Tampilkan postingan dengan label Nature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nature. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2017

Anggi First Bungee!

  
I jump, you see!
   Bungee jumping is on my top list of to do list before I die since long time ago. After this quarter age of century I finally get the chance to visit New Zealand on one fine winter season this August. The bungee jumping I took was in Kawarau Bridge, the first ever to be said commercial bungee jump. Let's make this real honey, after my last meal 17 hours before the jump and one hour earlier I just arrived in Queenstown city after the flight. I was hesitant at first, knowing the three guys going with me wouldnt do the jump. But I keep the decision and paid immadiately before changing mind.

me before being thrown
Then it was done, after such shaky body and running out of voice since I got a shorethroat. The height of this bungee jump run by AJ Hacket is 43 meters. You can see the blue water of the river flowing in front of your eyes. Feel your heart beat faster and just take the jump. I feel the stars filling my head when I start throwing myself and hung on the wire, oh man it was this scary. I was excited and regret of the jump the same time. But it was worth it, for the crying wallet after the jump and the experience I got.

my fav free fall pose
my body shaking, hungry or scared? both!
I was kinda hurt my head and not shouting since I'm running out of my voice
Here are the pics from some pose during the jump :" Larang men, duitku mlayu cepet banget seko dompet
my kinda free fall pose

these guys pick me and send me to the stairs
Taking the bungee is one of NZ must do when you have the chance to visit it. For the jump it costs $195 per person and $80 for the photos and videos package. For the detail of the package you can check it on the web of AJHacket. 

Bungee itself was originally from New Zealand and done by some people in Vanuatu using few vines to tie the feet before jumping from the bridge. While the modern bungee jumping was started by a group of students inspired by the ancient tradition and started it in several places after making the trouble, you can find the stories in AJ Hacket . That's how the stories of bungee and it was opened the first bungee site in Kawarau Bridge in 1988, the spot where I took the jump.
Feel the sense and please enjoy NZ! I think I need to redo it one more time since my first time went not so well.
is once enough? I should take another I think


Cheese!
Travelanggi

Kamis, 28 September 2017

Review Hostel dan Penginapan Travelanggi New Zealand Winter Trip


   Pergi ke suatu negara untuk traveling, tempat menginap adalah salah satu dari sekian faktor penentu kenyamanan selama trip. Pilihan untuk akomodasi penginapan yang beragam pun memberikan pilihan kita sebagai traveler untuk menyesuaikan sendiri apa yang kita butuhkan. Untuk trip winter bulan lalu, aku dan geng (ceileh geng) memilih untuk memesan penginapan melalui situs booking online sebelum pergi ke negara tujuan kami. Selain cari aman, karena kebutuhan untuk apply visa lah kami memesan semuanya jauh jauh hari. Pilihan situs booking online sendiri beragam, dari booking.com hostelworld.com, airbnb, maupun lewat aplikasi langganan kami traveloka. Kami memesan semua penginapan melalui booking.com karena tidak ada biaya untuk pembatalan, lumayan kan kalo nda cocok tinggal cancel aja sebelum tanggal kedatangan.
   Selama melakukan roadtrip lalu, rute kami dimulai dari kota ter ramai nya New Zealand yaitu Auckland, bergeser ke selatan melakukan trip kami dengan mobil dan berpindah pindah kota kamipun memilih beberapa jenis tempat tinggal mulai hostel, hotel hingga motel atau bangunan semi apartment. Berikut ini tempat - tempat yang kami gunakan untuk menginap selama New Zealand Winter Trip lalu :
  1. Haka Lodge Hostel Auckland
    Hostel yang memiliki rating terbaik seantero Auckland ini memang nyaman. Sayang sekali memilih dorm yang terlalu ramai ternyata bukan hal yang terlalu menyenangkan untukku di awal trip. Kami menginap di hostel ini dua malam pertama seusai sampai di kota Auckland. Well, not bad lah cuma menyebalkan aja ketika roommate mu sensian sedangkan kamu pergi ga sendirian.

    Haka Lodge
    The kitchen

    Haka
    Haka Lodge ini memiliki kamar mandi bersama yang cukup nyaman, bersih dan kering. Well, a good hostel starts with comfy facilities right? Untuk segi ukuran bed cukup besar, kamar mandi nyaman, dapur bersama juga aman dan lokasi strategis. Haka berada di salah satu titik keramaian Auckland. Yang mau sekedar jalan keliling kota ataupun clubbing, lokasi Haka Lodge bisa jadi pilihan utama.
  2. Kingsgate Hotel Te Anau
    Hotel yang kalau diperhitungkan fasilitasnya ini termasuk murah adalah hotel yang mendadak kami tempati karena sebelumnya menemukan motel atau hostel yang sesuai keinginan bersama susah sekali rasanya. Di tengah keputus asaan kami mencari penginapan di Te Anau, Dewi Fortuna masih memihak kepada kami. Hotel seharga $110 NZD per kamarnya ini bisa kami tempati.
    each room in Te Anau

    twin bed for two in Kingsgate Hotel Te Anau
    the bathup
    morning view, the neighbourhood

    Kamar di Kingsgate hotel bisa dibilang lumayan lah, ada setrika, hair dryer, setrika, dan bath up. What a nice stay! Lumayan untuk sekedar melepas lelah roadtrip dan drama pencarian penginapan.
  3. Nomad Backpackers Queenstown
    Nomad Backpackers letaknya sangat strategis, sebenarnya karena Q town ini kecil juga sih jadi ke mana mana akses mudah. Dengan jenis private room yang memiliki kamar mandi sendiri di dalamnya kami menginap di hostel ini meskipun kamar mandinya agak becek. Sayang sekali dapur tidak bisa digunakan mulai pukul 10 malam sehingga kami baru bisa memasak pagi berikutnya sebelum moving on lagi.
    from booking.com, view near hostel

    Source booking.com

    source booking.com

    Dapur di Nomad cukup nyaman, ada pula ruang bersama bagi para traveler untuk berkumpul main billyard maupun makan bersama di ruang tengah. It's a good choice for solo, duo or group to stay there~ Jangan sampai terlambat check out ketika menginap di sana, that would be impolite.
  4. Wanaka Top 10 Holiday
    Terletak tak jauh dari Lake Wanaka yang terkenal, penginapan kami yang satu ini terbilang cukup nyaman. Kami tinggal di sebuah kabin yang cukup lumayan lah. Sayangnya hanya karena kamar mandi dan dapur terpisah dan mengharuskan kami keluar kamar untuk menuju manapun. Dingiiin cooy~ Suhu yang sudah dingin semakin dingin ketika Wanaka diguyur hujan pagi hari berikutnya.
    kamar tidur bunk bed yang terpisah dari dapur dan kamar mandi

    dapur bersama dan ruang makan bersama yang bebas dipakai 

    cook your own food guys

    Plusnya tinggal di sana adalah dapur bersamanya yang sepi, seperti dapur private kami sendiri. Hahaha seneng deh masaknya jadi leluasa ~
  5. Twizel Holiday Park
    This is the best place we have to stay so far. Semacam rumah kecil dengan dua kamar tidur yang cukup luas, sofa yang hangat dengan perapian dan dapur yang lengkap, we have a really good stay. Lumayan masak bebas dan menyenangkan, nonton TV channelnya lumayan dan bisa nyetel playlist sepanjang waktu adalah kebahagiaan selama tinggal di Twizel. Meskipun kotanya sepi dan berpenduduk sedikit, pilihan tempat tinggal selama road trip di Twizel cukup beragam.
     
    bunkbed yang hangat dengan heaternya
     
    main bedroom yang dingin karena ga ada heater
     
    toilet dan shower room
    ruang bersama yang hangat dan bebas dipakai untuk dlosoran
  6. dapur yang peralatannya cukup lengkap memungkinkan kami memasak setiap waktu
   Itulah lima hostel dan akomodasi yang kami tempati selama melakukan trip ke New Zealand. Pilihan dan jenis akomodasi akan terasa nyaman atau tidaknya tergantung preference masing - masing, bagi yang lebih suka keramaian tinggal di dorm yang berisi banyak orang sepertinya cocok, sedangkan untuk yang datang dalam group berempat sepertiku menyewa semacam motel atau penginapan seperti kabin lebih cocok karena lebih nyaman digunakan bersama.
Happy traveling and choose your stay!

Cheese,
Travelanggi

Kamis, 07 September 2017

Travelanggi NZ Winter Trip Part 4 (Millford Sound Cruise and the Glacier)


Day 5 Selasa, 15  Agustus 2017
   Namanya janji tinggal janji, katanya mau berangkat pagi jadinya agak kesiangan. Duh lelaki memang ya hmm. Kami check out dari hotel jam setengah 11 dan berencana ambil tour Millford Sound siang jam 2. Untuk menuju ke sana kalau bisa ngebut kami bisa ambil cruise siang itu juga, kalau telat yaudah lah nasib. Dengan segenap speed dan keberuntungan kami sampai tepat sepuluh menit sebelum cruise berlayar. Yess just in time! Trip ini semacam dipenuhi nyaris ketinggalan, nyaris ilang, nyaris gagal move on dan hal hal nyaris lainnya. Beruntungnya sih akhirnya terlaksana semua meskipun nyaris. Cruising di Millford sound yang katanya keajaiban dunia ke delapan.

Tips 1 : Spare waktulah banyak banyak ketika menginap pindah pindah seperti kami, yang tadinya janjian jam berapa bisa agak molor. Plus perkirakan waktu tempuh dan waktu tour yang akan diambil. Percuma kan kalo udah ngebut eh sampe sana ketinggalan. Nangis ntar ~

mystical Millford sound

Millford

view from inside the cruise

with the guide

f4 wkwkwk

mukanya hepi receh banget[/caption]


But we're coming in winter so jangan berharap banyak. Kabut kabut di mana mana ~ Cruise mulai mendekati air terjun setelah sebelumnya kami lihat ada anjing laut dan lumba lumba. Sok sokan bikin vlog dan basah basah kecipratan tapi bahagia. Untuk cruise seharga empat ratusan ribu ini kami bebas minum kopi atau teh sepuasnya. Kalo kata Mas Try bentar lagi dibagiin nasi uduk sama abang bulenya haha yakali mz. Millford Sound adalah must visit object bagi kalian yang mengunjungi New Zealand. Dari foto yang dishare akun - akun traveling sih gorgeous banget, sayang sekali ketika kami ke sana kabut menyelimuti. Gapapa deh daripada ga ke sana sama sekali :"

Tips 2 : Millford Sound cruise paling sedikit beroperasi ketika winter, jadi jika kalian ingin lebih banyak jam pilihan cruise silahkan pilih sendiri mau ngetrip di musim apa. Sesuai preference sih ya ~
Millford sound the eight wonder, people said

bocah ilang

   Selesai cruising Millford Sound ini kami kembali lagi ke Queenstown city untuk menginap satu malam di sana, sekalian nyobain burger paling hits seantero New Zealand. Sayangnya mobil merah sahabat kami beberapa hari ini mogok ga bisa distarter, kudu piye jal ndyes. Dibantuin sama sepasang pengunjung lainnya dan masih ngga bisa distarter, aku ke Information Center bareng Ridho untuk cari pinjeman dongkrak atau alat apapun yang bisa dipakai. Akhirnya dengan biaya $20 kami bisa menyalakan mesin mobil yang sempat kehabisan aki ini. Mung ngono tok rong atus ewu, luarange kabeh kabeh duit ( Translate : Cuma kaya gitu dua ratus ribu, mahal bener apa apa diduitin)

Tips 3 : Pastikan selalu lampu mobil mati (kalo bisa). Karena sekali aki mati akan kerepotan untuk melanjutkan perjalanan. Beruntung ada jump starter di Information Center dan itupun bayar. Jadi cek selalu mobil sebelum buru buru mengejar cruise guys!

tempat kejadian perkara mobil mogok

ekspresi ketika nengok ke masa lalu ~

   Perjalanan dari Millford ke Queenstown ini cukup melelahkan, sampai aku tertidur dan ga sadar mangap kata Wahid. Oh maaan, I must be exhausted -__-. Berhenti di tengah jalan yang mulai gelap untuk foto - foto, ada spot bagus foto lagi, begitu seterusnya. You gotta do that once you have a visit, kaya ga mau melewatkan spot bagus untuk difoto banget sih. Kami sampai di Queenstown ketika hari mulai gelap dan lagi lagi drama beli bensin selalu terjadi karena beli bensin di NZ ga kaya di sini tinggal sebut sama abang Pertamina dan diisilah bensin kita. Di New Zealand yang penduduknya lebih banyak sapi dan domba daripada manusianya ini, kita dituntut mandiri melakukan pelayanan beli bensin dsb. Yang mending kalau di pom bensinnya ada minimarket kami masih bisa meminta bantuan ke kasirnya, nah kalau harus pake Credit Card dan kereject tapi kena charge lumayan euy. Uang makan beberapa hari itu :"

Queenstown mall

burgernya enaaak

Anyway, di Queenstown city kami yang mulai kelelahan ini terpaksa jalan jalan keliling kota untuk beli makan karena dapur tutup padahal dibilangnya 24 hours. PHP banget kaya elu. Tapi jalan di tengah dinginnya kota Queenstown tanpa jaket ternyata lumayan bikin merinding hahhaha sok sokan banget sih. Burger lagi dan lagi padahal aku sudah mulai muak melihatnya, tapi burger malam ini endeus sekali. Namanya Ferg Burger, best burger in NZ katanya. Best sih, seratus dua puluh ribu gimana gak best :" Kami bertiga masih agak lama makan di sana dan foto foto #duh sementara Pakdhe Try pulang duluan karena nda enak badan.

Day 6  Rabu, 16 Agustus 2017
   Check out sedikit telat, omg we're sorry for that dan kami berencana menuju Glenorchy hari ini sebelum memutuskan untuk lanjut ke Rob Roys Glacier. Ga banyak foto sih tapi foto foto juga, gimana sih ah. Gak bisa ga foto foto di New Zealand mah :") Berat euy! Kami foto berempat setelah berkali kali gagal dan akhirnya pose ala ala kami pun sukses, yeey! Terima kasih babang bule dan mbak Jepun yang cantik karena membantu mengarahkan kami untuk berpose instead of cuma ngelihat dan komentar doang. Well, perjalanan kami berlanjut ke Rob Roys Glacier yang jaraknya lumayan jauh sejauh jarak waktu kita terpisah #tsaah .

dab!

 
Melewati Wanaka yang akan kami inapi malam ini, ternyata Rob Roys Glacier ini terlalu jauh untuk digapai apalagi sekalian trekking. Butuh waktu lama kaya waktu buat move on dari dia :"" Perjalanan di jalanan mulus pun bersambung, jalanan yang kami lalui mulai jelek dan banyak ford yang harus dilewati. Maafkan kami ya merah, menyiksamu melewati sungai sungai kecil ini. Pakdhe Try menyetir mobil dan bikin waswas, aku sih yang waswas karena takut mobil ini terendam ketika lewat sungai. Berasa iklan mobil petualangan kaya gini HAHAHA Sempat ketemu rombongan domba yang buanyaak dan kami terlalu senang mengejar ngejar mantan mereka sekalian foto foto lagi. Sampai di Rob Roys Valley hari mulai gelap kaya warna kulitku.  Foto foto sampai puas, ga puas sih sebenernya karena ga trekking tapi yasudahlah melihat pemandangannya aja udah indah. Bersyukur ga hujan hari ini, bikin video video aib yang akhirnya bikin malu sendiripun selesai. Ga berhenti ngakak lah ketika kita mau sok sokan video petualangan pake bendera Indonesia ada yang salah teriak, ga jadi khidmad malah jadinya lawak.


our early 17 an hehehe

Kami ketemu tiga pengunjung yang sama Asianya seperti kami, cuma dari negara - negara tetangga dan gagal trekking juga seperti kami. Yess, ono bolone! Menjadi kameramen untuk temen trip yang ngucapin selamat skripsi buat pacarnya malah akhirnya menginspirasiku merekam video buat entahlah ga jelas banget videonya dan berujung membuatku malu sendiri melihatnya. Dho video aib nya tolong rahasiain ya HAHAHA. Single banyak gaya sih maaf :" Kami pulang ke Wanaka lebih awal dari rencana. And this is the first time ever we check in to our nomaden stay on time.

 
And tonights cooking class begins~ 

 Dapur yang kami gunakan malam ini sebenarnya dapur bersama tapi yang lain nda ada yang masak berasa dapur pribadi. Bahagiaaa ~ Menu masakan featuring chef Wahid malam ini adalah tumisan sayur, kwetiau goreng dan sarden, happiness ~

masak dulu sis ~
our meal tonight ~[/caption]

Happy eating guys!
Dan siap siap buat trip besok 17 an di Roys Peak :"

Bersambung ~~

New Zealand road trip also can be found here :
Part 1 Preparation
Part 2 KL to AKL
Part 3 Hobbiton and Bungee Jump
Part 5 Dirgahayu Indonesia dan Hooker Valley Trekking
Part 6 The Goodbye NZ

Kamis, 09 Maret 2017

Derawan Cloudy Trip (February 25-27th 2017)

   Memasuki tahun kedua tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur tak sah rasanya jika tak mengunjungi objek wisata terkenal di Kalimantan Timur, Derawan! Malu rasanya jadi warga Kaltim hampir dua tahun tapi tak  sekalipun berkunjung ke kepulauan cantik ini. Garis pantai biru dan keindahannya yang sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia membuat turis terus menerus berkunjung ke sana. Tak hanya dari dalam negeri bahkan luar negeri pun ramai pengunjung berbondong bondong datang. Cottage - cottage semakin banyak berdiri menawarkan keunggulan masing - masing untuk tempat menginap.
Entering the second year I stay in Balikpapan, East Borneo it's gonna make me feel uncompleted If not going to East Borneo's popular island, Derawan! What a shame staying inj East Borneo for almost two years already but not even once going there. Blue coastline and its beauty has been wellknown in all over this country even foreign tourist keep coming to visit. Many cottages were built to grab the tourists to spend the night there.


Akhir bulan Februari ini, aku bersama geng Explorer ( yang tidak sengaja dibuat atas dasar sama sama butuh teman jalan) memutuskan untuk ke Derawan bersama setelah tahun kemarin ke Palu Donggala liburan tahun baru. Well, mungkin datang ke Derawan ketika bulan bulan peralihan cuaca bukan ide yang terlalu bagus, setidaknya perjalanan yang kami rencanakan ini terlaksana dengan cukup lancar meskipun diselingi beberapa hal yang terjadi. Ya namanya juga perjalanan, kita bisa merencanakan tapi ga bisa memaksakan semua hal berjalan sesuai rencana awal.
End of this February, me and Explorer geng (which was made based on our travelmates need) decided to go to Derawan after last year spending time in Palu Donggala for new ywar eve. Well, maybe coming to Derawan in transition weather is not so good idea, at least our trip was good enough although not all plan could be done.

   Setelah mempertimbangkan selisih harga dan manajemen resiko perjalanan, kami mengambil paket tour yang ditawarkan sebuah agen travel di Balikpapan, hampir sama sih dengan ngeteng sendiri. So it's all about preference, monggo semua tergantung selera mau ngeteng mau pake travel hampir sama sih. Untuk kami waktu itu ambil paket 3 hari dua malam, Sabtu sampai Senin 25-27 Februari. Biar agak beda sama orang lain biasanya Jumat sampai Minggu hehe.
After comparing the price and managing the risk, we took a tour package by Balikpapan based travel agent, almost the same with using no travel ag. So, it's all about preference, it's up to you. For us, we take the 3 days 2 nights package, Saturday until Monday February 25-27th. Unlike other person who take Friday to Sunday package LOL.

 

Day 1 (Sabtu, 25 Februari 2017)

   Perjalanan dimulai setelah riweuh kumpul di bandara dan berangkat terpisah. Aku dan Mbak Restie nongkrong dulu di lounge BRI sarapan sekalian bungkusin roti buat sarapan yang lain :"" Bahagia sekali mau liburan ke pulau yang jauh dan main air sepanjang waktu. Perjalanana dengan pesawat hanya 40 menit dilanjutkan dengan perjalanan darat yang memabukkan selama tiga jam, rombongan dibagi ke dua mobil karena jumlah peserta delapan orang. Sampai di dermaga kami berpindah ke speedboat untuk menyeberang langsung ke pulau Derawan. Alhamdulillah samapai dengan selamat setelah berteriak kesetanan karena abang drivernya ngebut dan aku ketakutan setengah mati.
Our trip started after chaos for gathering in airport and go separately. Me and Mbak Rest having breakfast in BRI lounge and pack bread for others :"" So happy we gotta go to far away islands and play in the water most of times.  The 40 minutes flight continue with three hours driving that makes us dizzy, our group divided into two cars since we are all eight people. Arriving in dock we moved to speeadboad that bring us directly to Derawan island. Thanks God we arrived safely after shouting and going crazy since the driver speeding up and I was scared like crazy.
jump jump jump
feeding the fishes
ready to snorkel
   Cottage kami cukup nyaman dan bersih, setelah makan siang dan gegoleran di kamar kamipun mulai kegiatan snorkeling pertama kami berenang sambil memberi makan ikan. Oke kegiatan selanjutnya setelah mandi dan beberes adalah jalan ke dermaga untuk melihat sunset. Yeay happy! Kondisi Derawan tak terlalu ramai, malah terhitung sepi daripada ketika musim puncaknya liburan. Ya iyalah ini cuaca bukan pada puncaknya musim panas dan masih peralihan. Sebaiknya datanglah ke Derawan ketika April atau Mei ketika cuaca sedang bagus bagusnya.
Our cottage is nice and clean enough, after lunch and getting relaxed in our room, it's time for our first snorkeling and feeding the fish. Oke next agenda after cleaning up is that we are seeing sunset. Yeay happy! Derawan wasn't crowded last time we went there. Due to the transition weather and it's not summer time holiday. Better come to Derawan on April or May when the weather in the nicest condition.
hello sunset

Day 2 ( Minggu, 26 Februari 2017)

    Hari ini agenda padat merayap. Setelah semalaman tidur di atas cottage yang bergoyang goyang (karena berada di atas air, bukan karena kamar sebelah pasangan baru yang sedang bulan madu lho), kegiatan kami seharian akan full hopping island dan dimulai dari setelah subuh. Meskipun agak kesiangan dan berpindah dari satu keramba ke keramba lain untuk melihat lokasi hiu paus, akhirnya dapat juga kesempatan kami melihat si  hiu paus. Sempat khawatir karena mendung gelap menggantung dan juga sempat menghilangnya si hiu paus setelah dua orang pertama turun ke air, Mas Angga dan Icang. Setelah beberapa menit berenang tanpa kepastian akhirnya si hiu paus yang lucu muncul di bawah permukaaan kakiku, agak takut tapi bahagia dan mules yang kurasakan sepanjang naik speedboat hilang setelah melihatnya.
Today's agenda will be full. After spending the night in the moving cottage (because it's above the water, not because the room beside is a newlywed couple), our fullday activities will be hopping islands and started after subuh. Although we were a bit late and move one to another fish farms to see the whale shark, finally we got to see it. A bit worried due to the cloudy day and the disapearrance of whale shark after two first persons jumping to the water, Mas Angga and Icang. Several minutes swimming uncertainly finally here it comes the whale shark under my feet, a bit scared but happy I feel and my stomachache disappear after seeing it.

   
   Kembali ke cottage dan melihat segerombolan hiu, eh lumba lumba berenang. Sayang kamera nggak canggih nyettingnya, jadi foto dan video blur keterlaluan :( Belajar fotografi lebih lagi ya Nggi, capture all moments perfectly pliss. Setelah sarapan dan melihat rombongan cottage sebelah yang bersiap scuba diving, kami menuju sangalaki untuk melihat tukik dan berbasah basah kesenangan di pantai. Agenda yang tak kalah menyenangkan adalah berenang bersama ubur - ubur lucu yang lunak dan tidak beracun di Danau Kakaban. Sebisa mungkin hati - hati ya guys ketika berenang di danau, jangan sampai kakimu menyepak ubur - ubur lucu yang mudah mati ketika terlepas dari badannya ini. Pelan pelan bergeraknya, jangan pakai fin atau kaki katak ya buat yang terbiasa memakainya.
Going back to cottage and see groups of sharks, I mean dolphins swimming. Sadly I am too much for being amateur and the pics not so clear :( Please learn photography well Nggi, and capture all moments perfectly please. After swimming and see the other groups in neighbour cottage preparing for scubadiving, we're going to Sangalaki to see turtles and playing in the beaches. Other nice activity was swimming with the cute yet soft and toxicless jellyfishes in Kakaban Lake. Be careful when swimming there, watch your steps and don't make rude move so you don't kill it incidentally. Don't use fin for the one who usually use that.
jellyfish!
haeee
   Sayangnya keceriaan kami setelah berenang di Kakaban dan makan siang bersama harus berubah menjadi scene menegangkan setelah guide kami terkena ikan beracun. Syukurnya tak sampai pingsan meskipun sampai kaki bengkak dan terlihat kesakitan. Kami melanjutkan perjalanan ke Maratua yang seharusnya dilanjutkan ke Goa Haji Mangku yang bisa dikunjungi hanya ketika air pasang. Mungkin belum rejeki ya, ketika sampai di Maratua hujan deras ngeri mengguyur, cuaca cukup buruk sambil menunggu hujan agak reda kami berteduh di cottage pesaing Maratua Paradise Resort sambil menunggu guide kami dibawa ke ahli pengobatan di pulau. Karena keadaan guide kami yang semakin memburuk diputuskanlah untuk kembali ke cottage daripada semakin buruk. Suasana tambah ga enak ketika ternyata dry bag guide kami ketinggalan di Maratua dan nyetir speed ngebut ga karuan. Duh mau nangis rasanya. Well, rencana hopping island hari ini berakhir lebih awal dari seharusnya. Karena bosan kami berenang di pelataran cottage yang banyak bintang lautnya. Lumayan kan daripada ga ke mana mana.
   Sadly our happiness after swimming in Kakaban and having lunch tured out to be tense scene after our guide getting hurt by poisonous fish. Luckily he didn't faint but getting his left foot swollen and painful. We continue our agenda to Maratua and Goa Haji Mangku which we plan to go but sadly we didn't make it to go there. Maybe we were in such a bad luck, raining hard in Maratua, scarry weather and while waiting for our guide to get treated we were staying in Maratua Paradise Resort competitor. The condition going worse after it was decided we're going back to Derawan since our guide get worse condition and the dry bag was left in Maratua. Our other guide drove the speedboat like crazy oh maan. Well our hopping island today should end earlier and we dont know what to do next. We were swimming near the cottage, well better than not going anywhere.
stormy yet scarry rain
Puas bermain air kami berjalan keliling Derawan, sekedar haha hihi, jajan jajan makanan khas Derawan yaitu sambal kima dan makan ikan. Agenda malam hari ya cuma makan denger musik dan tidur cepat :"""
Enough for playing we go walking around Derawan , snacking and eat Derawan local food, sambal kima and fish. Our night agenda just eating, listening to music and sleep early :"""

Day 3 ( Senin, 27 Februari 2017)

   Hari terakhir di Derawan, snorkeling lagi dan lagi karena kemarin ada tempat yang terpaksa tidak dikunjungi. Setelah sarapan nasi goreng Derawan, cieee main air berlanjut hingga hari menjelang siang. Tujuan kami pagi ke Taman Laut Si Billy Derawan dilanjutkan menuju Gusung Pasir dan hujan deras. Lagi dan lagi yanasib.
Persiapan kami perjalanan menyeberang ke Tanjung Batu agak molor karena beberapa hal, dan bapak pemilik cottage yang mengantarkan kami langsung ke dermaga dengan kecepatan penuh. Mulut cuma bisa komat kamit berdzikir sambil sesekali berteriak histeris saking kagetnya. Ya Allah, sumpah ini perjalanan super :" Dilanjutkan perjalanan darat kami selama tiga jam diiringi hujan deras, subhanallah berkah banget ya hujan dereas. Untung udah perjalanan pulang.
Muka cemong berantakan dan kami masih menunggu pesawat datang. Syukur alhamdulillah sampai di Balikpapan dengan selamat dan hari cukup cerah. Malamnya kami kumpul lagi untuk rekonsiliasi file foto foto selama perjalanan dan ngemil ayam goreng KFC.
  Last day in Derawan, snorkeling again and again after yesterday's chaos. After eating nasi goreng Derawan, getting into water until halfday. Our destination was Taman Laut Si Billy and Gusung Pasir and it's raining hard. Again and agaiin ohmaaan.
Well our plan to Tanjung Batu being delayed due to several factors, and the cottage owner drove us to Tj Batu in full speed. What I could do is shouting and praying. Oh man, it's crazy. Super journey, even after we got into the car and go to three hours cardriving it's raining hard. Lucky it's our way home. Our tired and messy faces and still have to wait for the flight. Lucky we arrived in Balikpapan safely and the weather was nice. We made a gathering at night for photo files reconciliation during the trip and eating KFC chicken.
hello geng Derawan
terumbu karang nan cantik di Derawan
Sampai ketemu lagi Derawan, sampai jumpa lagi geng Derawan! I'll see you again :)))
See you again Derawan, see you again geng Derawan! I'll see you later :)))



Cheers,
Travelanggi