Tampilkan postingan dengan label New Zealand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Zealand. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2017

Anggi First Bungee!

  
I jump, you see!
   Bungee jumping is on my top list of to do list before I die since long time ago. After this quarter age of century I finally get the chance to visit New Zealand on one fine winter season this August. The bungee jumping I took was in Kawarau Bridge, the first ever to be said commercial bungee jump. Let's make this real honey, after my last meal 17 hours before the jump and one hour earlier I just arrived in Queenstown city after the flight. I was hesitant at first, knowing the three guys going with me wouldnt do the jump. But I keep the decision and paid immadiately before changing mind.

me before being thrown
Then it was done, after such shaky body and running out of voice since I got a shorethroat. The height of this bungee jump run by AJ Hacket is 43 meters. You can see the blue water of the river flowing in front of your eyes. Feel your heart beat faster and just take the jump. I feel the stars filling my head when I start throwing myself and hung on the wire, oh man it was this scary. I was excited and regret of the jump the same time. But it was worth it, for the crying wallet after the jump and the experience I got.

my fav free fall pose
my body shaking, hungry or scared? both!
I was kinda hurt my head and not shouting since I'm running out of my voice
Here are the pics from some pose during the jump :" Larang men, duitku mlayu cepet banget seko dompet
my kinda free fall pose

these guys pick me and send me to the stairs
Taking the bungee is one of NZ must do when you have the chance to visit it. For the jump it costs $195 per person and $80 for the photos and videos package. For the detail of the package you can check it on the web of AJHacket. 

Bungee itself was originally from New Zealand and done by some people in Vanuatu using few vines to tie the feet before jumping from the bridge. While the modern bungee jumping was started by a group of students inspired by the ancient tradition and started it in several places after making the trouble, you can find the stories in AJ Hacket . That's how the stories of bungee and it was opened the first bungee site in Kawarau Bridge in 1988, the spot where I took the jump.
Feel the sense and please enjoy NZ! I think I need to redo it one more time since my first time went not so well.
is once enough? I should take another I think


Cheese!
Travelanggi

Kamis, 28 September 2017

Review Hostel dan Penginapan Travelanggi New Zealand Winter Trip


   Pergi ke suatu negara untuk traveling, tempat menginap adalah salah satu dari sekian faktor penentu kenyamanan selama trip. Pilihan untuk akomodasi penginapan yang beragam pun memberikan pilihan kita sebagai traveler untuk menyesuaikan sendiri apa yang kita butuhkan. Untuk trip winter bulan lalu, aku dan geng (ceileh geng) memilih untuk memesan penginapan melalui situs booking online sebelum pergi ke negara tujuan kami. Selain cari aman, karena kebutuhan untuk apply visa lah kami memesan semuanya jauh jauh hari. Pilihan situs booking online sendiri beragam, dari booking.com hostelworld.com, airbnb, maupun lewat aplikasi langganan kami traveloka. Kami memesan semua penginapan melalui booking.com karena tidak ada biaya untuk pembatalan, lumayan kan kalo nda cocok tinggal cancel aja sebelum tanggal kedatangan.
   Selama melakukan roadtrip lalu, rute kami dimulai dari kota ter ramai nya New Zealand yaitu Auckland, bergeser ke selatan melakukan trip kami dengan mobil dan berpindah pindah kota kamipun memilih beberapa jenis tempat tinggal mulai hostel, hotel hingga motel atau bangunan semi apartment. Berikut ini tempat - tempat yang kami gunakan untuk menginap selama New Zealand Winter Trip lalu :
  1. Haka Lodge Hostel Auckland
    Hostel yang memiliki rating terbaik seantero Auckland ini memang nyaman. Sayang sekali memilih dorm yang terlalu ramai ternyata bukan hal yang terlalu menyenangkan untukku di awal trip. Kami menginap di hostel ini dua malam pertama seusai sampai di kota Auckland. Well, not bad lah cuma menyebalkan aja ketika roommate mu sensian sedangkan kamu pergi ga sendirian.

    Haka Lodge
    The kitchen

    Haka
    Haka Lodge ini memiliki kamar mandi bersama yang cukup nyaman, bersih dan kering. Well, a good hostel starts with comfy facilities right? Untuk segi ukuran bed cukup besar, kamar mandi nyaman, dapur bersama juga aman dan lokasi strategis. Haka berada di salah satu titik keramaian Auckland. Yang mau sekedar jalan keliling kota ataupun clubbing, lokasi Haka Lodge bisa jadi pilihan utama.
  2. Kingsgate Hotel Te Anau
    Hotel yang kalau diperhitungkan fasilitasnya ini termasuk murah adalah hotel yang mendadak kami tempati karena sebelumnya menemukan motel atau hostel yang sesuai keinginan bersama susah sekali rasanya. Di tengah keputus asaan kami mencari penginapan di Te Anau, Dewi Fortuna masih memihak kepada kami. Hotel seharga $110 NZD per kamarnya ini bisa kami tempati.
    each room in Te Anau

    twin bed for two in Kingsgate Hotel Te Anau
    the bathup
    morning view, the neighbourhood

    Kamar di Kingsgate hotel bisa dibilang lumayan lah, ada setrika, hair dryer, setrika, dan bath up. What a nice stay! Lumayan untuk sekedar melepas lelah roadtrip dan drama pencarian penginapan.
  3. Nomad Backpackers Queenstown
    Nomad Backpackers letaknya sangat strategis, sebenarnya karena Q town ini kecil juga sih jadi ke mana mana akses mudah. Dengan jenis private room yang memiliki kamar mandi sendiri di dalamnya kami menginap di hostel ini meskipun kamar mandinya agak becek. Sayang sekali dapur tidak bisa digunakan mulai pukul 10 malam sehingga kami baru bisa memasak pagi berikutnya sebelum moving on lagi.
    from booking.com, view near hostel

    Source booking.com

    source booking.com

    Dapur di Nomad cukup nyaman, ada pula ruang bersama bagi para traveler untuk berkumpul main billyard maupun makan bersama di ruang tengah. It's a good choice for solo, duo or group to stay there~ Jangan sampai terlambat check out ketika menginap di sana, that would be impolite.
  4. Wanaka Top 10 Holiday
    Terletak tak jauh dari Lake Wanaka yang terkenal, penginapan kami yang satu ini terbilang cukup nyaman. Kami tinggal di sebuah kabin yang cukup lumayan lah. Sayangnya hanya karena kamar mandi dan dapur terpisah dan mengharuskan kami keluar kamar untuk menuju manapun. Dingiiin cooy~ Suhu yang sudah dingin semakin dingin ketika Wanaka diguyur hujan pagi hari berikutnya.
    kamar tidur bunk bed yang terpisah dari dapur dan kamar mandi

    dapur bersama dan ruang makan bersama yang bebas dipakai 

    cook your own food guys

    Plusnya tinggal di sana adalah dapur bersamanya yang sepi, seperti dapur private kami sendiri. Hahaha seneng deh masaknya jadi leluasa ~
  5. Twizel Holiday Park
    This is the best place we have to stay so far. Semacam rumah kecil dengan dua kamar tidur yang cukup luas, sofa yang hangat dengan perapian dan dapur yang lengkap, we have a really good stay. Lumayan masak bebas dan menyenangkan, nonton TV channelnya lumayan dan bisa nyetel playlist sepanjang waktu adalah kebahagiaan selama tinggal di Twizel. Meskipun kotanya sepi dan berpenduduk sedikit, pilihan tempat tinggal selama road trip di Twizel cukup beragam.
     
    bunkbed yang hangat dengan heaternya
     
    main bedroom yang dingin karena ga ada heater
     
    toilet dan shower room
    ruang bersama yang hangat dan bebas dipakai untuk dlosoran
  6. dapur yang peralatannya cukup lengkap memungkinkan kami memasak setiap waktu
   Itulah lima hostel dan akomodasi yang kami tempati selama melakukan trip ke New Zealand. Pilihan dan jenis akomodasi akan terasa nyaman atau tidaknya tergantung preference masing - masing, bagi yang lebih suka keramaian tinggal di dorm yang berisi banyak orang sepertinya cocok, sedangkan untuk yang datang dalam group berempat sepertiku menyewa semacam motel atau penginapan seperti kabin lebih cocok karena lebih nyaman digunakan bersama.
Happy traveling and choose your stay!

Cheese,
Travelanggi

Kamis, 07 September 2017

Travelanggi NZ Winter Trip Part 4 (Millford Sound Cruise and the Glacier)


Day 5 Selasa, 15  Agustus 2017
   Namanya janji tinggal janji, katanya mau berangkat pagi jadinya agak kesiangan. Duh lelaki memang ya hmm. Kami check out dari hotel jam setengah 11 dan berencana ambil tour Millford Sound siang jam 2. Untuk menuju ke sana kalau bisa ngebut kami bisa ambil cruise siang itu juga, kalau telat yaudah lah nasib. Dengan segenap speed dan keberuntungan kami sampai tepat sepuluh menit sebelum cruise berlayar. Yess just in time! Trip ini semacam dipenuhi nyaris ketinggalan, nyaris ilang, nyaris gagal move on dan hal hal nyaris lainnya. Beruntungnya sih akhirnya terlaksana semua meskipun nyaris. Cruising di Millford sound yang katanya keajaiban dunia ke delapan.

Tips 1 : Spare waktulah banyak banyak ketika menginap pindah pindah seperti kami, yang tadinya janjian jam berapa bisa agak molor. Plus perkirakan waktu tempuh dan waktu tour yang akan diambil. Percuma kan kalo udah ngebut eh sampe sana ketinggalan. Nangis ntar ~

mystical Millford sound

Millford

view from inside the cruise

with the guide

f4 wkwkwk

mukanya hepi receh banget[/caption]


But we're coming in winter so jangan berharap banyak. Kabut kabut di mana mana ~ Cruise mulai mendekati air terjun setelah sebelumnya kami lihat ada anjing laut dan lumba lumba. Sok sokan bikin vlog dan basah basah kecipratan tapi bahagia. Untuk cruise seharga empat ratusan ribu ini kami bebas minum kopi atau teh sepuasnya. Kalo kata Mas Try bentar lagi dibagiin nasi uduk sama abang bulenya haha yakali mz. Millford Sound adalah must visit object bagi kalian yang mengunjungi New Zealand. Dari foto yang dishare akun - akun traveling sih gorgeous banget, sayang sekali ketika kami ke sana kabut menyelimuti. Gapapa deh daripada ga ke sana sama sekali :"

Tips 2 : Millford Sound cruise paling sedikit beroperasi ketika winter, jadi jika kalian ingin lebih banyak jam pilihan cruise silahkan pilih sendiri mau ngetrip di musim apa. Sesuai preference sih ya ~
Millford sound the eight wonder, people said

bocah ilang

   Selesai cruising Millford Sound ini kami kembali lagi ke Queenstown city untuk menginap satu malam di sana, sekalian nyobain burger paling hits seantero New Zealand. Sayangnya mobil merah sahabat kami beberapa hari ini mogok ga bisa distarter, kudu piye jal ndyes. Dibantuin sama sepasang pengunjung lainnya dan masih ngga bisa distarter, aku ke Information Center bareng Ridho untuk cari pinjeman dongkrak atau alat apapun yang bisa dipakai. Akhirnya dengan biaya $20 kami bisa menyalakan mesin mobil yang sempat kehabisan aki ini. Mung ngono tok rong atus ewu, luarange kabeh kabeh duit ( Translate : Cuma kaya gitu dua ratus ribu, mahal bener apa apa diduitin)

Tips 3 : Pastikan selalu lampu mobil mati (kalo bisa). Karena sekali aki mati akan kerepotan untuk melanjutkan perjalanan. Beruntung ada jump starter di Information Center dan itupun bayar. Jadi cek selalu mobil sebelum buru buru mengejar cruise guys!

tempat kejadian perkara mobil mogok

ekspresi ketika nengok ke masa lalu ~

   Perjalanan dari Millford ke Queenstown ini cukup melelahkan, sampai aku tertidur dan ga sadar mangap kata Wahid. Oh maaan, I must be exhausted -__-. Berhenti di tengah jalan yang mulai gelap untuk foto - foto, ada spot bagus foto lagi, begitu seterusnya. You gotta do that once you have a visit, kaya ga mau melewatkan spot bagus untuk difoto banget sih. Kami sampai di Queenstown ketika hari mulai gelap dan lagi lagi drama beli bensin selalu terjadi karena beli bensin di NZ ga kaya di sini tinggal sebut sama abang Pertamina dan diisilah bensin kita. Di New Zealand yang penduduknya lebih banyak sapi dan domba daripada manusianya ini, kita dituntut mandiri melakukan pelayanan beli bensin dsb. Yang mending kalau di pom bensinnya ada minimarket kami masih bisa meminta bantuan ke kasirnya, nah kalau harus pake Credit Card dan kereject tapi kena charge lumayan euy. Uang makan beberapa hari itu :"

Queenstown mall

burgernya enaaak

Anyway, di Queenstown city kami yang mulai kelelahan ini terpaksa jalan jalan keliling kota untuk beli makan karena dapur tutup padahal dibilangnya 24 hours. PHP banget kaya elu. Tapi jalan di tengah dinginnya kota Queenstown tanpa jaket ternyata lumayan bikin merinding hahhaha sok sokan banget sih. Burger lagi dan lagi padahal aku sudah mulai muak melihatnya, tapi burger malam ini endeus sekali. Namanya Ferg Burger, best burger in NZ katanya. Best sih, seratus dua puluh ribu gimana gak best :" Kami bertiga masih agak lama makan di sana dan foto foto #duh sementara Pakdhe Try pulang duluan karena nda enak badan.

Day 6  Rabu, 16 Agustus 2017
   Check out sedikit telat, omg we're sorry for that dan kami berencana menuju Glenorchy hari ini sebelum memutuskan untuk lanjut ke Rob Roys Glacier. Ga banyak foto sih tapi foto foto juga, gimana sih ah. Gak bisa ga foto foto di New Zealand mah :") Berat euy! Kami foto berempat setelah berkali kali gagal dan akhirnya pose ala ala kami pun sukses, yeey! Terima kasih babang bule dan mbak Jepun yang cantik karena membantu mengarahkan kami untuk berpose instead of cuma ngelihat dan komentar doang. Well, perjalanan kami berlanjut ke Rob Roys Glacier yang jaraknya lumayan jauh sejauh jarak waktu kita terpisah #tsaah .

dab!

 
Melewati Wanaka yang akan kami inapi malam ini, ternyata Rob Roys Glacier ini terlalu jauh untuk digapai apalagi sekalian trekking. Butuh waktu lama kaya waktu buat move on dari dia :"" Perjalanan di jalanan mulus pun bersambung, jalanan yang kami lalui mulai jelek dan banyak ford yang harus dilewati. Maafkan kami ya merah, menyiksamu melewati sungai sungai kecil ini. Pakdhe Try menyetir mobil dan bikin waswas, aku sih yang waswas karena takut mobil ini terendam ketika lewat sungai. Berasa iklan mobil petualangan kaya gini HAHAHA Sempat ketemu rombongan domba yang buanyaak dan kami terlalu senang mengejar ngejar mantan mereka sekalian foto foto lagi. Sampai di Rob Roys Valley hari mulai gelap kaya warna kulitku.  Foto foto sampai puas, ga puas sih sebenernya karena ga trekking tapi yasudahlah melihat pemandangannya aja udah indah. Bersyukur ga hujan hari ini, bikin video video aib yang akhirnya bikin malu sendiripun selesai. Ga berhenti ngakak lah ketika kita mau sok sokan video petualangan pake bendera Indonesia ada yang salah teriak, ga jadi khidmad malah jadinya lawak.


our early 17 an hehehe

Kami ketemu tiga pengunjung yang sama Asianya seperti kami, cuma dari negara - negara tetangga dan gagal trekking juga seperti kami. Yess, ono bolone! Menjadi kameramen untuk temen trip yang ngucapin selamat skripsi buat pacarnya malah akhirnya menginspirasiku merekam video buat entahlah ga jelas banget videonya dan berujung membuatku malu sendiri melihatnya. Dho video aib nya tolong rahasiain ya HAHAHA. Single banyak gaya sih maaf :" Kami pulang ke Wanaka lebih awal dari rencana. And this is the first time ever we check in to our nomaden stay on time.

 
And tonights cooking class begins~ 

 Dapur yang kami gunakan malam ini sebenarnya dapur bersama tapi yang lain nda ada yang masak berasa dapur pribadi. Bahagiaaa ~ Menu masakan featuring chef Wahid malam ini adalah tumisan sayur, kwetiau goreng dan sarden, happiness ~

masak dulu sis ~
our meal tonight ~[/caption]

Happy eating guys!
Dan siap siap buat trip besok 17 an di Roys Peak :"

Bersambung ~~

New Zealand road trip also can be found here :
Part 1 Preparation
Part 2 KL to AKL
Part 3 Hobbiton and Bungee Jump
Part 5 Dirgahayu Indonesia dan Hooker Valley Trekking
Part 6 The Goodbye NZ

Kamis, 31 Agustus 2017

Travelanggi NZ Winter Trip Part 3 ( Hobbiton and First time Bungee Jump!)

Day 3  Minggu, 13 Agustus 2017
   Rencana ke Hobbiton Movie Set hari ini hampir gagal terlaksana, pertama karena kami kurang pagi dan mendadak karena ga pesan tiket jauh jauh hari. Salahmu dewe, rasakno. Beruntungnya babang bule reception desk hari ini sangat membantu, dari pesan tiket Hobbiton sampai nyariin tiket bus dan ngasih saran ke aku yang ngeyel mau tetep berangkat meskipun gambling bisa ga dapat tiket balik ke Auckland kalo kemepetan. Setelah dipertimbangkan baik buruknya, akhirnya aku, Wahid dan Mas Try bisa ke Hobbiton dan sewa mobil untuk menuju Matamata yang berjarak tiga jam dari Auckland. Bermodal GPS dan internet portable yang sinyalnya bikin istigfar, dan sempat memutar jalan karena dialihkan untuk polisi syuting acara entahlah sampailah kami di Hobbiton 10 menit sebelum bus jemputan datang. Alhamdulillah banget :""

thanks Harry, our kind reception desk in Haka


Tips 1: Jika berencana mengunjungi Hobbiton movie set sebaiknya booking online, selain menghindari resiko kehabisan tiket atau drama lainnya, pegang tiket lebih dulu sudah pasti ga bikin grasa grusu. Selain itu pastikan kendaraan berangkat dan pulang jelas ya, jangan kaya kami hampir maksa berangkat tapi gajelas pulangnya kaya maksain hubungan beda iman  gatau mau gimanaya. Atau sewa mobil agar lebih flexible waktu.

our way to Matamata New Zealand, bermodalkan GPS dan intuisi


Tour selama 1 jam 40 menit ini membawa kami para pengunjung ke set film The Hobbit yang indah, dengan pemandangan bebukitan hijau dan rumah rumah yang masih utuh seperti set filmnya. Sayangnya kami tidak diijinkan masuk ke rumah rumah kecil itu, cuma boleh mampir sewaktu di Green Dragon Area sekalian kami minum ginger tea yang lebih mirip minuman soda daripada wedang jahe seperti yang kami bayangkan. Oh I miss wedang wedangan di kampung halaman.


udah sah ke NZ kalo udah ke Hobbiton katanya


jemuran Hobbit :"


mini size house like the scene in The Hobbit


two "anak supermodel wannabe


bareng pasangan Indonesia supeer ramah, om Roy dan tante :D


wedhus, I mean domba domba yang ginuk ginuk bebas berkeliaran di rumput hijau


the dudes ~


   Di Hobbiton tour ini kami bertemu sepasang suami istri asal Indonesia yang ramah banget, om Roy dan tante. Kami ngobrol banyak selama di sana. Seneng ya kalo ketemu orang Indonesia tapi seru gini diajak ngobrol, couple goals banget om sama tante nih anak anaknya udah dewasa eh orangtuanya traveling berdua
mau kaya gitu ah nanti kalo udah ada yang jelas diajak menua berdua:" Selesai keliling area set Hobbiton dan nunggu bus jemputan ini ternyata kami hanya tinggal bertiga. Diajak berhenti sebentar lah kami di area di mana domba domba dilepas bebas, keluar dari mobil aku berlari kegirangan minta foto sama domba. Koyo bocah yo ben sik penting hepi. And there she is, Mrs. Kirsten our though driver! Thanks for letting us see the sheeps.


contoh ekspresi bahagia ketemu wedhus padahal dari jauh xD


Sapiiiii Nyuzileeen ~~


with Mrs. Kirsten :)


   Pulanglah kami bertiga ke kota setelah berkeliling, lelah dan lapar. Karena tukar posisi aku di bangku samping driver dan tersesat jalan pulang karena sempat salah baca map, maafkan aku yang sesat ini guys. I am a bad navigator honey I can't even lead your heart to me in the right way~ Kami sempat berhenti untuk foto bareng sapi dan kegirangan
aku doang sih yang kesenengan yang dua lain maklum ajahahaha Bahagia bukan karena ke Hobbiton tapi sederhana karena ketemu
abangsapi.
Tips 2 : Mumpung ke Matamata dan sewa mobil berkelilinglah area sekitarnya karena banyak sapi dan kambing bertebaran di rereumputan hijau. Kalau mau liat sih, kalo engga ya gausah hahaha


Udah lengkap F4 yeay! yang paspornya nyaris ilang Ridho, paling kiri


Malam kami sampai Auckland setelah tiga jam dan siap muterin kota bareng Ridho yang baru saja landing hari ini. Now four of us going around the city. Foto foto dan jalan malam sambil ketawa tiwi sampai ngantuk dan baru sadar tas Ridho ketinggalan di pelabuhan setelah perjalanan balik kosan wkwkkw Mukanya Ridho hahha panik dan kaget, untungnya masih rejeki tasnya masih utuh. Ga kebayang kalau hilang trip kami berubah total, jadinya
ke Wellington kaya Ayu Tingtingngurusin paspor ilang inimah. Syukur alhamdulillah masih rejeki. Well, istirahat beberapa jam sebelum besok ke South Island.

Tips 3 : Pelajaran berharga ini, selalu ingat di manapun barang penting berada. Jangan sampai keasikan foto atau selfie tas ditinggal. Ya kalau rejeki, kalo ilang jadinya malah ke Wellington bukan ke South Island. :""

Day 4  Senin, 14 Agustus 2017
   Harus bangun sangat pagi padahal baru berapa jam tidur adalah siksaan tersendiri, terlebih aku bareng Mas Try harus buru buru ke bandara karena naik Jetstar yang jauh lebih pagi. Terbangun kaget karena tiba tiba ada abang bule kekar
danganteng  berdiri di depan mata membangunkanku karena alarm berisik, diomelin teman sehostel karena dikira berisik dan disuruh be more quiet katanya padahal yang berisik daritadi Wahid tapi aku yang dimarahin,
wanita satu ini sungguh tak adil kenapa harus aku sih yang selalu disensiin wanita wanita.Nyaris ketinggalan pesawat untungnya naik taksi dan akhirnya terkejar lumayan bikin mood agak drop,
bikin dompet nangis jugasampai di Queenstown semua kebetean itu sirna ketika ngeliat pemandangan gunung gunung es berjejer. Subhanallah, luar biasa aku ndeso tenan gumunan.

Queenswton, my fav city from above :3


Tips 4 : Resiko menginap di hostel, banyak banyaklah bersabar apalagi kamarnya dorm dan temenmu ganteng. Resiko disensiin makin banyak. Apalagi yang di kamar banyak ceweknya, banyakin sabar aja kalo dikit dikit protes. Namanya juga dormitory ya.

   Menunggu Wahid dan Ridho yang datang sejam kemudian, aku memilih duduk di bangku tunggu sementara Mas Try muter muter di bandara. Setelah berempat lengkap kami ambil mobil di Go Rent cabang Queenstown Airport. Yeay, si merah Mazda ini akan jadi teman kami selama road trip. South island here we come! Bingung menentukan arah dan akhirnya kami menuju Kwarau Bridge untuk bungee jumping. Setengah jam dari kota kami sampai di lokasi bungee jump yang katanya pertama di dunia ini, ga sabar mau melengkapi satu lagi bucket list :"""

so happy, halo domba domba Queenstown :)))


ready to go around South Island!


Kawarau Bridge, the first bungee jumping location ever :)

bocah hahaha
 

Setelah hampir saja ragu karena 17 jam sejak makan terakhir, akhirnya kuputuskan untuk lompat sendiri karena bertiga lainnya ga ada yang mau
ciyaaan deh lu. Yass, berdeguplah jantung ini semakin parah ditambah mata berkunang kunang setelah badan ini kuhempaskan ke sungai. Mau teriak tapi suara ilang
itu semacam menolak move on tapi mantan udah nikahakhirnya pasrah badan ketarik ulur
asal bukan status hubungan aja sih yang ditarik ulur aku ndapapa bang. Badan sempoyongan naik tangga ke gedung AJ Hacket ini. Tapi kebahagiaanku tidak terkira meskipun gemetaran nyari pegangan
dan yang dijadiin pegangan sibuk foto foto.
Tulisan tentang Bungee Jumping bakal kutulis sendiri nanti xD

dadah dadah sebelum dihempaskan ke air

jumping from 43 meters high, bucketlist checked :))
I jump, you see me ~[/caption][caption id="attachment_1882" align="aligncenter" width="520"]

my favourite free fall pose


boyband (?)


Dan setelah puas foto foto di jembatan kami pun melanjutkan perjalanan ke kota untuk beli makanan micin KFC. Sayang sekali KFC Nuzilen hambar
kaya senyum abang, ga kaya KFC lokal yang kebanyakan micin tapi membahagiakan. Kami makan di pinggir Lake Wakatipu sambil kademen. Perut kenyang waktunya belanja amunisi untuk lima hari ke depan, aku belanja bareng Wahid sementara Mas Try dan Ridho muter keliling kota karena di sini parkir nda boleh sembarangan
kaya di negara kita.

pretty city, Queenstown :)


tim belanja hore ~


Lake Wakatipu gorgeous sekali, kaya kamu ~


   Perjalanan kami berlanjut sampai daerah yang bernama Te Anau dan kami belum pesan penginapan, well setelah sekian jam drama pencarian penginapan bujuk bujukan dan nawar nawar diputuskanlah kami menginap di Kingsgate Hotel. Lumayan sih sewa 2 kamar yang harga masing masingya 1,1 juta (lumayan seorang 500 ribuan) daripada ga jelas nginap di mana. Untungnya di setiap kamar ada tekonya, menu makan malam kami pun mentok di
kamumie instan deh hahaha.

kamar hotel Kingsgate di Te Anau yang lumayan murah


Jadilah belanjaan kami mangkrak di plastik untuk besok masak di penginapan berikutnya. Karena kelelahan dan kekenyangan kuah Indomie, kami pun semaput di tempat masing masing demi menghemat tenaga untuk trip besoknya.
Bersambung ...
Tapi bukan sinetron tersanjung ~