Tampilkan postingan dengan label Life and Love story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life and Love story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 April 2017

Going Back Hometown

   As a person who rarely come home, once I go back is one thing I should spend in good way. Being in different temperature place than my current city now, Balikpapan this body begins to adapt again. I use to sleep using no blanket, while at home I'll be using it the whole day.
Taking the mid day flight to Jogjakarta on second week of April, I continue the journey after by using a bus to Magelang city and take another ride home. What a loong long journey to go on. I was sitting uncalmly in the bus when my cousin offer me to go with her on motor ride and I just agreed. And here it is the wet motor riding from Magelang to our home, Grabag due to hard rain. We enjoy it so much, getting soaked by the rain and ride the motor peacefully.
Spending three days at home, having too many things to do I almost not having much time at home. Attending wedding, going out here and there and taking pictures around the village were the happy things I could do back then. Going to the rice field with my cousin, Gilang we had a nice time going around the village and eat many food we couldnt get in the city.
Our hometown, Grabag is a district in the eastern area of Magelang Regency which surrounding the city. Mostly, the people work as farmer but now they aren't just farming but working in many areas. Here are the pictures I took during the long weekend am coming home.
Balikpapan from the height
hai granny
halo abaang~~
when green greets the morning dew
typical view in hometown
the loggs
mountain view, isn't it beautiful?
cheers
human interaction in the kitchen
from cafe ala ala in my Grabag district
Hussain going to school
when the sun about to go up
making expression
the "budhe"
mom and dad
See you again,
Cheers,
Travelanggi

Selasa, 04 April 2017

Travelanggi Spiritual Journey

Banyak masalah dan hal - hal yang melelahkan terjadi akhir akhir ini, pergi dalam sebuah perjalanan spiritual adalah salah satu cara penyelesaian yang lebih baik. Menggunakan jasa agen travel aku memutuskan untuk umrah untuk pertama kali. Ini adalah pengalaman pertama dan waktu yang kupunya terbatas jadilah aku pergi tanpa backpackeran seperti biasa. Paket perjalanan selama sembilan hari ini termasuk tujuh hari di Saudi dan dua hari untuk perjalanan.

Being in a difficult situation and already tired of what happened lately in my life going on a spiritual journey is one of the way to get better. Joining a travel agent, I decided to go performing my umrah journey for the first time. It's gonna be my first experience and I'm running out of time so I don't go backpacking there. I join the 9 days trip which requires me to spend seven days there and two days for the moving. Here are the itineraries being done during my journey there.
Hello Saudi Arabia
Day 1  ( Wednesday, March 15th 2017)
Hari pertama hanya tentang pindah lokasi penerbangan dari Balikpapan ke Jakarta. Aku dan Arum datang paling awal, yaiyalah kecepetan lima jam hahaha. Menunggu rombongan untuk kumpul akhirnya makan lagi dan lagi di Foof Cetera terus pindah ke Blue Sky Lounge. Aktivitas hari ini melulu hanya soal penerbangan satu ke lainnya.
First day is all about my flight from Balikpapan to Jakarta. Me and Arum arrived way earlier than others. Waiting for the group to gather while eating and eating over again in Food Cetera then move to Blue Sky Lounge. Today's activities are mostly about taking flights and moving one to another flights.
one fine day in Mecca
Day 2  (Thursday, March 16th 2017)
Tiba di Abu Dhabi untuk transit sebelum ke Jeddah, aku mulai jengkel karena beberapa orang di rombongan.Kami mulai persiapan umrah di Jeddah dan ambil miqat (niat umrah) di dalam bus selama perjalanan kami ke Mekkah. Ga henti hentinya "gumun" dengan kontur alam Saudi yang jauh berbeda dengan negara sendiri.
Arrived in Abu Dhabi and having our two hours transit before catching the flight to Jeddah, I started to get annoyed to some people in the group. Starting our umrah preparation in Jeddah and we're taking our miqat ( umrah intention) inside the bus on our way to Mecca. Can't help myself wondering when I see the land contour of Saudi Arabia, so different from my home country.


 
Kami menuju Mekkah dalam perjalanan selama satu jam untuk umrah pertama. Pembagian kamar dan bongkar koper di hotel kemudian ke masjid, hati ini mulai berkecamuk rasanya, bahagia, penuh malu, kagum menyaksikan bangunan itu untuk pertama kali. Akhirnya aku, makhluk yang penuh dosa ini menatap Ka'bah untuk pertama kalinya. Mengitari Ka'bah sembari menggumamkan doa - doa, beberapa mamak mamak Turkey berpegangan dan memelukku dari samping sembari melakukan tawaf ( gerakan mengitari Ka'bah dalam rangkaian umrah). Aku berdiri di samping mereka menjaga barisan agar orang orang tidak asal menabrak. Umroh pertama kali kami selesai dan akhirnya aku bisa menangis untuk pertama kalinya. Tapi foto di bawah ini bukan foto ketika kami pertama umrah.
We go on one hour journey to Mecca to perform our first umrah. Dropping off the baggage in the hotel and go to mosque right after, my heart started to have mix feeling, happy, shameful, amazed seeing the building for the first time. I finally see Kaaba for the first time, the sinful me. Going around and saying some prayer while several Turkish moms holding me tight while going around. I just standing beside them to keep people going in the direction they should.
We finish our first umrah and I can cry for a bit finally. But this image below was when we first going around Kaaba.


Day 3  ( Friday, March 17th 2017)
Agenda hari ini bebas, kami bisa pergi kemana saja atau pergi ke masjid untuk ibadah. Agenda pertama setelah bangun tidur adalah mendekat ke Ka'bah. Untuk umat Muslim Ka'bah adalah kiblat ( arah menghadap ketika ibadah) setiap menunaikan shalat kami mencari arah kiblat yang benar. Tetapi ketika berada di Masjidil Haram, masjid dimana Ka'bah berada kami hanya perlu menghadapnya dari berbagai arah. Kesempatan pertama menyentuh Ka'bah aku menangis tak henti ingat betapa banyaknya dosa yang sudah kulakukan dan banyak hal yang terjadi akhir - akhir ini. Saudi Arabia adalah negara kelima yang kukunjungi dan akan jadi yang paling penting karena ini tujuan religi.
Our agenda today is free, we can go out wherever or going out to the mosque for praying. Our first agenda after waking up was trying to approach Kaaba. For moslem Kaaba is qibla (the center of every prayer) when we perform salah we always try to find the direction to Kaaba. But when we are in Masjidil Haram, the mosque where Kaaba is we just need to face it directly from every direction. The first chance to touch it and I cry nonstop while standing there remembering how sinful I am and many things had happened recently. Saudi Arabia is the fifth country I visit already and it’s going to be the most important trip since its a spiritual trip.
Kaaba in a cloudy and dusty time
Aku mendapat kesempatan untuk shalat langsung menghadap Ka'bah hingga azkar (penjaga) menyuruh kami perempuan untuk pindah ke sisi dalam masjid. Kami mengambil resiko untuk posisi sholat dan akhirnya dapat tempat di dekat tempat zamzam untuk shalat Jumat. Ada mamak Turkey yang baik hati di sebelahku yang tak hentinya membagi cokelatnya padaku setiap beliau membuka kemasan makanan lagi. Dua jam yang berlangsung penuh derita bagiku waktu itu karena menahan pipis dan membuatku menangis kesakitan, nahan pipis sakitnya begini amat. Untung ada Arum yang menemaniku mencari toilet jauh di bagian luar masjid dan akhirnya aku ga ngompol di celana. Sisa agenda hari ini adalah ke masjid, jajan jajan dan jalan jalan di sekitaran area hotel.
I got the chance to pray in front of Kaaba until the azkar (guardian) told us women to move inside. We were gambling for the position and get the zamzam stall side to pray Jumah prayer. There's a kind Turkish mom who keep giving me chocholate everytime she's eating. It was two hours that suffer me who hold not to go to toilet and am crying really hard already. Thanks to Arum who accompany me to the toilet that faraway outside the mosque I don’t pee in my own pants then. The rest of today’s activities are going to mosque, buying some food and walking near hotel.

Day 4  ( Saturday, March 18th 2017)
Rutinitas ibadah seperti biasa, kami pergi ke masjid awal dan sebagainya. Tetapi hari ini kami ada acara tour keluar kota plus miqat untuk umrah kedua. Seharusnya kami ke peternakan unta dan museum Ka'bah jika mereka tidak tiba tiba tutup. Ah sedihnya udah jauh jauh tutup. Kami berkeliling kota Mekkah, mengunjungi Arafah di mana orang melakukan rangkaian ibadah Haji, menaiki Jabal Rahmah (dimana Nabi Adam dan Hawa bertemu pertama kalinya. Tempat ini terkenal untuk orang orang yang memohon dipertemukan dengan jodohnya, termasuk aku.) dan Jabal Tsur yang merupakan satu tempat bersejarah berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW.
The routine for prayer just like usual, going early to pray in the mosque and so on. But today we have a tour outside the city plus miqat for the second umrah. We should’ve gone to the camel farm and Kaaba museum If they weren’t closed so suddenly. Ah, it’s sad. We go around near Mecca city, seeing Arafah where people use to perform Hajj, going up to Jabal Rahmah (where Adam and Eve met for the first time and this place is wellknown for people who's wanting to find her /his spouse to be) and Jabal Tsur, one of the historical place related to our prophet Muhammad SAW.
people going up to Jabal Rahmah, where Adam and Eve met for the first time
Hal yang menakutkan untukku adalah ketika masuk ke lift bersama pria asing sebelum kami pergi tour hari ini. Daripada daripada kan mending keluar secepatnya, menghindari hal yang tidak diinginkan. Kembali ke hotel setelah tour dan cuaca berangin kencang dan berdebu tebal di sekitar masjid.
Something that made me scared was when I entered elevator with strange men in the hotel before we're going to today's tour. I prefer to go out immadiately rather than having through unwanted things.
Coming back to the hotel and it's becoming windy and dusty around the mosque.
a dusty afternoon

Day 5 ( Sunday, March 19th 2017)
Hampir hari terakhir di Mekkah, aku dan teman teman sekamarku ingin mendekat ke Ka'bah sekali lagi. Kamipun pergi lebih awal daripada hari sebelumnya, 2.30 pagi kami mulai bergegas. Aku masih bareng Arum, Mbak Esi dan Bu'e ketika mulai bergerak mendekat. Tetapi setelah beberapa menit berkeliling aku terjebak di kerumunan dekat Hajar Aswad di salah satu sudut Ka'bah. Aku terjepit di tengah kerumunan sementara teman sekamarku aku tak tahu lagi cara untuk mendekat ke mereka karena tak terlihat lagi di depan mataku. Aku tak bisa keluar dari kerumunan ataupun mendekat ke Hajar Aswad "batu hitam" yang berada di timur. Aku masih santai dan biasa saja awalnya tapi mulai menangis kencang dan menjerit setelah orang orang tetap menimpaku, menyikut, menyodok, sekujur badan rasanya sakit karena orang berdesakan. Ukuran badanku tergolong kecil dibandingkan mereka, rasanya ga karuan. Aku ingin keluar tapi malah terjepit sekitar sejam di kerumunan itu.

It’s almost the last day to stay in Mecca, me and my roommates want to get closer to Kaaba for one more time. We go earlier than days before, it’s 2.30 a.m when we started moving. I was still with Arum, Mbak Esi and Bu’e, my rommates when we start. But after several minutes going around it I am trapped near Hajar Aswad location which is in one of the corner of Kaaba position. I am stuck in the middle of the crowd while my rommates I don’t know how to get closer to them again since they disappear out of my sight already.  I can’t go out or getting closer to Al-Ḥajaru al-Aswad, "the Black Stone", that is located on the Kaaba's eastern corner. I was calm at first but then crying hard and shouted since people keep hurting my body, neck, head and even the bump the body on my tiny body. I wanna get out but just being stuck for about one hour there.


Alhamdulillahnya ada seorang mas mas yang nolongin keluar dari kerumunan, di tengah keputus asaan dan kepasrahan cuma bisa menangis. Aku akhirnya bisa keluar dari kerumunan bersama salah satu temannya dan nangis kenceng saking bersyukurnya. Kami berdua mencari tempat air zamzam sambil menunggu rombongannya. Dunia rasanya sempit banget ketika tahu mbak mbak yang bisa keluar dari kerumunan bersamaku ternyata alumni SMA yang sama :") Si mbak cerita ternyata mereka adalah sekumpulan tentara Indonesia yang bertugas di Lebanon. Kami tak berbicara banyak setelahnya karena aku harus beribadah sembari mencari teman sekamar yang entah dimana. Bahkan aku ga ketemu masnya lagi buat ngucapin terimakasih. Pindah ke sisi lain masjid aku bertemu beberapa orang lainnya yang juga kepisah dari rombongan. I'm not alone :"> Bahkan ada seorang ibu ibu yang kuantar ke lokasi hotelnya karena takut kesasar, dan ibunya ngedoain semoga cepet ketemu jodoh. Diaminin banget bu ehehe. Sempat kepikiran gimana kalau pingsan atau mati terinjak di sana, ngerinya. Dan ketika umrah ketiga aku mulai sakit meskipun tetap bergabung setelahnya. My health is collapsing.
There’s an Indonesian guy who saved me from the crowd thank God. I could get out with his friend and cried out of grateful feeling for being able to get out. Both of us walking to zamzam stall while waiting for others. World seems so small when I found out that this person went to the same high school as me :”) She told me that they’re Indonesian soldies who’s on their duty in Lebanon. We don’t talk much more after because I need to do some prayer and looking for my roommates. And I don’t even meet that guy again to thank him. Moving to the other side of the mosque I met some more lost people during Subuh time, sent one of them to the hotel and go back to my hotel after. I keep on thinking how If I passed out or lost my life there. I perform umrah for the third time after some considerations eventhough I fall sick after what happened before. My health is collapsing.

Day 6 ( Monday, March 20th 2017)
Tawaf Wada (tawaf perpisahan sebagai rangkaian terakhir umrah) hari ini setelah ada kesempatan terakhir bagi yang masih ingin mendekat ke Ka'bah dan berdoa. Mulai sedih rasanya, ga mau banget ninggalin kota suci ini, ga mau pindah dan masih ingin di sini. Say goodbye ke kota Makkah dan pindah segera ke Madinah.
Setengah perjalanan kami berhenti di rest area. Sedang duduk bergerombol tiba tiba ada seorang bapak Turki nyamperin ngasih nametag. Dikira orang Malaysia hehehe keliatan mirip banget sih ya. Mencoba menemukan nametag ibu Malaysia ini tapi aku tak terlalu yakin. Kami tiba di Madinah malam hari, seremnya dapet kamar di pojok dan gelap. Ibadah pertama kami dimulai malam ini di sini. Madinah punya hawa yang berbeda dengan Mekkah, lebih tenang dan kondusif
.
Performing the Tawaf Wada (going around Kaaba as the last sequence for our umrah) today after we’re given last chance to approach Kaaba and pray. Sad feeling emerging on my lungs. I am sad of leaving this holy place, don’t wanna move and still wanna stay. Saying goodbye to Mecca and we’re moving to Medina after.
Half of the way we stopped in a rest area. I was sitting in group when suddenly a Turkish man gave me the lost nametag to me. He thought I was a Malaysian since we look the same. I try to find the owner in Medina but I wasn’t sure If I can found her.
We arrived in Medina at night, too bad we got a room in the corner and a little bit spooky. Well our first prayer started tonight here. Medina has different vibe from Mecca, it’s calmer and more condusive.
Nabawi mosque
Al Quran museum
Day 7 ( Tuesday, March 21st 2017)
Menikmati Madinah dengan suasana menyenangkannya, masuk keluar hotel dengan lebih nyaman. Agenda kami hari ini adalah ke Jabal Magnet dan lanjut ke Museum Al Quran karena tempat lain tutup. Malam ini kami ke Raudah berbarengan, jamaah laki laki dan perempuan dipisah di Nabawi. Raudah adalah salah satu tempat mustajab yang Allah kabulkan doa hambanya ketika dipanjatkan disana. Berjalan ke sekitar Madinah adalah hal yang paling menyenangkan.
Enjoying Medina as its finest, going in and out then coming back to hotel in more comfy way. We have a tour to Jabal Magnet today and continue the trip to Al Quran Museum since other places being closed. Tonight we’re going to Raudah together, we're being separated for men and women.  Raudah is one of the efficacious places where people’s wishes being granted as Allah promise. Walking around  Medina is one of the nicest thing.
Nabawi in afternoon

Day 8 ( Wednesday, March 22nd 2017)
Menghabiskan waktu di Madinah hanya dalam dua hari adalah hal yang menyedihkan. Aku masih tak ingin pergi, masih kurang sekali rasanya hanya dalam waktu sesingkat ini. Berjalan di sekitar Nabawi, jajan jajan dan jalan keliling pasti lebih menyenangkan kalau kami tinggal lebih lama. Pagi ini aku sengaja melihat payung Nabawi terbuka, ah bahagiaa. Tujuan tour kami hari ini adalah Jabal Nur, Jabal Uhud dan Kebun Kurma setelah mengunjungi Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah.
Spending time in Medina for only two days is sad. I still want to stay more and enjoy the calm mood there. Walking around, eat several food and enjoy the area near Nabawi mosque will be nicer If we have more time. This morning I could enjoy the view of Nabawi mosque’s umbrella to open. We have a tour today to visit Jabal Nur, Jabal Uhud and Dates Field after visiting Quba Mosque, the first mosque that our prophet built.
Quba mosque
Satu persatu peserta tour mulai sakit, kondisi tubuh yang tidak siap dengan perbedaan iklim Saudi dan Indonesia adalah salah satu penyebabnya. Sunset terakhir yang kusaksikan di Madinah hari ini adalah salah satu alasan aku dan Arum memisahkan diri dari rombongan dan memilih untuk jalan sendiri berkeliling.
One by one the tour participants start to fall sick, our bodies aren’t ready for the different climate between Saudi and Indonesia. It’s the last sunset I’m going to see in Medina so I better walk around more and enjoy the city than joining the tour. I prefer to go around with Arum and just wandering around.


Day 9 ( Thursday, March 22nd 2017)
Harus pergi pagi pagi buta dan inilah akhir dari umrah pertamaku. Kami meninggalkan Madinah menuju Jeddah untuk city tour. Kalau boleh milih aku masih mending sedikit lebih lama di Madinah. Tujuan kami hari ini ke Masjid Terapung, makam makam, dan Laut Merah dimana Nabi Musa dulu membelah lautan. Menikmati kota Jeddah dalam beberapa jam sebelum penerbangan ke Abu Dhabi, well ini menyedihkan. Masih ga mau pulang banget ini mah. Waktu transit yang termasuk lama membuatku tak bisa hanya duduk dan tidur tiduran, kesempatan untuk makan dan mandi di bandara sementara yang lain tepar. Dan dalam 5 jam transit ini, aku dan Arum keliling keliling daripada cuma ndekem.
We have to leave early and the umrah trip reached the end already. We leave Medina and move to Jeddah for a city tour. I’d rather stay longer in Medina than Jeddah If I can choose. Our destinations for today are Floating Mosque, the tomb, and Red Sea where prophet Musa cut across the ocean. Enjoying the city of Jeddah for couple hours and ready to catch a flight to Abu Dhabi. Ah it’s sad, I don’t wanna go back this soon. The transit seem longer so it’s better eat and take shower in the airport while everyone’s still sleeping. And during our 5 hours waiting, I walked around the airport with Arum. Better than going nowhere and just sleep.
Red Sea
Day 10 (Friday, March 23rd 2017)
Akhirnya mendarat di Jakarta dan semua sudah berakhir. Semoga segera orangtua dan nenek bisa menyusul. Ketemu beberapa teman kuliah di bandara hahaha sempit aamat dunia
Now I landed safely in Jakarta, it’s really the end of this spiritual journey. Hope soon my parents and grandma could go there :”) I met several friends of mine in the airport hahaha small world really
Overall perjalanan spiritual berarti satu langkah besar yang kuharap bisa mengubahku ke arah kebaikan dan membuat hidup lebih baik, menjadikanku orang yang lebih baik dan bersyukur. Semoga Allah mengabulkan semua doa yang telah dipanjatkan di dua kota suci dan aku bisa kembali lagi kesana. Baek baek ya dompet yang udah dedel duel, semoga semua membaik segera. Amiin!
Overall spiritual journey means one big step I wish could change my life better after, turn me into better person and living a better life and become more grateful. May Allah grant all the wishes that were being said in two holy cities and I could come again :")) Be well dear crying wallet, hope everything get better in time.
Ameeen!

Cheers,
Travelanggi

Minggu, 05 Februari 2017

Being Quarter Century of Life

Waking up not so early and hear no phone ringing, the birthday notifications came from the member card I used to register, Pands, Kaskus, and several others. How iritating! I don't really into birthday girl but after time to time having friends who celebrate. I tend to do so. As the clock ticking, the birthday wishes flooding in many chat groups, parents sending message and many more. And it's raining hard today hahaha what a day!
Being a quarter of century age comes really fast. I feel like it was just my 21st birthday and now I reach 25 already and still stay the same. How funny and unpredicted life is. Well, age is just a matter of number but me just being me. I don't feel like changing much, just the clothing style since I work already and daily life just like this. Education hasn't improved much but I hope this year will be my year to study again. Oh how I miss having many friends to hang out. I miss the things that doesn't required me to be in relationship just to go out with someone. And many things have moved differently year by year.


I don't wish too many things, just want one by one things go smooth as planned. I don't want an immadiate marriage, I don't need that at the moment. There's a time that I really wanna get married, but most time I still have many things to learn, do and earn me myself. I don't expect immadiate marriage, I need to see him, meet and compromise about our future. Maybe we can date as the time being, but lately when I say I wanna be ready for that the person I used to spend time with already gone, getting married or finding another girl to date. Oh how sucks this become.
Wishing, planning and start doing, no birthday cake and such sweet words coming, I'll start this quarter of century life with bigger and brighter smile, more positive thought and such.
Wishing more awesome thing to come,
Just getting one awesome year of day of mine,
Anggi

Jumat, 03 Februari 2017

Cubicle Worker's Life

   Two more days to end my 24 years of life and welcoming my quarter life crisis phase which is 25. Work is not getting more fun, more people moved out and this office feels so creepy. These two days I feel the hatred fulfilling my lungs since my fellowworkers were taken away by the building beside. Sucks, it is. The atmosphere of working in this area is not as good as before. You feel like want to leave soon when the boss is totally unfair. Boss and leader are different thing and what we have here now is not a leader but boss.  I really hate this condition. One by one announcement out and my office getting more tense since then, it may appear nice in the cover but not the inside of personal bonding here. I feel it's total fake to show people only good case but the inside just empty, the relationship between coworkers is not so good like before. I get less interested day by day, but that's life. I experience this kind of feeling before when I was still staying while everyone leaving after graduation. It's not good to be the person who was left behind.

   I have been in the different desk already, different vibes but the same building. I just get bored easily and it's being unhealthy to both my mind and body. This year is the first chance I can leave the office, to continue studying. Not easy step I gotta pass but it's the only chance this year. All people will leave soon though. It's only the matter of time they leave sooner or later. Time flies, people change and hearts move on. It always is. I hope everything get better each time after this, and I gotta leave soon too.


Not so good  mood going on,
Anggi

Kamis, 08 Desember 2016

Indonesian guys and relationship in my view

   These days it's such a rare occasion for a girl to never date in her 20s. Its almost impossible to happen here in Indonesia,except for those religious ones. Many factors cause the case to rise that finally set another standard to find the match in the nearest age. Religion, origin tradition and education take place for deciding to choose a partner. Mostly because of those factors people date or unable to do so. People in Indonesia tend to follow the traditional value of their anchestor to finally get married.
   Nowadays value isn't as rigid as before, seeing people holding hands is nothing unusual. But, here my conservative value still stay the same. Holding hands is normal, but more than that I don't see it acceptable. Time flies, values move and norms tend to change, but I don' t take it all to change. People may think woman in their 20s or more as independent yet hard to get If they haven't married. The society still see marriage as a gate to grown up adult as a stability of life status. For some it happen, while on the other hand it's not yet happening.
   For a woman not to get married, or not yet interested in getting married many factors could be the trigger. Having a trauma with marriage life in the family could drive this to lead her not gonna jump into relationship like marriage, some have many to do list or even economical reason, some haven't found the perfect match. Actually, getting married or not itself is a personal matter that has different effect and reasons to do so. But sadly here in our country, people are being so judgemental to see others personal life. Being single or not, let's not disturb other people life matter.
   There's a saying " Woman tend to fall for words, while men tend to fall for face.". It's true and happen in most of people in relationship. But getting attached in a relationship is hard for me to do, there will always a factor that cause me to improve the status to be a lover. Falling in love with the wrong person, people say it would cause nothing. The fact is we're wasting time for nothing good happen there. It just don't feel right to date someone If you don't really love someone. It would be so unfair for you and that person, the relationship is fake by the way. Such a waste of time. Better staying alone, getting close to many people we consider as friends and hurt nobody's heart for the act. I am creating my zone in this case, having tired of the lovey dovey drama and stop having unreqruited love in my 21st, I am getting used to be alone. It's nice by the way, being independent and build better life goal myself before finding mr. destiny is good thing to do.
   Being already 20 plus and never date is such a rare occassion people always laugh for, I'm getting used to get bullied for staying single. Lose interest towards guys easily, feeling insecure about my scars, afraid of failing to build a great relationship, different beliefs loveline were all the factors that made me lock my self not to be in such relationship. Believe it or not, setting too many standards isn't good, being too strict also. I was disappointed of how most of the loveline I built ended up not going anywhere. I am nothing closer to the criteria most of Indonesian guys love, not a white skinned, not so girly and lovely, too direct and talk too much. I had enough of all the judgement, hear nice things and leave the bad things that keep me away from gratefulness is better. Finding a life partner would be easier to do If he aren't focus on searching, as a woman staying in the current position while doing self improvement is better than griefing and wondering where he has been.
Keep learning and stay waiting,
Just a woman wanna tell stories by writing,
Restiananggi

Minggu, 27 November 2016

Australia Starter Pack Tips ( Perth, Melbourne, Sydney)

Hi Travelanggi readers, long time no posting. Setelah seminggu lebih dan memulihkan tenaga yang agak berkurang karena jet lag finally it's time to write again. Saya mau share pengalaman dua minggu solo travelling ke Australia a.ka STRAYA dan beberapa tips selama saya berkunjung ke tiga kota mainstream Australia yaitu Perth, Sydney dan Melbourne. Sekali sebenarnya ga cukup sih karena beberapa rencana trekking jauh dan skydiving belum terlaksana. Walaupun agak kecewa hanya dapat single entry tapi syukur alhamdulillah perjalanan saya sangat berkesan selama dua minggu ini, bersyukur banget jadinya ke Aussie instead of Turkey. Walaupun sudah sekian hari berlalu rasanya masih susah move on dari solo trip kedua ini. Diawali dari dua hari transit trip ke KL ke objek mainstreamnya, Senin tengah malam waktu Kuala Lumpur trip ke Aussie pun dimulai.
Itinerary saya selama 12 hari lebih dikit ini mencakup Perth City, Pinnacles Dessert Nambung National Park dan Lancelin yang masih di sekitar Perth City, Sydney City, Melbourne City dan pinggiran Melbourne. Mungkin saya akan ngepost dalam beberapa thread karena terlalu banyak hal yang pengen ditulis hehe. Sementara tips tipsnya dulu kali ya.
Tips 1 Mengurus Visa
Pengurusan visa Australia tergolong mudah, mungkin mengumpulkan syarat pengurusannya saja yang agak jadi peer. Harga pengurusan visanya pun tergolong mahal Rp 1.609.850, untuk visa saya urus melalui agen karena domisili di Balikpapan jadi Rp 1.800.000 lumayan membantu. Untuk info pengurusan visa bisa dicek di www.vfs-aus-id.com/ atau tips pengurusan visa yang pernah saya tulis di blog saya travelanggi.com . Walaupun tidak wajib, bukti booking tiket pesawat dan penginapan bisa disertakan untuk memperkuat agar visa diterima. Approve atau tidaknya visa juga mengandung unsur luck selain syarat lengkap dan kuat. Jadi berdoalah sesering mungkin setelah apply visa, biar dapat multiple ga kaya saya :”
Tips 2 Akomodasi
Untuk menginap pilihlah hostel yang terletak di tengah kota, sebelum booking pastikan dulu lokasinya. Untuk Perth pilihlah hostel di kawasan CBD karena masih terjangkau Free CAT Bus yang memiliki banyak rute. Saya sempat menginap di sebuah shared house di suburb Perth dengan harga $20 AUD tapi akhirnya memilih pindah ke city karena tak tahan suasana suburb yang sepi meskipun akses di kota ini sangat mudah dan bus tersedia sampai tengah malam (dan teman teman shared house yang tampan dan baik hati). Untuk Perth City saya sempat menginap di dua hostel yaitu Backpack City and Surf dan Haus Accomodation yang letaknya di Northbridge, CBD nya Perth.
dscf2001
one of the hostel I sleep in
Untuk Sydney memilih hostel di sekitaran George Street adalah salah satu pilihan tepat, bisa juga pesan hostel yang dekat dengan stasiun, akan sangat memudahkan jangkauan ke pusat keramaian kota. Waktu itu saya tinggal di Central Perk Backpacker di George Street, lumayan dekat ke Darling Harbour cuma sekian menit. And this happened to be the most favourite place to stay karena temen hostel yang seru dan asik.
Dan untuk Melbourne, kawasan sekitar Southern Cross Station bisa jadi pilihan untuk tinggal, waktu itu saya sempat menginap di Melbourne Interconnection Traveller yang berada di Kings St. Dan satu malam lainnya saya menginap di Ritz For Backpacker yang letaknya di Suburb Melbourne karena pengen melihat penguin di St Kilda Beach lebih lama (lebih tepatnya karena salah booking hostel).
Tips 3 SIMCard
img_20161025_062657
Untuk yang tak bisa lepas dari internet belilah SIMCard lokal, karena nyari WiFi gratisan di Aussie agak susah. Selain itu akan lebih memudahkan kalau bisa online sepanjang waktu. Pilihan SIMCard Lokal banyak tersedia di bandara, ada OPTUS, Vodafone ataupun TELSTRA. Kemarin saya pilih OPTUS seharga $25 AUD karena beberapa pertimbangan, lumayan dua minggu full koneksi dan tak tersingkir dari pergaulan. Oiya untuk yang merencanakan pergi ke area yang agak susah koneksi sebaiknya gunakan TELSTRA, jaringannya lebih ramah pelosok negeri. Terlebih untuk yang niat trekking ke taman nasional atau menuju objek objek yang jauh dari kota besar.
Tips 4 Transportasi
PERTH
Surprisingly kota minyak ini tak membuat saya keluar banyak untuk transportasi. Perth menyediakan Free CAT Bus dengan rute beragam, ada Blue, Red dan Yellow CAT Bus yang bisa dijangkau di seluruh penjuru kota dan GRATIS. Cukup keluar uang transportasi ketika dari dan ke bandara atau suburb Perth. Untuk kartu transportasi saya cukup mengandalkan CAT Bus tanpa membeli kartu Transperth mengingat banyak tempat bisa dijangkau oleh Free busnya. Sedangkan untuk antar kota di Western Australia ada kereta Trans WA yang tidak jadi saya naiki karena rencana trekking ke Kalbarri National Park waktunya mepet :”
dscf1630
   Made in Melbourne, for Melbourne
SYDNEY
OPAL Card adalah kartu transportasi yang saya pakai selama di Sydney, bisa dibeli di pintu keluar bandara dan bisa di top up dimana saja dengan Credit Card. Opal Card bisa didapatkan gratis dan hanya mengeluarkan biaya top up saja. Oiya, untuk penghematan transportasi dari bandara ke kota sebaiknya jangan langsung naik train karena Airport tax untuk transportasi tergolong tinggi $12 AUD. Lebih baik jalan keluar bandara cari public bus 400 turun di Mascot kemudian menuju Mascot Station dan naik kereta ke Central Station. Ini jauh lebih hemat daripada yang menimpa saya karena miskomunikasi saya naik kereta dari airport langsung ke Museum Station seharga $16 untuk naik kendaraan yang ga ada 20 menit. Nyesek!
Untung saya datang ketika hari Minggu ada tarif flat untuk semua transportasi selama hari itu 2.5 AUD untuk seharian penuh. Karena terlanjur kena $16 AUD saya langsung menuju Blue Mountain dalam keadaan setengah kelelahan karena flight semalaman.
Rencana melanjutkan trip ke Milsons Point karena tarif ferry lumayan, apadaya Sydney Minggu sore hujan deras. Untuk OPAL sendiri tersedia aplikasi untuk Android dan Ios, jadi bisa buat trip planner dulu sebelum kesasar dan hilang sinyal.
MELBOURNE
Myki Card seharga $6 (harga kartunya doang 60 rebu) adalah kartu transportasi yang sebaiknya dimiliki ketika menuju Melbourne. Myki akan berguna untuk segala transportasi diluar jalur trem gratisan di city dan sangat mudah dipakai. Melbourne cukup menyenangkan karena ada FREE TRAM ZONE dan banyak tourist attraction terjangkau jalur trem ini. Aplikasi untuk jalur transportasi ini juga tersedia di play store, atau bisa kunjungi http://ptv.vic.gov.au untuk info lebih lanjut.
Transportasi antar kota
dscf1617
view pagi dari kereta menuju Melbourne :"
Pesanlah penerbangan jauh jauh hari sebelum apply visa, jangan beli tiket setelah visa approve seperti saya. Tiket Perth Sydney lebih mahal sekian rupiah karena takut visa ditolak dan belum beli tiket. Sedangkan untuk Sydney – Melbourne saya memilih naik kereta api kelas ekonomi seharga $45 dan bisa dibeli online di http://www.nswtrainlink.info/ atau beli on the spot di Central Station. Saran saya sebelum perjalanan naik kereta ini jangan lupa isi full segala gadget dan bawa powerbank karena tidak disediakan colokan seperti di kereta ekonomi di Indonesia. Saya sampai diketawain petugas karena menanyakan colokan, ndeso sih saya baru tau kalau colokan cuma milik kelas di atas ekonomi di sini :”
Tips 5 Makan dan Kesehatan
Makan dan minum adalah hal penting yang harus diperhatikan, terlebih harga makan di Australia yang gak murah. Rata rata sekali makan $ 12- $ 20 AUD dan bisa dipastikan menguras kantong setiap harinya. Pilihan lain adalah masak sendiri di hostel, ya anggep aja jadi anak kosan. Untung ada supermarket Coles atau Woolworths yang harganya lumayan murah, ada juga SUPA IGA yang harganya juga tak kalah murah. Jadi pengeluaran untuk makan bisa sedikit ditekan. Lumayan kan daripada keseringan makan Ind*mie atau fast food semacam KFC, masak bisa jadi hiburan tersendiri sekaligus jadi ajang silaturahmi dengan teman teman baru di hostel bisa saling icip hehehe. Bawalah sambal terasi, kecap dan bumbu racik sebagai amunisi ketika nguleg bumbu tak bisa dilakukan, lumayan penyelamat rasa. Oiya selain itu ada 7 eleven yang menjual sandwich murah seharga $6 AUD bisa dipilih yang halal atau haram ada, ada sandwich vegetarian juga kok. Lumayan ketika sore harganya diskon jadi $4 AUD, dan kopinya yang cuma $ 2AUD ukuran medium menemani perjalanan pindah kota. Perut kenyang, hangat, perjalanan tenang. Selama di Australia saya minum air dari keran manapun tergolong aman, meskipun sedikit banyak ada bau chlorin insya Allah aman dikonsumsi. Daripada sekali minum beli air $3 AUD, nangis!
dscf1996
one of the meal I cook in the hostel :"
Kenapa kesehatan saya masukkan di tips ini, karena pencernaan saya sempat terganggu selama tiga hari. Pe er banget apalagi sakitnya karena kelelahan dan salah makan. Jangan lupa bawa obat pribadi selengkap lengkapnya ketika pergi, minum tolak angin bila perlu setiap suhu dingin menyerang. Makanlah ketika lapar dan tepat waktu, sedia selalu biskuit ataupun roti di tas. Pengalaman saya kemarin setelah flight dari Perth ke Sydney yang melelahkan saya nekat langsung ke Blue Mountain dalam keadaan belum sarapan dan bertahan sampai siang karena banyak resto tutup. Untung ada coklat pemberian teman ketika transit di KL yang jadi penyelamat, meski setelah hari itu pencernaan saya agak berontak. Gamau kan lagi enak enak jalan perut berontak dan harus mencari toilet terdekat?
Sebagai orang tropis yang bepergian ke negara yang sedang bermusim semi, memakai sunblock hukumnya wajib. Jangan lupa juga bawa body butter atau krim krim yang melembabkan karena suhu dingin di sini kering. Pengalaman saya kemarin karena saking senangnya jalan kaki kemana mana, pakai sunblock cuma sekali sehari dan berujung muka gosong dan ngelopek ketika pulang. Untung sih Aloe Vera gel yang saya beli di chemist dekat hostel menolong, jadi ga terlalu parah kulitnya gosong.
Tips 6 SMILE and ENJOY STRAYA
Kenapa saya tulis ini di tips? Karena saya merasakan betul keramahan orang – orang Australia dan sangat mensyukuri apa yang saya alami selama dua minggu trip ini. Dan senyum adalah pembuka komunikasi itu bener banget, Australian terkenal karena keramahannya. Dalam banyak kesempatan ga terhituing kebaikan yang saya terima, saya percaya selagi kamu doing something good you’ll get the goodness in return. And it happened! Bahkan ketika saya berdua dengan housemate saya kelelahan trekking ada sepasang suami istri memberikan kami coke, ketika ada teman hostel sinting yang agak kasar ada teman lain yang menghindarkan saya dari hal buruk, dan banyak hal yang terjadi lainnya. Bahkan salah satu ketakutan saya pergi dalam trip ini adalah takut dijambak karena saya muslim dan berjilbab (sempat mencuat kasus muslimhate yang cukup populer sebelumnya), and it didnt happen! Mungkin saya kebanyakan makan micin, worrying too much.
dscf1727
    enjoy the city!
Banyak banyaklah ngobrol dengan stranger karena kita ga akan pernah tau stranger mana yang pernah kamu senyumin bakal jadi sahabat. Sejauh ini saya banyak dapat sahabat baru selama trip ini, mulai dari teman sebangku ketika di bis,teman sebelah di kereta, teman nunggu bis dan pesawat, teman hostel di beberapa tempat yang saya singgahi, mulai dari yang kalem, tengil jahil dan sempet main bareng, sampe yang ketawanya lucu dan susah dilupain dan teman teman baru yang saya temui lainnya. We never know when the life path cross again in some other time.
Ada yang memang dipertemukan cuma jadi bumbu perjalanan, ada yang ketemu di perjalanan untuk jadi pelajaran dan ada yang bertemu sebagai orang asing dan ditakdirkan jadi teman. So far Australia become one of most favourite trip destination untuk saya. The people, the land, and the atmosphere itself. Semoga cewek ndeso ini segera bisa kembali lagi ke Australia, doakan saya ya.
Sekian tulisan pertama saya yang kepanjangan ini. Happy traveling and enjoy STRAYA!

dscf0705

Rabu, 09 November 2016

Menolak Tua, cerita wanita yang hampir seperempat abad

   Bertambah tua itu pasti bagi setiap orang, tapi tidak dengan kedewasaan yang dimilikinya. Bertambah usia tapi tetap berjiwa muda pun tak mutlak dimiliki setiap orang. Si gadis yang hampir seperempat abad ini salah satunya, bergesernya umur dari belasan hingga ke titik dua puluhan terkadang melenakannya dan lupa telah berada di usia dewasa. Usia yang merangkak menuju angka dua puluh lima setahun lagi agaknya membuatnya semakin menyadari berbagai hal yang tampak berbeda dari yang biasa terjadi di kesehariannya. Satu persatu temannya mulai mengakhiri kelajangan, move to another stage of life katanya. Tak hanya satu dua undangan sampai di tangan dan tak jarang pula kesendiriannya sering menampar ketika dihadapkan pada kenyataan satu persatu penyokong kegembiraannya sudah tak lagi mudah ditemukan. Teman – teman dan sahabatnya sudah menyebar ke wilayah Indonesia raya merdeka.
   Dari ketidaknyamanan masa SMA yang hambar, berpindah ke masa kuliah yang warnanya terlalu banyak untuk dilukis, mencicipi kehidupan jadi corporate slave yang harus pontang panting berjuang mengejar KRL demi selusin gincu merah jambu, hingga terperangkap di pekerjaan yang membuatnya banyak duduk, si gadis yang menolak tua mulai tersadar bahwa banyak hal yang terjadi tak akan pernah sama lagi seiring berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan,” Even the sweetest chocholate expires” dan itu sedang terjadi. Dia pikir mempertahankan passion selama menjadi pekerja kubikel cukup bisa membuatnya berbahagia, ternyata itu saja tak cukup. Kendala jarak dan keterbatasan ruang gerak di tempat kerja, serta pilihan laki – laki yang memiliki probabilitas menjadi pasangan terhitung kecil mau tak mau mengurungnya dalam gaya hidup yang cukup membosankan. Alhasil terseret menjadi anak mall pun menimpanya, yang tak terlalu suka hiruk pikuk mall yang isinya hambur – hambur uang saja.  Mending main ke hutan atau basah basahan di sungai (tapi banyak buaya di Kalimantan). Sebagian besar kegiatan dihabiskannya di kantor, mempertahankan passion tak semudah wacana ternyata. Bahkan sudah dua tahun lamanya carrier yang dibelinya teronggok sempurna di sudut kamar kos bercat hijau muda. Passion untuk traveling memang tetap dipenuhinya, tapi ternyata tak semua hal berjalan mulus. Mencari travelmate yang bisa flexible diajak kemana mana ternyata baru sebatas wacana, karena memang keterbatasan yang ada. Kondangan trip dan rombongan trip sudah menjadi rutinitas, tapi tetap saja kesepian tak berhenti menghampirinya setelah setahun menyeberang pulau Jawa. Maunya sih cepet nikah sama yang suka traveling juga biar seru kemana mana bareng, tapi teuing ah orangnya belom ada mau gimana hahahaha.
20150808_130039
this is one of the place where crocodiles life
   Bertambah tua tapi tetap bersikap layaknya remaja, susah le. Being in 20’s but acting like teenager, adults will see you childish and kids see you as a weird adult. How difficult. Bahkan untuk urusan status, ia enggan dicampuri walaupun sudah terlalu lama sendiri. Bukan tak mau berbagi hidup dengan seorang lelaki, tapi selagi sendiri lebih baik mengejar berbagai keinginan yang belum tercapai. Selama masih usia belasan, pacaran mungkin tidak terlalu menarik karena dekat dengan banyak orang mudah saja dilakukan. Kind of friends with benefit mungkin. Mudah saja pergi ke mana mana dengan siapa saja, tanpa perlu berpikir hal – hal lain. Begitu memasuki kehidupan kantoran sebagai pekerja kubikel, mau nemu satu saja susah. Kalau bukan pacar orang ya kecele sudah jadi suami orang. Mencari pasangan yang sekaligus partner jalan di dunia kerja ini apalagi, susahnya minta ampun sadisnya. Dan si gadis yang menolak tua lebih memilih bepergian sendiri, kenapa? Karena tugas wanita hanyalah kode – kode (yang sudah ga musim) dan menunggu laki – laki yang mendatangi, bukan malah beremansipasi dan mengambil peran mencari kepastian. Dan daripada dia sibuk bersedih menanti pendamping yang belum juga datang lebih baik dia melakukan perjalanan sendiri dan belajar lebih banyak hal berguna (dan ngebahagiain keluarga). Plan your solo trip further girl, and let the good man come to you in a great way.
People who have been single for too long is the hardest to love. So let her be and let her travel and fulfill the wishes she made for her life. People sometimes too busy to correct others life, but she don’t mind. Just sitting and waiting would bring her nowhere to improve. Let her be whatever she want and make her waiting worth to be doing in her great way.
Cheers,

Minggu, 08 Mei 2016

Nganjuk, today's wedding trip story

   Nganjuk, sebuah kota kecil yang berjarak tempuh tiga jam dari ibukota Jawa Timur, Surabaya adalah lokasi pernikahan rekan kerja yang dipilih untuk diadakannya acara. Kami beramai ramai rombongan dari Balikpapan terbang dan menuju jalan darat agar bisa hadir di waktu yang tepat. Terbagi dari beberapa rombongan yang datang, kami tiba dan menginap di tempat yang sama di Nganjuk sana.

IMG-20160502-WA0010
   
Terjebak dalan drama tak bawa alat mandi karena terlalu 'njagakke' adanya mini market akhirnya kami dapat alat mandi sesuai kebutuhan. Malam yang tak terlalu nyenyak untuk tidur tapi kelelahan membuat kami tertidur walaupun tak terlalu cepat.

IMG-20160502-WA0016
   
Tanggal 1 Mei, aku, Arum dan Anis yang siap tak terlalu pagi harus rela ketinggalan acara akad. Tak apalah yang penting resepsi kami bisa hadir dan meramaikan acara. Pukul sepuluh, berpuluh puluh manusia yang mulai berpeluh tampak berebut berdiri di depan AC split dengan riuh. Tak terkecuali aku. Acara pernikahan tak terlampau padat untungnya, jadi kami khidmat mengikuti acara. Sambutan dari keluarga, puisi mempelai wanita yang berurai air mata, drama flasmob yang nyaris kami tak hapal gerakannya, suaraku menyumbangkan lagu dan missed di beberapa not serta keriuhan tamu undangan yang datang dari korps sebelah cukup membuat hari ini riang. Ya siapa yang tau kamu bertemu cinta lama, atau dia yang sebentar lagi akan melepas masa lajang dan membiarkanmu tahu di tengah obrolan penuh canda mu di siang itu.

IMG-20160501-WA0025
   At least everything is fine today. Oliv dan Sigra menikah, aku nyanyi walaupun sember, yang lama tak jumpa berkesempatan mini reuni dan geng Balikpapan akhirnya harus terpisah dan back on board. Separuhnya pergi duluan kembali ke perantauan sementara sebagian masih naik becak kembali ke hotel berkemas dan siap menuju Jawa bagian tengah.
Happy wedding dear, happy meeting again with old people guys, happily finding your Mr.  Destiny when it's destined.
See you again in another wedding trip,
Still alone but not lonely,
Anggi

Senin, 28 Desember 2015

Sunset at The Balcony

   Having a long weekend for Christmas, as Michael Bubble “All I want for Christmas is you” song being played everywhere staying alone is my choice during the holiday. Last night before my only homemate go home, we get free ticket to watch Negeri Van Oranje movie. Thanks to Keiko with her kind offering when I’m not in the mood of doing the training. Sorry shifu I skip the class and decide to watch the movie instead.

   Being overwhelmed lately, I must have been wanting to go on a picnic lately. Get a rest Nggi, just relax, no need to rush in everything. After getting the ticket that I almost lost due to my careless habit, there’s still one hour left and we move to the balcony where people usually eat their chicken while catching some sunset.


I don’t quite understand why this mall concept is ruined and be this empty. It’s just the chicken franchise that the brand I don’t have to mention as the only attractive spot of the mall. We have the balcony with sea view, planes flying near and sunset spot that everyone loves.
Here I am, doing the same thing like what people love doing here. Sitting near balcony and enjoying the view of sunset we used to see.
Although it’s driving me crazy that I’ll stay alone for four days streak, I’m okay. I just want to enjoy the sunset at the balcony.
When will you come with me?

Anggi