Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

Berburu Barang Second Hand di Pasar Senen

   Membeli barang baru dengan harga mahal tapi modelnya biasa atau membeli barang second dengan model yang cukup lumayan tapi tak terlalu merogoh kocek adalah pilihan. Bagi yang berkocek tebal dan suka barang branded, memilih barang di pusat perbelanjaan ternama mungkin hal biasa. Tapi berburu barang second hand juga bisa menjadi pilihan.
Salah satu tempat favorite untuk berburu barang second hand yang paling diminati di ibukota adalah Pasar Senen. Lokasi yang strategis dan pilihannya yang beragam membuatnya jadi pilihan.
   Pun untukku, pasar ini selalu menjadi pilihan mencari barang second berharga miring. Pengunjung Pasar Senen terdiri dari berbagai kalangan, dari pengunjung biasa hingga para fashion blogger yang mencari referensi fashion dari berbagai era.
   Pasar Senen sempat hampir gulung tikar karena wacana pelarangan penjualan narang bekas karena kasus bakteri yang sempat berkembang. Namun hingga kini berita itu tak mengganggu pengunjung setianya yang tetap mengakrabi pasar yang sudah sekian lama berdiri ini. 

Minggu, 27 September 2015

Memoirs of DTSD


pelepasan ballon after penutupan


   Bertemu untuk berpisah kembali, itulah kami, dipisahkan oleh SK dengan jarak terukur dari Sabang sampai Merauke, disebar ke sekian kantor pajak se Indonesia raya dan sekarang dipertemukan oleh ST yang mengharuskan kami datang ke ibukota, campur aduk rasanya. Dua diklat kami jalani secara marathon, setelah DTU yang penuh debu, kini DTSD (Diklat Teknis Substantive Dasar) yang mengharuskan kami kuliah lagi selama tiga minggu. Datang dengan hati riang gembira, menjalani diklat dengan jadwal yang luar biasa mawut – mawutnya untuk kami, dan pergi dengan perasaan sedih tak siap berpisah adalah hal yang harus terjadi. Diklat yang tak diasramakan ini ada plus minusnya untuk kami, plusnya kami tak terlalu dikekang dan diawasi, minusnya adalah jadwal yang terkesan terlalu dipaksakan  dan kebutuhan kami yang sedikit terabaikan di sini.
   Minggu – minggu awal, sebelum hal yang namanya ujian datang, kami masih ceria riang gembira dan bahagia datang kuliah, walaupun di kelas ngantuk sering tak tertahankan, memiliki kelas lagi, kuliah lagi adalah hal yang sangat kami syukuri, ditambah melihat ekspresi ngantuk yang sangat menghibur. Dari sekian ratus peserta diklat, berpapasan dan saling sapa lumrah terjadi, tak seperti waktu masih kuliah dulu, sebagian besaar anak STAN yang apatis ini mungkin malas sekedar menyapa. Tapi yang terjadi di diklat ini adalah tiba – tiba kami punya lebih banyak teman, teman baru, pergi kemanapun banyak teman yang bisa diajak pergi, tak seperti saat kami memasuki dunia kerja, sepi rasanya . Jadwal diklat memang padat, tapi kami tak pernah kehabisan ide untuk bisa keluar main, sekedar makan bersama, kumpul dengan kelas, atau karaokeanbahkan di kelas di sela jeda pelajaran sebagai pelepas stress karena ujian, menyusup ke kelas sebelah, keluar jalan entah dengan anak kelas manapun rasanya tanpa kendala. Semuanya terasa cepat karena kami sangat menikmati waktu sempit yang kami punya untuk sekedar reunian ala kadarnya.
   Minggu kedua, ceramah dan ceramah sering diadakan dengan jadwal yang cukup membuat kecewa. Terkadang kami kuliah sampai sore dan dilanjutkan ceramah, kadang kuliah sampai siang ada ceramah malam, ya namanya peserta kami mah nurut apa kata jadwal walaupun kecewa. Ujian di minggu kedua seharusnya bisa dikerjakan dengan lancar tanpa kendala, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Karena radang dan badan yang merinding disko karena demam, sampai waktu ujian selesai aku masih bertahan di kelas karena susah berfikir. Lapor ke penyelenggara dan ternyata tak ada dokter yang standby sepanjang diklat ini, kecewa berat lah, untuk diklat dengan durasi seperti ini dan jadwal yang terkesan diforsir, keberadaan dokter itu perlu lho ya. Tapi yasudahlah, peserta mah ga bisa ngelawan, ya mohon maaf kalo di lembar evaluasi pengisiannya kami lakukan sesuai keadaan mau gimana lagi namanya kecewa.
   Saking padatnya jadwal bahkan kami nyuri – nyuri waktu untuk bisa reuni dengan anak kosan dulu karena Sabtu yang berharga dipotong waktunya untuk kuliah dan ceramah, kangen kangenan cuma dua jam karena mepet waktu ceramah, makan bareng dan karaoke sebentar, ah sedih kali weekend kami ini. Minggu kedua ini sepertinya minggu padat di mana banyak kumpulan anak diklat ini pergi jalan, entah di mall, sekitaran Blok M dan Purnawarman ini seolah jadi daerah kekuasaan kami hahaha. Kawasan sekitaran kampus kami diklat berubah seolah Kalimongso PJMI waktu kuliah dulu, mall terdekat berubah menjadi Bintaro Plaza, isinya orang ini lagi, ini lagi.
  
temen kabur ke Bintaro
Kelas Kaa girls
kelas Kaaraoke wkwkwkw

Oiya selama DTSD ini Kopassus tetap ada menjadi pembawa apel kami, sepatu wajib disemir setiap hari, setiap hari ada gantian ketua kelas dan petugas piket dari kelas, dan masih ada senam ayo semangat jaman DTU untuk hukuman kalau kami buat kesalahan. Bayangin aja pake pantofel lompat lompat senam, duh bang sakit kaki adek.  Selama DTSD seneng banget bisa jadi ketua kelas lagi biarpun cuma dua putaran, dan sekali jadi petugas piket . Jadi ketua kelas, lancar semua aman terkendali, beda dengan waktu jadi petugas piket, tenggorokan sakit dan suara serak tapi misi berjalan lancar. Biarpun dibully teman angkatan tak masalah, kesempatan tak datang lain kali, dengan terbata – bata dan sempat melakukan kesalahan di depan sekian  ratus orang, siswa yang dimaksud pun kupanggil ke depan. Toh setelah DTSD kemungkinan bertemu kami sangat kecil. Yaudahlahyaa, mohon maap lahir batin adek banyak salah bang ~
Minggu terakhir kami di Purnawarman, bahkan abang gojek, grabcar,grabbike dan kawan kawan sudah hapal anak diklat yang sering jadi pengguna jasanya. Dua minggu dan kami sudah terbiasa dengan kehidupan di sini, harga barang di Balikpapan lebih mahal pula, jadi makin betah, bahkan saking doyannya makan kwetiau hampir tiap malam langganan kwetiau dekat kosan. Gws deh ya :”
Ingat kalimat yang diucapkan ibunya Nisa waktu SMP. “Ketika rasa nyaman sudah singgah, setelah itulah kamu akan berpisah.” Dan ini benar adanya terjadi pada kami, betah dan sekian hari lagi akan berpisah, setelah tiga ujian, tiga kali kelas dan satu acara perpisahan, diklat ini akan berakhir. Dengan waktu terbatas dan beberapa dari kami sebagai panitia, dibentuklah acara Inaguration Party yang sempat mengalami beberapa kendala dan bisa berlangsung seru penuh canda tawa. Video – video kocak ala diklat, flashmob, tarian, perform dari perwakilan daerah dan joget seru bareng – bareng dengan music DJ angkatan kami sangat menghibur setelah kuliah seharian dan ceramah sampai sore. Seems like everyone agree to have fun ~
   Inaguration party setelah dua ujian, persiapan mepet dan aku yang sempat stress karena ujian PPh yang nyaris berantakan karena hape yang sempat rusak dan bikin nangis kaya orang ayan, hari inauguration kami benar – benar have fun. Bertema nusantara dari Sabang –Merauke, which is tempat kami penempatan, berkostum batik acara ini berlangsung meriah. 

Setelah ceramah, diberi kesempatan waktu makan dan ganti kostum, acara mulai tepat seusai magrib, dibuka dengan tarian nusantara (yang aku sempat salah gerakan), pemutaran video kocak karya Bagus dan Goizza, putra putri nusantara perwakilan, joget bareng DJ, nyanyi bareng dan foto bersama seangkatan yang mustahil semua wajah nongol dalam satu frame. We all have fun! Inaguration sebelum ujian terakhir done!
   Ujian terakhir, Rabu 23 September 2015 berjalan lancar, semoga semua lulus amiiiin! Apel pagi terakhir pun semuanya berjalan lancar, teriakan anak kelas K makin kencang hahaha.  Hari H Baper datang, muka muka sedih karena akan berpisah mulai nampak, selesai ujian kami masih harus kuliah pelajaran yang tak diujikan, semoga diklat – diklat setelah ini jadwalnya lebih efektif ya. Fokus kami pun sudah tak lagi ke pelajaran, tapi momen – momen ele elekan di kelas, ketawa tawa bercanda dan gedabrukan. Kelas berakhir hari ini, testimonian sekelas, duh rek sedih sekali rasanya, berakhir banget ini, penutupan berlangsung di lapangan tempat apel dilanjutkan dengan penerbangan balon. Aaaaak, benar – benar pelepasan. Semua peserta diklat sibuk foto sana foto sini, foto bareng orang – orang yang mereka tak ingin lepas untuk pergi #hayah. Setelah menguatkan mental dan diseret Izak, akhirnya aku foto bareng seseorang yang tidak usah disebut namanya tapi semua orang tahu, setelah lima tahun baru sekarang ada foto barengnya. Walaupun fotonya jelek karena grogi disorakin orang – orang, yowis tak apalah yang penting foto, karena setelah DTSD semuanya akan benar – benar berakhir. Momen foto – foto di lapangan pun berlanjut sampai magrib.

   Gabung ke geng kelas sebelah karena pengen makan enak terakhir kali sebelum pulang ke Balikpapan, keapesan datang, terjebak kemacetan Kemang yang menyebalkan selama lebih dari dua jam, dan hp yang benar – benar rusak tepat di momen sebelum kembali ke perantauan, kurang sedih apa coba. Ditambah kaget karena reschedule jadwal penerbangan yang seharusnya jam 5 sore dimajukan jadi jam 10.50 dan hp belum sempat dibawa ke tukang servis. Kepergianku meninggalkan Jakarta untuk kembali ke Balikpapan adalah hal yang paling menyedihkan untuk dilakukan.
   Hari H keberangkataan, mana bisa aku menghubungi orang – orang, hapeku rusak, flight pagi dan tak sempat sholat Idul Adha di dekat kosan terakhir kali, baek – baek lah ya hidup di Kalimantan setelah ini. Mungkin seminggu bakal hidup tanpa hp dan kembali ke masa seperti DTU, setidaknya bapernya agak bisa ditahan lah ya tanpa socmed. Dan kurang dari 3 jam aku sudah menyeberang pulau dengan kondisi badan dan perasaan yang morat – marit tak karuan. Selamat datang di Balikpapan, adaptasi lagi, kerja lagi, semangaaat Anggi ~
DTSD sudah berakhir, semoga pengumuman dengan hasil baik segera datang, sampai jumpa lagi di diklat selanjutnya guys ~~
Gonna miss you sooooooooo much!

*PS : foto – foto DTSD di hp terancam hilang semua karena hp rusak, yang fotonya ilang mohon maap lahir batin ya, semoga ikhlas, lain waktu kita foto lagi </3



With love,
Mantan siswa
Anggi R. Dewi

Minggu, 13 September 2015

One fine night in Filosofi Kopi

   Having almost all 400 people gathering in Purnawarman is a good chance to meet old friends. One side it's great to be able too see those guys, another side it is a disadvantage for people with no geng like me. Old classes during college life I have are gathering here, 1J,2B, and 3O, the people remains the same but the priorities dont. This one prefer the 2nd year class, this one prefer the last year class, and this one is being confused of who will go out with her. Poor me, I always feel like being placed in the class who lost the togetherness we used to have after having our class separated. Ah, it makes me jealous whenever another classes are doing just fine with the separation and still can go out together without meaningful conflict. It's okay that everybody has their own priority but it's still sad that my 1J,2B and 3O have nowhere to go for having sharing moment.


   One fine night when I am in the mood of going out, after the appointment 3O wants to go out suddenly it turns out to be wasted. It's just me going out with these two guys finally, Rio and Ali. I get myself feel the badmood at first, having creepy talk, and being happy at last. I wanna see the cafe owner but turns that he wasnt there, Rio Dewanto. Next time maybe. One of the coffee shop you should visit is here, I love the atmosphere they offer. They have this kind of interior, people keep coming into this place even when there's no seat for you. They wait patiently to get their turn. We just have to wait for three minutes and get our seat to drink our coffee (I'm not in a fit condition and drink chocholatte instead of coffee)


   The price for each cup is around 30k, and the taste is fine. I love the chocholatte drink :9

This cafe located in Jl. Melawai near Blok M square, you can stop by this place after having a tiring shopping day in Blok M. We can use the apron to take pictures too, act like barista working in a coffe shop.
 It's just several hours, pushing back the plan to study PPN and I'm fine. Walking from Blok M until home, feel the wind blows at night, I'm fine, I'm fine ~~
Try to have one ship of coffee, deal with the bitterness and be tough ~ 



Coffee lover,
Anggi R. Dewi

Senin, 07 September 2015

Pasar Santa and First DTSD Weekend

one of the stan in Santa Market
  DTU yang penuh keceriaan lewat sudah dan kini berganti dengan DTSD, diklat yang tak lagi kami lakukan sepenuhnya di asrama atau camp ini yang mau tak mau memaksa kami harus belajar lagi. Hepi hepi aja sih walaupun tanpa asrama, yang penting ketemu banyak teman seangkatan, kuliah lagi, seneng - seneng di kelas. Weekend pertama di DTSD ini, stay di kosan adalah hal yang terlalu merugi untuk dilakukan. Ditambah Sabtu ini kami dihinadinakan karena kuliah di saat kelas lain libur, ambil hikmahnya aja ga perlu repot beli makan ahahaha


 
   Untuk pertama kalinya akhirnya beneran berkunjung ke Pasar Santa, yaampun tinggal ngesot dari kosan nyampe dan deket. Telat sadar banget ya Tuhan, untung Wiga Reyza ngajakin keluar setelah tunggu tungguan hihihi. Kuliah bada dhuhur kelar, dan jadilah kami bertiga ke Pasar Santa, keliling nyobain menu di tempat makan hits di Jakarta xD Daaan ketemu Nesty sama Reni, aaaa thankyouuu girls for today. Kami bertiga keliling dan ngendon di tempat ini dari banyak yang tutup sampai suasana ramai banyak yang buka hahaha, kocaklah berasa penunggu. Sempat hanya menemani Wiga dan Reyza makan di Claypot, menu makanannya lucu. Dan terimakasih Nesty, donatur yang baru rapelan nraktir kami bertiga, sementara Reni pamit duluan setelah itu. Weekend, nice weather, nice place, nice food and bestfriends, I don't wanna go home hahha. Akhirnya keturutan nyemil - nyemil di Pasar Santa, next time mumpung masih di Purnawarman mampir ke sini adalah keharusan. Dan kami pulang tepat saat acara akustik dimulai, yowislah~ Here are some pictures I could take during our Santa expansion xD

reunion~


Pasar Santa sebelum ramai buka
claypot :9
tasty 40k juice

I want this, but it's closed!
clay pot food
poor me,the black hotdog isn't fotogenic
yummy takoyaki

 Pindah tempat ngobrol ke Sevel setelah pamitan dan ketemu lagi.
And thats how my Saturday night goes on ~

Minggu
going back to the corner where I first saw you #eaa
 Minggu ini adalah minggu tenang karena ujian ujian selama masa diklat ini belum dimulai. Hari ini aku ke Bintaro, menghabiskan sebagian besar waktu di sini, nengokin kampus yang sekarang gersang tak terurus kaya kandang wedhus T.T, balik ke kosan jaman penantian kejelasan nasib dan mendapati kami punya ponakan baru. Time flies seriously fast, dulu waktu masa menanti TKD yang tak kunjung datang, mbak kosan masih dalam masa hamil, dan sekarang sekian taun anaknya udah lari kesana sini. Kangen dengan segala suasana waktu kuliah dulu, kangen kawasan sekitaran kampus, kangen waktu gampang banget ada yang nemenin pergi kemana mana tanpa harus bingung dan merasa kesepian, sekalinya dapet kesempatan diklat dan kembali ke Jakarta bahagianya luar biasa (bapernya juga).


rumah semasa kuliah tiga tahun, too many stories happened here

Setelah seharian di Bintaro, ke kosan, karaoke sampe bego karena room dipake bertiga tiga jam lamanya, dan weekend ini ditutup dengan jalan random ke Aeon mall Serpong karena tawaran Havas dan Reyza, beruntung taman lampu kelap kelip masih menyala. Itung itung hiburan karena kuliah setelah ini makin mendekati ujian :"

spot favorit pengunjung di Aeon mall Serpong, If only I got one like this in Balikpapan

Weekend berakhir, perut kenyang, hati senang ~
Cheers,

Restiananggi

 

Sabtu, 29 Agustus 2015

DTU Baper in Buperta is officially over

DTU angkatan 4 tahun 2015!
   DTU atau yang kepanjangannnya Diklat Teknis Umum adalah satu dari sekian diklat yang  wajib dijalani para CCCCCPNS Pajak.Diklat ini menjadi semacam momok bagi sebagian kami, ya karena aktivitas fisik selama 10 hari di bawah tekanan Kopassus dan kami akan meninggalkan diklat dengan wujud buruk rupa alias gosong. Di saat banyak yang mengeluh, diklat ini adalah diklat yang sangat disambut riang gembira bagi kami yang penempatan di luar Jawa (anak luar Jawa banget nih). Buatku DTU ini bakalan lebih seru daripada DTSD (diklat setelahnya) yang bakalan menghabiskan banyak waktu untuk belajar di kelas melulu. Outdoor activity like DTU gotta be fun to me!
   Setelah pengumuman yang mendadak dan surat tugas yang kecret - kecret belum selesai diurus, aku berangkat ke Jakarta bareng Oliv dan Ismul dengan kondisi telinga sehat setelah diobati. Dan sampai Jakarta masih sehat, sepanjang perjalanan aku menutup telinga dan mulut tak hentinya komat - kamit. Biarin dikira stress, yang penting telinga sehat. Sampailah aku di ibukota setelah dua jam menahan kantuk dan amazed melihat pemandangan sunset di atas awan :" Sayang hape rusak, tak bisalah aku mengambil gambar, sediih. Datang ke Jakarta, walaupun hanya untuk sekian bulan rasanya sangat bahagia kembali di kota yang banyak masalah dan cerita.
  
Rabu, 19 Agustus 2015
Berangkat dari kos DTSD ke Buperta dan sampai sebelum matahari terbit di Jakarta adalah hal yang melegakan. Mending nunggu daripada ditunggu kan? :D Bertemu di tempat seperti ini, melihat cowok - cowok digunduli semacam teringat masa muda waktu masih maba, kesempatan reuni ini lumayan bikin baper. Eaaaak. Dan setelah menunggu berjam - jam, tempat kumpul kami bukan di spot tempat kami menunggu, mau ga mau jalan jauh ke pendopo Kempa 2. Masih ada waktu sampai malam untuk gegoleran di tenda dan leha - leha sebelum upacara pembukaan. 
Upacara pembukaan kena bully karena bilang sakit telinga, duh pak beneran ini dikira boongan T.T. Setelah makan, kami jalan malam, dilanjutkan dengan acara tidur di hotel berbintang (baca lapangan rumput dan beratap langit penuh bintang) . Terlalu excited dengan diklat ini aku selalu berteriak penuh semangat xD Termasuk waktu tidur di lapangan malam pertama ini dan dapat jatah ronda malam bergantian. Serem serem menantang Buperta ini.

Kamis, 20 Agustus 2015
Ada larangan tersendiri di Buperta ini, kami dilarang pergi kemanapun sendirian, karena sudah banyak kejadian sebelumnya waktu senior kami ada kasus kesurupan dan semacamnya. Badluck Anggi, terbangun waktu jatah ronda dan mendapati bibir jontor kanan kiri dan jadilah aku seharian kena bully. Perut kembung, bibir bengkak, masih juga dibahas anak gunung bisa alergi dingin hahha. Kegiatan hari ini adalah masuk gorong - gorong yang penuh lumpur dan bau t@!  ga nahan gatelnya doang sih sebenernya, sambil ketawa jalan ngelihat ekspresi temen - temen kocaknya xD Setelah di gorong kami dicelup ke danau supaya agak bersih. Duh bang, adek kotor dan bau kali ini. Masuk ke danau dengan riang gembira dan perasaan baper tingkat dewa karena papasan dengan barisan siswa *duh*
Materi hari ini lumayan lah intinya berani kotor itu bagus, dan kaki mulai mengeriput setelah ini. Senat terpilih hari ini, gue gagal dong. Syediih ~ Tidur di hotel berbintangnya geser ke lapangan sebelah karena ada kasus perampokan waktu magrib tadi.

Jumat, 21 Agustus 2015
Hari ini kami diceburkan ke danau lagi, seneng sih tapi ya gitu dibilang ga korsa karena ga menyelam, kupingku weeey kuping ini sakit -__- Seneng sih nyebur danau, papasan sama geng siswa lagi, baper lagi duuh. Akhirnya setelah diluar tenda bisa juga kami mandi karena para siswa Jumatan, mulai hari ini resmi jadi penghuni tenda 20 dengan jadwal ronda terlampir, eaaa. Jam jam ronda dan ngigau karena ngantuk luar biasa. Siang setelah Jumatan materi kami tentang keslap atau kesehatan lapangan lumayan lah buat hiburan, ngetawain temen angkatan yang jadi bahan praktek pelatih iseng hahhaha. Jatah ronda malam dimulai setelah ini, sambil ngeteh, kopi atau jahe dan ngantuk ngantuk, giliran jaga malam berlanjut khidmad.

Sabtu, 22 Agustus 2015
Rutinnya senam jam 4 pagi adalah hal yang otomatis jadi alarm bangun, waktu pembersihan pagi bukanlah hal yang tepat untuk mandi. Jadilah kami para siswa bau cuma mandi sekali sehari dan itupun malam hari. Materi kelas hari ini diisi oleh pelatih senior, Pak Muliamat lumayan seru sih walaupun dipanas - panas di lapangan. Kami diajari materi penghormatan formal dan praktek bergantian hahaha Ga mau banget disuruh akting jadi anak buah, maunya jadi bos xD
Telinga kumat sakit di hari ketiga, berdengung lagi, lapor ke tim medis dan dengan terpaksa makan painkiller lagi. :" Oiya tim medis dan si pelatih wangi ini jadi idola para siswi, lumayan buat hiburan di kala terik mentari dan lautan siswa gundul di lapangan. Gak papa ga sekelas sama yang ganteng, pelatihnya aja yang ganteng hahaha *ganjen*

Minggu, 23 Agustus 2015
Dibawa ke rumah sakit di hari Minggu dan ternyata THT tutup, sedih rasanya -__- cuma dikasih painkiller dan antibiotik, gws ya telinga kiri. Melewatkan materi simulasi gempa dan kembali lagi waktu masak - masak, asik ga asik sih, kebayang aja kalo kebanyakan tangan masak malah berantem adanya, apalagi cewek satu dan lainnya beda style dan taste masakannya. Udahlah namanya dapur darurat bencana, dibikin kreatif aja seadanya. 
Seneng banget hari ini jadi ketua kelas, setelah berapa tahun terakhir kalinya ngerasain jadi ketua kelas, teriak mimpin barisan, uwwwuwuw, tapi bikin kesalahan waktu laporan, yaudah gapapa dimaafkan ya.
Oiya camp kami ini bertetangga dengan rombongan anak pramuka, setelah dedek SD pulang naik truk dadah - dadah ke kami, datanglah gerombolan anak SMP kemah juga, mereka berlalu pergi, sementara kami masih aja di sini hihihi. Terimakasih dek adek karena kalian kami dapat inspirasi bikin yel - yel, kompi 3 asik kompi 3 enak, kompi 3 lemah lembut ~~

Senin, 24 Agustus 2015
Seperti biasa bimbingan fisik pagi siang sore adalah makanan kami, jadi ya biasa aja udah. Menu makanan tiap hari diganti, seharusnya habis sih, tapi toh nggak dicek jadi ya paling kalo menunya lagi ga sesuai lidah cuma habis separuh. Hehehe mohon maap yak ^^v
Oiya hari ini ada materi ceramah dari KPK, ciee berteduh, cie pada rebutan dapet bingkisan hahaha Akusih yang penting neduh aja daripada dijemur, makin menyedihkan ini kulit menghitam. Oiya, DTU ini adalah diklat terbaper untuk beberapa dari kami yang punya special case xD Bahkan nyebut Buperta dengan Baperta saking bapernya, gws ya girls. Semoga segera diberikan kesadaran.

Selasa, 25 Agustus 2015
Hari ini biasa aja, ga ada yang berubah, kegiatan fisik kami masih sama, dijemur di lapangan juga iya. Yang agak bikin beda paling menu makanannya. Oiya, kegiatan favorit selama baris di sini adalah waktu awal bentuk barisan dimana kami selain ketua kelas dan penjuru berlari dari ujung memasuki lapangan gerudukan macam acara Benteng Takeshi, feel the sensation! Seru abis! Berlarian sambil teriak balapan bentuk barisan, we are happy kids!
Oiya materi baris berbaris ini agak agak seruan, lumayan kelas yang tadinya mager ini udah agak kompakan, kompak menyebar fitnah biar kelas tetangga dihukum wkkwk *becanda*
Mood hidup di Buperta udah teratur dan berjalan apa adanya, bimbingan fisik pagi siang malam, biasa, makan cepat biasa, mandi antri rebutan dan lomba lari, sudah biasa. Udah betah aja xD

Rabu, 26 Agustus 2015
Pengen kali ikutan bela diri, tapi kesehatan telinga harus lebih dipentingkan. Aku ke rumah sakit lagi dan kaget setengah mati waktu dikasih liat tagihan T, T mahal banget maaak. 
Oiya kami kedatangan KITSDA kali ini, lumayan lah materi di bawah tenda biru daripada di lapangan melulu. Sekali - kali ~ Oya kata orang kantor pusat SK is my home base, iyasih yang ngendikan lokasinya di Jakarta :"
Dan kami kedatangan pelatih legendaris, Pak Soriton cuma hari ini. Wih harusnya seru nih kalo DTU bareng beliau, sayangnya Samapta lebih menarik dibanding DTU. Dilihat secara kasat mata juga lebih menarik Samapta (curhat karena ga bisa masuk Beacukai), apalagi sebagian besar cowok pajak ini lemah ( tapi gue suka kok (?)).
Siang ini kami makan ditukar - tukar, lari, tiarap, disemprit, makan lagi, lari lagi, but it's so much fun to me. Serius diklat yang dikerasi begini bisa bikin kompak sebenarnya, daripada yang cuma leha leha materi aja xD

Kamis, 27 Agustus 2015
Diajari karate dan ga dipilih itu rasanya sedih T. T pingin banget nampil dan ikut latihan, ah gara - gara kaki pengkor gerakan ga karuan. Yaudahlah terima nasib dijemur jadi barisan PBB, jadi remahan debu di lapangan buperta, aku ndak papa. Baris berbaris di tengah teriknya cuaca, dijemur dan bergelut bersama debu debu rerumputan kering lapangan yang makin tega menyiksa napas kami. Satu persatu pengidap batuk mulai muncul, yahweeee. Digeber latihan baris seharian, diselingi latihan sebentar buat performance kelas, lumayan lah. Oiya hape dan barang titipan dibagikan, sedih sih bukannya seneng. Hape rusak dong ga bisa nyala, pasrah lah bakal cengo. Hari ini kulit makin legam, menyambut malam terakhir tidur di camp. Bakal kangen jaga ronda di depan tenda 20 nih kayanya.
Malam api unggun ini dibuka dengan acara formal, ditambah acara nonformal dengan perform per kelas dan senam se angkatan, yihiii kelar deh acara, lewat tengah malam sih tapi kami riang gembira dan seneng - seneng aja ~
Jumat, 28 Agustus 2015
Hari terakhir di Buperta, baper makin maksimal, apalagi setelah demo baris dan beladiri selesai, upacara penutupan dan kami sudah resmi meninggalkan camp ini. Yang lain pada sibuk sama hpnya, akumah diem aja, hape rusak, cengo aja bisanya. Kalo ada hape kan enak bisa ajak foto siapa aja, hiks sedihnya. Setelah ditutup acara bebas yang mau pulang silahkan, yang masih baper silahkan nunggu habis Jumatan. Foto - foto bareng ini itu, kelas ini dan itu, tapi aku ga foto bareng you know who. Bisa makin baper nanti T__T Ndak siap kalo harus dibully, hape rusak juga sih, akhirnya pura - pura nggak liat dan ngacir pergi. Pengen foto sebenernya ih, tapi muka kaya pantat wajan gini malu ah. Badan makin demam dan batuk tiada henti memaksaku pulang ke kosan. Ditambah keadaan yang tak menentu mending istirahatlah sebelum makin teler.

DTU berakhir,overall telinga masih sakit, kulit wajah dan tangan gosong seperti pantat wajan, dan kondisi badan yang drop tak karuan sukses menambah kebaperan selama di Cibubur. Finally DTU baper in Baperta is officially over. Senang dan sedih rasanya pergi meninggalkan camp yang sudah sepuluh hari menjadi bagian cerita kami. Sampai ketemu di diklat setelah ini :"

Siswa DTU,
Anggi R. Dewi