Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2017

Anggi First Bungee!

  
I jump, you see!
   Bungee jumping is on my top list of to do list before I die since long time ago. After this quarter age of century I finally get the chance to visit New Zealand on one fine winter season this August. The bungee jumping I took was in Kawarau Bridge, the first ever to be said commercial bungee jump. Let's make this real honey, after my last meal 17 hours before the jump and one hour earlier I just arrived in Queenstown city after the flight. I was hesitant at first, knowing the three guys going with me wouldnt do the jump. But I keep the decision and paid immadiately before changing mind.

me before being thrown
Then it was done, after such shaky body and running out of voice since I got a shorethroat. The height of this bungee jump run by AJ Hacket is 43 meters. You can see the blue water of the river flowing in front of your eyes. Feel your heart beat faster and just take the jump. I feel the stars filling my head when I start throwing myself and hung on the wire, oh man it was this scary. I was excited and regret of the jump the same time. But it was worth it, for the crying wallet after the jump and the experience I got.

my fav free fall pose
my body shaking, hungry or scared? both!
I was kinda hurt my head and not shouting since I'm running out of my voice
Here are the pics from some pose during the jump :" Larang men, duitku mlayu cepet banget seko dompet
my kinda free fall pose

these guys pick me and send me to the stairs
Taking the bungee is one of NZ must do when you have the chance to visit it. For the jump it costs $195 per person and $80 for the photos and videos package. For the detail of the package you can check it on the web of AJHacket. 

Bungee itself was originally from New Zealand and done by some people in Vanuatu using few vines to tie the feet before jumping from the bridge. While the modern bungee jumping was started by a group of students inspired by the ancient tradition and started it in several places after making the trouble, you can find the stories in AJ Hacket . That's how the stories of bungee and it was opened the first bungee site in Kawarau Bridge in 1988, the spot where I took the jump.
Feel the sense and please enjoy NZ! I think I need to redo it one more time since my first time went not so well.
is once enough? I should take another I think


Cheese!
Travelanggi

Kamis, 31 Agustus 2017

Travelanggi NZ Winter Trip Part 3 ( Hobbiton and First time Bungee Jump!)

Day 3  Minggu, 13 Agustus 2017
   Rencana ke Hobbiton Movie Set hari ini hampir gagal terlaksana, pertama karena kami kurang pagi dan mendadak karena ga pesan tiket jauh jauh hari. Salahmu dewe, rasakno. Beruntungnya babang bule reception desk hari ini sangat membantu, dari pesan tiket Hobbiton sampai nyariin tiket bus dan ngasih saran ke aku yang ngeyel mau tetep berangkat meskipun gambling bisa ga dapat tiket balik ke Auckland kalo kemepetan. Setelah dipertimbangkan baik buruknya, akhirnya aku, Wahid dan Mas Try bisa ke Hobbiton dan sewa mobil untuk menuju Matamata yang berjarak tiga jam dari Auckland. Bermodal GPS dan internet portable yang sinyalnya bikin istigfar, dan sempat memutar jalan karena dialihkan untuk polisi syuting acara entahlah sampailah kami di Hobbiton 10 menit sebelum bus jemputan datang. Alhamdulillah banget :""

thanks Harry, our kind reception desk in Haka


Tips 1: Jika berencana mengunjungi Hobbiton movie set sebaiknya booking online, selain menghindari resiko kehabisan tiket atau drama lainnya, pegang tiket lebih dulu sudah pasti ga bikin grasa grusu. Selain itu pastikan kendaraan berangkat dan pulang jelas ya, jangan kaya kami hampir maksa berangkat tapi gajelas pulangnya kaya maksain hubungan beda iman  gatau mau gimanaya. Atau sewa mobil agar lebih flexible waktu.

our way to Matamata New Zealand, bermodalkan GPS dan intuisi


Tour selama 1 jam 40 menit ini membawa kami para pengunjung ke set film The Hobbit yang indah, dengan pemandangan bebukitan hijau dan rumah rumah yang masih utuh seperti set filmnya. Sayangnya kami tidak diijinkan masuk ke rumah rumah kecil itu, cuma boleh mampir sewaktu di Green Dragon Area sekalian kami minum ginger tea yang lebih mirip minuman soda daripada wedang jahe seperti yang kami bayangkan. Oh I miss wedang wedangan di kampung halaman.


udah sah ke NZ kalo udah ke Hobbiton katanya


jemuran Hobbit :"


mini size house like the scene in The Hobbit


two "anak supermodel wannabe


bareng pasangan Indonesia supeer ramah, om Roy dan tante :D


wedhus, I mean domba domba yang ginuk ginuk bebas berkeliaran di rumput hijau


the dudes ~


   Di Hobbiton tour ini kami bertemu sepasang suami istri asal Indonesia yang ramah banget, om Roy dan tante. Kami ngobrol banyak selama di sana. Seneng ya kalo ketemu orang Indonesia tapi seru gini diajak ngobrol, couple goals banget om sama tante nih anak anaknya udah dewasa eh orangtuanya traveling berdua
mau kaya gitu ah nanti kalo udah ada yang jelas diajak menua berdua:" Selesai keliling area set Hobbiton dan nunggu bus jemputan ini ternyata kami hanya tinggal bertiga. Diajak berhenti sebentar lah kami di area di mana domba domba dilepas bebas, keluar dari mobil aku berlari kegirangan minta foto sama domba. Koyo bocah yo ben sik penting hepi. And there she is, Mrs. Kirsten our though driver! Thanks for letting us see the sheeps.


contoh ekspresi bahagia ketemu wedhus padahal dari jauh xD


Sapiiiii Nyuzileeen ~~


with Mrs. Kirsten :)


   Pulanglah kami bertiga ke kota setelah berkeliling, lelah dan lapar. Karena tukar posisi aku di bangku samping driver dan tersesat jalan pulang karena sempat salah baca map, maafkan aku yang sesat ini guys. I am a bad navigator honey I can't even lead your heart to me in the right way~ Kami sempat berhenti untuk foto bareng sapi dan kegirangan
aku doang sih yang kesenengan yang dua lain maklum ajahahaha Bahagia bukan karena ke Hobbiton tapi sederhana karena ketemu
abangsapi.
Tips 2 : Mumpung ke Matamata dan sewa mobil berkelilinglah area sekitarnya karena banyak sapi dan kambing bertebaran di rereumputan hijau. Kalau mau liat sih, kalo engga ya gausah hahaha


Udah lengkap F4 yeay! yang paspornya nyaris ilang Ridho, paling kiri


Malam kami sampai Auckland setelah tiga jam dan siap muterin kota bareng Ridho yang baru saja landing hari ini. Now four of us going around the city. Foto foto dan jalan malam sambil ketawa tiwi sampai ngantuk dan baru sadar tas Ridho ketinggalan di pelabuhan setelah perjalanan balik kosan wkwkkw Mukanya Ridho hahha panik dan kaget, untungnya masih rejeki tasnya masih utuh. Ga kebayang kalau hilang trip kami berubah total, jadinya
ke Wellington kaya Ayu Tingtingngurusin paspor ilang inimah. Syukur alhamdulillah masih rejeki. Well, istirahat beberapa jam sebelum besok ke South Island.

Tips 3 : Pelajaran berharga ini, selalu ingat di manapun barang penting berada. Jangan sampai keasikan foto atau selfie tas ditinggal. Ya kalau rejeki, kalo ilang jadinya malah ke Wellington bukan ke South Island. :""

Day 4  Senin, 14 Agustus 2017
   Harus bangun sangat pagi padahal baru berapa jam tidur adalah siksaan tersendiri, terlebih aku bareng Mas Try harus buru buru ke bandara karena naik Jetstar yang jauh lebih pagi. Terbangun kaget karena tiba tiba ada abang bule kekar
danganteng  berdiri di depan mata membangunkanku karena alarm berisik, diomelin teman sehostel karena dikira berisik dan disuruh be more quiet katanya padahal yang berisik daritadi Wahid tapi aku yang dimarahin,
wanita satu ini sungguh tak adil kenapa harus aku sih yang selalu disensiin wanita wanita.Nyaris ketinggalan pesawat untungnya naik taksi dan akhirnya terkejar lumayan bikin mood agak drop,
bikin dompet nangis jugasampai di Queenstown semua kebetean itu sirna ketika ngeliat pemandangan gunung gunung es berjejer. Subhanallah, luar biasa aku ndeso tenan gumunan.

Queenswton, my fav city from above :3


Tips 4 : Resiko menginap di hostel, banyak banyaklah bersabar apalagi kamarnya dorm dan temenmu ganteng. Resiko disensiin makin banyak. Apalagi yang di kamar banyak ceweknya, banyakin sabar aja kalo dikit dikit protes. Namanya juga dormitory ya.

   Menunggu Wahid dan Ridho yang datang sejam kemudian, aku memilih duduk di bangku tunggu sementara Mas Try muter muter di bandara. Setelah berempat lengkap kami ambil mobil di Go Rent cabang Queenstown Airport. Yeay, si merah Mazda ini akan jadi teman kami selama road trip. South island here we come! Bingung menentukan arah dan akhirnya kami menuju Kwarau Bridge untuk bungee jumping. Setengah jam dari kota kami sampai di lokasi bungee jump yang katanya pertama di dunia ini, ga sabar mau melengkapi satu lagi bucket list :"""

so happy, halo domba domba Queenstown :)))


ready to go around South Island!


Kawarau Bridge, the first bungee jumping location ever :)

bocah hahaha
 

Setelah hampir saja ragu karena 17 jam sejak makan terakhir, akhirnya kuputuskan untuk lompat sendiri karena bertiga lainnya ga ada yang mau
ciyaaan deh lu. Yass, berdeguplah jantung ini semakin parah ditambah mata berkunang kunang setelah badan ini kuhempaskan ke sungai. Mau teriak tapi suara ilang
itu semacam menolak move on tapi mantan udah nikahakhirnya pasrah badan ketarik ulur
asal bukan status hubungan aja sih yang ditarik ulur aku ndapapa bang. Badan sempoyongan naik tangga ke gedung AJ Hacket ini. Tapi kebahagiaanku tidak terkira meskipun gemetaran nyari pegangan
dan yang dijadiin pegangan sibuk foto foto.
Tulisan tentang Bungee Jumping bakal kutulis sendiri nanti xD

dadah dadah sebelum dihempaskan ke air

jumping from 43 meters high, bucketlist checked :))
I jump, you see me ~[/caption][caption id="attachment_1882" align="aligncenter" width="520"]

my favourite free fall pose


boyband (?)


Dan setelah puas foto foto di jembatan kami pun melanjutkan perjalanan ke kota untuk beli makanan micin KFC. Sayang sekali KFC Nuzilen hambar
kaya senyum abang, ga kaya KFC lokal yang kebanyakan micin tapi membahagiakan. Kami makan di pinggir Lake Wakatipu sambil kademen. Perut kenyang waktunya belanja amunisi untuk lima hari ke depan, aku belanja bareng Wahid sementara Mas Try dan Ridho muter keliling kota karena di sini parkir nda boleh sembarangan
kaya di negara kita.

pretty city, Queenstown :)


tim belanja hore ~


Lake Wakatipu gorgeous sekali, kaya kamu ~


   Perjalanan kami berlanjut sampai daerah yang bernama Te Anau dan kami belum pesan penginapan, well setelah sekian jam drama pencarian penginapan bujuk bujukan dan nawar nawar diputuskanlah kami menginap di Kingsgate Hotel. Lumayan sih sewa 2 kamar yang harga masing masingya 1,1 juta (lumayan seorang 500 ribuan) daripada ga jelas nginap di mana. Untungnya di setiap kamar ada tekonya, menu makan malam kami pun mentok di
kamumie instan deh hahaha.

kamar hotel Kingsgate di Te Anau yang lumayan murah


Jadilah belanjaan kami mangkrak di plastik untuk besok masak di penginapan berikutnya. Karena kelelahan dan kekenyangan kuah Indomie, kami pun semaput di tempat masing masing demi menghemat tenaga untuk trip besoknya.
Bersambung ...
Tapi bukan sinetron tersanjung ~

Selasa, 29 Agustus 2017

Travelanggi NZ Winter Trip Part 2 ( KL - Goldcoast - AKL)


Day 1   Jumat, 11 Agustus 2017
   Berangkat dari Rawamangun seperti biasa, nginap di kosan Arum yang udah seperti kosan kedua dan menyusahkan seperti biasanya adalah rutinitas setiap trip yang kulakukan. Duh, ga kebayang kalau Arum nikah duluan aku mau mulai trip ini darimana. Karena drama semalam kumpul bareng anak IKMM dan siap siap yang kelamaan, jadilah Wahid menungguku agak lama karena masih sibuk cipika cipiki sama Arum. But well we made it ontime though setelah perjalanan ke bandara yang agak bikin was was karena jalanan ramai.


hiii guys, kangen berat!



tuan rumah kesayangan inimah :"

Penerbangan pertama kami ke Kuala Lumpur berjarak 40 menit setelah kami sampai bandara, untung ga sampe ketinggalan ya Allah alhamdulillah banget. Dunia begitu sempit ketika boading ketemu temen geng waktu magang pemprov, si Aseng. Anak Stan ketemunya lu lagi lu lagi hahaha.


 ini bukan buku nikah ya guys, ini paspor tuluung

ketemu bocah tengil sohib pemprov ini dunia sempit

Well, drama belum berakhir karena ternyata periodku datang just in time trip nya mau dimulai, mulai lah badan ini berontak dan membuatku lemah tak berdaya. Dan aku jadi cewek mens yang merepotkan afterwards, sorry.
Tips 1 : Bagi perempuan yang hobi ngetrip, ada baiknya ngitung siklus sebelum pergi. Bagi yang siklusnya ga teratur sepertiku, ada baiknya bawa stok persediaan pembalut seperlunya. Toh di negara tujuan ternyata ada yang jual juga.
Transit cukup lama di Kuala Lumpur, mampir ke KL Sentral muter muter daripada bengong di bandara sekalian nemenin Wahid cari jaket dan perlengkapan winter dan berujung ga jadi beli karena ga nemu yang cocok. Mumpung masih nemu nasi dan makanan Asia jadilah kami malah makan makan sambil tawaf muterin Nu Mall ini menghabiskan waktu * guayamuu* sekalian untuk nukar uang, beli
popok  a.ka pembalut karena ga mau pake tampoon dan obat pain killer karena sakit
hatinyeri haid yang makin menyiksa. Karena semakin malam dan udah capek muter muter di keramaian, kami menuju bandara daripada semakin ga jelas mau ngapain. Muka makin pucat dan lemas, jalan macet untung sampai bandara masih sisa banyak waktu, niat hati mau ngurus biar bisa duduk sebelahan tapi yasudahlah ga jadi.
Pura pura hamil pun sepertinya ga mempan, naik low cost airline pasti nambah bayar lagi

welcome you home it says

   Wahid yang
gantengbaik hati ngajak tukeran tas backpackku yang segede gaban ini digendongnya sedangkan aku nggeret kopernya yang jauh sangat meringankan. Ya Tuhan aku terharu temen ngetripnya baek banget, dasar receh :""
Tapi sayang sekali di perjalanan awal ini tumblr Doraemon yang baru dibeli di Rawamangun jatuh dan
tak bisa bangkit lagihilang entah di mana. Penerbangan tengah malam kami menuju Goldcoast pun dimulai setelah agak diinterogasi sebelum masuk.
Tips 2 : Kalau punya barang lucu jangan diletakkan di kantong samping backpack, ga tau kan kapan tumblr lucu yang cuma dimiliki dalam hitungan jam seperti dia yang pergi punyaku hilang begitu saja.

Day 2  Sabtu, 12 Agustus 2017
   Tidur bangun tidur bangun dan ga nyaman karena terlewat pas mbak mbak pramugari Air Asia menawarkan makanan yang dijual membuatku bangun bangun lemas tapi ga mood makan juga sih. Monthly period is really something. Sampai di Goldcoast dan melihat matahari terbit dengan cantiknya aseek, kami hanya mampir menginjak kaki di Goldcoast dan masuk lagi ke pesawat. Cuma kaya disuruh tawaf aja sih ini.

Well, sebelahan sama babang babang bule Argentina yang seru diajak ngobrol sekalian minta saran saran lokasi yang seru dikunjungin di South Island ga kerasa sampai juga kami di Auckland. Yaampun bahagia sekali udah sampai Nuzilen, aku, Wahid, Mas Try masih kegirangan ndeso. Aku sih yang ndeso lebih tepatnya. Dari bandara kami menuju hostel dengan Sky bus seharga $18 menuju CBD Area. Kami menginap dua malam di Haka Lodge Auckland.

Tips 1 : Untuk lebih berhemat naik bus dari bandara ke kota atau sebaliknya, belilah tiket PP seharga $32. Lumayan kan hemat 40 ribu rupiah buat beli pulsa di Indonesia wkwkwk
Melintasi jalur penerbangan selama belasan jam dan sampai di kota ketika hari sudah hampir gelap ga banyak hal yang bisa kami lakukan bertiga. Cuma mandi beberes, keluar cari makan
sekalian cari jodoh buledan jalan jalan di sekitaran kota.
Auckland seems so quiet sampai kami pulang ke kosan tengah malam.
kosane mbahmu NggiRang orang baru mulai keluar dari sarangnya untuk dugem dan
have fun lewat tengah malam
untung ga tergoda ikut udah lelah ga karuan.


si gampang laper keliling Auckland :D

Tips 3 : Jika kalian tinggal di area ramai dan full of tempat dugem ada baiknya cek ombak duluan sebelum ke tempat tujuan, ada beberapa club yang punya syarat dan ketentuan sendiri kriteria pengunjung yang boleh masuk. Yang pake kerudung ya jangan ke tempat striptease ya, mending ke mall xD


pose lompat amburadul hahaha

Malem ini istirahat di hostel setelah sampai lewat tengah malam. Sebelumnya kami malah ngopi di Mc Donalds numpang menghangatkan badan sekalian nyari info untuk Hobbiton tour, dan jalan jalan keliling kota
kaya Sinchan, nggak ada lelah foto foto lompat di dekat Sky Tower. Capek tapi seneng kaya bocah hahaha
Cheese!

Sabtu, 26 Agustus 2017

Travelanggi New Zealand Winter Trip ( Part 1 - Preparation)


Halo teman teman yang masih setia membaca blog ini dan tau dalam kurun beberapa waktu lalu aku selesai trip ke belahan bumi bagian selatan sepertinya cerita - cerita trip yang seru ini sudah ditunggu tunggu yaa. (sok artis lu)
Trip New Zealand yang memang penuh drama ini akhirnya terlaksana dengan empat anggota regu Anggi, Wahid, Ridho dan Mas Try. Sebelum trip berjalan pastinya ada persiapan yang dilakukan dong ya, begitu pula geng trip ini.

FLIGHT TICKET
Berawal dari tiket promo Air Asia yang ternyata terlewat olehku, aku tetap membeli tiket ke New Zealand secara terpisah untuk tiket pulang perginya *yang ga akan lagi kuulangi karena menyusahkan diri sendiri*




Tips 1 : Pilihlah maskapai full service yang promo, atau LCC tapi belilah bagasi online. Kita ga pernah tau random cek bisa menimpa kapan saja.
Tiga dari kami sudah mengantongi tiket dari bulan November, aku, Ridho dan Mas Try, sementara Wahid bergabung dua bulan sebelum trip ini berlangsung. Pas banget lah akhirnya trip berempat ini terencana, untung ga berdua aja ya ed sharecostnya lumayan menguras kantong wkwkwk
Untuk tiket antar kota sesuai itinerary kami beli secara terpisah juga, daripada daripada kan ya. Flight dari Auckland ke Queenstown kami terpisah dua rombongan, Jetstar dan Air New Zealand. Sedangkan flight dari Christchurch ke Auckland kami akur berempat barengan sekalian pisahan mengakhiri perjalanan bareng ini hiks :""

AKOMODASI
Penginapan yang kami ambil kebanyakan dari booking.com yang sudah dipesan sebelumnya sekalian untuk melengkapi persyaratan apply visa. Hanya satu penginapan yang kami pesan langsung sewaktu di Te Anau, Kingsgate Hotel yang kami pesan on the spot karena sudah putus asa cari penginepan di tengah sepinya kota di pinggir danau ini.



bayar langsung di tempat untuk pelunasan hostel/motel lebih baik daripada pake CC

Penginapan yang kami pesan via booking.com yaitu Haka Hostel Auckland, Nomad Queenstown Backpacker, Wanaka Top 10 Holiday Park dan Twizel Holiday Park dan semua pembayaran kami lunasi cash di tempat. Menghindari ada apa apasih kalau pake Credit Card.
Tips 2 : Jangan mengandalkan pesan penginapan mendadak, lebih baik buat bookingan melalui akun booking.com dan kawan kawannya. Untuk trip kali ini kami purely mengandalkan booking.com karena free cancelation.

TRANSPORTASI
Mengingat perjalanan ini kebanyakan di jalan alias road trip, kami menyewa mobil ketika di South Island yang dimulai dari Queenstown dan diakhiri di kota Christchurch. Sewa mobil kami dari 14-19 Agustus senilai $ 385 NZD alias hampir empat juta, innalillah memang mahal sih tapi ya mau gimana. Pengeluaran yang tak kalah mahal adalah beli bensinnya, se liter nyaris dua puluh rebu dan setiap isi bensin paling nggak habis setengah juta rupiah *kekep dompet nangis*. Mobil yang kami sewa adalah tipe city car yang sedikit kami siksa ketika jalan menuju glacier agak berliku melewati sungai kecil. Terimakasih Go Rent for the amazing car!
Sedangkan untuk pindah dari North ke South kami naik pesawat *yaiyaalah*



halo si merah, miss our last trip with you :"

Tips 3 : Untuk sewa mobil sebaiknya booking terlebih dahulu sebelum sampai sana, pesan langsung di lokasi sangat tidak disarankan. Booking online juga memungkinkan kita memilih rute pick up dan pengembalian mobil setelah trip usai.
Persiapan yang tak kalah penting adalah bertanya, yass bertanya sama beberapa pihak yang berpengalaman menuju negara Kiwi ini sebelumnya. Ada Mas Bardiq, Mbak Ayomi dan beberapa pihak yang tidak bisa disebut satu satu karena bakal kepanjangan tulisannya sangat membantu memberikan informasi yang berguna dan menolong perjalanan ini.
Tips 4 : Carilah info sebanyak mungkin sebelum pergi, dan perbanyak info dari banyak kenalan atau sepik sepik nanya di blog orang demi info yang lebih baik.

UANG
Sebelum ke negara tujuan ada baiknya kita menukar uang yang berlaku di sana. Tukar uang bisa dilakukan di bank ataupun money changer yang banyak tersebar di Indonesia raya ini, untuk trip kali ini aku mencari money changer yang katanya terkenal di Jakarta tapi stok uang Dollar New Zealand memang susah didapat. Jadilah uang kutukar ke Dollar US sebagian, sisanya ambil di ATM negara tujuan.

money changer paling hits se Kuningan tapi uang NZ nya habis :"

Tips 5 : Sebaiknya tukarlah uang seperlunya sebelum pergi untuk menghindari cash terlalu banyak. Gunakan juga credit card jika ingin melakukan transaksi, manfaatkan juga ATM di negara tujuan. Kurs dollar NZ yang berada di kisaran 10.000 dengan charge 3$ sekali tarik tunai sebenarnya tak terlalu masalah, toh selisihnya juga ga terlalu jauh.

Bagian preparation cukup sekian, tunggu postingan lanjutan Travelanggi in New Zealand selanjutnya ya gengs!
Ciao Adios!
Anggi

Kamis, 09 Maret 2017

Derawan Cloudy Trip (February 25-27th 2017)

   Memasuki tahun kedua tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur tak sah rasanya jika tak mengunjungi objek wisata terkenal di Kalimantan Timur, Derawan! Malu rasanya jadi warga Kaltim hampir dua tahun tapi tak  sekalipun berkunjung ke kepulauan cantik ini. Garis pantai biru dan keindahannya yang sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia membuat turis terus menerus berkunjung ke sana. Tak hanya dari dalam negeri bahkan luar negeri pun ramai pengunjung berbondong bondong datang. Cottage - cottage semakin banyak berdiri menawarkan keunggulan masing - masing untuk tempat menginap.
Entering the second year I stay in Balikpapan, East Borneo it's gonna make me feel uncompleted If not going to East Borneo's popular island, Derawan! What a shame staying inj East Borneo for almost two years already but not even once going there. Blue coastline and its beauty has been wellknown in all over this country even foreign tourist keep coming to visit. Many cottages were built to grab the tourists to spend the night there.


Akhir bulan Februari ini, aku bersama geng Explorer ( yang tidak sengaja dibuat atas dasar sama sama butuh teman jalan) memutuskan untuk ke Derawan bersama setelah tahun kemarin ke Palu Donggala liburan tahun baru. Well, mungkin datang ke Derawan ketika bulan bulan peralihan cuaca bukan ide yang terlalu bagus, setidaknya perjalanan yang kami rencanakan ini terlaksana dengan cukup lancar meskipun diselingi beberapa hal yang terjadi. Ya namanya juga perjalanan, kita bisa merencanakan tapi ga bisa memaksakan semua hal berjalan sesuai rencana awal.
End of this February, me and Explorer geng (which was made based on our travelmates need) decided to go to Derawan after last year spending time in Palu Donggala for new ywar eve. Well, maybe coming to Derawan in transition weather is not so good idea, at least our trip was good enough although not all plan could be done.

   Setelah mempertimbangkan selisih harga dan manajemen resiko perjalanan, kami mengambil paket tour yang ditawarkan sebuah agen travel di Balikpapan, hampir sama sih dengan ngeteng sendiri. So it's all about preference, monggo semua tergantung selera mau ngeteng mau pake travel hampir sama sih. Untuk kami waktu itu ambil paket 3 hari dua malam, Sabtu sampai Senin 25-27 Februari. Biar agak beda sama orang lain biasanya Jumat sampai Minggu hehe.
After comparing the price and managing the risk, we took a tour package by Balikpapan based travel agent, almost the same with using no travel ag. So, it's all about preference, it's up to you. For us, we take the 3 days 2 nights package, Saturday until Monday February 25-27th. Unlike other person who take Friday to Sunday package LOL.

 

Day 1 (Sabtu, 25 Februari 2017)

   Perjalanan dimulai setelah riweuh kumpul di bandara dan berangkat terpisah. Aku dan Mbak Restie nongkrong dulu di lounge BRI sarapan sekalian bungkusin roti buat sarapan yang lain :"" Bahagia sekali mau liburan ke pulau yang jauh dan main air sepanjang waktu. Perjalanana dengan pesawat hanya 40 menit dilanjutkan dengan perjalanan darat yang memabukkan selama tiga jam, rombongan dibagi ke dua mobil karena jumlah peserta delapan orang. Sampai di dermaga kami berpindah ke speedboat untuk menyeberang langsung ke pulau Derawan. Alhamdulillah samapai dengan selamat setelah berteriak kesetanan karena abang drivernya ngebut dan aku ketakutan setengah mati.
Our trip started after chaos for gathering in airport and go separately. Me and Mbak Rest having breakfast in BRI lounge and pack bread for others :"" So happy we gotta go to far away islands and play in the water most of times.  The 40 minutes flight continue with three hours driving that makes us dizzy, our group divided into two cars since we are all eight people. Arriving in dock we moved to speeadboad that bring us directly to Derawan island. Thanks God we arrived safely after shouting and going crazy since the driver speeding up and I was scared like crazy.
jump jump jump
feeding the fishes
ready to snorkel
   Cottage kami cukup nyaman dan bersih, setelah makan siang dan gegoleran di kamar kamipun mulai kegiatan snorkeling pertama kami berenang sambil memberi makan ikan. Oke kegiatan selanjutnya setelah mandi dan beberes adalah jalan ke dermaga untuk melihat sunset. Yeay happy! Kondisi Derawan tak terlalu ramai, malah terhitung sepi daripada ketika musim puncaknya liburan. Ya iyalah ini cuaca bukan pada puncaknya musim panas dan masih peralihan. Sebaiknya datanglah ke Derawan ketika April atau Mei ketika cuaca sedang bagus bagusnya.
Our cottage is nice and clean enough, after lunch and getting relaxed in our room, it's time for our first snorkeling and feeding the fish. Oke next agenda after cleaning up is that we are seeing sunset. Yeay happy! Derawan wasn't crowded last time we went there. Due to the transition weather and it's not summer time holiday. Better come to Derawan on April or May when the weather in the nicest condition.
hello sunset

Day 2 ( Minggu, 26 Februari 2017)

    Hari ini agenda padat merayap. Setelah semalaman tidur di atas cottage yang bergoyang goyang (karena berada di atas air, bukan karena kamar sebelah pasangan baru yang sedang bulan madu lho), kegiatan kami seharian akan full hopping island dan dimulai dari setelah subuh. Meskipun agak kesiangan dan berpindah dari satu keramba ke keramba lain untuk melihat lokasi hiu paus, akhirnya dapat juga kesempatan kami melihat si  hiu paus. Sempat khawatir karena mendung gelap menggantung dan juga sempat menghilangnya si hiu paus setelah dua orang pertama turun ke air, Mas Angga dan Icang. Setelah beberapa menit berenang tanpa kepastian akhirnya si hiu paus yang lucu muncul di bawah permukaaan kakiku, agak takut tapi bahagia dan mules yang kurasakan sepanjang naik speedboat hilang setelah melihatnya.
Today's agenda will be full. After spending the night in the moving cottage (because it's above the water, not because the room beside is a newlywed couple), our fullday activities will be hopping islands and started after subuh. Although we were a bit late and move one to another fish farms to see the whale shark, finally we got to see it. A bit worried due to the cloudy day and the disapearrance of whale shark after two first persons jumping to the water, Mas Angga and Icang. Several minutes swimming uncertainly finally here it comes the whale shark under my feet, a bit scared but happy I feel and my stomachache disappear after seeing it.

   
   Kembali ke cottage dan melihat segerombolan hiu, eh lumba lumba berenang. Sayang kamera nggak canggih nyettingnya, jadi foto dan video blur keterlaluan :( Belajar fotografi lebih lagi ya Nggi, capture all moments perfectly pliss. Setelah sarapan dan melihat rombongan cottage sebelah yang bersiap scuba diving, kami menuju sangalaki untuk melihat tukik dan berbasah basah kesenangan di pantai. Agenda yang tak kalah menyenangkan adalah berenang bersama ubur - ubur lucu yang lunak dan tidak beracun di Danau Kakaban. Sebisa mungkin hati - hati ya guys ketika berenang di danau, jangan sampai kakimu menyepak ubur - ubur lucu yang mudah mati ketika terlepas dari badannya ini. Pelan pelan bergeraknya, jangan pakai fin atau kaki katak ya buat yang terbiasa memakainya.
Going back to cottage and see groups of sharks, I mean dolphins swimming. Sadly I am too much for being amateur and the pics not so clear :( Please learn photography well Nggi, and capture all moments perfectly please. After swimming and see the other groups in neighbour cottage preparing for scubadiving, we're going to Sangalaki to see turtles and playing in the beaches. Other nice activity was swimming with the cute yet soft and toxicless jellyfishes in Kakaban Lake. Be careful when swimming there, watch your steps and don't make rude move so you don't kill it incidentally. Don't use fin for the one who usually use that.
jellyfish!
haeee
   Sayangnya keceriaan kami setelah berenang di Kakaban dan makan siang bersama harus berubah menjadi scene menegangkan setelah guide kami terkena ikan beracun. Syukurnya tak sampai pingsan meskipun sampai kaki bengkak dan terlihat kesakitan. Kami melanjutkan perjalanan ke Maratua yang seharusnya dilanjutkan ke Goa Haji Mangku yang bisa dikunjungi hanya ketika air pasang. Mungkin belum rejeki ya, ketika sampai di Maratua hujan deras ngeri mengguyur, cuaca cukup buruk sambil menunggu hujan agak reda kami berteduh di cottage pesaing Maratua Paradise Resort sambil menunggu guide kami dibawa ke ahli pengobatan di pulau. Karena keadaan guide kami yang semakin memburuk diputuskanlah untuk kembali ke cottage daripada semakin buruk. Suasana tambah ga enak ketika ternyata dry bag guide kami ketinggalan di Maratua dan nyetir speed ngebut ga karuan. Duh mau nangis rasanya. Well, rencana hopping island hari ini berakhir lebih awal dari seharusnya. Karena bosan kami berenang di pelataran cottage yang banyak bintang lautnya. Lumayan kan daripada ga ke mana mana.
   Sadly our happiness after swimming in Kakaban and having lunch tured out to be tense scene after our guide getting hurt by poisonous fish. Luckily he didn't faint but getting his left foot swollen and painful. We continue our agenda to Maratua and Goa Haji Mangku which we plan to go but sadly we didn't make it to go there. Maybe we were in such a bad luck, raining hard in Maratua, scarry weather and while waiting for our guide to get treated we were staying in Maratua Paradise Resort competitor. The condition going worse after it was decided we're going back to Derawan since our guide get worse condition and the dry bag was left in Maratua. Our other guide drove the speedboat like crazy oh maan. Well our hopping island today should end earlier and we dont know what to do next. We were swimming near the cottage, well better than not going anywhere.
stormy yet scarry rain
Puas bermain air kami berjalan keliling Derawan, sekedar haha hihi, jajan jajan makanan khas Derawan yaitu sambal kima dan makan ikan. Agenda malam hari ya cuma makan denger musik dan tidur cepat :"""
Enough for playing we go walking around Derawan , snacking and eat Derawan local food, sambal kima and fish. Our night agenda just eating, listening to music and sleep early :"""

Day 3 ( Senin, 27 Februari 2017)

   Hari terakhir di Derawan, snorkeling lagi dan lagi karena kemarin ada tempat yang terpaksa tidak dikunjungi. Setelah sarapan nasi goreng Derawan, cieee main air berlanjut hingga hari menjelang siang. Tujuan kami pagi ke Taman Laut Si Billy Derawan dilanjutkan menuju Gusung Pasir dan hujan deras. Lagi dan lagi yanasib.
Persiapan kami perjalanan menyeberang ke Tanjung Batu agak molor karena beberapa hal, dan bapak pemilik cottage yang mengantarkan kami langsung ke dermaga dengan kecepatan penuh. Mulut cuma bisa komat kamit berdzikir sambil sesekali berteriak histeris saking kagetnya. Ya Allah, sumpah ini perjalanan super :" Dilanjutkan perjalanan darat kami selama tiga jam diiringi hujan deras, subhanallah berkah banget ya hujan dereas. Untung udah perjalanan pulang.
Muka cemong berantakan dan kami masih menunggu pesawat datang. Syukur alhamdulillah sampai di Balikpapan dengan selamat dan hari cukup cerah. Malamnya kami kumpul lagi untuk rekonsiliasi file foto foto selama perjalanan dan ngemil ayam goreng KFC.
  Last day in Derawan, snorkeling again and again after yesterday's chaos. After eating nasi goreng Derawan, getting into water until halfday. Our destination was Taman Laut Si Billy and Gusung Pasir and it's raining hard. Again and agaiin ohmaaan.
Well our plan to Tanjung Batu being delayed due to several factors, and the cottage owner drove us to Tj Batu in full speed. What I could do is shouting and praying. Oh man, it's crazy. Super journey, even after we got into the car and go to three hours cardriving it's raining hard. Lucky it's our way home. Our tired and messy faces and still have to wait for the flight. Lucky we arrived in Balikpapan safely and the weather was nice. We made a gathering at night for photo files reconciliation during the trip and eating KFC chicken.
hello geng Derawan
terumbu karang nan cantik di Derawan
Sampai ketemu lagi Derawan, sampai jumpa lagi geng Derawan! I'll see you again :)))
See you again Derawan, see you again geng Derawan! I'll see you later :)))



Cheers,
Travelanggi