dilakukan. Terlalu berpaku pada pekerjaan sampai lupa waktu istirahat, mengesampingkan makan demi pekerjaan yang belum sempurna tuntas, dan menunda waktu pulang demi bisa menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk adalah hal yang tidak sehat untuk terus menerus dilakukan. Kamu bukan robot yang bekerja tiada henti, kamu manusia yang perlu istirahat dan makan. Jangan terlalu mementingkan pekerjaan dan tempatmu bekerja, cintai pekerjaanmu seperlunya dan hiduplah seperti manusia. Seperti kata pepatah 

" Love your job, but don't love your company. You don't know when your company stops loving you"

Damn it's true! Memang benar mencintai pekerjaan adalah hal yang baik, tapi jangan terlalu mencintai tempatmu bekerja karena kau tak tau kapan tempatmu bekerja berhenti mencintaimu. Ketika tiba waktu tak terduga kau sakit, akan ada penggantimu tanpa harus menunggu kembalimu kapan. Bagi Pe en es macam kami, sakit ataupun tidak, negara akan tetap berjalan.
   Porsi dan jam kerja yang normal adalah 5 hari seminggu dan 8 jam kerja setiap harinya. Setelah keluar peraturan baru yang mengharuskan pegawai lembur dari sekian waktu kerjanya menjadi 11,5 jam sehari, hal ini terasa sangat abnormal dan tidak manusiawi. We aren't robot that you can use and throw away when unneeded. Datang ke kantor ini sebagai jomblo dan harus menambah jam kerja di sini lagi, di sini lagi, kapan ada tambahan waktu bersosialisasi di luar, sempat keluhan ini kurasakan. Sedihnya, beban kerja dan gaji begini amat ya. Tapi mengeluh terus menerus bukan hal yang bijaksana. Bekerja ikhlas dan manfaatkan sela - sela waktu untuk hal berguna adalah hal yang lebih bijaksana. Dan akhirnya peraturan jam kerja yang mengharuskan kami pulang malam dicabut. Bahagianyaaaa ~
   Datang kerja dengan pakaian sesuai peraturan, pulang setelah waktunya, bukanlah hal yang sehat. Setelah waktu kerja berakhir, pulanglah tepat waktu, meskipun tidak di rumah dan bersama keluarga, banyak hal lain yang bisa dilakukan selain hanya bekerja, jogging, jalan - jalan dan memanjakan diri sendiri adalah hal yang bisa dicoba. Dunia kerja dengan kegiatan monoton adalah  hal yang membosankan. Dengan sedikit kreativitas bisa dicoba untuk membuat suasana kerja lebih menyenangkan, berpakaian dengan sentuhan yang berbeda bisa membuat moodku lebih ceria. Merencanakan liburan ke tempat yang baru dan terus memanfaatkan weekend agar lebih bermanfaat dan bermutu adalah cara yang bisa dilakukan agar dunia kerja yang terus menerus seprti ini tak membuatku gila. Selain itu menyisipkan project pribadi di sela kebosanan kerja adalah hal yang harus dilakukan untuk menjaga kewarasan. Misalnya dengan belajar bahasa asing, menulis blog, atau nyicil membuat rencana perjalanan, dan masih banyak hal lain yang bisa dilakukan.
   Ingat kembali apa tujuan bekerja, ingat orangtua dan cita - cita jangka panjang yang belum terkejar dan terlaksana.

So why don't we try to live happier in this boring office life?
Independent is being the master of myself and my own time ~


a worker in cubicle,
Anggi R. Dewi

Selasa, 21 April 2015

Kapan kawin?

   “ Kapan kawin? Atau kapan nikah?” pertanyaan yang seringkali mulai akrab di telinga, ditambah teman seumuran mulai mengakhiri masa lajangnya, kesendirianku ini agaknya dipandang semacam sebuah dosa oleh sebagian orang. Atau mungkin aib,umur 23 kok belum nikah. Tergelitik dengan kalimat itu lagi – lagi postinganku mungkin agak berbau curhat dan yang dibahas tentang jodoh, bukan karena galau sebenarnya. Fase galauku sudah lewat tiga tahun lalu hahaha. Melewati masa kuliah, transisi dari dunia pengangguran dan masuk dunia kerja, galau galau bukan hal yang masuk dalam daftar. Fase kehidupanku sudah memasuki tahap “ mending tidur daripada galau” membuat kehidupanku lebih tenang. Dan mending nyicil belajar bahasa biar cepet ke kampus impian *beberapa taun ke depan* hahaha
   Bicara soal jodoh, kebanyakan orang biasanya bilang jodoh itu di tangan Tuhan, bisa dibenarkan tapi tidak sepenuhnya. Jodoh itu tetap diusahakan, entah dengan cara apa kita berusaha, mustahil tiba – tiba jodoh datang tanpa diundang, pasti ada sebuah kejadian yang membuatnya datang karena usaha kita. Ada yang usaha dengan pacaran dan akhirnya menikah, ada yang pacaran putus eh nikahnya sama temen atau tetangga, ada yang dijodohkan orangtua, ada yang taaruf, ada yang ga sengaja tabrakan di jalan, kenalan dan akhirnya kawin, ada yang menikah dengan teman seperjalanan, ada yang menolak dijodohkan dan akhirnya menemukan jodoh sealiran, ada yang masih nyaman sendirian tiba – tiba ketemu jodoh di perjalanan dan banyak hal lain yang mempertemukan jodoh dengan media yang entah kita sadari atau tidak itu merupakan bagian dari usaha. Ya memang jatahnya manusia berusaha, yang menentukan akhirnya kan yang di atas juga.

kapan kawin? Kapan kapaaan ~~


   Kondangan yang dulu tabu untukku, sekarang sudah semacam rutinitas, mengingat satu persatu teman sudah melepas masa lajang. Aku sih seneng – seneng aja kondangan, dandan cantik, foto – foto, mini reuni di nikahan temen itu udah bikin  seneng. Yang bikin capek itu setiap ada celetukan atau pertanyaan “ Kapan kawin?” yang entah nanya beneran atau sekedar nyindir status. Apapun jawabannya pasti salah sih, mending dijawab “doain aja” kelar deh perkara. Hahaha. Sebenernya kawin ga kawin kan itu hak tiap orang sih, dan kesiapan tiap orang berbeda. Ada yang nikah muda karena memang siap lahir batin, ada yang nikah karena emang ga tau lagi mau ngapain setelah kerja, ada yang nikahnya agak telat karena nunggu ketemu jodoh yang tepat, ada yang belum nikah karena merasa memang belum siap dan pantas, ada yang jomblo tapi dijodohin gak mau dan pengennya cari sendiri. Ya namanya orang emang beda – beda ya, diburu – buru cepet kawin cuma karena temen – temennya udah banyak yang ke pelaminan itu ga baik buat kesehatan mental lho, untungnya orangtua mah selow. Kehidupan rumah tangga setelah acara hajatan perkawinan selesai justru lebih perlu diperhatikan, cuma bergidik ngeri aja kalo takburu – buru nikah eh baru seumur jagung cerai * amit amit dah*.  Masih banyak pr dan agenda yang harus dikerjakan untukku sebagai anak pertama, daripada mikirin nikah muda nyekolahin adek dan bantuin orangtua masih dalam agenda utama, di samping travelling tentunya. Ga mau rugi dong, mumpung masih sendiri, mumpung masih bisa pergi – pergi dan belum ada yang nggondeli manfaatin waktumu. *kata mas sepupu*
   Ada pepatah yang bilang “ 20 years from now you will regret more for  the things you didn’t do.” Iyasih kalo nambah penyesalan hidup ga bakalan tenang, umur 23 sepertinya belum tepat, mungkin 3 atau 4 taun lagi. Who knows? Karena masih pengen produktif dan nabung demi masa depan, daripada keburu – buru nikah cuma karena temen – temen udah pada nikah, mending tak introspeksi diri dulu, rajin ibadah, belajar lagi, ngetrip lagi, travelling selagi ada waktu dan duit sebelum diikat status yang serius. Work hard, play hard, learn more and earn more. Happy living and keep travelling



Cheers,
Anggi

Jumat, 06 Maret 2015

The Perks of Being Boyish

   Was born in such neighbourhood full of boys is one of the things that turn me this way, beside my hobby that differs me from other girls in the neighbourhood. I do love football than playing a doll. Prefer to wear something simple than dressing my body in such girly clothes. Those are the things I’ve done for my childhood lifetime, playing football, sinking my body across the river, field and unfamiliar places for girls. I even had fight and busy kicking and punching those boys. Hahaha But I was a really happy kid being the way I was.
sandals I prefer to use instead the feminime one
    Even after going through my difficult times in my life and finally wearing hijab, the boyish attitude and style never leaves me. I’m comfortable being this way until I reach my 20 something age. I started to know how to fall in love and try to dress up nicely #tsaah. I get familiar with the girly things when I was in 2nd year of college, was 2012 my first makeover began. Thanks to my classmates who teach me how to take care of my woman side, especially Fanny eheheMy second year in college was really complicated back then. Being in such dilemma for joining a nature club who took most of my time while I have to join this and that things and being pushed back for joining the club training.

These are my clothing style before

 

 

   I’m a bit allergic to make up, don’t like to do the touch up things and never care about what so called beauty since “ Beauty is pain” like people said. I learn how to do simple make up, getting my face touched by Fany’s makeover. And tadaa, this boyish girl turns into princess alike form kekeke. My feminism side depends on my mood to come, one time I started to act so girly that everyone realize me for being in love or something like that then another day turn to be boyish again. Hahaha Seriously unstable, I can’t even stay in girly style forever. The same way I used to be when liking a guy, can’t really stay for the same person for long, can’t be in a relationship as my preference changes as the time goes by.


   There are some events during my college life that has big impact to my daily life, Table Manner one day in Bidakara for KSPK subject, Sayonara party, and the graduation ceremony that made me turn into a lady :V . I’m the person who hate pink started to wear that color more, join the girl talking about make up and how to take care to my own body. Oh God this isn’t like me hahaha. Now I know that there’s no such natural beauty. Beauty is pain and need sacrifation to get it. Many people tend to suffer herself to get beauty treatment the way they want. I have to take care mine, too. Entering the gate of worklife, seeing how people dress up and being an adult, I’ve turn myself into this feminism.

me and mommy
totally different style

From zero to hero, a boyish kid turn herself to be a princess and is on her way to find mr. destiny,
Anggi

Jumat, 06 Februari 2015

Goodbye 22 :">


    Leaving my 22 when everything will be alright like Taylor Swift saying, hard but it’s what it is. A whole year will passed by replaced by another newer and older age. Hahaha. I hate aging actually ~ I have no such wow celebration too, in the family especially. There’s no such birthday party and spend much money on it, just a simple traditional “bancaan” event, door to door give the neighbours traditional urap rice and just a simple praying. Growing older, having many kind of friends in puberty age, birthday celebration became part of the social life I have. And I’m getting used to celebrate the birthday things. Happy, crazy and entertaining, those are birthdays in teens age. Time passed by, the number moves to 23. Oh God, this escalates quickly hahaha. The excitement from teenage life changes and decreases.
   Birthday, prayers, and resolutions are the unseparable things to have in the special day. Back to the celebration and the birthday things, giving present and surprises feels really exciting. Till last year.. As I grow older, birthday is just the same day like another day. Different is, the number added in my ages hahaha. Hate being older actually, I change the way I used to think before. Growing old is undeniable, being mature and wise is a choice and a having a young spirit is the coolest thing to have eventhough a person growing old day by day..
   Already in mature age being asked and get bullied for not having life partner that’s the #$%^&* annoying thing. I’m not being nice for this stupid old joke, and not gonna enjoy the bullying for this sensitive matter. Is it really funny making my single status as joke? Is it that entertaining you, engaged people or in a relationship people laughing me? Hey, this is my status and I’m not your laughing stock. And I don’t care about it anymore, not gonna listen any of thoooose old boring joke. Well that’s not funny.. Aku meh ra ngguyu, ra lucu broo~~ I'M BEING RUDE WHEN THE SENSITIVE THINGS COME UP HAHAHA SO SORRY ~ Well, people getting married in young age, having great relationship, preparing for marriage, engaged, having child or anything like that, that’s their choices. I have my own life plan, too. And I don’t think of marriage as running race, who get there first is the winner. People plans, God decides, right?
   Getting my lifetime reduced, being grateful is a must. I’m so lucky having complete family and surrounded by positive people, lovely friends which sometimes turn into assholes, sometimes being angels hahaha.. Thanks for the love I deserve ~ Thanks to Allah I still have time to live until today. There’s so many ups and downs and I still can stand up straight afterall this time. The things I love from birthday are the prayers people give me. Hoping my life longer, happier, being a succesfull woman in carreer, study and loveline, say ameeeeen for all the good prayers. I’m really grateful, ameeen for everything ~
Ready or not my 22 is leaving me.. Welcoming my 23rd age that will be more adventurous after this. Please enjoy life more, be grateful and patient more, being more awesome and grab the love from “the prince who loves hiking” hahahha


Awesome 23 year,
Anggi Restiana Dewi

Selasa, 27 Januari 2015

Being Immortal

   Nothing lasts forever in this world, and no one will live forever. That’s true. But what about writing? Whats up with writing? There’s some saying, “ By writing you’ll become immortal.” Believe it or not you’ll become Immortal by writing, and I’m totally agree with this saying. People may live and die, but memories last, and one of them is the written one. Believing this saying and my wanting to keep memories alive, then I remember my past trips that haven’t been written well and disappear as the time goes by. As for daily I diligently write my daily life in diary since junior high. But when I was in 2nd grade of Junior high, the diary got burnt. Not incidentally, I hate the stories inside it then burnt it ahaha . My temper was extremely dangerous.. I write those life stories in my own style of writing (you can say it lebay) and started to write my diary in English since early 2014. I can’t believe this is my 2nd year of English diary :3 The writing of my trip and travel experience still in progress of remembering some missing trip that haven’t been written. :”> And for the rest of travelling stories have been written in some good way I think hahaha
   You may remember the trip, how it goes, the details during the time of your trip or the time being near, but you’ll not be able to remember it forever. Write the trip into good writings may give you good guts, feeling and its own satisfaction. You may be lazy to write the detail of the trip by the time being. But when years passed by, you’ll forget the detail and regret it later why you didn’t write in such good opportunity. This is why I started to collect memories and write as many as possible. Some of my writings maybe too subjective, but it’s okay since I write it on my own. The person who’s in the same trip may write their own version If mine isn’t good enough. Hihihii

20150110_105436 20150110_105326

   I’ll just deal my trip will turn out into good writings by organizing them, now moving some important writings from my blogspot into the wordpress. Let’s just call it duplicating Hahahaha.. I have 3 blogs now, 1 tumblr, 1 blogspot and 1 wordpress. Let’s organize and start writing good things in proper way hihihi. I believe that someday even when I die, my kids and the next generation will still remember me by the time they find my writing. I’ll become immortal, right?

Kamis, 15 Januari 2015

Status Nanggung Kangen Jaman Kuliah ~

    Senajan anggonku kuliah ora koyo kampus liyane sing isa exchange menyang ngendi - ngendi, kampusku nduwe sensasi ngangeni bedo koyo kampus laene. Kampus kedinasan sik jenenge STAN, lokasine ing Jurangmangu Bintaro iki kampus sik terkenal, dan makin terkenal kaet kasuse Gayus. Njuk kabeh - kabeh yen ngunekke kampusku sakpenak udhel, yen takon sakpenake dewe, " Adek kelase Gayus yo? Wah, calon pengawe pajak, koyo Gayus dong." Mbok pikir diunekke kaya ngono enak ndes? Sik nggawe perkara wong siji, kabeh almamatere kena, padahal yo ora mung Gayus tok sik nggawe kasus korupsi lan sejenise, le mbahas kasuse ning media lebay sumpah ra entek entek. Paling wong - wong sentimen lan do sirik ki lebay yen ana kasus nyangkut almamater kampusku. Yo maklum, mlebu STAN ki angel lan kuliahe gratis alias dibiayai negara. Lha angkatanku wae seko pendaftar 113.000 sik ketampa ming 3.000, kuliah ngadepi DO alias drop out tiap semester yen ora memenuhi minimal IP lan absen. Sangar to? Sangar sih, tapi aku kuliah yo teko asal taklakoni, lha piye meneh, iki jenenge the power of doa orangtua. Sekolah sik takpengeni blas ra ketampa kabeh, giliran kon ng UNY lan STAN malah ketampa, kui 2 nggon sik paling direstui wongtuaku. Gusti Allah ki Maha Adil, yen aku kuliah ning kampus sik mbiyen takpingini wongtuaku makin pontang - panting nggolekke duit, anak mbarep sisan adhi - adhi ne yo butuh sekolah. Wis alhamdulillah yo isa kuliah, gratis sisan..

Iki lho sekolah sik jenenge STAN ciyee




    Cita - cita oleh sakduwur langit, tapi realistis kuwi penting. Asline pengen dadi dokter kawit cilik, po meneh tau kena luka bakar tansaya pengen. Wis tak betah - betahke ning kelas imersi sik lanangane ming 5 iji, lan bocahe pinter - pinter, untung bocah - bocahe penak lan apikaaan, sanajan ra kompak - kompak banget. Pengenku ki pindah IPS, kelase luwih rame lan seru, ora koyo kelas IPA sik garing kemripik, nanging aku ra pindah wong cita - citaku dadi dokter. Yen ngerti aku kuliah STAN ngono aku pindah sisan, yen ngerti aku ra dadi dokter. Hahaha Isane mung mengandai - andai, ra apik. Ana sik disesali, ana sik patut disyukuri. Yo sanajan aku kuliah STAN dan digantung penempatan, paling ora beban nyekolahke anak gawe wongtuaku berkurang. Mugo - mugo wae ndang penempatan lan rapelan hahha selak taktunggu - tunggu, list pengeluaran wis ngawe - awe..
    Ngomong - ngomong soal kuliah ning STAN, abot ra abot sih nek dirasakke. Yen ngoyak IP karo target ngoyo, yo abot, yo ngrekasa po meneh sing bendinane sinau sampe jarang turu. Nanging kui dudu aku HAHAHA Ora patio abot yen kowe mung dadi survival, sinau yen meh ujian, gaweane tura - turu ning kelas, ono tugas teko digarap selow wae, tentir mrono - mrene yo asal melu wae. Yen iki aku banget wkwkwk. Asline aku ra seneng pelajaran akuntansi dan kawan - kawan, po meneh aku kuliah jurusan Pajak, lahke muntah kowe maca peraturan sik sebajek kere. Rada mawut - mawut uripku nek soal pelajaran, yen sregep sih asline isa. Eleke aku yo kui, gelem sinau yen babagan sik disenengi, yen ra seneng yo wis teko selow. Yo ngene iki hasile, IP aman lah, peringkat? Ojo ditakoni hahaha, wisuda wae lungguhe ning bangku mburi - mburi sik wis arang wedhoke :V
    Kuliah ning STAN iku penaak banget, kaya SMA season 2 hahaha. Sekolah nggo seragam duwuran kemeja warna cerah, ngisoran rok/celana gelap, lan kelase setahun bareng, meh kaya SMA pokoke, ditambah ana acara kaya makrab, acara Festival kedaerahan lan liya - liyane. Ana sik nyenengke ana uga sik marai sedih.
DO does exist ning STAN, sedih rasane nalika kanca ke DO lan dewe ra isa apa - apa, rasane kelangan kanca gara - gara DO kui ra penak asli bro. Yen ra percaya rasakke dewe kuliahe ning STAN. 
    Wis kelewat 1 taun luwih masa kuliahku rampung, wis wisuda, magang golek dewe bendina KRL an mangkat kerja empet - empetan kaya sarden, saiki wis tes lan di training ning kantor pajak wis diopeni negara. Status saiki ki nanggung, PNS durung, mahasiswa wis ora. Selak pengen ndang kerja tenanan, pengen kursus werna - werna, pengen kuliah maneh dadi mahasiswa. Aku kangen kampus, kangen urip jaman kuliah. kangen balik mbengi amarga rapat po mung dolan ning Lawson po warkopan, kangen nonton bal - balan keplak - keplakan, kangen suasana kampus, kangen klayapan ning posko STAPALA sing wis kaya keluarga kedua, kangen mrono mrene golek tebengan lan kanca lunga isih gampang, kangen nonton futsal ndelok gebetan nendang bal, kangen nyanyi, kangen karaoke, kabeh - kabeh tak kangeni, kabeh urip jaman mahasiswa, kampus, Bintaro, sak ujian - ujiane wae tak kangeni, sanajan kerep keturon pas ujian, kangen teko, lungguh, turu gojekan ning kelas kaya ra ana beban, kangen udan - udan hahaha

nongkrong Lawson maen kartu, guyon pekok

ki foto jaman tingkat 1


karaoke tingkat 1 kangeen cah
Iki kelas 2B ~
Kelas Trojan semrawut

wisudaaa bareng cah kelas Trojan

alay sih, tapi geli dewe

pengarahan sadurunge OJT, STAPALA bagian DJP

jaman munggah Argopuro, Oktober wingi
    Wis lulus, mulai training, ning Temanggung sisan, rasane kaya kelangan akeeeeh banget kanca, padahal pancen wis fasene bar lulus lan wis ra mahasiswa fase urip geser ning fase luwih serius, dunia kerja, lan perumah tanggaan. Kerasa banget umur 22 tinggal sesasi maneh, wis meh 23 umur - umur undangan ulangtahun wis maleh dadi undangan nikah, apa meneh cah STAN - Setelah Tamat Akad Nikah iku pancen beneran kedadean. Akeh kancaku wis pada nikah, ana sik wis meteng, nduwe anak malah. Aku isih dadi tim kondangan hore - hore hahaha. Kok umur 22 isih jomblo sih Nggi? Akeh sik do iyik takon, kerep do ngece gara - gara aku sih jomblo. Yaelah bro, umur semene mah meh golek yang nanggung. Yowislah kalem, mending golekke sik cocok daripada iyik ming ngece wae. Wis ah, sik penting kabeh dilakoni wae, kabeh bakal rabi yen ketekan mangsane. Yen jodoh bakal ketemu ning pelaminan lungguh sebelahan, yen ra jodoh bakal ketemu juga nanging salaman karo mantene hahaha..
Keep calm lan tunggu rapelan, penempatan ~

Anggi,
lagi random lan kangen jaman kuliah

Jumat, 09 Januari 2015

A Little Selfmade Book of Me


When I was still 20 and in the third year of college, this selfmade book is the task I did for explaining my sanguin personality ~








Rabu, 07 Januari 2015

Resolusi 2015, yakin Resolusi?

   Resolusi 2015? Yakin resolusi? Yakin dibuat tahun ini? Yakin bukan kompilasi dari sepersekian resolusi resolusi yang gagal tuntas misi? Hahahha. Jawabannya bisa jadi, bisa jadi. Nothing's impossible right? hihihi.
Bicara tentang resolusi yang tercapai sesuai harapan dan tidak, semoga tahun ini lebih banyak yang terlaksana dari tahun tahun sebelumnya.


1. Blogging more ~
    Punya blog yang membutuhkan banyak perhatian karena semrawut dan payahnya aku mengurus blog ini sebelumnya. Please be nice in 2015, you'll get more things to do, but pay attention to your blog ~
2. Self care, enough sleep, jadi cantik ~
    Setelah pola hidup ala anak kuliahan dan mbak mbak kantoran yang semrawut dan sebelumnya kujalani di Jakarta ini membuatku kurang peduli kesehatan karena begadang. Mumpung job training di deket kampung halaman, saatnya menata pola tidur. Biar cantik ~
3. Jogging and food combaining
    Nah untuk dua hal ini baru sedikit terlaksana, jogging sudah lumayan, tapi untuk urusan makan kembali berantakan. Mungkin karena aku belum memulai food combaining setelah jengah dengan diet mayo yang hampir dua minggu menyiksa ~ Semoga tahun ini bisa makin bener ya pola hidup nya :"
4. Solo Travelling ~
    Sebagai anak magang, jatah cuti belum bisa dipakai, belum ada hak. Rencana solo travelling yang semakin menggebu ini pun agak terhalang dengan kebijakan menteri yang akan meniadakan tiket maskapai murah. GWS pak, jangan numpang tenar di atas bencana pesawat yang baru baru ini hilang di Belitung. Semoga maskapai low cost tetap ada, ini salah satu faktor pendukung travelling yang paling utama. Ga kabeh uwong turah turah duit gawe tuku tiket pesawat ekse pakbro. Tulung dipikir meneh.
5. Rajin ibadah ~
    Semoga taun ini makin cerdas secara spiritual, untuk mengimbangi kesenangan duniawi yang selama ini belum berhasil kugapai semua. Bismillah ya ~
6. Pending urusan dengan laki - laki
    Ketemu dengan orang yang salah, entah beda agama, jadi pelarian, friendzone, cieezone atau zone yang lain membawaku ke titik jenuh tertinggi. Bukan karena aku menjadi disorientasi setelah dikecewakan dan gagal, dan tak pernah sekalipun pacaran, tapi lebih ke perasaan lelah untuk hal - hal berbau relationship semacam itu. Mudah tertarik dan mudah bosan yang membawaku kadang ingin dan tak ingin punya status pacaran dengan seseorang, sekarang justru membuatku sadar dan bersyukur karena tak pernah sekalipun aku pacaran. Toh, aku juga belum siap menikah. Fokus ngurus diri sendiri dan bahagiain orangtua dulu lebih penting ~
7. Penempatan dan Rapelan
    Ini yang palig ditunggu, lokasi penempatan dan uang rapel gaji yang belum kunjung datang. Bersabarlah nak, gosip penempatan April dan rapelan Juni sudah sering berhembus kencang. Enjoy your current moments at home ~
8. Thai boxing
    Sebenarnya ini keinginan yang sudah beberapa tahun dipending, karena jaman mahasiswa mengeluarkan sekian rupiah untuk ikut kegiatan satu ini dirasa sangat berat semoga tempat penempatanku nanti memberiku kesempatan untuk bergabung dalam olahraga satu ini :"
9. Kursus bahasa asing (Germany, Korea or Chinese first?)
    Sebenarnya bahasa asing yang menarik minatku dari kecil adalah Jerman, salah satu alasan masuk ke Smansa yang malah kemudian memberiku bahasa asing Mandarin (yang notabene bahasa dunia kedua setelah Bahasa Inggris) dan Korea yang semasa SMA sempat membuatku freak dengan oppa - oppa kece boyband dan aktor drama. We'll see where will my location be then it's going to be decided :)

Sebenarnya resolusi 2015 ini adalah sekian sisa resolusi 2014 yang tersusun di 2013 dan direncanakan tahun 2012 dan sudah dipikirkan 2011. Masih banyak resolusi tahun ini yang belum tertulis karena lifeplan ditentukan setelah lokasi penempatan ditentukan.

Keep calm and eating bakwan ~
Anggi Restiana Dewi

Rabu, 24 Desember 2014

Pluviophile

   Knowing this word you may think it's a cool thing. But, as stated by the psycologist Pluviophile is a mental disorder. Pluviophile is the kind of people who find joy and peace of mind during the rainy days. As for me, I'm a Pluviophile people too. Hihihi I do love rain so much.
   There are so many reasons I love from the rainy days. Not that I'm a gloomy person who love being in such dark and cold days, but I do love rain that much. When I was a kid, I often go out and get myself wet during the rain falls. It makes me happy though. I love the smell of the ground after rain falls. It calms my soul *hihihi*. 

   People said " Rain has ability to recall and resound our memories." That's damn true. As the type of person who loves to keep memories, during rainy days my memories keep emerging. That's the source of my writing inspiration. I tend to write passionately during rainy days, believe it or not. I do love writing in rainy days. It grows my ability. hehehe
   When I was student, the only reason I avoid getting wet under the rain was my books and laptop. Hahaha Dancing under the rain and get all my stuffs wet thats not a good idea, right? But in another condition when I wasnt in a hurry, so many times I let myself get wet. I am not that umbrella girl who like to bring umbrella everywhere. I prefer to walk under the rain and get wet than bring my umbrella. I don't care people think I'm crazy as long as I can play under the rain. I fall sick often, get fever and snezze all the time, but I never give up playing under the rain. 
   I do love rain sooooo much and I'm happy,

Anggi
  

Jumat, 14 November 2014

Jalanmu, Jalanku, bukan Jalan Kita

   TKD dan pembagian instansi akhirnya terjadi. Ketidaklulusan beberapa kawan yang sempat membuatku patah hati mau tak mau terjadi. Antara senang tapi sedih, kecewa dan pasrah karena jalan hidup kami akhirnya bubar dari kata kita menjadi masing – masing aku atau kamu, dengan jalan hidup berbeda. Setahun yang lalu, sewaktu masa penggantungan nasib masih berlangsung kami selalu bertanya – tanya kapan kepastian itu datang. Tapi yang namanya manusia, sekarang kepastian sudah diberikan dan rasa sedih dan gundah itu pun datang. Ada awal ada juga akhir, begitulah kini yang menyesap di relung STANers 2010 kini. Dulu dikumpulkan dalam satu gedung dalam orientasi mahasiswa baru yang laki – lakinya harus botak, kini kami juga dikumpulkan lagi dalam satu gedung tapi dengan keadaan berbeda. Dulu dipisahkan spesialisasi, kini dikelompokkan berdasarkan instansi. Semacam mini reuni, senang dan sedih menyatu. Beda instansi beda pula jalan hidup setelah ini, beda yang akan dijalani setelah hari Induction Program dan seterusnya.

gedung tua tempat kuliah dulu

STAPALA STANers 2010 DJP

STAPALA STANers 2010 :))
   Bintaro bukan lagi tempat kami akan bertemu, menyesuaikan jadwal bertemu juga tak akan semudah itu. Si A ke kota X, si B sibuk dengan urusan kerjaannya, semua akan tiba pada waktunya. Ketika yang tadinya adalah kita, sekarang akan terpecah menjadi kamu, atau aku, dengan masing – masing jalan hidupnya. Apakabar tempat nongkrong kala mahasiswa dulu? Apakabar kehidupan ala mahasiswa yang bebas dan menyenangkan? Semua akan terganti dengan kehidupan dunia kerja yang menuntut keteraturan. Tak ada lagi nongkrong – nongkrong bodoh rame – rame, tak ada lagi asal nongol di kosan orang, tak ada lagi malas – malasan di posko karena menghindari kuliah. Yang ada adalah bangun pagi, absen dengan tertib, kerja rajin sampai sore, pulang, kelelahan, istirahat dan berulang. Tersisa akhir pekan Sabtu Minggu yang akan lebih kaupilih untuk waktumu istirahat.

Paus B1 no 7 girl, minus Putya and Arlin :"(
    OJT atau lebih lengkapnya On Job Training akan dilaksanakan hingga minimal Maret 2015. Untuk instansi lain, semua dilakukan di pusat a.ka Jakarta. Sebagai satu – satunya instansi yang memiliki ribuan pekerja baru Direktorat Jenderal Pajak menyebar tempat kami OJT. As for me, aku lebih memilih tempat yang ramai dan banyak kawan. Ternyata hasil pembagian tempat magang berkata lain, aku terdepak ke Temanggung yang sebenarnya tak pernah kupilih. Antara Magelang atau Jakarta, dan akhirnya minggu awal yang penuh kesenyapan pun memaksaku bertahan di Temanggung. Pulang ke rumah dengan gontai dan mood berantakan dari Bintaro seusai Induction Program, ah memalukan mental ini. Sebagian besar cowok Magelang terlempar ke Jakarta, tempat yang kuinginkan.  Dan aku mendapatkan lokasi yang jauh dari keramaian, Temanggung. Meskipun kecewa, mungkin Tuhan punya rencana yang manusia tak pernah sangka. Mungkin aku diberi kesempatan untuk tinggal di rumah sebelum penempatan definitive yang entah akan membawaku ke mana. Manfaatkan waktumu di rumah sebelum kamu jarang pulang, Nggi. Mungkin seperti itu kalimat Tuhan bila diterjemahkan dalam ucap manusia.

dunia per KRLan jaman magang

   Umur semakin bertambah, fase hidup bergeser perlahan sesuai alurnya. Masa kanak – kanak tergantikan dengan masa remaja, yang berlalu hingga masa kuliah usai dan bergeser ke masa dunia kerja. Ah, cepat sekali waktu berlalu. Aku rindu tiga tahun masa kuliahku dulu, setahun waktu penantian yang kuisi dengan magang pemrov DKI, magang di Kanaka dan sekian waktu masa pengangguran. Apa kabar kalian, yang senasib sepenanggungan yang selalu kusapa tiap bertemu di jalan. Apakah kita merindukan tempat yang sama? Mungkin iya, mungkin tidak. Karena masamu sudah terlewat, ikhlaslah Nggi. Jangan terlalu betah di Bintaro, duniamu sudah berbeda. Selamat datang dunia kerja, keteraturan dan hal menjemukan yang harus dilakukan. Beda instansi, beda jalan hidup tak apa, semoga kita sukses di jalan masing – masing. Sampai ketemu kawan, yang kini tak bisa satu persatu kukumpulkan karena beda kesibukan. See you when I meant to see you ~



Anggi Restiana Dewi,
DJP


Minggu, 12 Oktober 2014

My kind of Runaway

   If you ask me what I will do everytime I get very big problem, one of the answer will be going to the mountain. I like having such runaway in quiet and cold place, throwing away my bad feeling and get refreshed mind after coming back from such trip. Hihihi.. The trip will be interesting when we go with those fun person.
This time, I'm going to Argopuro in Probolinggo, East Java, after experiencing such a heartbreak eaa I will throw those feeling in such height. Let's have a brand new life, no more heartbreak. Actually I'm tired, this feeeling like remah remah rempeyek thing that I feel lately, may it disappear as I come back from the trip..
This stage I'm in, when I'm already tired of all dramaqueen thing, tired crying over guys or being left for the shake of his new relationship. I choose mountain over guys ~
May God let me meet the new and moooore in everything guy ~  

Kamis, 25 September 2014

Karena aku tak harus menjaga perasaan

   Karena aku tak harus menjaga perasaan siapapun, tak jarang ada pihak - pihak yang tersakiti atas sikapku disadari maupun tidak. Dekat dengan siapapun, itu masih hakku karena aku tak punya orang yang harus kujaga perasaannya, orang yang akan marah ataupun kesal saat aku dekat dengan si ini ataupun si itu. Terlalu santai, dekat ya dekat saja, toh yang penting aku masih ada batasan tak akan merusak hubungan orang lain dan selama yang dekat denganku fine fine saja bagitu tak masalah. Tapi ternyata, hal yang kuanggap tak masalah, seringkali terasa sensitif buat beberapa pihak. 
   Kebiasaan, atau entah memang belum jodoh, kisah yang kupunya dengan sekian orang dan selalu berakhir menggantung / tidak jelas endingnya, membawaku pada label "tukang galau global dan php" Lucu ya, dibilang php, ada beberapa pihak yang mengatakan ini padaku, tapi untuk beberapa alasan kadang aku harus mengiyakan label ini. Menjadi orang Jawa yang serba tak enakan, membuatku berusaha mengiyakan semua hal yang pada akhirnya tak bisa kupenuhi dan ya, aku mendapat label php. Sedangkan alasan aku dicap tukang galau global adalah ya karena kebiasaan galau, yang seringkali tak spesifik alias global hahaha. Galau spesifik sampai bertahun tahun pernah, sebenarnya bukan karena hobi, tapi galau itu salah satu inspirasi untuk dijadikan tulisan, apalagi yang dialami sendiri hihihi..
Ada cap lain yang selalu menempel padaku, yaitu si "gebetan banyak tapi selalu gagal jadian" ah tak masalah, toh setiap hubungan terjalin karena adanya penjajakan. Wajar kan? Kalau selalu gagal, mungkin itu cara kasih yang ditunjukkan Tuhan agar aku tak salah menentukan pasangan. I'm sad and grateful at the same time for this. 
Sisi lain yang membuatku bersyukur adalah, aku terlepas dari amarah kebencian wanita - wanita yang pernah atau hampir berakhir dengan laki - laki yang dekat denganku. Untuk hal ini, sebenarnya aku tak terlalu ambil pusing. Toh, masih bukan siapa - siapa ku dan hanya sekedar berteman, kenapa harus cemburu ~
   Karena jodoh tidak akan tertukar seperti sandal, percaya sama Tuhan jodoh untuk masing - masing sudah disiapkan. Tergantung cara dan pola hidupku, apa yang kutabur akan kutuai nanti. Kalau mau jodoh yang baik ya belajar jadi lebih baik. Salah satu caranya adalah belajar menjadi lebih wanita, hihiihi untuk hal ini alhamdulillah sudah lebih fleksible.. Setidaknya aku tak memalukan untuk jadi gangengan kondangan.
Maafkan untuk tulisan belepotan dan tak penting ini 

Regards,
Anggi